Lamivudine + Zidovudine

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 11 menit
Bagikan sekarang

Lamivudine + Zidovudine Obat Apa?

Untuk apa lamivudine + zidovudine?

Anda akan diresepkan obat oral yang dikonsumsi dua kali sehari atau sesuai petunjuk dokter. Obat ini bisa dikonsumsi setelah makan atau dalam kondisi perut kosong. Telan obat ini dengan satu gelas air, kecuali jika dokter menyarankan sebaliknya.

Produk ini mengandung dosis tetap dari lamivudine dan zidovudine, gunakan obat-obatan ini sesuai takaran dosis dan aturan pakai yang sudah ditetapkan oleh dokter khusus untuk menangani kondisi Anda. Produk ini tidak direkomendasikan untuk diberikan pada anak-anak dengan berat badan kurang dari 30 kilogram.

Penting untuk terus melanjutkan penggunaan obat ini (dan obat-obatan HIV lainnya) sesuai dengan yang diresepkan dokter Anda. Melewati atau mengubah dosis tanpa persetujuan dokter dapat berisiko pertumbuhan virus meningkat secara drastis, membuat infeksi sulit untuk ditangani (kebal obat), atau memperparah efek samping.
Kombinasi obat ini bekerja optimal saat kadar obat-obatan dalam tubuh Anda berada dalam  kondisi stabil. Dianjurkan untuk mengonsumsi obat ini dalam rentang waktu yang seimbang. Untuk membantu Anda mengingat, konsumsi obat setiap hari pada waktu yang sama.

Bagaimana cara penggunaan lamivudine + zidovudine?

Anda akan diresepkan obat oral yang dikonsumsi dua kali sehari atau sesuai petunjuk dokter. Obat ini bisa dikonsumsi setelah makan atau dalam kondisi perut kosong. Telan obat ini dengan satu gelas air, kecuali jika dokter menyarankan sebaliknya.

Produk ini mengandung dosis tetap dari lamivudine dan zidovudine, gunakan obat-obatan ini sesuai takaran dosis dan aturan pakai yang sudah ditetapkan oleh dokter khusus untuk menangani kondisi Anda. Produk ini tidak direkomendasikan untuk diberikan pada anak-anak dengan berat badan kurang dari 30 kilogram.

Penting untuk terus melanjutkan penggunaan obat ini (dan obat-obatan HIV lainnya) sesuai dengan yang diresepkan dokter Anda. Melewati atau mengubah dosis tanpa persetujuan dokter dapat berisiko pertumbuhan virus meningkat secara drastis, membuat infeksi sulit untuk ditangani (kebal obat), atau memperparah efek samping.
Kombinasi obat ini bekerja optimal saat kadar obat-obatan dalam tubuh Anda berada dalam  kondisi stabil. Dianjurkan untuk mengonsumsi obat ini dalam rentang waktu yang seimbang. Untuk membantu Anda mengingat, konsumsi obat setiap hari pada waktu yang sama.

Bagaimana cara penyimpanan lamivudine + zidovudine?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.                            

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis Lamivudine + Zidovudine

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis lamivudine + zidovudine untuk orang dewasa?

Infeksi HIV

1 tablet diminum dua kali sehari

Paparan Virus Non-occupational

Rekomendasi US CDC: 1 tablet tiap 12 jam dengan efavirenz atau lopinavir-ritonavir

Paparan Virus Occupational

Dosis dasar untuk profilaksis pasca-paparan HIV: 1 tablet tiap 12 jam

Bagaimana dosis lamivudine + zidovudine untuk anak-anak?

Infeksi HIV

Berat badan lebih dari 30 kg: 1 tablet diminum dua kali sehari

Dalam dosis apakah lamivudine + zidovudine tersedia?

Tablet lamivudine dan zidovudine, USP tersedia dalam versi: lamivudine 150 mg, USP dan zidovudine 300 mg, USP.

Efek samping Lamivudine + Zidovudine

Efek samping apa yang dapat dialami karena lamivudine + zidovudine?

Cari bantuan medis segera jika Anda mengalami tanda-tanda reaksi alergi berikut ini: gatal-gatal, kesulitan bernapas, pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Kombinasi obat ini dapat menyebabkan laktikasidemia (penumpukan laktat yang terlalu tinggi dalam aliran darah dan jaringan, kondisi yang membahayakan). Proses laktikasidemia berjalan lambat dan bisa menjadi sangat parah seiring berjalannya waktu. Segera cari bantuan medis jika Anda menyadari timbulnya salah satu gejala laktikasedimia, walaupun terlihat ringan, seperti: lemah atau nyeri otot, kebas atau sensasi dingin pada lengan dan kaki, kesulitan bernapas, sakit perut, mual muntah, detak jantung cepat atau tidak teratur, pusing, atau kecapekan atau merasa sangat lemas.

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami salah satu dari efek samping serius di bawah ini:

  • tanda infeksi baru, seperti demam, panas dingin, badan ngilu, gejala flu, rasa sakit dalam mulut dan tenggorokan
  • kulit memucat, kepala berkunang-kunang, pacu jantung sangat cepat, sulit fokus
  • lebam, perdarahan abnormal (hidung, mulut, vagina, atau usus besar), bintik-bintik keunguan atau kemerahan di bawah kulit Anda
  • keringat berlebih, tremor pada tangan, gugup, mudah marah, gangguan tidur (insomnia)
  • diare, berat badan menurun tiba-tiba, perubahan siklus menstruasi, impoten, hilang dorongan seksual
  • pembengkakan pada leher atau tenggorokan (goiter)
  • kesulitan berjalan, bernapas, berbicara, menelan, atau pergerakan bola mata
  • kelemahan atau kesemutan pada jemari tangan atau kaki
  • nyeri punggung bawah parah, hilang kontrol pencernaan atau kandung kemih
  • gangguan hati—sakit perut bagian atas yang menyebar hingga ke punggung, mual muntah, detak jantung cepat
  • reaksi alergi parah pada kulit—demam, sakit tenggorokan, pembengkakan pada wajah atau lidah, mata terasa panas terbakar, nyeri pada kulit, diikuti dengan luka-luka lecet berwarna kemerahan atau keunguan yang menyebar (terutama pada wajah dan tubuh bagian atas), menyebabkan kulit melepuh dan mengelupas.

Efek samping yang lebih umum, termasuk:

  • sakit kepala
  • mual atau diare ringan
  • gejala meriang, seperti pilek, bersin, sinus, batuk
  • perubahan pada bentuk atau lokasi lemak tubuh (terutama pada lengan, kaki, muka, leher, payudara, dan bokong)

Tidak semua orang mengalami efek samping di atas. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Peringatan dan Perhatian Obat Lamivudine + Zidovudine

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan lamivudine + zidovudine?

Sebelum menggunakan obat ini, beri tahu dokter jika:

  • Anda alergi terhadap lamivudine (Epivir, Epivir HBV); zidovudine (Retrovir); lamivudine, zidovudine, and abacavir (Trizivir); atau obat-obatan lain
  • penting untuk diketahui bahwa kedua obat kombinasi ini juga dijual terpisah dengan merek produk Epivir, Epivir HBV, and Retrovir, dan dalam kombinasi lain sebagai Trizivir. Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi salah satu obat-obatan ini, untuk memastikan Anda tidak akan mendapat dua kali dosis dari obat yang sama
  • informasikan dokter atau apoteker Anda jika Anda sedang atau akan mengonsumsi obat-obatan lainnya (resep/nonresep), vitamin, dan suplemen nutrisi. Pastikan untuk menyebut obat-obatan berikut: acetaminophen (Tylenol), acyclovir (Zovirax), atovaquone (Mepron), obat-obatan kemo kanker, cidofovir (Vistide), dapsone (Avlosulfon), didanosine (ddI, Videx), doxorubicin (Adriamycin, Rubex), fluconazole (Diflucan), foscarnet (Foscavir), ganciclovir (Cytovene, Vitrasert), interferon alpha (Alferon N, Infergen, Intron A, Roferon A), interferon beta-1b (Betaseron), methadone, nelfinavir (Viracept), probenecid (Benemid, Probalan), ribavarin (Rebetol, Virazole), rifabutin (Mycobutin), rifampin (Rifadin, Rimactane), ritonavir (Norvir), stavudine (Zerit), trimethoprim (Trimpex, Proloprim ), trimethoprim dan sulfamethoxazole (Bactrim, Septra), valproic acid (Depakene, Depakote), dan zalcitabine (ddC, Hivid). Dokter Anda akan mengganti dosis yang diresepkan atau mengawasi Anda untuk kemungkinan efek samping
  • Anda mengidap, atau pernah, penyakit ginjal
  • Anda sedang dalam masa kehamilan, merencanakan kehamilan, atau menyusui. Jika Anda hamil saat tengah menjalani terapi obat ini, hubungi dokter. Anda tidak diperkenankan untuk menyusui saat mengonsumsi obat-obatan ini
  • pahami bahwa lemak tubuh Anda dapat meningkat atau berpindah lokasi, seperti di payudara dan punggung bagian atas

Apakah lamivudine + zidovudine aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA)

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  • A= Tidak berisiko
  • B= Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C= Mungkin berisiko
  • D= Ada bukti positif dari risiko
  • X= Kontraindikasi
  • N= Tidak diketahui

Belum ada informasi yang memadai tentang keamanan dalam menggunakan obat ini selama masa kehamilan dan menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Interaksi Obat Lamivudine + Zidovudine

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan lamivudine + zidovudine?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

  • Interferon alfa atau ribavirin karena berisiko penyakit hati serius
  • Stavudine, efektivitas obat ini akan berkurang akibat interaksi dengan lamivudine/zidovudine
  • Clarithromycin, doxorubicin, rifampin, atau zalcitabine dapat mengurangi keefektivitasan lamivudine/zidovudine
  • Acetaminophen, ganciclovir, ibuprofen, methadone, probenecid, trimethoprim/sulfamethoxazole, valproic acid, vancomycin, atau zalcitabine dapat meningkatkan risiko efek samping atau toksisitas dari lamivudine/zidovudine

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan lamivudine + zidovudine?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan lamivudine + zidovudine?

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat ini. Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

  • gangguan darah (misal anemia, penurunan produksi sumsum tulang belakang)
  • pancreatitis (peradangan pankreas)—Gunakan dengan bijak. Dapat memperparah kondisi ini
  • infeksi hepatitis B
  • infeksi hepatitis C—dapat memperparah efek samping
  • penyakit ginjal, parah
  • penyakit hati, parah—jangan digunakan pada pasien dengan kondisi ini

Overdosis Lamivudine + Zidovudine

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, gunakan sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    Psoriasis Pustulosa (Psoriasis Pustular)

    Psoriasis pustulosa atau pustular adalah kondisi peradangan kulit yang ditandai dengan kemunculan bintil pustula. Ketahui secara lebih dalam di artikel ini!

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Penyakit Kulit, Psoriasis 29 September 2020 . Waktu baca 10 menit

    Psoriasis Inversa

    Psoriasis inversa adalah jenis psoriasis yang menyerang area kulit yang berlipat dan berkerak. Kenali gejala dan pengobatannya berikut.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Penyakit Kulit, Psoriasis 29 September 2020 . Waktu baca 8 menit

    Waktu Paling Sehat untuk Minum Kopi Ternyata Bukan Pagi Hari

    Anda penggemar kopi? Kapan Anda biasanya minum kopi? Jika jawabannya pagi hari, Anda salah waktu. Cari tahu waktu efektif minum kopi di artikel ini.

    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Hidup Sehat, Fakta Unik 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

    Kwashiorkor, Masalah Gizi yang Ditandai dengan Rambut Berwarna Kuning Seperti Jagung

    Kwashiorkor adalah kondisi kurang gizi pada anak yang bisa mengakibatkan kematian bila tidak segera ditangani. Berikut ulasannya.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 29 September 2020 . Waktu baca 14 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    Seks dengan Lampu Menyala

    6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
    teh tanpa kafein

    3 Jenis Teh yang Tidak Mengandung Kafein

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
    Psoriasis eritroderma

    Psoriasis Eritroderma (Psoriasis Eritrodermik)

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 8 menit
    refluks vesikoureter atau vesicoureteral reflux

    Vesicoureteral Reflux (Refluks Vesikoureter)

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 7 menit