Nama Generik: Ondansetron Merek: Frazon, Fudanton, Glotron, Invomit, Lametic, Narfoz, Odanostin/Odanostin Forte, ODR, Ondarin, Ondavell, Onetic 4/Onetic 8, Sydnatron, Tronadex, Trovensis, Vomceran, Vometraz, Vometron, Cedantron/Cedantron Siru, Ceteron, Dantroxal, Entron, Kliran, Ondansetron Soho, Zantron, Zofran dan ondansetron obat mual fungsi.

Penggunaan

Untuk apa ondansetron?

Ondansetron adalah obat untuk mencegah mual dan muntah yang disebabkan oleh pengobatan kanker, seperti kemoterapi dan terapi radiasi. Obat ini juga digunakan untuk mencegah dan mengatasi muntah-muntah usai operasi. Ondansetron bisa digunakan sendirian atau dikombinasi dengan obat-obatan lain.

Cara kerjanya dengan memblokir salah satu substansi natural tubuh ( zat serotonin) yang menyebabkan muntah. Ondansetron adalah obat yang tergolong dalam kelas obat bernama 5-HT3 blockers.

Aturan pakai

Bagaimana cara pakai ondansetron?

Ondansetron adalah obat yang larut di atas lidah. Obat ini bukan untuk dikunyah atau ditelan seperti tablet lainnya. Obat ini mungkin dikemas di dalam botol atau strip.

Pastikan tangan Anda benar-benar kering sebelum menyentuh obat ini. Jika menggunakan kemasan strip, kupas bagian belakang stripnya untuk mengambil tablet. Jangan dorong tablet menembus lapisan penutup strip.

Segera setelah tablet dikeluarkan, taruh di atas lidah. Biarkan larut sepenuhnya, kemudian telan dengan ludah. Jangan menelan obat ini dengan air karena akan meningkatkan risiko Anda mengalami sakit kepala.

Konsumsilah obat ini 30 menit sebelum mulai terapi untuk mencegah mual akibat kemoterapi. Untuk mencegah mual dari pengobatan radiasi, konsumsilah obat ini 1-2 jam sebelum pengobatan dimulai. Untuk mencegah mual usai operasi, konsumi obat ini 1 jam sebelum operasi dimulai.

Obat ini boleh dikonsumsi dengan makanan atau tanpa makanan. Namun dokter mungkin akan meminta Anda untuk tidak makan dulu sebelum kemoterapi, radiasi, atau operasi.

Gunakan dosis sesuai instruksi dokter. Ondansetron bisa dikonsumsi hingga 3 kali sehari selama 1 sampai 2 hari setelah kemoterapi atau pengobatan radiasi Anda selesai. Jika Anda diresepkan obat ini beserta jadwal minum obatnya, konsumsilah secara rutin untuk mendapatkan manfaatnya yang optimal. Untuk membantu Anda mengingat, konsumsilah di waktu yang sama setiap hari.

Dosis biasanya berdasarkan kondisi medis Anda dan respon Anda terhadap terapi. Dosis untuk anak-anak biasanya berdasarkan usia dan berat badan. Pada pasien dengan masalah hati yang cukup parah, dosis maksimalnya adalah 8 mg dalam 24 jam. Konsumsilah obat ini tepat seperti yang diinstruksikan. Jangan tambahkan dosisnya atau mengonsumsinya lebih sering dari yang diresepkan.

Hubungi dokter atau apoteker Anda jika Anda memiliki pertanyaan. Beri tahukan dokter jika kondisi Anda tak berubah atau malah memburuk.

Bagaimana cara penyimpanan ondansetron?

Ondansetron adalah obat yang baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.                            

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Ondansetron untuk orang dewasa?

Dosis ondansetron oral (tablet yang larut di mulut, cairan, atau tablet):

  • Untuk pencegahan mual dan muntah ringan setelah pengobatan kanker

Orang dewasa, remaja, dan anak-anak 12 tahun ke atas bisa dimulai dengan dosis 8 milligrams (mg) yang dikonsumsi 30 menit sebelum pengobatan kanker dimulai. Dosis 8 mg ini harus dikonsumsi lagi 8 jam setelah dosis pertama. Kemudian, dosisnya adalah 8 mg setiap 12 jam selama 1 sampai 2 hari.

Anak-anak 4 sampai 11 tahun bisa dimulai dengan dosis 4 milligrams (mg) yang dikonsumsi 30 menit sebelum pengobatan kanker dimulai. Dosis 4 mg ini harus dikonsumsi lagi 4 jam dan 8 jam setelah dosis pertama. Kemudian, dosisnya adalah 4 mg setiap 12 jam selama 1 sampai 2 hari . Anak-anak di bawah usia 4 tahun, penggunaan dosis harus ditentukan oleh dokter.  

  • Untuk pencegahan mual dan muntah yang parah setelah pengobatan kanker:

Dewasa, remaja, dan anak-anak mulai dari 12 tahun  silakan mengonsumsi satu buah tablet 24 mg, dikonsumsi 30 menit sebelum memulai pengobatan kanker.  Sedangkan untuk anak-anak di bawah usia 12 tahun, penggunaan dan dosis harus ditentukan oleh dokter.  

  • Untuk pencegahan mual dan muntah setelah pengobatan radiasi:

Untuk dewasa bisa dimulai dengan dosis 8 milligram (mg) untuk dikonsumsi 1 sampai 2  jam sebelum pengobatan radiasi. Kemudian dosisnya menjadi 8 mg setiap 8 jam. Untuk anak-anak penggunaan dan dosis harus ditentukan oleh dokter.  

  • Untuk pencegahan mual dan muntah usai operasi:

Untuk dewasa silakan mengonsumsi 16 milligrams (mg) satu jam sebelum mulai diberi obat bius. Untuk anak-anak penggunaan dan dosis harus ditentukan oleh dokter.

Dosis oral (lembaran/soluble film):

  • Untuk pencegahan mual dan muntah ringan setelah pengobatan kanker:

Orang dewasa, remaja, dan anak-anak 12 tahun ke atas. Dimulai dengan dosis 8 milligrams (mg) yang dikonsumsi 30 menit sebelum pengobatan kanker dimulai. Dosis 8 mg yang kedua dikonsumsi lagi 8 jam setelah dosis pertama. Kemudian, dosis 8 mg dikonsumsi dua kali sehari setiap 12 jam selama 1 sampai 2 hari.

Anak-anak 4 sampai 11 tahun. Dimulai dengan dosis 4 milligrams (mg) yang dikonsumsi 30 menit sebelum pengobatan kanker dimulai. Dosis 4 mg ini harus dikonsumsi lagi 4 jam dan 8 jam setelah dosis pertama. Kemudian, dosisnya adalah 4 mg setiap 8 jam selama 1 sampai 2 hari.

  • Untuk pencegahan mual dan muntah yang parah setelah pengobatan kanker:

Untuk dewasa bisa dimulai dengan dosis 24 milligrams (mg) atau tiga buah film 8 mg dikonsumsi 30 menit sebelum pengobatan kanker dimulai. Setiap film harus dibiarkan larut dulu di lidah sebelum mengambil lembaran lainnya.

  • Untuk pencegahan mual dan muntah usai pengobatan radiasi:

Untuk dewasa bisa menggunakan satu buah dosis dengan takaran 8 milligram (mg) film sebanyak tiga kali sehari

  • Untuk pencegahan mual dan muntah setelah operasi:

Untuk dewasa bisa menggunakan satu dosis 16 milligrams (mg) atau duad osis 8-mg film, dikonsumsi 1 jam sebelum anestesi diberikan. Setiap lembaran film harus dibiarkan larut di lidah sebelum mengambil lembaran berikutnya.

Bagaimana dosis Ondansetron untuk anak-anak?

Dosis ondansetron oral (tablet yang larut di mulut, cairan, atau tablet biasa):

  • Untuk pencegahan mual dan muntah ringan setelah pengobatan kanker:

Untuk anak-anak 4 sampai 11 tahun bisa dimulai dengan dosis 4 milligrams (mg) yang dikonsumsi 30 menit sebelum pengobatan kanker dimulai. Dosis 4 mg ini harus dikonsumsi lagi 4 jam dan 8 jam setelah dosis pertama. Kemudian, dosisnya adalah 4 mg setiap 12 jam selama 1 sampai 2 hari. Anak-anak di bawah usia 4 tahun, penggunaan dan dosis harus ditentukan oleh dokter.

Dosis oral (lembaran/soluble film):

  • Untuk pencegahan mual dan muntah ringan setelah pengobatan kanker:

Anak-anak 4 sampai 11 tahun bisa dimulai dengan dosis 4 milligrams (mg) yang dikonsumsi 30 menit sebelum pengobatan kanker dimulai. Dosis 4 mg ini harus dikonsumsi lagi 4 jam dan 8 jam setelah dosis pertama. Kemudian, dosisnya adalah 4 mg sebanyak tiga kali sehari (setiap 8 jam) selama 1 sampai 2 hari.

Dalam dosis apakah ondansetron tersedia?

Ondansetron adalah obat yang tersedia dalam sediaan tablet, cairan, dan suntikan dengan dosis 4 mg dan 8 mg.

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena ondansetron?

Efek samping ondansetron yang umum terjadi adalah:

  • Diare atau sembelit.
  • Merasa lemah atau capek.
  • Demam.
  • Sakit kepala.
  • Pusing, mengantuk.

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping serius, seperti:

  • Pandangan kabur atau penglihatan hilang sementara (dari beberapa menit hingga beberapa jam).
  • Sakit kepala parah, napas pendek, pingsan, detak jantung cepat dan kencang.
  • Detak jantung melambat, kesulitan bernapas.
  • Gugup, tegang, menggigil.
  • Merasa seperti akan pingsan.
  • Buang air kecil jarang atau tidak buang air kecil sama sekali.

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Ondansetron?

Sebelum menggunakan obat tertentu, pertimbangkan risiko dan manfaatnya terlebih dahulu. Ini adalah keputusan yang harus dibuat Anda dan dokter Anda. Untuk obat ini, perhatikan hal berikut:

Alergi

Beri tahu dokter jika Anda mengalami reaksi tak biasa atau alergi pada obat ini atau obat lain. Beri tahu dokter juga jika Anda memiliki alergi tipe lain seperti pada makanan, pewarna, pengawet, atau alergi hewan. Untuk produk tanpa resep, baca label pada kemasan secara saksama.

Anak-anak

Penelitian mengenai pengaruh ondansetron pada anak-anak di bawah usia 4 tahun belum pernah dilakukan. Keamanan dan kemanjuran belum ditetapkan.

Lansia

Penelitian yang dilakukan hingga hari ini belum menunjukkan adanya masalah yang dapat menghambat efektivitas ondansetron pada pasien lanjut usia.

Apakah Ondansetron aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan ondansetron pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori B menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  •  A= Tidak berisiko
  •  B= Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  •  C= Mungkin berisiko
  •  D= Ada bukti positif dari risiko
  •  X= Kontraindikasi
  •  N= Tidak diketahui

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Ondansetron?

Walau beberapa obat tidak boleh dikonsumsi bersamaan sama sekali, pada kasus lain beberapa obat juga bisa digunakan bersamaan meskipun interaksi mungkin saja terjadi. Pada kasus seperti ini, dokter mungkin akan mengganti dosisnya, atau melakukan hal-hal pencegahan lain yang dibutuhkan. Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat lain baik yang dijual bebas maupun dari resep dokter.

Mengonsumsi obat ini dengan obat-obatan berikut tidak direkomendasikan. Dokter Anda mungkin tak akan meresepkan obat ini kepada Anda atau akan mengganti beberapa obat yang sudah Anda konsumsi.

  • Amifampridine
  • Apomorphine
  • Cisapride
  • Dronedarone
  • Fluconazole
  • Ketoconazole
  • Mesoridazine
  • Nelfinavir
  • Pimozide
  • Piperaquine
  • Posaconazole
  • Saquinavir
  • Sparfloxacin
  • Terfenadine
  • Thioridazine
  • Ziprasidone

Menggunakan obat ini dengan beberapa obat-obatan di bawah ini biasanya tidak direkomendasikan, tapi pada beberapa kasus mungkin dibutuhkan. Jika kedua obat ini diresepkan untuk Anda, dokter biasanya akan mengubah dosisnya atau menentukan seberapa sering Anda harus mengonsumsi obat-obatan tersebut.

  • Acecainide
  • Alfuzosin
  • Amiodarone
  • Amitriptyline
  • Amoxapine
  • Anagrelide
  • Aripiprazole
  • Arsenic Trioxide
  • Asenapine
  • Astemizole
  • Atazanavir
  • Azimilide
  • Azithromycin
  • Bedaquiline
  • Bepridil
  • Bretylium
  • Bupropion
  • Buserelin
  • Carbamazepine
  • Ceritinib
  • Chloroquine
  • Chlorpromazine
  • Ciprofloxacin
  • Citalopram
  • Clarithromycin
  • Clomipramine
  • Crizotinib
  • Cyclobenzaprine
  • Dabrafenib
  • Dasatinib
  • Deferasirox
  • Delamanid
  • Desipramine
  • Deslorelin
  • Disopyramide
  • Dofetilide
  • Dolasetron
  • Domperidone
  • Doxepin
  • Droperidol
  • Ebastine
  • Enflurane
  • Eribulin
  • Erythromycin
  • Escitalopram
  • Eslicarbazepine Acetate
  • Famotidine
  • Felbamate
  • Fingolimod
  • Flecainide
  • Fluoxetine
  • Formoterol
  • Foscarnet
  • Fosphenytoin
  • Galantamine
  • Gatifloxacin
  • Gemifloxacin
  • Gonadorelin
  • Goserelin
  • Granisetron
  • Halofantrine
  • Haloperidol
  • Halothane
  • Histrelin
  • Hydroquinidine
  • Ibutilide
  • Idelalisib
  • Iloperidone
  • Imipramine
  • Isoflurane
  • Isradipine
  • Itraconazole
  • Ivabradine
  • Lapatinib
  • Leuprolide
  • Levofloxacin
  • Lopinavir
  • Lumefantrine
  • Mefloquine
  • Methadone
  • Metronidazole
  • Mifepristone
  • Mitotane
  • Mizolastine
  • Moxifloxacin
  • Nafarelin
  • Nilotinib
  • Norfloxacin
  • Nortriptyline
  • Octreotide
  • Ofloxacin
  • Olanzapine
  • Paliperidone
  • Paroxetine
  • Pasireotide
  • Pazopanib
  • Pentamidine
  • Perflutren Lipid Microsphere
  • Perphenazine
  • Pixantrone
  • Primidone
  • Probucol
  • Procainamide
  • Prochlorperazine
  • Promethazine
  • Propafenone
  • Protriptyline
  • Quetiapine
  • Quinidine
  • Quinine
  • Ranolazine
  • Rilpivirine
  • Risperidone
  • Ritonavir
  • Salmeterol
  • Sematilide
  • Sertindole
  • Sevoflurane
  • Siltuximab
  • Sodium Phosphate
  • Sodium Phosphate, Dibasic
  • Sodium Phosphate, Monobasic
  • Solifenacin
  • Sorafenib
  • Sotalol
  • Sunitinib
  • Tacrolimus
  • Tamoxifen
  • Tedisamil
  • Telavancin
  • Telithromycin
  • Tetrabenazine
  • Tizanidine
  • Tolterodine
  • Toremifene
  • Trazodone
  • Trifluoperazine
  • Trimipramine
  • Triptorelin
  • Vandetanib
  • Vardenafil
  • Vemurafenib
  • Venlafaxine
  • Vilanterol
  • Vinflunine
  • Voriconazole
  • Vorinostat

Mengonsumsi obat ini dengan obat di bawah ini dapat meningkatkan risiko efek sampingnya, namun pada beberapa kasus, kombinasi dua obat ini mungkin merupakan pengobatan terbaik. Jika kedua obat ini diresepkan untuk Anda, dokter biasanya akan mengubah dosisnya atau menentukan seberapa sering Anda harus mengonsumsi obat-obatan tersebut.

  • Cyclophosphamide

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Ondansetron?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Ondansetron?

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat ini. Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

  • Alergi pada beberapa antagonis reseptor 5-HT3 lainnya (seperti alosetron [Lotronex®], dolasetron [Anzemet®], granisetron [Kytril®], palonosetron [Aloxi®]); gunakan dengan hati-hati. Kemungkinan Anda juga alergi pada ondansetron.
  • Usus tersumbat.
  • Distensi lambung (pembesaran abdomen); dapat menutupi gejala kelainan pada perut dan usus.
  • Gagal jantung kongestif
  • Masalah ritme jantung (misalnya QT interval lebih lama, detak jantung lambat).
  • Hipokalemia (kalium rendah dalam darah).
  • Hipomagnesemia (magnesium rendah dalam darah); Gunakan dengan hati-hati. Dapat membuat kondisi ini lebih buruk
  • Masalah ritme jantung (misalnya congenital long QT syndrome); Pasien dengan kondisi ini dilarang mengonsumsi ondansetron.
  • Penyakit hati, karena dapat meningkatkan risiko efek samping.
  • Phenylketonuria (PKU); Tablet yang larut di mulut dapat mengandung aspartame yang akan membuat kondisi Anda makin parah.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (118/119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Gejala-gejala overdosis, termasuk:

  • Kehilangan penglihatan secara mendadak dalam waktu singkat.
  • Pusing atau pandangan berputar.
  • Pingsan.
  • Sembelit.
  • Detak jantung tidak normal.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Agustus 15, 2018 | Terakhir Diedit: Agustus 15, 2018