Nama Generik: Chloramphenicol Merek: Chloramex, Cloramidina Salep Topika, Colsancetine, Fenicol, Ikamicetin Salep Ikamice, R E C O, Chloramphenicol Eye Drops Indo Farma, Chloramphenicol Indo Farma, Cloramidina, Cloramidina Salep Mata C, Colme, Colme Eye Colme Eye Drop, Combicetin, Empeecetin, Enkacetyn, Grafacetin, Ikamicetin Salep Mata Ik, Isotic Salmicol Isotic S, Kalmicetine, Kalmicetine Salep Kalmic, Kemicetine, Lanacetine, Licoklor, Palmicol, Ribocine, Spersanicol, Suprachlor, Xepanicol, Ximex Avicol, chloramphenicol-obatdanChloramphenicol.

Penggunaan

Obat apa Chloramphenicol?

Chloramphenicol adalah obat ini berguna untuk mengobati infeksi bakteri pada mata. Chloramphenicol adalah antibiotik yang bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri.

Chloramphenicol adalah obat yang hanya mengobati infeksi bakteri pada mata. Ini tidak akan bekerja pada jenis infeksi mata lainnya. Penggunaan tidak perlu atau salah menggunakan antibiotik apapun dapat mengakibatkan berkurangnya efektivitas.

Bagaimana cara pakai Chloramphenicol?

Chloramphenicol adalah obat yang penggunannya harus diperhatikan. Jangan mengenakan lensa kontak saat Anda sedang menggunakan obat ini. Sterilkan lensa kontak menurut petunjuk dari produsen obat, dan periksakan ke dokter sebelum mulai menggunakannya kembali.

Untuk mengoleskan salep mata chloramphenicol, cuci tangan terlebih dahulu. Untuk menghindari kontaminasi, berhati-hatilah agar ujung kemasan tidak tersentuh jari dan tidak mengenai mata. Miringkan kepala Anda ke belakang, lihat ke atas, dan turunkan kelopak mata bagian bawah dengan lembut. Oleskan salep sepanjang 1 cm di bagian dalam kelopak mata bawah, kemudian tutup mata secara perlahan dan gerakkan bola mata ke semua arah untuk menyebarkan obat. Jangan mencoba berkedip atau menggosok mata.

Ulangi tahap ini untuk mata yang lain kalau diperlukan. Gunakan sesuai petunjuk dokter. Usap ujung tabung salep dengan tisu bersih untuk menghapus sisa obat sebelum mengulang kembali.

Bila Anda sedang menggunakan obat mata jenis lain (contohnya, obat tetes atau salep), tunggu selama setidaknya 5-10 menit sebelum menggunakan obat lain. Gunakan obat tetes mata sebelum salep mata agar tetesan masuk ke dalam mata.

Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Untuk membantu Anda mengingat, gunakan obat secara bersamaan setiap hari. Lanjutkan sampai obat habis.

Menghentikan pengobatan terlalu dini mungkin membuat bakteri terus tumbuh, yang mungkin mengakibatkan kambuhnya infeksi. Beritahu dokter jika kondisi Anda tidak kunjung membaik atau bertambah buruk.

Bagaimana cara penyimpanan Chloramphenicol?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Chloramphenicol untuk orang dewasa?

  • Untuk dosis salep ophtalmic, gunakan satu tetes setiap 3 jam.
  • Untuk dosis larutan (obat tetes mata) ophtalmic gunakan satu tetes setiap 1-4 jam.

Bagaimana dosis Chloramphenicol untuk anak-anak?

  • Untuk dosis salep ophtalmic, gunakan satu tetes setiap 3 jam.
  • Untuk dosis larutan (obat tetes mata) ophtalmic, gunakan satu tetes setiap 1-4 jam.

Dalam dosis apakah Chloramphenicol tersedia?

Chloramphenicol adalah obat yang tersedia dalam sediaan berikut ini:

  • larutan
  • Salep
  • bubuk

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena Chloramphenicol?

Chloramphenicol adalah obat yang dapat menyebabkan efek samping. Periksakan ke dokter jika ada salah satu gejala paling umum yang tidak juga sembuh atau dapat mengganggu:

  • diare ringan
  • mual
  • muntah.

Cari perawatan medis secepatnya jika muncul gejala efek samping parah: Reaksi alergi parah (ruam, gatal, sulit bernafas, sesak nafas, bengkak pada mulut, wajah, bibir, atau lidah) kebingungan urin berwarna gelap mengigau depresi sakit kepala demam, menggigil, atau sakit tenggorokan sakit, merah, atau pembengkakan pada area suntikan gejala “sindrom abu-abu” pada bayi (perut membengkak, kulit pucat atau membiru, muntah, shock, sulit bernafas, menolak mengisap, kotoran berwarna kehijauan, otot lemah, suhu tubuh rendah) pendarahan atau memar tidak biasa kelelahan tidak biasa perubahan penglihatan.

Daftar efek samping yang disebutkan di atas tidak lengkap. Jika ingin bertanya tentang efek samping, hubungi penyedia layanan kesehatan Anda.

Tidak semua orang mengalami efek samping tersebut. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda mengalami kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Chloramphenicol?

Dalam membuat keputusan untuk menggunakan obat, risiko meminum obat harus dipertimbangkan melawan manfaatnya. Ini adalah keputusan Anda dan dokter Anda. Untuk obat ini, hal yang harus dipertimbangkan adalah:

  • Alergi

Beritahu dokter kalau Anda pernah mengalami reaksi alergi atau gejala tidak biasa obat ini atau obat-obatan lainnya. Juga beritahu petugas kesehatan profesional jika Anda mempunyai jenis alergi lain, misalnya makanan, pewarna, pengawet, atau hewan. Untuk obat tanpa resep, baca label atau bungkus obat dengan hati-hati.

  • Pediatris

Penelitian tentang obat ini hanya dilakukan pada pasien orang dewasa, dan tidak ada informasi khusus yang membandingkan manfaat obat bagi anak-anak dengan manfaat bagi kelompok usia lainnya.

  • Lansia

Banyak obat belum dipelajari khususnya untuk orang lanjut usia. Maka, belum diketahui apakah mereka bekerja sama persis dengan bagaimana semestinya pada orang dewasa muda atau jika mereka menyebabkan efek samping berbeda atau masalah pada orang tua. Tidak ada informasi spesifik yang membandingkan manfaat obat bagi anak-anak dengan manfaat bagi kelompok usia lainnya.

Apakah Chloramphenicol aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan chloramphenicol pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C (mungkin berisiko) menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  • A= Tidak berisiko
  • B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C=Mungkin berisiko
  • D=Ada bukti positif dari risiko
  • X=Kontraindikasi
  • N=Tidak diketahui

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Chloramphenicol?

Walaupun beberapa jenis obat tidak bisa diminum secara bersamaan, ada juga kasus dimana obat bisa diminum serentak jika ada interaksi. Dalam kasus ini, dokter mungkin mengubah dosis, atau mungkin perlu adanya pencegahan. Beritahu petugas kesehatan profesional bila Anda minum obat dengan atau tanpa resep.

Menggunakan obat ini bersamaan dengan obat-obatan lain biasanya tidak disarankan, tapi mungkin diharuskan pada beberapa kasus. Jika keduanya diresepkan serentak, dokter mungkin akan mengubah dosis atau seberapa sering Anda menggunakan satu atau kedua obat.

Menggunakan obat ini bersamaan dengan obat-obatan lain mungkin meningkatkan risiko efek samping tertentu, tapi menggunakan kedua obat mungkin menjadi pengobatan terbaik untuk Anda. Jika kedua obat diresepkan serentak, dokter mungkin akan mengubah dosis atau seberapa sering Anda menggunakan satu atau kedua obat.

  • Ceftazidime
  • Chlorpropamide
  • Cyclosporine
  • Dicumarol
  • Fosphenytoin
  • Phenytoin

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Chloramphenicol?

Obat-obatan tertentu tidak bisa digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Chloramphenicol?

Adanya masalah medis lainnya mungkin mempengaruhi penggunaan obat ini. Pastikan Anda memberitahu dokter kalau Anda memiliki masalah medis lainnya.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, gunakan sesegera mungkin. Namun, bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: April 2, 2018 | Terakhir Diedit: April 2, 2018