Ketamine

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Ketamine Obat Apa?

Untuk apa ketamine?

Ketamine adalah salah satu jenis anastesi (obat bius total) yang paling banyak digunakan untuk prosedur bedah. Dokter dapat menyuntikkan obat ini ke otot atau diberikan melalui jalur infus (intravena).

Ketamin bekerja mengganggu sinyal di otak yang mengatur respon tubuh terhadap rasa sakit dan kesadaran. Maka dengan minum obat ini, Anda tidak akan merasakan hal apa pun, termasuk rasa sakit, selama prosedur operasi maupun pembedahan karena sedang benar-benar tidak sadar.

Ketamine dianggap relatif lebih aman daripada jenis anestesi lainnya karena tidak memengaruhi jalur napas dan tidak menghambat peredaran darah.

Obat ini masuk dalam obat keras yang hanya boleh digunakan dengan resep dokter. Bila digunakan secara asal, obat ini berpotensi menyebabkan efek samping berbahaya yang bisa berakibat serius. Dalam kasus yang parah, obat ini juga bisa menyebabkan kecanduan psikologis.

Maka dari itu, penggunaan obat ini harus diawasi ketat oleh dokter.

Bagaimana cara penggunaan Ketamine?

Ketamine adalah obat bius yang tersedia dalam bentuk suntik. Hanya dokter yang bisa memberikan obat ketamin untuk Anda.

Dokter dapat memberikan obat melalui suntikan di otot (intramuskular) atau di pembuluh darah (intravena). Lokasi pemberian obat disesuaikan dengan kondisi pasien serta prosedur yang akan mereka jalani.

Pernapasan, tekanan darah, fungsi jantung, dan tanda vital lain akan dimonitor secara ketat oleh dokter untuk memastikan bahwa tubuh Anda merespon positif terhadap pengobatan.

Biasanya pasien akan merasa aneh atau sedikit bingung saat terbangun dari bius. Tak perlu khawatir, sebab hal tersebut merupakan hal normal.

Namun, pastikan Anda segera berkonsultasi ke dokter bila mengalami rasa tidak nyaman bahkan hingga membuat Anda kesulitan untuk melakukan sesuatu. Jika Anda memiliki pertanyaan lain, sebaiknya jangan ragu bertanya langsung ke dokter.

Bagaimana cara penyimpanan Ketamine?

Ketamine adalah salah satu obat yang sebaiknya disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda.

Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan. Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan.

Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis Ketamine

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis ketamine untuk orang dewasa?

Dosis obat melalui suntikan ke otot (intramuscular)

Dosis ketamine berkisar dari 6,5 mg/kgBB sampai 13 mg/kgBB biasanya menghasilkan efek anestesi selama 12 sampai 25 menit pada prosedur pembedahan. Dosis bisa ditambahkan sesuai kebutuhan pasien.

Untuk prosedur kesehatan lain yang tidak menyebabkan rasa sakit, dosis awal obat ini biasanya 4 mg/kgBB.

Dosis obat melalui suntikan ke pembuluh darah (intravena)

Dosis ketamin awal berkisar dari 1 mg/kgBB sampai 4,5 mg/kgBB. Rata-rata dosis yang diperlukan untuk menghasilkan efek anestesi selama lima sampai sepuluh menit adalah 2 mg/kg BB.

Bagaimana dosis ketamin untuk anak-anak?

Belum ada ketentuan dosis obat ini untuk anak-anak. Obat ini bisa saja berbahaya bagi anak-anak. Penting untuk memahami keamanan obat sebelum digunakan. Konsultasikan pada dokter atau apoteker untuk informasi lebih lanjut.

Dosis obat untuk orang dewasa dan anak-anak mungkin berbeda. Dokter biasanya menentukan dosis obat yang cocok berdasarkan kadar fosfat dalam darah pasien serta respon mereka terhadap pengobatan.

Maka dari itu, pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat jenis apa pun. Hal ini semata-mata untuk memastikan bahwa Anda mengonsumsi obat sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

Dalam dosis apakah ketamine tersedia?

Obat ini tersedia dalam bentuk cairan suntik intravena dan intramuskular dengan kekuatan 10 mg/mL, 50 mg/mL, dan 100 mg/mL.

Efek samping Ketamine

Efek samping apa yang dapat dialami karena Ketamine?

Sama seperti obat-obat pada umumnya, obat satu ini juga berpotensi menimbulkan efek samping dari ringan hingga berat. Beberapa efek samping Ketamine yang paling umum dan sering dikeluhkan pasien adalah:

  • Perasaan mengawang seperti bermimpi
  • Mengantuk
  • Penglihatan kabur, atau ganda
  • Pusing ringan
  • Mual
  • Muntah
  • Tidak nafsu makan
  • Gangguan tidur seperti insomnia
  • Linglung atau bingung
  • Kesemutan atau kebas di bagian tubuh tertentu
  • Peningkatan tekanan di mata dan otak
  • Nyeri di area yang disuntik
  • Ruam seperti campak
  • Peningkatan tekanan darah dan denyut nadi
  • Peningkatan laju pernapasan

Efek samping lain yang kurang umum tapi tetap harus diwaspadai di antaranya:

  • Merasa ingin pingsan
  • Denyut jantung melambat atau melemah
  • Napas dangkal atau pendek
  • Nyeri atau panas saat buang air kecil
  • Pergerakan otot menyentak seperti kejang
  • Ada darah dalam urin
  • Dada terasa nyeri atau sesak
  • Bibir, jari tangan dan kaki, serta kulit berwarna pucat atau kebiruan
  • Badan terasa lemas, lesu, dan sangat tidak bertenaga
  • Gangguan makan seperti anoreksia
  • Ansietas, alias gangguan kecemasan
  • Produksi air liur berlebih (hipersekresi saliva)
  • Reaksi alergi yang parah (reaksi anafilaksis)
  • Peningkatan tekanan darah drastis
  • Masalah pada penglihatan.

Tidak semua orang mengalami efek samping ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Peringatan dan Perhatian Obat Ketamine

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Ketamine?

Hal-hal yang perlu Anda ketahui sebelum minum ketamine adalah:

Alergi

Beri tahu dokter atau apoteker jika Anda memiliki alergi, terutama alergi obat bius. Produk ini mungkin mengandung bahan-bahan aktif yang dapat menyebabkan reaksi alergi parah atau masalah lainnya.

Silakan bertanya langsung ke dokter untuk mengetahui informasi lebih jelasnya.

Riwayat penyakit tertentu

Beri tahu dokter atau apoteker tentang kondisi Anda yang sebenarnya. Hal ini termasuk bila Anda pernah atau sedang memiliki penyakit seperti:

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Dehidrasi kronis
  • Penyakit jantung koroner
  • Serangan jantung
  • Infeksi paru atau pernapasan atas
  • Alkoholism atau kecanduan alkohol
  • Glaukoma
  • Cedera bola mata parah
  • Cedera kepala
  • Hidrosefalus
  • Hipovolemia
  • Pembengkakan otak
  • Tumor otak
  • Kelainan darah seperti porfiria intermiten akut
  • Penyakit tiroid
  • Hipertiroidism
  • Penyakit kejiwaan seperti skizofrenia atau psikosis akut
  • Dll

Obat-obatan tertentu

Sebelum menjalani operasi, beri tahu dokter atau dokter gigi tentang semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat resep, obat nonresep, dan produk herbal).

Anda juga sebaiknya memberi tahu dokter bila selama 14 hari terakhir ini sedang rutin minum obat MAO inhibitor. Sebab, risiko interaksi obat yang berbahaya dapat terjadi. Beberapa contoh obat-obatan MAO inhibitor di antaranya isocarboxazid, linezolid, methylene blue injection, phenelzine, rasagiline, selegiline, tranylcypromine, dan lain-lain.

Efek samping lain

Obat ini dapat menyebabkan efek samping mengantuk. Maka dari itu, hindari berkendara atau mengoperasikan mesin besar sampai efek obat benar-benar hilang.

Hamil dan menyusui

Selama kehamilan, obat ini harus digunakan hanya ketika dibutuhkan. Diskusikan risiko dan manfaat dengan dokter Anda..

Apakah Ketamin aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini

Ketamine termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori B menurut US Food and Drugs Administration (FDA) di Amerika Serikat, atau setara dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia.

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  •  A = Tidak berisiko
  •  B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  •  C = Mungkin berisiko
  •  D = Ada bukti positif dari risiko
  •  X = Kontraindikasi
  •  N = Tidak diketahui

Interaksi Obat Ketamine

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Ketamine?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini.

Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Sejumlah obat yang dinilai dapat berinteraksi negatif dengan obat Ketamine adalah:

  • Zolpidem
  • Lorazepam
  • Diphenhydramine
  • Duloxetine
  • Hydromorphone
  • Fentanyl
  • Clonazepam
  • Diazepam
  • Lamotrigine
  • Pregabalin
  • Oxycodone
  • Propofol
  • Quetiapine
  • Buprenorphine/naloxone
  • Tramadol
  • Midazolam
  • Alprazolam
  • Levothyroxine
  • Captopril
  • Amlodipin
  • Teofilin
  • Sertaline
  • Memantin
  • Benzodiapine
  • Tiroksin
  • Atrakurium
  • Tubokurarin
  • Tiopental

Mungkin masih ada obat-obatan lain yang belum disebutkan di atas. Silakan konsultasi ke dokter langsung untuk mengetahui daftar lengkap obat yang bisa menyebabkan interaksi dengan Ketamin.

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Ketamine?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Ketamine?

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat Ketamin. Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

  • Alkoholik kronik
  • Keracunan alkohol akut
  • Penyakit yang menyerang otak. Entah karena cedera atau ada tumor di otak.
  • Riwayat penyalahgunaan atau ketergantungan obat
  • Penyakit arteri koroner (gagal jantung kongestif, iskemia miokard, dan infark miokard)
  • Sirosis atau gangguan fungsi hati lainnya
  • Penyumbatan jalur napas
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Dehidrasi kronis
  • Infeksi paru atau pernapasan atas
  • Tekanan bola mata tinggi (glaukoma)
  • Hidrosefalus
  • Hipovolemia
  • Takiartimia
  • Kelainan darah seperti porfiria intermiten akut
  • Penyakit kejiwaan seperti skizofrenia atau psikosis akut
  • Hipertiroidism

Mungkin ada banyak kondisi lain yang belum disebutkan di atas. Maka dari itu, sebelum menggunakan obat Ketamin, pastikan memberi tahu semua riwayat kesehatan yang pernah Anda alami ke dokter.

Dengan begitu, dokter akan memberikan obat bius lainnya yang lebih aman dan cocok dengan kondisi Anda.

Overdosis Ketamine

Apa yang harus saya lakukan bila terjadi overdosis obat ketamin?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis ketamine?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Sebelum Dibius, Simak 5 Fakta Penting Seputar Anestesi Ini Dulu

    Prosedur anestesi atau pembiusan banyak menimbulkan kekhawatiran. Agar tidak keliru dan merasa takut, ini dia berbagai faktanya dari seorang ahli anestesi.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini

    Kapan Seseorang Harus Dibius Total, Lokal, Atau Spinal?

    Ada tiga bentuk obat bius, yaitu total, lokal, dan regional. Nah, kapan seseorang biasanya akan diberikan bius total, lokal, dan regional?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji

    5 Hal yang Terjadi Pada Tubuh Selama Anda Dibius Total

    Sebelum operasi besar, Anda akan diberi obat bius total agar tak sadarkan diri. Penasaran, sebenarnya apa yang terjadi pada tubuh selama Anda dibius?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

    4 Komplikasi Setelah Operasi yang Mungkin Terjadi

    Cari tahu komplikasi setelah operasi yang bisa sangat mungkin terjadi di artikel ini, bukan menakuti Anda, tapi supaya Anda tahu bagaimana cara mencegahnya!

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari

    Direkomendasikan untuk Anda

    obat bius sebelum operasi

    Sebelum Operasi Dimulai, Apakah Obat Bius Selalu Diberikan?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 24/08/2019

    Bisakah Seseorang Alergi Terhadap Obat Bius?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 15/07/2019
    sebelum biopsi

    6 Hal Penting yang Perlu Dilakukan Sebelum Biopsi Demi Kelancaran Prosedur

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 19/03/2019
    efek bius setelah cabut gigi

    Biasanya, Berapa Lama Gigi Mati Rasa Setelah Diberikan Obat Bius?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 03/02/2019