Loratadine

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 11 menit
Bagikan sekarang

Loratadine Obat Apa?

Untuk apa loratadine?

Loratadine adalah obat alergi jenis antihistamin yang bisa mengobati gejala alergi, seperti:

  • gatal-gatal
  • ingusan
  • mata berair
  • bersin-bersin karena alergi serbuk bunga

Loratadine adalah obat yang tujuannya bukan mencegah gatal-gatal atau mengobati reaksi alergi yang serius (seperti syok anafilaktik). Oleh karena itu, jika dokter memberi resep epinephrine untuk mengobati reaksi alergi Anda, selalu bawa suntikan epinefrin ke mana pun. Jangan gunakan loratadine sebagai pengganti epinefrin.

Loratadine untuk gejala alergi

Obat ini biasanya sering digunakan untuk mengatasi alergi terhirup. Ini adalah jenis alergi yang paling umum.

Biasanya alergi ini disebabkan oleh paparan polutan, terutama di negara-negara berkembang yang juga sering terkait dengan asma, rhinitis, dan infeksi saluran pernapasan akut.

Selain alergi dari luar, obat alergi ini juga sering digunakan bila alergi selalu dipicu karena berada di dalam ruangan. Di dalam ruangan juga terdapat berbagai alergen udara seperti jamur, bulu hewan peliharaan, dan debu tungau.

Bagaimana cara kerja obat ini?

Obat gatal alergi adalah antihistamin yang berfungsi untuk meredakan gejala alergi. Saat Anda makan atau bersentuhan dengan penyebab alergi (alergen) yang sebenarnya tidak berbahaya, histamin yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh akan bereaksi secara berlebihan.

Histamin pun memerintahkan tubuh untuk melawan alergen. Hal inilah yang menimbulkan reaksi atau gejala alergi, yaitu kulit, hidung, dan mata terasa gatal.

Untuk meredakan gejala alergi, obat gatal berfungsi untuk menghentikan atau membatasi aktivitas histamin dalam tubuh. Namun, obat gatal alergi tidak bisa digunakan untuk mencegah reaksi alergi atau mengobati reaksi alergi yang parah seperti anafilaktik.

Loratadine juga sama-sama obat antihistamin generasi kedua yang tidak menyebabkan kantuk dan cukup diminum sekali sehari. Berbagai penelitian mengungkapkan bahwa cetirizine dan loratadine sama-sama ampuh mengatasi gejala alergi yaitu gatal-gatal. Akan tetapi, untuk efek antihistamin, obat loratadine cukup bisa meredakan gejala alergi.

Dosis Loratadine

Bagaimana cara penggunaan loratadine?

Jangan berikan obat ini kepada anak-anak di bawah 6 tahun kecuali dengan arahan dokter. Jika Anda mengonsumsi tablet kunyah jangan berikan pada anak-anak di bawah 2 tahun kecuali dengan petunjuk arahan dan resep dokter.

Jika Anda menggunakan produk tanpa resep dokter, baca semua petunjuk pada kemasan produk sebelum menggunakannya. Jika dokter telah meresepkan obat ini, ikuti petunjuk dan instruksi dokter sesuai resep.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan dengan dokter atau apoteker. Minum obat ini dengan atau tanpa makanan, biasanya sehari sekali atau sesuai dengan arahan dokter atau pada kemasan produk.

Jika Anda memilih tablet kunyah, kunyah masing-masing tablet dengan baik dan telan. Dosis didasarkan pada usia Anda, kondisi dan respon terhadap pengobatan. Jangan menaikkan dosis atau meminum obat ini lebih sering dari yang disarankan. Jangan minum obat ini melebihi dari yang direkomendasikan berdasarkan umur Anda.

Beri tahu dokter jika alergi Anda tidak membaik setelah 3 hari pakai obat atau jika gatal-gatal berlangsung lebih dari 6 minggu.

Bagaimana cara penyimpanan obat ini?

Loratadine adalah obat yang baik disimpan di  suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda.

Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau instansi pembuangan sampah setempat mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Efek samping Loratadine

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis loratadine untuk orang dewasa?

Berikut adalah dosis loratadine yang direkomendasikan untuk orang dewasa:

Standar dosis dewasa untuk alergi rhinitis

Rhinitis alergi, atau pilek alergi, adalah salah satu jenis rhinitis (radang membran hidung) yang muncul ketika Anda menghirup alergen. Ini adalah reaksi tubuh yang berlebihan dalam merespon alergen.

Ada dua jenis rhinitis alergi: musiman (suatu periode waktu dalam setahun) dan tahunan (sepanjang tahun). Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja di semua umur.

Untuk rhinitis, dosis obat loratadine yang diminum adalah 10 mg. Aturannya bisa diminum sekali dalam satu hari.

Standar dosis dewasa untuk biduran

Urtikaria, lebih dikenal dengan kaligata atau biduran adalah kondisi di mana kulit memiliki ruam yang menonjol dan gatal, muncul di salah satu bagian tubuh atau menyebar ke area yang lebih besar. Kondisi ini bukanlah penyakit yang membahayakan, tapi tentu sangat tidak nyaman.

Untuk biduran, dosis obat loratadine yang diminum adalah 10 mg. Aturannya bisa diminum sekali dalam satu hari

Bagaimana dosis loratadine untuk anak-anak?

Berikut adalah dosis loratadine yang direkomendasikan untuk anak-anak:

Standar dosis anak untuk alergi rhinitis

Untuk alergi rhinitis, dosis obat loratadine untuk anak usia 2-5 tahun adalah sebanyak 5 mg diminum sehari sekali (sirup).

Untuk alergi rhinitis, dosis obat loratadine untuk anak usia 6 tahun ke atas adalah sebanyak 10 mg diminum sehari sekali (tablet, kapsul, dan tablet disintegrasi).

Standar dosis anak untuk biduran

Untuk biduran, dosis obat loratdine untuk anak usia 2-5 tahun adalah sebanyak 5 mg diminum sehari sekali (sirup).

Untuk biduran, dosis obat loratdine untuk anak usia 6 tahun ke atas adalah 10 mg diminum sehari sekali (tablet, kapsul, atau tablet disintegrasi).

Dalam dosis apakah obat ini tersedia?

Loratadine adalah obat yang tersedia dalam sediaan tablet 10 mg.

Perlu diperhatikan, dosis obat loratadine berbeda-beda pada setiap orang. Dosis mungkin bisa disesuaikan dengan kondisi, usia, riwayat penyakit dan tingkat keparahan kondisi. Silakan konsultasikan dengan dokter untuk sediaan dosis loratadine lebih lanjutnya.

Jangan pernah mengonsumsi, menambah atau bakan mengombinasikan obat loratadine tanpa konsultasi ke dokter.

Peringatan dan Perhatian Obat Loratadine

Apa saja efek samping loratadine?

Mintalah segera bantuan tenaga medis jika Anda mengalami reaksi alergi obat, seperti:

  • gatal-gatal
  • kesulitan bernapas
  • bengkak pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Hubungi dokter segera jika Anda mengalami efek samping serius seperti:

  • Detak jantung yang tidak teratur
  • Merasa seperti akan pingsan
  • Sakit kuning (menguning pada bagian kulit atau mata)
  • Kejang-kejang

Efek samping yang tidak terlalu serius dari obat loratadine adalah:

  • Sakit kepala
  • Gugup
  • Merasa lelah atau mengantuk
  • Sakit perut, diare
  • Mulut kering, tenggorokan sakit
  • Mata merah, pandangan kabur
  • Hidung berdarah
  • Ruam kulit

Gejala alergi obat ini mungkin begitu ringan sehingga Anda tidak menyadarinya. Anda mungkin hanya mengalami ruam di kulit. Namun, alergi obat yang parah dapat mengancam nyawa.

Syok anafilaktik adalah reaksi seluruh tubuh yang tiba-tiba dan parah terhadap obat atau alergi lainnya. Hal ini biasanya terjadi segera setelah terpapar substansi dan gejalanya mencakup detak jantung yang tidak teratur, kesulitan bernapas, pembengkakan, dan pingsan. Jika tidak segera ditangani, anafilaktik dapat menyebabkan kematian.

Tidak semua orang mengalami efek samping seperti yang telah dijabarkan di atas. Efek samping bisa terjadi sesuai kondisi dan tata cara pemakaian obat. Mungkin juga ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas.

Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Interaksi Obat Loratadine

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan loratadine?

Sebelum menggunakan loratadine, Anda harus melakukan dan mengetahui beberapa hal berikut ini.

  • Beri tahu dokter dan apoteker jika Anda alergi terhadap loratadine, obat lain, atau bahan-bahan yang terkandung dalam loratadine. Periksa daftar bahan pada kemasan.
  • Beri tahu dokter dan apoteker resep dan nonresep obat, vitamin, suplemen nutrisi dan produk herbal yang akan dan sudah Anda gunakan. 
  • Beri tahu dokter jika Anda pernah punya penyakit asma, ginjal, atau hati.
  • Beri tahu dokter jika Anda hamil, berencana untuk hamil, atau sedang menyusui. Jika Anda hamil ketika menggunakan loratadine, hubungi dokter.
  • Jika Anda menderita fenilketonuria, Anda harus mengetahui merek-merek dari disintegrasi tablet yang mungkin mengandung aspartame yang membentuk phenylalanine.

Apakah loratadine aman bagi ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Kondisi kesehatan dan obat-obatan alergi ini perlu didiskusikan dengan dokter sejak Anda merencanakan kehamilan. Nantinya, dokter akan mengatur pemberian obat-obatan tersebut supaya aman untuk kehamilan Anda, baik dengan cara pengaturan ulang dosis ataupun dengan penggantian obat tertentu dengan obat lain.

Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori B menurut Food and Drugs Administration di Amerika Serikat (setara dengan Badan POM di Indonesia). 

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  •      A = Tidak berisiko,
  •      B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian,
  •      C = Mungkin berisiko,
  •      D = Ada bukti positif dari risiko,
  •      X = Kontraindikasi,
  •      N = Tidak diketahui

Loratadine dapat disalurkan melalui ASI ibu ke bayi, alhasil dapat berbahaya bagi bayi. Jangan gunakan obat ini tanpa memberi tahu dokter jika Anda sedang menyusui.

Overdosis Loratadine

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan loratadine?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini.

Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/ nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter.

Loratadine mirip dengan desloratadine. Jangan gunakan obat yang mengandung desloratadine selama mengonsumsi loratadine.

Apakah makanan atau alkohol berinteraksi dengan loratadine?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi.

Merokok tembakau atau mengonsumsi alkohol dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan loratadine?

Adanya masalah kesehatan lain di tubuh Anda dapat mempengaruhi penggunaan obat ini. Beri tahukan dokter bila Anda memiliki masalah kesehatan, khususnya:

  • Diabetes melitus tipe 2 ⎯ berisiko terkena penyakit jantung atau masalah pada pembuluh darah bagi pasien penderita diabetes
  • Pembesaran prostat
  • Sulit buang air kecil
  • Glaukoma
  • Penyakit jantung atau pembuluh darah
  • Tekanan darah tinggi ⎯ dapat menaikkan tekanan darah dan mempercepat detak jantung
  • Penyakit ginjal ⎯ dapat meningkatkan efek samping karena tingkat darah yang tinggi dari hasil loratadine
  • Penyakit hati
  • Tiroid overaktif (hipertiroid)
  • Retensi urine ⎯ kondisi semakin buruk dengan penggunaan pseudoephedrine

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Tanda-tanda overdosis termasuk:

  • Jantung berdegup cepat
  • Lemas
  • Sakit kepala
  • Pergerakan badan yang aneh

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun, bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Jangan Sembarang Minum, Ini Daftar Pilihan Obat yang Aman untuk Ibu Menyusui

    Ketika sakit saat menyusui,obat tentu jadi solusi cepat. Namun ternyata, Ibu tidak boleh minum sembarang obat. Apa saja obat yang aman untuk ibu menyusui?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Bayi, Parenting, Menyusui 2 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

    Hati-Hati Minum Obat, Barangkali Anda Memiliki Alergi Terhadap Antibiotik

    Selain makanan dan debu, alergi obat antibiotik juga perlu diperhatikan. Apa itu alergi antibiotik? Cari tahu penjelasan lengkapnya di artikel ini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 7 menit

    Memiliki Alergi Terhadap Sperma, Mitos atau Fakta?

    Alergi sperma bukan sekadar mitos. Menurut penelitian ada 12% wanita di dunia ini yang mengalami kondisi ini. Apakah bisa disembuhkan?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 21 September 2020 . Waktu baca 8 menit

    Mengenal Alergi Lateks, Termasuk Karet Gelang dan Kondom

    Orang yang mengidap alergi lateks bisa mengalami mulai dari gatal-gatal hingga sesak napas setiap terpapar bahan karet lateks. Bagaimana cara mencegahnya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 21 September 2020 . Waktu baca 7 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    Apa Benar Kena Air Hujan Bisa Bikin Sakit?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    alergi binatang kucing dan anjing

    Alergi Binatang Kucing dan Anjing: Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit
    Kulit bayi Sensitif

    Ketahui 4 Tips Merawat Kulit Bayi Sensitif

    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    sinusitis kronis

    Berbagai Tips Seputar Pencegahan Sinusitis yang Wajib Anda Tahu

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit