Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

7 Cara Membesarkan Anak Dalam Dua Bahasa

7 Cara Membesarkan Anak Dalam Dua Bahasa

Anak yang mampu berbicara dengan dua bahasa tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi orang tua. Pasalnya, anak yang bilingual dapat berkomunikasi dengan orang dari negara lain sehingga memperluas wawasannya. Ingin tahu bagaimana cara membesarkan anak dengan dua bahasa? Yuk simak tips-tips pada artikel berikut.

Manfaat membesarkan anak dengan dua bahasa

perkembangan anak 6-9 tahun

Mempelajari dua bahasa ternyata dapat mendatangkan sejumlah manfaat bagi si kecil. Adapun Keunggulan anak yang mampu berbicara dua bahasa antara lain sebagai berikut.

1. Meningkatkan konsentrasi anak

Menjadi seseorang yang pandai dalam dua bahasa akan membangun kekuatan otak. Mengutip jurnal Cerebrum, otak anak yang memahami dua bahasa memiliki konsentrasi yang lebih baik dan mampu melakukan berbagai tugas secara bergantian.

2. Memiliki ingatan yang lebih baik

Selain pada anak usia sekolah, bayi yang mengerti dua bahasa juga berpotensi memiliki kemampuan belajar dan daya ingat yang lebih baik daripada yang hanya mengerti satu bahasa.

3. Memperluas wawasan anak

Anak yang dapat berbicara dengan dua bahasa mampu mempelajari buku dan literatur dari bahasa asing sehingga wawasannya pun akan lebih luas.

4. Memudahkan anak saat bepergian ke negara lain

Memahami dua bahasa terutama bahasa asing dapat memudahkan anak saat harus berinteraksi dengan orang-orang dari negara yang berbeda. Ini akan membantunya saat bepergian ke luar negeri.

5. Berpotensi mendapatkan pendidikan yang lebih baik

Salah satu persyaratan yang sering kali harus dipenuhi oleh instansi pendidikan bergengsi adalah kemampuan berbahasa asing. Oleh karena itu, membesarkan anak dengan dua bahasa dapat mengantarkannya untuk meraih pendidikan yang lebih baik di masa depan.

6. Lebih percaya diri dalam mengemukakan pendapat

Melansir jurnal Learn Landscape, anak yang mampu berbicara lebih dari satu bahasa dinilai lebih vokal, percaya diri, berpikiran kritis serta dapat mengungkapkan pendapatnya dengan lebih baik dibandingkan anak yang hanya mengetahui satu bahasa.

7. Memiliki daya tangkap yang lebih baik

Menurut penelitian yang diterbitkan pada jurnal Psychology Science, anak yang mengenal dua bahasa di usia dini memiliki kecerdasan dapat memahami penjelasan dan memproses pesan dengan lebih baik.

8. Meraih nilai akademik yang lebih baik

Penelitian pada Bilingual Research Journal membuktikan bahwa anak-anak dengan kemampuan dua bahasa memiliki nilai akademik yang lebih baik, terutama dalam pelajaran berhitung dan membaca.

Bagaimana membesarkan anak dengan dua bahasa?

Pendidikan karakter anak

Berikut ini adalah sejumlah cara yang bisa Anda lakukan untuk mendidik anak dengan bilingual atau dua bahasa:

1. Jangan bicara dengan bahasa bayi

Meski bayi belum bisa berbicara sepatah kata pun, satu tahun pertama dalam hidupnya ternyata merupakan masa terpenting untuk membangun pondasi bahasa. Bayi memproses struktur dan arti bahasa jauh sebelum mereka mulai belajar bicara.

Jadi silakan timpali celotehan bayi Anda dengan kata-kata yang sebenarnya. Meski bayi Anda belum bisa memahami arti kata-kata tersebut, bagian otaknya yang mengatur kemampuan bicara dan bahasa sudah terstimulasi saat kita berbicara padanya.

Makin banyak bahasa yang mereka dengar, makin berkembang bagian otak yang memproses kemampuan berbahasa.

2. Perkenalkan dua bahasa sedini mungkin

Saat anak sudah mulai belajar bicara, ia sudah bisa memahami perbedaan beberapa bahasa yang Anda gunakan saat bicara padanya. Anak-anak yang terpapar pada dua bahasa sejak lahir akan lebih mudah menguasai dua bahasa tersebut dengan fasih.

Membesarkan anak dengan dua bahasa di usia balita akan lebih baik. Pasalnya, seiring pertumbuhan, adaptasi anak terhadap suara dan bahasa akan terus menurun.

Di atas usia 6-7 tahun, sangat sulit baginya untuk menciptakan koneksi dengan bahasa baru. Maka dari itu, lebih sulit mengajarkan bahasa lain pada anak-anak di sekolah dasar, dibandingkan pada anak-anak usia preschool atau bahkan balita.

Namun, jika pengenalan pada bahasa asing ini baru dimulai sejak bayi berusia 6 bulan, ia akan sedikit lebih kesulitan membedakan mana yang bahasa A dan mana yang bahasa B. Jadi pada awalnya si kecil akan beradaptasi cukup lama terhadap bahasa-bahasa tersebut.

2. Bernyanyi, membaca, dan bermain

Cara yang dapat Anda lakukan untuk membesarkan anak dengan dua bahasa adalah dengan melakukan aktivitas yang menyenangkan.

Penuhi rumah Anda dengan musik, nyanyian, obrolan, membaca buku, menonton kartun dan sebagainya. Jika kata-kata dihubungkan dengan rima dan melodi seperti dalam puisi atau lagu, anak-anak akan lebih mudah mengingatnya.

Jadi, silakan “cerewet” berbicara dengan si kecil, ikut bernyanyi lagu favorit Anda dan anak, serta perkenalkan ia pada berbagai kosakata dan ekspresi bahasa dengan cara yang menyenangkan.

Saat anak Anda bertambah dewasa, perluas aktivitasnya dengan kegiatan seni seperti menari, kaligrafi, dan sebagainya.

4. Orang tua memberikan contoh berbicara dengan dua bahasa

Salah satu cara yang sangat efektif dalam membesarkan anak dengan dua bahasa adalah dengan memberikan contoh. Misalnya, jika ingin anak fasih berbahasa Inggris, maka Anda perlu sering-sering mengobrol dengannya dalam bahasa Inggris.

Tapi bagaimana jika Anda juga tidak fasih berbahasa tersebut? Jangan khawatir. Anda bisa belajar bersama-sama dengan anak dan perlihatkan antusiasme dalam mempelajari bahasa tersebut.

Anda dapat mengambil kursus bahasa atau belajar bersama si kecil. Lakukan kegiatan yang menyenangkan seperti bernyanyi bersama lagu anak-anak, membaca buku dongeng dua bahasa, atau menonton film dan video berbahasa Inggris dengan teks terjemahan bahasa Indonesia.

3. Ayah dan ibu menggunakan bahasa yang berbeda

Hal yang umumnya terjadi pada anak yang bilingual adalah ia bingung mengidentifikasi bahasa. Nah, untuk mencegah hal ini, Anda dapat melakukan cara khusus yakni ayah dan ibu menggunakan bahasa yang berbeda.

Misalnya ibu selalu bicara dalam bahasa Indonesia kepada anak, sedangkan ayah selalu berbicara dalam bahasa Inggris. Ini akan memudahkannya untuk membedakan mana bahasa Indonesia dan mana bahasa Inggris.

Tentu saja cara ini akan bekerja dengan baik jika ayah dan ibu harus menghabiskan waktu yang sama banyak dengan si kecil.

5. Biasakan dalam kehidupan sehari-hari

Mengajarkan bahasa baru pada anak-anak di sekolah biasanya cenderung lebih sulit, mungkin karena mereka tak tertarik, atau bahkan menyerah duluan karena dianggap terlalu rumit.

Namun, ini biasanya hanya karena mereka belum terbiasa. Oleh karena itu, pastikan bahasa tersebut tidak hanya dipelajari di kelas atau di kursus, melainkan juga dipakai dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah terekspos pada bahasa tersebut dalam keseharian, ia akan otomatis menyerapnya tanpa disadari sehingga mempelajarinya pun akan jauh lebih mudah.

6. Gunakan sesering mungkin

Kunci dalam membesarkan anak dengan dua bahasa adalah: gunakan bahasa tersebut sesering mungkin.

Erika Hoff, ahli psikologi dari Florida Atlantic University dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa untuk mahir dalam berbahasa, anak perlu menerapkan bahasa tersebut sesering mungkin.

Anak-anak sangat mudah beradaptasi dan fleksibel secara kognitif, sehingga mereka cepat menangkap arti dari bahasa baru dan cepat merasa nyaman dengan bahasa tersebut dibandingkan dengan orang dewasa yang belajar bahasa.

7. Manfaatkan teknologi

Video-video di YouTube tentang belajar bahasa bagi anak-anak juga dapat menjadi alat bantu yang efektif.

Cari juga video yang mengenalkan budaya negara tersebut, bukan hanya bahasanya. Terutama jika Anda dan pasangan berasal dari dua latar belakang budaya yang berbeda dan ingin memperkenalkannya pada si kecil.

8. Libatkan seluruh anggota keluarga

Membesarkan anak dengan dua bahasa adalah tugas seluruh keluarga. Jika Anda ingin si kecil mahir berbahasa asing, ajak anggota keluarga lain seperti kakak, paman atau bibi bahkan pengasuhnya untuk menggunakan bahasa tersebut.

Dengan menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung, akan membantu mendidik anak untuk terbiasa dengan bilingual.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Marian, V., & Shook, A. (2012). The Cognitive Benefits of Being Bilingual. Cerebrum, 2012(13). PMCID: PMC3583091

Byers-Heinlein, K., & Lew-Williams, C. (2013). Bilingualism in the Early Years: What the Science Says. Learning Landscapes, 7(1), 95-112. doi: 10.36510/learnland.v7i1.632

FAQ: Raising Bilingual Children | Linguistic Society of America. Retrieved 23 May 2021, from https://www.linguisticsociety.org/resource/faq-raising-bilingual-children

Fan, S., Liberman, Z., Keysar, B., & Kinzler, K. (2015). The Exposure Advantage. Psychological Science, 26(7), 1090-1097. doi: 10.1177/0956797615574699

Marian, V., Shook, A., & Schroeder, S. (2013). Bilingual Two-Way Immersion Programs Benefit Academic Achievement. Bilingual Research Journal, 36(2), 167-186. doi: 10.1080/15235882.2013.818075

Gollan, T., Starr, J., & Ferreira, V. (2014). More than use it or lose it: The number-of-speakers effect on heritage language proficiency. Psychonomic Bulletin & Review, 22(1), 147-155. doi: 10.3758/s13423-014-0649-7

Byers-Heinlein, K., & Lew-Williams, C. (2013). Bilingualism in the Early Years: What the Science Says. Learning Landscapes, 7(1), 95-112. doi: 10.36510/learnland.v7i1.632

Core, C., & Hoff, E. (2015). What Clinicians Need to Know about Bilingual Development. Seminars In Speech And Language, 36(02), 089-099. doi: 10.1055/s-0035-1549104

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui 2 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita