5 Cara Efektif Meningkatkan Daya Ingat Anak Sejak Dini

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Tahun awal kehidupan anak merupakan waktu yang harus dimanfaatkan orangtua untuk membentuk ingatan atau memori anak yang kuat. Ingatan yang baik akan menciptakan fondasi belajar pada anak yang baik juga. Sayangnya, daya ingat yang kuat bukanlah sesuatu yang secara alamiah didapatkan dari lahir. Namun, Anda tak perlu berkecil hati bila anak belum dapat mengingat banyak hal di usianya yang belum matang. Ikuti lima cara berikut untuk meningkatkan daya ingat pada anak yang masih dalam masa pertumbuhan.

Lima cara efektif meningkatkan daya ingat anak

Sejak lahir hingga usia enam tahun, otak anak dapat bekerja lebih cepat dari orang dewasa. Otak anak diibaratkan seperti spons yang dapat menyerap segala informasi yang mereka terima di sekitarnya. Oleh karena itu, manfaatkan usia tumbuh kembang ini untuk meningkatkan daya ingat anak dengan melakukan hal-hal berikut.

1. Membaca dengan anak

Cara mudah meningkatkan daya ingat anak adalah dengan membacakan buku kepada anak atau bersama anak. Membaca dapat melatih perkembangan otak anak sehingga dapat meningkatkan kemampuan bahasa, komunikasi, dan menulis pada anak.

Menurut Steve Melton, dokter anak dari West Tennessee Healthcare, peningkatan kemampuan tersebut dapat terjadi karena anak terpapar dengan kosa kata, gambar, dan warna baru, sehingga mendorong perkembangan kognitif dan dapat menambah wawasan anak akan lingkungan sekitarnya.

2. Bermain sambil belajar

Permainan papan (board game) seperti puzzle, ular tangga, dan candy land merupakan aktivitas bermain sambil belajar yang menyenangkan. Permainan ini dapat menstimulasi otak dengan cara yang inovatif dan mengajarkan anak untuk mengikuti arahan, serta menggunakan ingatannya.

Pada anak yang masih dini, Anda dapat memilih permainan flash cards. Di sini, Anda meminta anak untuk menebak nama benda atau hal lain yang Anda tunjukkan.

Sementara pada anak yang sudah dewasa, Anda dapat melatih kemampuan visualisasi anak dari hal yang baru mereka dengar. Misalnya, Anda menyuruh anak menyiapkan meja. Mintalah anak membayangkan bentuk dari meja. Setelah itu, dorong anak untuk membuat gambar meja tersebut di atas kertas atau mendeskripsikan bentuk meja menjadi suatu cerita. Selain meningkatkan daya ingat, permainan ini juga akan mendorong kreativitas anak.

Bernyanyi bersama juga bisa dijadikan pilihan permainan anak yang menyenangkan. Dengan bernyanyi, secara tidak langsung Anda menstimulasi otak anak untuk mengingat suatu nada dan lirik lagu. Cara ini terbilang efektif untuk meningkatkan daya ingat anak, bahkan yang masih berumur satu tahun.

3. Memberikan nutrisi penguat otak

pediasure complete

Cara lain untuk meningkatkan daya ingat anak adalah dengan memberikan nutrisi yang terbukti dapat meningkatkan kemampuan otak. Beberapa nutrisi penguat otak yang sebaiknya Anda berikan pada anak meliputi:

  • Omega 3, untuk meningkatkan fungsi otak anak dan bisa didapatkan dari minyak ikan
  • Kolin, untuk mempertajam daya ingat anak dan terkandung dalam kuning telur
  • Vitamin E, untuk meningkatkan daya ingat dan perkembangan bahasa yang biasanya terdapat pada kacang-kacangan dan biji-bijian

Selain makanan, Anda dapat memberikan ketiga nutrisi di atas dalam satu suap melalui susu pertumbuhan. Pilihlah susu pertumbuhan yang juga mengandung prebiotik PDX dan GOS serta Beta-glucan yang dapat menjaga kesehatan saluran cerna anak dan mencegah infeksi penyakit di masa pertumbuhannya. Dengan mengonsumsi susu pertumbuhan yang tepat, tak hanya daya ingat anak yang akan meningkat, daya tahan tubuhnya pun juga akan menguat.

4. Mengajak anak memasak

Memasak juga merupakan cara meningkatkan daya ingat anak yang cukup efektif. Mengutip dari Healthy Brains, menurut Jeffrey Cummings, Direktur Cleveland Clinic Lou Ruvo Center for Brain Health, memasak dapat menstimulasi tiga dari enam pilar kesehatan otak. 

Mulai dari melatih kemampuan otak yang akan berpengaruh pada daya ingat, menyediakan nutrisi yang dibutuhkan tubuh, dan mendorong interaksi sosial. Ketiga hal ini penting dalam meningkatkan kemampuan kognitif, terutama pada anak.

Dengan memasak, anak akan dilatih untuk merencanakan, dan mengendalikan pikiran serta tindakannya pada satu tujuan. Selain itu, otak mereka akan terstimulasi untuk mengingat dan mengikuti arahan yang Anda berikan dengan baik. 

5. Melakukan aktivitas fisik

Cara terakhir untuk meningkatkan daya ingat anak adalah dengan mengajak anak beraktivitas fisik. Melakukan aktivitas fisik diyakini dapat meningkatkan kemampuan kognitif dan daya ingat anak; memiliki efek antidepresan; dan menciptakan rasa kesejahteraan pada diri sendiri.

American Academy of Pediatrics bahkan merekomendasikan anak untuk melakukan aktivitas fisik paling sedikit 60 menit setiap harinya. Misalnya, senam aerobik yang berpengaruh positif pada kognisi, perilaku, prestasi belajar, dan fungsi psikososial pada anak.

Namun, aktivitas fisik tidak dibatasi oleh olahraga saja. Ajaklah anak untuk bermain di luar, berjalan atau bersepeda mengelilingi lingkungan rumah. Anda juga bisa mengadakan pesta dansa dengan keluarga inti atau membangun rintangan fisik di dalam rumah untuk mendorong anak bergerak.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Produk Skincare yang Ampuh untuk Merawat Kulit Remaja

Saat memasuki masa puber, Anda perlu memerhatikan kesehatan kulit anak. Agar terawat dengan baik, apa saja skincare untuk remaja yang ampuh?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Kesehatan Remaja, Parenting 2 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

5 Jenis Game Mengasah Otak yang Bisa Anda Coba di Rumah

Game disebut dapat membantu mengasah dan meningkatkan fungsi otak Anda. Benarkah demikian? Berikut daftar game asah otak yang bisa Anda coba.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Otak dan Saraf 28 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Tahapan Perkembangan Remaja Mulai dari Usia 10-18 Tahun

Mengetahui tahap perkembangan remaja menjadi panduan dalam memantau tumbuh kembangnya. Berikut berbagai aspek yang terjadi dalam tumbuh kembang remaja.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Tumbuh Kembang Remaja, Parenting 27 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Kapan Bayi Bisa Melihat Sekitarnya dengan Baik dan Jelas?

Apa yang bisa dilihat bayi baru lahir berbeda dengan yang dilihat oleh anak-anak maupun orang dewasa. Lalu, kapan bayi bisa melihat dengan jelas?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 14 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gaya pengasuhan

Kenali Tanda dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
ingatan fotografis

Benarkah Ada Orang yang Punya Ingatan Fotografis?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
depresi pada remaja

Ciri Depresi Pada Remaja dan Hal yang Perlu Orangtua Lakukan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 5 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit
manfaat baca buku untuk anak

5 Manfaat Baca Buku untuk Tumbuh Kembang Anak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 5 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit