Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Gender Dysphoria

Gender Dysphoria

Istilah “euphoria” mungkin tidak asing bagi Anda. Lantas, bagaimana dengan “dysphoria“? Ternyata istilah ini merupakan kebalikannya. “Euphoria” mengarah pada kondisi bahagia, bersemangat, dan percaya diri, sedangkan “dysphoria” adalah perasaan tidak tenang dan tidak puas secara mendalam. Kondisi ini diketahui kerap dialami oleh seorang transgender dan dikenal dengan sebutan gender dysphoria.

Ingin tahu lebih jauh mengenai kondisi ini? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Apa itu gender dysphoria?

pengalaman narkoba dan skizofreia

Gender dysphoria (disforia gender) adalah suatu kondisi yang menyebabkan seseorang mengalami ketidaknyamanan atau rasa tertekan karena ada ketidakcocokan antara jenis kelamin biologis dengan identitas gender mereka. Kondisi ini sebelumnya dikenal sebagai gangguan identitas gender.

Jenis kelamin biologis didapatkan seseorang saat lahir tergantung dari penampilan alat genitalianya. Namun, identitas gender adalah jati diri jenis kelamin yang dipercaya dan diyakini oleh individu tersebut.

Sebagai contoh, seseorang yang memiliki penis dan karakteristik fisik lainnya yang mewakili laki-laki umumnya akan mengidentifikasi dirinya sebagai seorang pria.

Walaupun jenis kelamin biologis dan identitas gender seseorang bisa selaras bagi kebanyakan orang, hal ini tidak berlaku pasti bagi yang lain. Beberapa orang mungkin memiliki ciri karakteristik fisik laki-laki, tapi merasa dan meyakini dirinya adalah seorang perempuan.

Sementara yang lainnya mungkin merasa mereka adalah keduanya atau tidak merasa bahwa mereka 100% wanita atau pria saja (terlepas dari penampilan fisiknya). Hal ini dikenal dengan istilah genderqueer.

Menurut National Health Service, tidak diketahui persis seberapa banyak orang yang mengalami disforia gender. Pasalnya, banyak orang yang mengalami kondisi ini tidak pernah dan/atau bisa mencari bantuan.

Tanda dan gejala gender dysphoria

stres menyebabkan hipertensi

Menurut buku panduan psikiatri Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5), bagi seseorang untuk dapat didiagnosis dengan gender dysphoria, harus ada perbedaan yang nyata antara gender yang ia sendiri yakini dan gender yang dipersepsikan orang lain.

Kondisi ini juga harus berkelanjutan setidaknya selama enam bulan.

Pada anak, keinginan untuk mengubah gender harus nyata dan tampak, serta diutarakan langsung dari individu tersebut.

Keinginan dan keyakinan nyata yang dimaksud di atas bukan hanya keinginan untuk mendapatkan keuntungan sosial dan budaya dari jenis kelamin yang berbeda.

Keinginan tersebut datang dari dalam diri atas dasar kepercayaan bahwa mereka tidak seharusnya berada dalam kelompok jenis kelamin tertentu. Mereka juga menunjukkan sikap dan perilaku yang konsisten dari gender yang berseberangan.

Gender dysphoria diwujudkan dalam banyak cara, termasuk keinginan gigih untuk hidup dan diperlakukan seperti gender yang ia yakini dan menghilangkan dan/atau mengubah karakteristik seksual mereka.

Orang yang mengalami disforia gender juga berkeyakinan kuat bahwa mereka memiliki perasaan, pola tingkah laku, dan reaksi umum dari gender yang berseberangan dari dirinya.

Beberapa transgender memilih untuk menjalankan terapi medis (hormon atau operasi) untuk membuat penampilan fisik mereka lebih konsisten dengan identitas gender mereka.

Kapan harus ke dokter?

Jika Anda, anak, atau orang terdekat menunjukkan tanda-tanda yang telah disebutkan, jangan ragu untuk meminta bantuan.

Rasa tidak nyaman yang timbul secara perlahan bisa menurunkan kualitas hidup dan mengganggu kesehatan mental sehingga perawatan sangatlah dibutuhkan.

Apa yang menyebabkan gender dysphoria?

perawatan bayi berat badan lahir rendah

Disforia gender adalah suatu kondisi medis nyata yang diakui oleh American Psychiatric Assocation, dan pada kasus tertentu diperlukan pengobatan medis. Akan tetapi, gender dysphoria bukanlah penyakit mental.

Sejumlah studi mengindikasikan bahwa kondisi ini tidak hanya disebabkan oleh ketidakselarasan kerja otak, tapi juga penyebab biologis yang terkait dengan perkembangan identitas gender sebelum kelahiran.

Disforia gender mungkin disebabkan oleh suatu kondisi medis langka, seperti hiperplasia adrenal bawaan (congenital adrenal hyperplasia/CAH) atau kondisi interseks (dikenal juga sebagai hermaphroditism).

Pada CAH, janin perempuan memiliki kelenjar adrenalin yang meproduksi hormon seks pria dalam kadar tinggi. Hal ini membuat vagina membengkak sehingga bisa terjadi kesalahpahaman bahwa bayi berjenis kelamin laki-laki.

Interseks atau hermafroditisme adalah kondisi langka ketika bayi lahir dengan dua alat kelamin, yaitu vagina dan penis.

Pada kasus ini, setelah pelarangan prosedur normalisasi kelamin tanpa persetujuan pemilik tubuh oleh PBB, anak akan dibolehkan untuk bertumbuh-kembang dengan dua alat kelamin hingga cukup dewasa untuk memilih salah satunya dan melakukan pembedahan.

Walaupun begitu, diperlukan penelitian yang lebih banyak lagi untuk bisa memastikan penyebab dari gender dysphoria.

Komplikasi gender dysphoria

jenis psikosis

Disporia gender menyebabkan tekanan atau depresi dalam aspek sosial, pekerjaan, atau bidang-bidang lainnya yang bisa menghambat kualitas hidup individu pengidapnya.

Dampak gangguan bisa menjadi sangat luas sehingga kehidupan mental orang tersebut hanya berpusat pada sejumlah kegiatan tertentu yang bisa mengurangi tekanan akibat stigma gender yang mereka hadapi.

Orang-orang dengan disforia gender sering disibukkan dengan penampilan, terutama pada awal transisi ke hidup dengan gender “baru”-nya.

Hubungan dengan orangtua juga mungkin akan sangat terganggu. Tidak jarang pula orang-orang transgender atau pengidap kondisi ini menerima pengasingan dari keluarga dan teman.


Stres dan butuh teman berbagi cerita?

Ayo tanya psikolog kami atau berbagi cerita bersama di Komunitas Kesehatan Mental!


Beberapa laki-laki pengidap disforia gender memilih untuk melakukan pengobatan ilegal dengan hormon atau mungkin, walaupun sangat jarang, melakukan pengebirian mandiri tanpa pengawasan dokter.

Banyak pula transgender yang terlibat dalam usaha prostitusi sehingga menempatkan mereka pada risiko tinggi terhadap infeksi HIV.

Ketidakcocokan antara jenis kelamin dan identitas gender yang dialami oleh seseorang pengidap gender dysphoria dapat menyebabkan stres, gangguan kecemasan, dan depresi berkepanjangan.

Usaha bunuh diri dan penyalahgunaan zat dan obat terlarang yang berakhir dengan kecanduan merupakan masalah umum yang dialami oleh pengidap disforia gender dan/atau transgender.

Beberapa laki-laki dewasa memiliki riwayat fetisisme serta parafilia lainnya. Gangguan kepribadian terkait lebih umum dialami oleh laki-laki pengidap disforia gender daripada wanita.

Diagnosis gender dysphoria

kisah skizofrenia

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan lebih dahulu meminta pasien menjalani serangkaian tes kesehatan seperti berikut ini.

Evaluasi kesehatan perilaku

Dokter akan mengevaluasi pasien untuk mengonfirmasi ketidaksesuaian identitas gender dan jenis kelamin yang ditetapkan saat lahir.

Selain itu, dokter juga mengevaluasi riwayat serta perkembangan perasaan dan dampak stigma yang melekat pada ketidaksesuaian gender pada kesehatan mental, juga dukungan apa yang Anda dapatkan dari keluarga dan teman.

Diagnosis dengan panduan DSM-5

Dokter mungkin menggunakan kriteria untuk disforia gender yang tercantum dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5), yang diterbitkan oleh American Psychiatric Association.

Apa saja pilihan pengobatan untuk gender dysphoria?

cefpirome

Pengobatan akan disesuaikan dengan tingkat keparahan gangguan yang dialami oleh pasien dan keinginan pasien itu sendiri. Pilihan pengobatan meliputi perawatan berikut ini.

Terapi medis

  • Terapi hormon, seperti terapi hormon feminisasi atau terapi hormon maskulinisasi.
  • Pembedahan, seperti operasi feminisasi atau operasi maskulinisasi untuk mengubah payudara atau dada, alat reproduksi, fitur wajah, dan pembentukan tubuh.

Beberapa pasien mungkin mendapatkan kelegaan dari disforia gender dengan mengikuti terapi hormon untuk mengurangi karakteristik seks sekunder, seperti payudara dan rambut wajah.

Perawatan didasarkan pada tujuan pasien, evaluasi risiko dan manfaat penggunaan obat, adanya kondisi lain, serta pertimbangan masalah sosial dan ekonomi pasien.

Terapi perilaku

Perawatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis, kualitas hidup, dan pemenuhan diri pasien.

Terapi perilaku tidak dimaksudkan untuk mengubah identitas gender, tapi membantu pasien mengeksplorasi masalah gender dan menemukan cara untuk mengurangi gejala atau dampak negatif yang ia alami.

Tujuan dari pengobatan ini yaitu membantu transgender dan individu dengan gender yang tidak sesuai menjadi nyaman dengan ekspresi identitas gender mereka.

Terapi ini juga memungkinkan kesuksesan dalam hubungan, pendidikan dan pekerjaan, serta membantu mengatasi masalah kesehatan mental lainnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What Is Gender Dysphoria?. (2022). Retrieved 7 February 2022, from https://www.psychiatry.org/patients-families/gender-dysphoria/what-is-gender-dysphoria

American Psychiatric Association. (2017). Diagnostic and statistical manual of mental disorders. Arlington, VA.

Gender dysphoria. (2022). Retrieved 7 February 2022, from https://www.nhs.uk/conditions/gender-dysphoria/

Gender dysphoria – Symptoms and causes. (2022). Retrieved 7 February 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gender-dysphoria/symptoms-causes/syc-20475255

Dr. Ananya Mandal, M. (2022). Causes of Gender Dysphoria. Retrieved 7 February 2022, from https://www.news-medical.net/health/Causes-of-Gender-Dysphoria.aspx

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui Mar 04
Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa