Paracetamol (Parasetamol)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29/07/2020 . Waktu baca 13 menit
Bagikan sekarang

Paracetamol (Parasetamol) Obat Apa?

Untuk apa paracetamol (parasetamol)?

Paracetamol adalah obat yang dapat digunakan untuk mengobati rasa sakit ringan hingga sedang. Beberapa kondisi yang dapat diatasi oleh paracetamol adalah:

Dosis dan efek samping paracetamol akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Bagaimana aturan minum paracetamol (parasetamol)?

Gunakan paracetamol dengan cara diminum sesuai anjuran dokter atau pada kemasan. Untuk mengatasi nyeri, sakit, dan demam, tablet paracetamol 500 mg biasanya diminum setiap 4-6 jam sekali.

Telan obat ini secara utuh. Jangan menghancurkan, mengunyah atau mematahkan tablet, kecuali apabila dianjurkan oleh dokter Anda.

Apabila Anda tidak yakin mengenai informasi pada kemasan, konsultasikan pada dokter atau apoteker.

Bagaimana cara penyimpanan obat ini?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis Paracetamol (Parasetamol)

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis paracetamol (parasetamol) untuk orang dewasa?

Berikut adalah dosis paracetamol (parasetamol) yang direkomendasikan untuk orang dewasa:

Dosis paracetamol untuk demam pada orang dewasa adalah:

  • Paracetamol 325-650 mg tiap 4-6 jam atau 1000 mg tiap 6-8 jam oral atau rektal.
  • Tablet Paracetamol 500 mg: 2 tablet 500 mg diminum tiap 4-6 jam.

Dosis paracetamol untuk nyeri pada orang dewasa adalah:

  • Paracetamol 325-650 mg tiap 4-6 jam atau 1000 mg tiap 6-8 jam oral atau suppository.
  • Tablet Paracetamol 500 mg: 2 tablet 500 mg diminum tiap 4-6 jam.

Bagaimana dosis paracetamol (parasetamol) untuk anak-anak?

Berikut adalah dosis paracetamol (parasetamol) yang direkomendasikan untuk anak-anak:

Dosis paracetamol untuk demam pada bayi prematur usia 28-32 minggu adalah:

  • Dosis infus: 20 mg/kg diikuti dengan 10 mg/kg/dosis tiap 12 jam
  • Oral: 10-12 mg/kg/dosis tiap 6-8 jam. Dosis oral maksimal harian: 40 mg/kg/hari
  • Rektal: 20 mg/kg/dosis tiap 12 jam. Dosis rektal maksimal harian: 40 mg/kg/hari

Dosis paracetamol untuk demam pada bayi prematur usia 32-37 minggu dan bayi baru lahir yang berumur kurang dari 10 hari adalah:

  • Dosis infus: 20 mg/kg diikuti dengan 10 mg/kg/dosis tiap 6 jam
  • Oral: 10-15 mg/kg/dosis tiap 6 jam. Dosis oral maksimal harian: 60 mg/kg/hari
  • Rektal: dosis awal: 30 mg/kg; lalu 15 mg/kg/dosis tiap 8 jam. Dosis rektal maksimal harian: 60 mg/kg/hari

Dosis paracetamol untuk demam pada bayi baru lahir yang berumur lebih dari atau sama dengan 10 hari adalah

  • Dosis infus: 20 mg/kg diikuti dengan 10 mg/kg/dosis tiap 6 jam
  • Oral: 10-15 mg/kg/dosis tiap 6 jam. Dosis oral maksimal harian: 90 mg/kg/hari
  • Rektal: dosis awal: 30 mg/kg; lalu 20 mg/kg/dosis tiap 6-8 jam. Dosis rektal maksimal harian: 90 mg/kg/hari

Dosis paracetamol untuk demam pada balita dan anak-anak adalah:

  • Infus, di bawah 2 tahun: 7.5-15 mg/kg/dosis tiap 6 jam. Dosis maksimal harian: 60 mg/kg/hari
  • Infus, 2-12 tahun: 15 mg/kg tiap 6 jam atau 12.5 mg/kg tiap 4 jam. Dosis maksimal harian: 15 mg/kg
  • Oral, 10-15 mg/kg/ dosis tiap 4-6 jam saat diperlukan; jangan melebihi 5 dosis dalam 24 jam. Total dosis maksimal harian: 75 mg/kg/hari tidak melebihi 3750 mg/hari

Alternatif lain, produsen memberikan saran dosis sebagai berikut:

  • 2.7-5.3 kg, 0-3 bulan: 40 mg
  • 5.4-8.1 kg, 4-11 bulan: 80 mg
  • 8.2-10.8 kg, 1-2 tahun: 120 mg
  • 10.9-16.3 kg, 2-3 tahun: 160 mg
  • 16.4-21.7 kg, 4-5 tahun: 240 mg
  • 21.8-27.2 kg, 6-8 tahun: 320 mg
  • 27.3-32.6 kg, 9-10 tahun: 400 mg
  • 32.7-43.2 kg, 11 tahun: 480 mg

Produsen menyarankan penggunaan berat badan untuk memilih dosis. Selain berat badan, penentuan dosis juga dapat dilakukan berdasarkan usia anak.

Dosis paracetamol untuk demam pada anak-anak berusia sama dengan atau di atas 12 tahun adalah:

  • Infus, kurang dari 50 kg: 15 mg/kg tiap 6 jam atau 12.5 mg/kg tiap 4 jam. Dosis tunggal maksimal: 750 mg/dosis. Total dosis maksimal harian: 75 mg/kg/hari (kurang dari atau sama dengan 3750 mg/hari).
  • Infus, 50 kg atau lebih: 650 mg tiap 4 jam atau 1000 mg tiap 6 jam. Dosis tunggal maksimal: 1000 mg/dosis. Total dosis maksimal harian: 4000 mg/day.
  • Oral atau rektal: 325-650 mg tiap 4-6 jam atau 1000 mg 3-4 kali sehari. Dosis maksimal harian: 4000 mg/hari.

Dosis paracetamol untuk nyeri pada bayi prematur usia 28-32 minggu adalah:

  • Dosis infus: 20 mg/kg diikuti dengan 10 mg/kg/dosis tiap 12 jam.
  • Oral: 10-12 mg/kg/dosis tiap 6-8 jam. Dosis oral maksimal harian: 40 mg/kg/hari
  • Rektal: 20 mg/kg/dosis tiap 12 jam. Dosis rektal maksimal harian: 40 mg/kg/hari

Dosis paracetamol untuk nyeri pada bayi prematur usia 32-37 minggu dan bayi baru lahir yang berumur kurang dari 10 hari adalah:

  • Dosis infus: 20 mg/kg diikuti dengan 10 mg/kg/dosis tiap 6 jam
  • Oral: 10-15 mg/kg/dosis tiap 6 jam. Dosis oral maksimal harian: 60 mg/kg/hari
  • Rektal: dosis awal: 30 mg/kg; lalu 15 mg/kg/dosis tiap 8 jam. Dosis rektal maksimal harian: 60 mg/kg/hari

Dosis paracetamol untuk nyeri pada bayi baru lahir yang berumur lebih dari atau sama dengan 10 hari adalah:

  • Dosis infus: 20 mg/kg diikuti dengan 10 mg/kg/dosis tiap 6 jam
  • Oral: 10-15 mg/kg/dosis tiap 6 jam. Dosis oral maksimal harian: 90 mg/kg/hari
  • Rektal: dosis awal: 30 mg/kg; lalu 20 mg/kg/dosis tiap 6-8 jam. Dosis rektal maksimal harian: 90 mg/kg/hari

Dosis paracetamol untuk nyeri pada balita dan anak-anak:

  • Infus, di bawah 2 tahun: 7.5-15 mg/kg/dosis tiap 6 jam. Dosis maksimal harian: 60 mg/kg/hari
  • Infus, 2-12 tahun: 15 mg/kg tiap 6 jam atau 12.5 mg/kg tiap 4 jam. Dosis maksimal harian: 15 mg/kg
  • Oral: 10-15 mg/kg/ dosis tiap 4-6 jam saat diperlukan; jangan melebihi 5 dosis dalam 24 jam. Total dosis maksimal harian: 75 mg/kg/hari tidak melebihi 3750 mg/hari

Alternatif lain, produsen memberikan saran dosis sebagai berikut:

  • 2.7-5.3 kg, 0-3 bulan: 40 mg
  • 5.4-8.1 kg, 4-11 bulan: 80 mg
  • 8.2-10.8 kg, 1-2 tahun: 120 mg
  • 10.9-16.3 kg, 2-3 tahun: 160 mg
  • 16.4-21.7 kg, 4-5 tahun: 240 mg
  • 21.8-27.2 kg, 6-8 tahun: 320 mg
  • 27.3-32.6 kg, 9-10 tahun: 400 mg
  • 32.7-43.2 kg, 11 tahun: 480 mg

Produsen menyarankan penggunaan berat badan untuk memilih dosis. Selain berat badan, penentuan dosis juga dapat dilakukan berdasarkan usia anak.

Dosis paracetamol untuk nyeri pada anak-anak berusia sama dengan atau di atas 12 tahun:

  • Infus, kurang dari 50 kg: 15 mg/kg tiap 6 jam atau 12.5 mg/kg tiap 4 jam. Dosis tunggal maksimal: 750 mg/dosis. Total dosis maksimal harian: 75 mg/kg/hari (kurang dari atau sama dengan 3750 mg/hari)
  • Infus, 50 kg atau lebih: 650 mg tiap 4 jam atau 1000 mg tiap 6 jam. Dosis tunggal maksimal: 1000 mg/dosis. Total dosis maksimal harian: 4000 mg/day
  • Oral atau rektal: 325-650 mg tiap 4-6 jam atau 1000 mg 3-4 kali sehari. Dosis maksimal harian: 4000 mg/hari

Dalam dosis apakah obat ini tersedia?

Berikut adalah sediaan obat paracetamol (parasetamol):

  • Kaplet, oral: 500 mg
  • Kapsul gel, oral: 500 mg
  • Cair, oral: 160 mg/5 ml (120 ml, 473 ml); 500 mg/5ml (240 ml)
  • Sirup, oral: penghilang demam dan sakit Triaminic pada anak-anak: 160 mg/5 ml (118 ml)
  • Tablet, oral: 325 mg, 500 mg

Efek samping Paracetamol (Parasetamol)

Efek samping apa yang dapat dialami karena paracetamol (parasetamol)?

Hentikan penggunaan obat dan hubungi dokter jika terjadi efek samping paracetamol yang tergolong serius, beberapa di antaranya adalah:

  • Mual, sakit perut bagian atas, gatal-gatal, kehilangan nafsu makan
  • Urin berwarna gelap, feses berwarna pucat
  • Kuning pada kulit dan mata

Tidak semua orang mengalami efek samping di atas. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas.

Konsumsi parasetamol yang berlebihan dapat meningkatkan risiko kerusakan hati yang parah. Menurut Healthline, berikut adalah gejala kerusakan hati yang perlu Anda waspadai akibat konsumsi parasetamol:

  • kulit dan mata menguning (jaundice)
  • mual dan muntah
  • nyeri di bagian kanan atas perut
  • kehilangan nafsu makan
  • kelelahan
  • berkeringat lebih banyak
  • kulit memucat
  • memar atau pendarahan yang tidak wajar
  • urine atau feses berwarna gelap

Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Peringatan dan Perhatian Obat Paracetamol (Parasetamol)

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan paracetamol (parasetamol)?

Pada saat memutuskan untuk menggunakan obat, risiko dan manfaat dari obat harus dipertimbangkan. Ini adalah keputusan bersama dari Anda dan dokter Anda. Untuk paracetamol, berikut adalah hal-hal yang harus dipertimbangkan:

1. Alergi

Beri tahu dokter apabila Anda pernah mengalami reaksi tidak biasa atau reaksi alergi terhadap obat ini atau obat lain.

Beri tahu penyedia layanan kesehatan Anda apabila Anda memiliki alergi lain seperti alergi makanan, pewarna makanan, pengawet, atau hewan. Untuk produk nonresep, baca komposisi pada label atau kemasan dengan baik.

2. Anak-anak

Penelitian yang telah dilakukan hingga hari ini belum menunjukkan masalah spesifik yang membatasi kegunaan parasetamol pada anak-anak.

Meskipun demikian, jangan berikan produk nonresep pada anak-anak di bawah 2 tahun kecuali apabila dianjurkan oleh dokter.

3. Lansia

Penelitian yang telah dilakukan hingga hari ini belum menunjukkan masalah spesifik yang membatasi kegunaan parasetamol pada lansia.

Apakah paracetamol (parasetamol) aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunan paracetamol pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C (mungkin berisiko) menurut US Food and Drugs Administration (FDA). Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  • A= Tidak berisiko
  • B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C=Mungkin berisiko
  • D=Ada bukti positif dari risiko
  • X=Kontraindikasi
  • N=Tidak diketahui

Interaksi Obat Paracetamol (Parasetamol)

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan paracetamol (parasetamol)?

Interaksi obat adalah kondisi di mana kombinasi obat-obatan tertentu dapat memengaruhi kinerja atau efek dari salah satu atau kedua obat, dan hal ini juga dapat terjadi dengan paracetamol.

Penggunaan paracetamol dengan obat-obat yang terlampir di bawah adalah kondisi yang tidak direkomendasikan, namun mungkin perlu diresepkan oleh dokter pada beberapa kasus. Apabila kedua obat diresepkan bersamaan, dokter Anda mungkin akan mengganti dosisnya atau seberapa sering penggunaan obat satu atau lainnya.

Penggunaan obat ini dengan obat-obatan yang terlampir di bawah dapat menyebabkan peningkatan risiko dari beberapa efek samping tertentu, namun penggunaan kedua obat mungkin dapat menjadi pengobatan terbaik untuk Anda.

Apabila kedua obat-obatan diresepkan bersama, dokter Anda mungkin akan mengganti dosisnya atau seberapa sering penggunaan obat satu dan yang lainnya. Berikut adalah obat-obatan yang berisiko meningkatkan efek samping tertentu jika dikombinasikan dengan paracetamol:

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan obat ini?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi.

Merokok atau mengonsumsi alkohol dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan obat ini?

Adanya masalah kesehatan lain dapat mempengaruhi penggunaan paracetamol (parasetamol). Beritahu dokter apabila Anda memiliki masalah kesehatan lain, khususnya:

  • Penyalahgunaan alkohol, atau riwayat penyalahgunaan alkohol
  • Penyakit ginjal parah
  • Penyakit hati (termasuk hepatitis)—dapat menyebabkan efek samping menjadi lebih parah
  • Phenylketonuria (PKU)—beberapa merek parasetamol mengandung aspartam, yang dapat menyebabkan kondisi ini lebih parah

Overdosis Paracetamol (Parasetamol)

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Apabila seseorang mengonsumsi paracetamol lebih dari dosis yang dianjurkan, segera cari pertolongan medis, meskipun orang tersebut tidak memiliki gejala-gejala.

Gejala dari overdosis paracetamol dapat termasuk berikut ini:

  • Mual
  • Muntah
  • Kehilangan nafsu makan
  • Berkeringat
  • Kelelahan yang ekstrem
  • Pendarahan atau lebam yang tidak biasa
  • Rasa nyeri pada perut bagian kanan atas
  • Kuning pada kulit dan mata
  • Gejala-gejala flu

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

You are already subscribed to notifications.
Sumber

Paracetamol - MIMS Indonesia. (2016). Retrieved 7 February 2020, from http://mims.com/Indonesia/Home/GatewaySubscription/?generic=Paracetamol

Paracetamol - NHS. (2020). Retrieved 7 February 2020, from https://www.nhs.uk/medicines/paracetamol-for-adults/

Paracetamol - Drugs.com (2018). Retrieved 7 February 2020, from https://www.drugs.com/paracetamol.html

Stewart, M. (2017). Paracetamol - Patient. Retrieved 7 February 2020, from https://patient.info/medicine/paracetamol-calpol-disprol-hedex-panadol

Cochrane, Z. (2016). Side Effects of Acetaminophen (Tylenol). Retrieved 7 February 2020, from https://www.healthline.com/health/pain-relief/acetaminophen-tylenol-side-effects#side-effects

Yang juga perlu Anda baca

14 Cara yang Bisa Dicoba untuk Menghilangkan Sakit Kepala

Daripada mengganggu aktivitas harian Anda, ada berbagai cara menghilangkan juga mengatasi sakit kepala seperti di bawah ini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Nyeri Kronis, Health Centers 15/05/2020 . Waktu baca 8 menit

5 Cara Atasi Efek Berhenti Minum Kopi Saat Puasa

Saat puasa, Anda mungkin berhenti minum kopi, sehingga timbul efek samping seperti sakit kepala. Lalul bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Hari Raya, Ramadan 04/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Cara Cepat Mengatasi Sakit Kepala Saat Kerja Lembur

Kerja lembur dan sakit kepala merupakan mimpi buruk bagi semua orang. Ikuti cara cepat mengatasi sakit kepala berikut ini untuk bantu ringankan nyeri.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
Hidup Sehat, Tips Sehat 20/04/2020 . Waktu baca 5 menit

Migrain

Migrain adalah sakit kepala hebat di satu sisi. Cari tahu gejala, penyebab, pengobatan, serta cara mengatasi, dan mencegah kondisi ini di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 14/04/2020 . Waktu baca 13 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Apa Saja Penyebab dan Cara Mengatasi Migrain Saat Haid?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Penyebab Migrain Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020 . Waktu baca 6 menit

10 Obat Alami yang Mampu Redakan Migrain

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020 . Waktu baca 8 menit

6 Obat yang Ampuh Redakan Sakit Kepala Sebelah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 16/05/2020 . Waktu baca 6 menit