Midazolam

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Penggunaan

Untuk apa Midazolam?

Midazolam adalah obat bius yang termasuk golongan benzodiazepine. Obat ini bekerja langsung pada sistem saraf pusat dengan cara meningkatkan respon sel saraf yang bertugas untuk memberikan sinyal ‘tenang’. Dengan minum obat, seseorang akan merasa lebih rileks, mengantuk, atau tidak sadarkan diri.

Biasanya dokter akan memberikan obat ini sebelum prosedur operasi. Selain itu, obat ini juga dapat digunakan untuk mengatasi kondisi lain yang meliputi:

  • Masalah psikologis seperti gangguan kecemasan, kepanikan berlebih, dan depresi akut
  • Mencegah sekaligus mengatasi kejang
  • Sakau alkohol
  • Gangguan tidur seperti insomnia

Penting untuk diketahui bahwa Anda tidak bisa sembarangan mendapatkan obat ini. Sebab, obat golongan benzodiazepine termasuk ke dalam daftar obat yang harus ditebus dengan resep dokter.

Selama menggunakan obat ini, Anda mungkin akan mendapatkan pengawasan ketat oleh dokter maupun perawat. Hal ini dilakukan untuk memantau respon kesehatan tubuh Anda terhadap pengobatan secara menyeluruh.

Dokter mungkin juga dapat meresepkan obat ini untuk tujuan lain yang tidak dijelaskan dalam artikel berikut. Silakan tanyakan pada dokter dan apoteker untuk informasi lebih lanjut.

Bagaimana cara penggunaan Midazolam?

Midazolam adalah obat bius yang penggunaannya harus di bawah pengawasan dokter. Anda tidak diperbolehkan menggunakan obat ini sendiri. Alhasil, Anda harus pergi ke klinik atau rumah sakit untuk mendapatkannya.

Obat ini biasanya diberikan sebagai dosis tunggal sebelum prosedur operasi atau pembedahan berlangsung. Pemberian dosis disesuaikan dengan kondisi medis serta respon pasien terhadap obat.

Obat ini dapat menyebabkan sesak hingga susah napas, terutama jika Anda sedang menggunakan obat-obatan jenis opioid. Oleh karena itu, sebelum pakai obat ini, pastikan Anda memberi tahu dokter dan perawat tentang semua obat-obatan yang sedang atau akan rutin Anda gunakan.

Setelah obat berhasil diberikan, Anda akan diawasi ketat oleh dokter dan perawat. Tekanan darah, denyut nadi, dan kadar oksigen dalam tubuh Anda akan terus dipantau. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa obat bekerja dengan optimal dan tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya.

Penting juga untuk diperhatikan bahwa obat ini dapat menyebabkan reaksi sakaw. Kondisi ini umumnya terjadi jika Anda menggunakan obat dalam waktu yang lama atau dalam dosis yang tinggi. Reaksi saksaw obat ditandai dengan sejumlah gejala khas seperti gemetar, keluar banyak keringat, muntah, kram perut dan otot, serta kejang.

Reaksi sakaw juga dapat dipicu karena Anda tiba-tiba berhenti menggunakan obat ini. Untuk mencegah reaksi tersebut, dokter dapat mengurangi dosis secara bertahap. Silakan berkonsultasi dengan dokter atau perawat untuk informasi lebih lanjut.

Hindari makan buah grapefruit atau minum jus grapefruit selama menggunakan obat ini. Pasalnya, buah tersebut dapat meningkatkan jumlah obat tertentu dalam aliran darah, yang bisa memicu efek samping.

Pada dasarnya, gunakan obat apa pun sesuai yang dianjurkan dokter atau yang tertera pada label kemasan obat. Jangan ragu bertanya langsung ke dokter maupun apoteker bila Anda belum paham betul cara pakainya.

Selain itu, segera periksakan diri Anda ke dokter bila kondisi tidak juga membaik atau semakin memburuk. Dokter dapat mengubah dosis obat atau meresepkan obat lain yang lebih aman untuk Anda.

Bagaimana cara penyimpanan Midazolam?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan.

Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Midazolam untuk orang dewasa?

Hanya dokter atau tenaga medis yang boleh memberikan obat ini pada pasien. Pemberian dosisnya pada setiap orang pun bisa berbeda-beda. Dosis obat disesuaikan dengan usia, kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh, serta respon mereka terhadap pengobatan.

Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter atau apoteker sebelum mengonsumsi obat jenis apa pun. Ini untuk memastikan bahwa Anda mengonsumsi obat sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

Bagaimana dosis Midazolam untuk anak-anak?

Pemberian dosis untuk anak-anak berdasarkan usia dan berat badan mereka. Dokter juga mempertimbangkan kondisi kesehatan serta respon anak terhadap obat.

Maka itu, dosis obat untuk setiap anak bisa berbeda-beda. Untuk mengetahui dosis pastinya, silakan berkonsultasi langsung ke dokter.

Dalam dosis apakah Midazolam tersedia?

Midazolam adalah obat bius yang tersedia dalam bentuk cairan suntik.

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena Midazolam?

Tergantung dari besar kecilnya skala prosedur medis yang akan Anda jalani, dokter biasanya akan menyuntikkan obat bius untuk mematikan rasa sakit pada tubuh selama operasi atau pembedahan. Obat bius ini dapat membuat seorang pasien kebal dari rasa sakit dan nyeri untuk sesaat. Meski begitu, bukan berarti obat bius bebas risiko efek samping.

Berikut sejumlah efek samping obat bius yang paling umum dan kerap dikeluhkan:

  • Amnesia atau hilang ingatan ringan setelah menjalani prosedur
  • Mengantuk
  • Pusing
  • Sakit kepala ringan
  • Mual dan muntah
  • Hidung meler
  • Bersin-bersin
  • Pandangan kabur
  • Badan lemas tidak bertenaga

Efek sedatif dari obat Midazolam umumnya akan lebih bertahan lama pada orang tua (lansia). Hal ini membuat para orang tua lebih berisiko untuk terjatuh. Maka dari itu, pastikan orang tua (lansia) mendapatkan pengawasan yang ekstra ketat supaya tidak mengalami efek samping tersebut.

Obat ini juga bisa menyebabkan reaksi alergi parah yang disebut dengan syok anafilaktik. Ketika hal ini terjadi, Anda akan mengalami:

  • Ruam kulit
  • Gatal-gatal
  • Sulit bernapas
  • Pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan
  • Kesadaran hampir hilang

Anda juga sebaiknya segera memberi tahu perawat atau dokter bila mengalami batuk kronis, susah bernapas, badan terasa sangat lemas, detak jantung lambat, dan halusinasi.

Tidak semua orang mengalami efek samping yang disebutkan di atas. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Midazolam?

Beberapa hal yang perlu Anda ketahui dan lakukan, sebelum menggunakan Midazolam adalah:

  • Beri tahu dokter dan perawat Anda memiliki alergi terhadap midazolam atau obat golongan benzodiazepine lainnya, seperti alprazolam, chlordiazepoxide, clorazepate, diazepam, lorazepam, atau oxazepam. Tanyakan pada mereka terkait daftar bahan penyusun obat bius yang akan Anda gunakan.
  • Beri tahu dokter dan perawat jika Anda sedang, akan, atau pernah secara rutin minum obat-obatan tertentu. Termasuk obat resep, nonresep, hingga obat dari bahan herbal, khususnya St John Wort.
  • Beri tahu dokter dan perawat jika Anda memiliki riwayat penyakit glaukoma sudut sempit dan terbuka.
  • Beri tahu dokter dan perawat jika Anda memiliki riwayat penyakit pernapasan kronis, termasuk asma, emfisema, bronkitis, PPOK, dan penyakit lainnya.
  • Beri tahu dokter dan perawat jika Anda memiliki riwayat penyakit hati kronis.
  • Beri tahu dokter dan perawat jika Anda memiliki riwayat penyakit gagal jantung kongestif.
  • Beri tahu dokter dan perawat bila Anda pernah memiliki riwayat kecanduan obat-obatan tertentu atau alkohol.

Anda juga sebaiknya memberi tahu dokter dan perawat bila berencana hamil, sedang hamil, dan aktif menyusui. Sebab, obat ini berpotensi menyebabkan cacat lahir pada janin.

Di sisi lain, obat ini pun dilaporkan dapat masuk ke dalam ASI sehingga berpotensi membahayakan bayi.  Oleh karena itu, umumnya obat ini tidak boleh digunakan selama kehamilan dan harus digunakan secara hati-hati pada ibu menyusu.

Anda juga perlu tahu bahwa obat ini dapat membuat mengantuk, memengaruhi ingatan, pusing, dan badan terasa lemas. Sebaiknya hindari mengendarai mobil/motor serta aktivitas lain yang membutuhkan kewaspadaan tinggi hingga efek obat benar-benar hilang.

Efek samping pusing dari obat ini juga mungkin dapat membuat seseorang rentan terjatuh. Apalagi pada orang tua (lansia). Untuk membantu menghindari masalah ini, mintalah mereka untuk bangun dari tempat tidur secara perlahan-lahan. Posisikan kaki di lantai selama beberapa menit sebelum berdiri.

Selain itu, pastikan untuk mengikuti semua saran dokter dan/atau instruksi terapis. Dokter mungkin perlu mengubah dosis obat atau memantau Anda dengan hati-hati untuk mencegah terjadinya efek samping tertentu.

Apakah Midazolam aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Menurut US Food and Drugs Administration (FDA), obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori D.

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  • A= Tidak berisiko
  • B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C=Mungkin berisiko
  • D=Ada bukti positif dari risiko
  • X=Kontraindikasi
  • N=Tidak diketahui

Dikarenakan obat ini masuk kategori D, hindari meminumnya saat sedang hamil. Jika Anda baru saja hamil, segera hentikan konsumsinya.

Ini karena midazolam bisa menyebabkan cedera atau kematian janin terlebih jika diminum selama trimester kedua atau ketiga.

Sementara untuk ibu menyusui, belum ada bukti jelas apakah obat ini membahayakan bayi atau tidak. Untuk menghindari berbagai kemungkinan negatif, jangan minum obat ini sembarangan atau tanpa seizin dokter.

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Midazolam?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam artikel ini.

Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Menggunakan midazolam dengan obat lain yang membuat Anda mengantuk atau memperlambat pernapasan Anda dapat menyebabkan efek samping yang berbahaya atau mengancam jiwa. Tanyakan kepada dokter Anda sebelum menggunakan obat ini dengan pil tidur, obat nyeri narkotik, relaxer otot, atau obat untuk kegelisahan, depresi, atau kejang.

Banyak obat dapat berinteraksi dengan obat bius ini. Sayangnya, tidak semua interaksi tercantum di sini. Beri tahu dokter tentang semua obat yang sedang, pernah, atau akan gunakan selama menggunakan obat bius ini, khususnya:

  • Bosentan
  • Imatinib
  • Nefazodone
  • St John Wort
  • Antibiotik seperti klaritromisin, eritromisin, telitromisin
  • Obat antijamur contohnya itrakonazol, ketokonazol, posaconazole, vorikonazol
  • Obat jantung seperti nicardipine dan quinidine
  • Obat hepatitis C seperti boceprevir dan telaprevir
  • Obat HIV/AIDS di antaranya atazanavir, delavirdine, efavirenz, fosamprenavir, indinavir, nelfinavir, nevirapine, ritonavir, dan saquinavir
  • Obat kejang yaitu carbamazepine, fosphenytoin, oxcarbazepine, fenobarbital, fenitoin, dan primidone
  • Obat TBC yang meliputi isoniazid, rifabutin, rifampin, dan rifapentin

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Midazolam?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi.

Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Midazolam?

Adanya masalah kesehatan lain di tubuh Anda dapat memengaruhi penggunaan obat ini. Beri tahu dokter Anda bila Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

  • Gangguan tidur
  • Penyakit jantung
  • Hipoventilas
  • Infeksi
  • Penyakit paru-paru kronis
  • Penyumbatan paru-paru atau saluran napas
  • Gagal jantung bawaan
  • Penyakit ginjal
  • Penyakit hati
  • Glaukoma, akut sudut sempit

Overdosis

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat. Bawalah kotak obat, wadah, atau label ketika akan pergi ke rumah sakit untuk membantu dokter dengan informasi yang diperlukan.

Ketika seseorang mengalami overdosis, berbagai gejala yang mungkin muncul yaitu:

  • Tekanan darah yang terlalu rendah (hipotensi) yang membuat kepala menjadi pusing
  • Pingsan
  • Detak jantung cepat dan tidak teratur
  • Detak jantung lebih lambat dari kondisi normal

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Jika Anda melewatkan dosis, minum segera setelah Anda ingat. Jika mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlewat dan lanjutkan jadwal pemberian dosis Anda. Jangan gunakan dosis ekstra untuk mengganti dosis yang terlewat.

Jika Anda terus ketinggalan dosis, pertimbangkan untuk mengatur alarm atau meminta anggota keluarga untuk mengingatkan Anda.

Silakan berkonsultasi dengan dokter Anda untuk membahas perubahan dalam jadwal dosis Anda atau jadwal baru untuk menebus dosis yang terlewat, jika Anda telah melewatkan terlalu banyak dosis baru-baru ini.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Share now :

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: Desember 31, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca