Itraconazole obat apa?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Nama Generik: Itraconazole Merek: Itzol, Mycotrazol, Sporadal, Sporax, Igrazol, Itraconazole OGB Dexa, Nufatrac, Sporanox Larutan Oral Sp, Trachon, Tracor, Unitrac dan Zitrazol.

Penggunaan

Untuk apakah Itraconazole digunakan?

Itraconazole adalah obat yang digunakan untuk mengatasi berbagai infeksi jamur. Obat ini masuk dalam kelas obat antijamur azol yang bekerja dengan cara melawan dan menghambat pertumbuhan jamur di tubuh. Termasuk paru-paru, vagina, mulut, tenggorokan, serta jari-jari tangan dan kaki.

Obat ini juga dapat digunakan untuk mencegah infeksi jamur tertentu pada pasien dengan HIV. 

Beberapa kondisi yang dapat diobati dengan obat ini di antaranya:

  • Pityriasis versicolor (panu)
  • Tinea corporis (kurap) dan tinea cruris (lipat paha)
  • Tinea manuum dan pedis (jamur pada telapak kaki dan tangan)
  • Onikomikosis (infeksi jamur pada kuku)
  • Histoplasmosis
  • Blastomycosis (penyakit Gilchrist)
  • Aspergilosis (infeksi jamur di paru-paru)
  • Oesophageal candidiasis (infeksi jamur pada tenggorokan)
  • Oral candidiasis (infeksi jamur pada mulut)
  • Oropharyngeal candidiasis (infeksi jamur pada mulut dan tenggorokan)
  • Vulvovaginal candidiasis (infeksi jamur pada vagina)

Obat ini tidak dijual bebas di apotek karena hanya tersedia dengan resep dokter. 

Bagaimana cara penggunaan Itraconazole?

Obat ini tidak boleh digunakan secara asal. Supaya obat dapat bekerja secara maksimal, beberapa aturan pakai obat Itraconazole yang perlu Anda simak baik-baik adalah:

  • Bila dokter meresepkan obat dalam bentuk tablet, minum setelah makanan.
  • Sementara bila dokter meresepkan obat dalam bentuk larutan (cairan), minum setidaknya 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan. Gunakan sendok ukur yang biasanya tersedia di dalam kemasan obat, bukan sendok meja biasa. Kumur obat dalam mulut selama beberapa detik sebelum Anda menelannya. 
  • Jangan menggunakan sediaan obat cair jika cairan obat terlihat keruh, warnanya berubah, atau terdapat partikel-partikel di dalamnya. Hanya gunakan saat cairan terlihat jernih.
  • Kocok cairan obat terlebih dahulu sebelum menggunakannya.
  • Obat dalam bentuk tablet harus diminum secara utuh. Jadi, hindari menggerus, menghancurkan, atau menghaluskan obat tanpa sepengetahuan dokter. 
  • Minum obat ini persis seperti yang dianjurkan oleh dokter. Dosis obat disesuaikan dengan kondisi kesehatan pasien serta respon mereka terhadap pengobatan. 
  • Obat ini akan bekerja dengan baik bila dikonsumsi secara teratur. Supaya tidak lupa, minum obat ini di jam yang sama setiap harinya. 
  • Jangan coba-coba untuk mengurangi atau menambahkan dosis obat tanpa izin dari dokter. Sebaiknya terus gunakan obat ini sesuai perintah dokter, bahkan jika gejalanya telah hilang. Sebab, menghentikan pengobatan terlalu dini dapat mengakibatkan kembalinya infeksi. 
  • Bila Anda juga sedang minum obat antasida, sebaiknya gunakan obat ini 2 jam setelahnya. Hal ini karena antasida mungkin dapat memengaruhi penyerapan obat ini. 
  • Jangan memberikan obat ini pada orang lain meski mereka punya gejala yang sangat mirip dengan Anda.

Ikuti aturan yang diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan. Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Bagaimana cara penyimpanan Itraconazole?

Itraconazole adalah salah satu obat yang sebaiknya disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Itraconazole untuk orang dewasa?

Dosis obat Itraconazole untuk orang dewasa adalah:

  • Infeksi jamur sistemik: 100-200 mg diminum sekali sehari. Dosis bisa juga ditambah menjadi 200 mg yang diminum dua kali sehari bila infeksi sudah menyebar luas. 
  • Tinea korporis dan tinea kruris. 100 mg per hari diminum selama 15 hari, atau 200 mg per hari selama 7 hari. 
  • Kandidiasis orofaring: 100 mg per hari diminum selama 15 hari. Pada pasien dengan AIDS atau neutropenia dosisnya meningkat menjadi 200 mg setiap hari diminum selama 15 hari.
  • Vulvonaginal Kandidiasis : 200 mg diminum dua kali sehari. Obat diberikan hanya 1 hari. 
  • Infeksi jamur di kuku: 200 mg per hari diminum selama 3 bulan.
  • Kandidiasis oral dan kandidiasis oesofagus: 200 mg per hari diminum 1-2 kali sehari selama 1-2 minggu. Untuk infeksi jamur parah yang sudah resisten terhadap obat flukonazol, dosisnya berkisar dari 100-200 mg diminum 2 kali sehari selama 2-4 minggu. 
  • Tinea manuum dan tinea pedis: 100 mg per hari diminum selama sebulan penuh, atau 200 mg diminum dua kali sehari selama 7 hari. 
  • Ptyriasis versicolor: 200 mg per hari diminum selama 7 hari.
  • Blastomycosis: 200 mg diminum 3 kali sehari selama 3 hari pertama. Kemudian 200 mg diminum 1-2 kali sehari selama 6-12 bulan.
  • Histoplasmosis: 200 mg diminum 3 kali sehari diberikan hanya 3 hari pertama. Dosis selanjutnya 200 mg diminum 1-2 kali sehari selama setidaknya 3 bulan.

Pada prinsipnya, dosis obat untuk satu orang dengan yang lain akan berbeda. Hal ini tergantung pada usia, kondisi kesehatan secara menyeluruh, hingga respon pasien terhadap pengobatan yang sedang dijalani. Maka dari itu, untuk mengetahui dosis pasti obat Itraconazole, ada baiknya bertanya langsung dengan dokter atau apoteker.

Bagaimana dosis Itraconazole untuk anak-anak?

Belum ada ketentuan dosis obat ini untuk anak-anak. Obat ini bisa saja berbahaya bagi anak-anak. Penting untuk memahami keamanan obat sebelum digunakan. Konsultasikan pada dokter atau apoteker untuk informasi lebih lanjut.

Dalam dosis apakah Itraconazole tersedia?

Bentuk dan dosis obat Itraconazole adalah:

  • Kapsul, oral 100 mg 
  • Larutan, oral 10 mg/mL

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena Itraconazole ?

Pada dasarnya semua obat berpotensi menyebabkan efek samping, termasuk obat ini. Sejumlah efek samping paling umum yang sering dikeluhkan setelah menggunakan obat Itraconazole adalah:

  • Sakit perut
  • Mual dan muntah
  • Sembelit
  • Diare
  • Tekanan darah meningkat
  • Mengantuk
  • Badan terasa lemas
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Sesak napas
  • Muncul ruam kemerahan di kulit
  • Frekuensi buang air kecil menurun
  • Pruritus, rasa gatal di seluruh atau sebagian tubuh
  • Angioedema, pembengkakan di bawah kulit karena alergi
  • Demam
  • Rasa tidak biasa di mulut
  • Rambut rontok 
  • Nyeri atau kram otot
  • Perubahan periode menstruasi
  • Sering merasa haus terus
  • Kebas atau kesemutan di tangan, kaki, atau bibir
  • Nafsu makan menurun
  • Detak jantung tidak beraturan

Sementara efek samping Itraconazole yang kurang umum dan perlu diwaspadai di antaranya:

  • Kliyengan seperti ingin pingsan
  • Penglihatan kabur
  • Telinga berdengung
  • Jantung berdebar-debar
  • Badan lemas tidak karuan
  • Sensasi nyeri atau terbakar ketika buang air kecil
  • Gangguan saluran cerna yang tak biasa
  • Hipokalemia, kadar kalium rendah
  • Edema alias pembengkakan di sekujur atau sebagian tubuh
  • Warna feses pucat seperti tanah liat
  • Penyakit kuning
  • Sering muncul keringat dingin
  • Urin berwarna lebih gelap
  • Perubahan suasana hati yang drastis
  • Susah napas
  • Dada terasa sangat sesak
  • Napas cepat dan dangkal
  • Muntah darah
  • Ada darah di urin dan feses
  • Kulit wajah berwarna pucat
  • Bibir dan ujung jari-jari kaki dan tangan berwarna ungu kebiruan
  • Mata dan kulit bewarna kekuningan
  • Kejang

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Itraconazole?

Hal-hal yang perlu Anda ketahui sebelum pakai obat Itraconazole untuk mengatasi infeksi jamur adalah:

  • Beri tahu dokter dan apoteker bila Anda punya alergi terhadap Itraconazole atau obat antijamur lain seperti flukonazol (Diflucan), ketoconazole (Nizoral), atau vorikonazol (Vfend) dan obat lain.
  • Beri tahu dokter dan apoteker bila belakangan ini Anda sedang rutin minum obat-obatan tertentu. Entah itu obat resep, nonresep, hingga produk herbal. 
  • Beri tahu dokter Anda jika Anda sedang hamil, berencana untuk hamil, atau sedang menyusui. Anda tidak boleh menggunakan Itraconazole untuk mengobati jamur kuku jika Anda sedang hamil atau akan hamil. Anda boleh menggunakan Itraconazole untuk mengobati jamur kuku hanya pada hari kedua atau ketiga menstruasi. 
  • Beri tahu dokter bila Anda punya riwayat penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, hipertensi, stroke, dan kanker. 
  • Beri tahu dokter bila Anda punya riwayat gangguan pencernaan, terutama yang berkaitan dengan penyakit asam lambung. 
  • Beri tahu dokter bila Anda punya riwayat penyakit hati atau ginjal. 
  • Beri tahu dokter bila Anda punya riwayat penyakit cystic fibrosis atau masalah paru-paru lainnya.
  • Beri tahu dokter bila Anda punya riwayat sistem kekebalan tubuh yang lemah karena penyakit tertentu, misalnya HIV/AIDS. 
  • Obat ini dapat menyebabkan pusing dan penglihatan kabur. Maka dari itu, hindari mengendarai mobil atau mengoperasikan mesin sampai efek obat benar-benar hilang. 
  • Hentikan penggunaan obat ini bila Anda mengalami reaksi alergi. Bila dibiarkan, obat ini dapat menyebabkan reaksi berbahaya yang berakibat fatal. 

Apakah Itraconazole aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA), setara dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia. 

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  • A = Tidak berisiko,
  • B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian,
  • C = Mungkin berisiko,
  • D = Ada bukti positif dari risiko,
  • X = Kontraindikasi,
  • N = Tidak diketahui

Itraconazole adalah obat yang mungkin dapat bereaksi negatif pada perkembangan dan pertumbuhan bayi Anda. Oleh sebab itu, jangan gunakan obat ini tanpa memberi tahu dokter Anda jika Anda menyusui bayi.

Interaksi

Obat lain apa yang mungkin berinteraksi dengan Itraconazole?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Beberapa obat-obatan yang berpotensi kuat menyebabkan interaksi dengan obat itraconazole adalah:

  • Obat-obatan penenang seperti midazolam atau triazolam. 
  • Obat penurun kolesterol seperti lomitapide, lovastatin, simvastatin.
  • Obat antipsikotik seperti lurasidone atau pimozid. 
  • Obat HIV / AIDS misalnya efavirenz, isoniazid, nevirapine, rifabutin, dan lainnya. 
  • Obat-obatan untuk mengatasi gangguan irama jantung seperti disopyramide, dofetilide, dronedarone, atau quinidine. 
  • Antibiotik seperti ciprofloxacin, klaritromisin, eritromisin.
  • Obat-obatan ergot seperti dihydroergotamine, ergonovine, ergotamine, atau methylergonovine.
  • Obat pengencer darah seperti rivaroxaban, warfarin, Coumadin, dan Jantoven.
  • Obat kanker meliputi dasatinib, nilotinib, dan lain-lain.
  • Obat untuk mengobati masalah buang air kecil. Contohnya Detrol, Flomax, dan Vesicare. 
  • Obat jantung atau obat tekanan darah seperti aliskiren, digoxin, diltiazem, dan verapamil. 
  • Imunosupresan meliputi deksametason, everolimus, dan lain-lain.
  • Obat untuk mencegah penolakan organ transplantasi. Termasuk di antaranya siklosporin dan sirolimus. 
  • Obat migrain seperti eletriptan dan lain sebagainya. 
  • Obat pereda nyeri opioid meliputi fentanil, oxycodone, dan masih banyak lagi. 
  • Obat kejang seperti carbamazepine, fenobarbital, dan phenytoin.

Banyak obat-obatan lainnya juga dapat berinteraksi dengan Itraconazole, jadi pastikan untuk memberi tahu dokter Anda tentang semua obat yang Anda gunakan. Bahkan yang tidak muncul di daftar yang sudah disebutkan di atas.

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Itraconazole?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan  penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Itraconazole?

Adanya masalah kesehatan lain di tubuh Anda dapat mempengaruhi penggunaan obat ini. Beberapa masalah kesehatan yang dapat berinteraksi dengan obat Itraconazole adalah:

  • Penyakit kronis paru-paru obstruktif (PPOK). 
  • Edema (pembengkakan tubuh atau retensi cairan). 
  • Riwayat serangan jantung. 
  • Penyakit jantung (misalnya, penyakit iskemik, masalah katup).
  • Masalah detak jantung. Gunakan dengan hati-hati karena meningkatkan risiko efek samping yang lebih serius. 
  • Riwayat gagal jantung bawaan.
  • Cystic fibrosis. 
  • Hypochlorhydria (asam dalam perut yang terlalu rendah).
  • Mengalami gangguan pada enzim hati. 
  • Penyakit ginjal. 
  • Penyakit hati. 
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Mungkin ada penyakit lainnya yang belum disebutkan di atas. Maka dari itu, penting memberi tahu dokter seputar semua riwayat kesehatan Anda selama pemeriksaan. Dengan begitu, dokter dapat menentukan obat jenis lainnya yang sesuai dengan kondisi Anda.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat medis (119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: Oktober 21, 2019

Sumber