Oralit

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update Mei 11, 2020
Bagikan sekarang

Fungsi & Penggunaan

Untuk apa oralit digunakan?

Oralit adalah obat untuk menggantikan kadar elektrolit dan mineral tubuh yang hilang akibat dehidrasi. Dehidrasi umum disebabkan oleh diare, muntah terus-menerus, aktivitas fisik yang berlebihan, maupun kondisi lain yang tidak disebutkan.

Larutan ini terbuat dari campuran garam, gula, dan air. Oralit mengandung senyawa natrium klorida (NaCl), kalium klorida (CaCl2), glukosa anhidrat, dan natrium bikarbonat.

Selain untuk mengatasi dehidrasi, larutan ini juga dapat dikonsumsi untuk mencegah tubuh kehilangan cairan. Oralit juga sering disebut rehidrasi oral.

Obat ini akan mengembalikan kadar cairan tubuh dalam 8-12 jam setelah dikonsumsi.

Bagaimana aturan pakai oralit?

Oralit tersedia dalam bentuk obat serbuk yang harus dilarutkan dengan air atau dalam bentuk cairan siap minum. Larutan oralit dapat diminum dengan atau tanpa makan sebelumnya.

Orang dewasa bisa minum obat ini sesuai dosis seperti minum air biasanya. Namun untuk bayi atau anak yang masih kecil, orangtua perlu menyendokkan obat dengan sendok ke mulut anak.

Selain itu, anak juga tetap perlu untuk minum air putih supaya ia tidak merasa haus dan asupan cairan terpenuhi lebih cepat.

Bagaimana cara menyimpan oralit?

Cara terbaik untuk menyimpan oralit adalah disimpan pada ruangan yang bersuhu antara 15 hingga 30° celcius. Setelah kemasan dibuka, obat harus digunakan dalam waktu 48 jam.

Jangan menyimpan obat di tempat yang terpapar sinar matahari langsung atau tempat yang terlalu lembap, seperti kamar mandi. Anda juga tidak boleh membekukan obat di dalam lemari es.

Perlu diperhatikan bahwa tidak semua merek obat punya aturan penyimpanan yang sama. Oleh karena itu, selalu perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Selain itu, jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Berapa dosis oralit untuk dewasa?

Dosis larutan oralit untuk orang dewasa yang dehidrasi adalah:

  • Dehidrasi ringan: 50 ml cairan per kg berat badan yang diminum dalam 4-6 jam sekali.
  • Dehidrasi sedang: 100 ml cairan per kg berat badan yang diminum dalam 4-6 jam sekali.

Dosis larutan oralit pada orang dewasa untuk memenuhi keseimbangan cairan adalah:

  • Diare ringan: 100-200 ml cairan per kg berat badan dalam satu hari.
  • Diare kronis: 15 ml cairan per kg berat badan setiap jam hingga diare berhenti.

Dosis maksimal pemberian larutan Oralit untuk orang dewasa adalah 100 mL per jam.

Berapa dosis oralit untuk anak-anak?

Dosis larutan oralit untuk anak yang mengalami dehidrasi adalah:

  • Usia < 2 tahun: 15 ml per kg berat badan dalam satu hari sekali.
  • Usia 2-10 tahun: 50 ml per kg berat badan dalam 4-6 jam pertama. Kemudian 100 ml per kg berat badan pada 18-24 jam setelahnya.

Sejauh ini belum ada penelitian lebih lanjut mengenai pemberian obat untuk mengembalikan elektrolit tubuh pada bayi prematur. Oleh karena itu, konsultasikan lebih dahulu pada dokter sebelum memberikan obat agar lebih aman.

Dalam dosis dan sediaan apa oralit tersedia?

Obat ini tersedia dalam bentuk cairan yang harus dilarutkan terlebih dahulu dengan air. Dalam satu bungkus terdapat 200 ml obat dan harus dilarutkan dalam 200 ml air.

Larutan juga bisa dibuat sendiri di rumah dengan mencampurkan dua sendok teh gula dan setengah sendok teh garam dapur ke dalam satu gelas air matang.

Efek Samping

Apa efek samping oralit yang mungkin terjadi?

Larutan ini jarang menimbulkan efek samping karena tergolong aman dikonsumsi.

Jika ada, efek samping yang mungkin terjadi adalah:

Pada beberapa kasus, pemberian obat bisa menyebabkan perut mual dan muntah ringan. Namun, obat tetap harus diberikan guna mengembalikan cairan tubuh yang hilang.

Jika menunjukkan tanda dan gejala di atas, pemberian larutan obat harus dihentikan.

Ada kemungkinan gejala lain yang ditunjukkan oleh setiap orang. Jadi, pastikan untuk segera memeriksa kesehatan Anda ke dokter.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan oralit?

Obat ini tidak dapat digunakan untuk mengobati diare. Oralit hanya berfungsi untuk mengembalikan cairan dan elektrolit yang hilang akibat diare.

Jika Anda memiliki oralit sediaan serbuk, pastikan untuk melarutkan bubuknya dengan air matang dengan takaran yang pas. Jangan menakar air lebih dari yang direkomendasikan dari label kemasan karena bisa mengurangi efektivitas obat untuk mengembalikan elektrolit tubuh yang hilang.

Menurut laman Medicine for Children, anak-anak tidak boleh menggunakan obat ini selama lebih dari 3 hari tanpa pengawasan dokter.

Apakah oralit aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Sampai saat ini, tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa obat ini menimbulkan dampak buruk bagi ibu hamil dan ibu menyusui.

Selalu konsultasi terlebih dulu pada dokter atau bidan sebelum menggunakan obat apapun, jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.

Interaksi Obat

Obat apa saja yang tak boleh dikonsumsi bersamaan dengan larutan ini?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini.

Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Untuk mengetahui obat yang Anda konsumsi memiliki interaksi atau tidak dengan obat lain, sebaiknya konsultasikan dulu pada dokter Anda.

Makanan dan minuman apa yang tak boleh dikonsumsi saat menggunakan obat ini?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi.

Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan dokter Anda.

Sejauh ini tidak ada pantangan makanan atau makanan yang dapat memengaruhi kerja obat. Jika Anda ragu sebaiknya periksakan diri ke dokter.

Apakah ada kondisi kesehatan tertentu yang harus menghindari oralit?

Bila Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu, kinerja obat ini bisa saja tidak maksimal dan terganggu.

Beberapa kondisi yang tidak disarankan minum obat oralit adalah:

 Masalah ginjal

Masalah ginjal mungkin menyebabkan terjadi oliguria atau anuria. Oliguria adalah kondisi ginjal yang memproduksi sedikit urine. Sementara anuria adalah kondisi ginjal yang tidak bisa memproduksi urine sama sekali.

Pemberian larutan ini justru akan semakin memperberat kerja ginjal karena asupan garam jadi lebih tinggi dari yang dapat ditoleransi.

Dehidrasi parah

Dehidrasi yang parah disertai gejala syok (pingsan dan detak jantung lebih cepat) sebaiknya tidak diberi minum larutan ini.

Obat tersebut bekerja lambat sehingga tidak bisa mengatasi dehidrasi yang telanjur berat. Dehidrasi parah harus segera mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

Masalah penyerapan gula

Penyerapan gula oleh tubuh yang terganggu membuat seseorang tidak dianjurkan diberi larutan Oralit. Pasalnya, obat tersebut juga mengandung gula yang berisiko membuat kondisi yang dimiliki jadi lebih para.

Masalah pada usus

Penyerapan cairan dari makanan dan minuman terjadi di usus. Jika usus bermasalah seperti kelumpuhan pada usus (ileus paralitik) atau penyumbatan usus (obstruksi usus) tidak disarankan minum larutan.

Kondisi lainnya

Orang yang mengalami hiperkalemia dan gagal jantung juga tidak boleh diberi larutan Oralit.

Pasalnya, larutan tersebut bisa meningkatkan kadar kalium dan memperberat kinerja jantung yang sudah bermasalah.

Overdosis

Bagaimana gejala overdosis dan apa efeknya?

Gejala yang menandakan overdosis oralit adalah:

  • Retensi air
  • Bengkak
  • Kadar kalsium dalam darah tinggi (hiperkalemia)

Apa yang harus saya lakukan dalam keadaan darurat atau overdosis?

Pada situasi gawat darurat atau overdosis, hubungi 119 atau segera larikan ke rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan kalau saya lupa minum obat atau lupa pakai obat?

Jika Anda melewatkan satu dosis, segera minum sesegera mungkin saat Anda ingat.

Jika Anda baru ingat setelah sudah waktunya untuk dosis selanjutnya, abaikan saja dosis yang terlupa, dan lanjutkan pemakaian sesuai jadwal. Jangan gunakan obat ini dengan dosis dobel.

Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Extra Joss

    Cari tahu informasi tentang Extra Joss di Hello Sehat, termasuk fungsi, efek samping, keamanan, interaksi, peringatan, foto, dan ulasan dari pengguna.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh Novita Joseph

    Neurosanbe

    Neurosanbe adalah obat dengan vitamin B1, B6, dan B12. Cari tahu dosis, efek samping, serta peringatan pemakaian Neurosanbe di Hello Sehat.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh Novita Joseph

    Dulcolax

    Dulcolax adalah obat untuk sulit BAB. Cari tahu informasi tentang dosis, cara pakai, efek samping, keamanan, dan interaksinya di Hello Sehat.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh Novita Joseph

    Propolis Melia

    Propolis Melia adalah suplemen getah lebah dengan segudang manfaat. Cari tahu informasi lengkap mengenai suplemen ini di Hello Sehat.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh Novita Joseph

    Direkomendasikan untuk Anda

    Paramex

    Paramex

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh Novita Joseph
    Tanggal tayang Juni 18, 2019
    Caviplex

    Caviplex

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh Risky Candra Swari
    Tanggal tayang Maret 15, 2019
    Prenagen Emesis

    Prenagen Emesis

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh Novita Joseph
    Tanggal tayang Maret 11, 2019
    Dermovate

    Dermovate

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh Novita Joseph
    Tanggal tayang Maret 5, 2019