Apa itu Atenolol?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Nama Generik: Atenolol Merek: Atenolol, atenolol, Atenolol, Atenolol dan Atenolol.

Penggunaan

Untuk apa atenolol digunakan?

Atenolol termasuk dalam kelas obat penghambat beta (beta blocker). Obat ini bekerja dengan menghambat aksi epinefrin yang bisa meningkatkan tekanan darah.

Maka itu, fungsi utama atenolol adalah untuk menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi) dan mengobati penyakit angina, atau sakit pada dada. Menurunkan tekanan darah tinggi dapat membantu mencegah stroke, serangan jantung, dan gangguan ginjal.

Obat ini juga dapat berfungsi untuk meningkatkan peluang bertahan hidup setelah kena serangan jantung dan penyakit jantung lain. Obat beta blocker ini dapat mengurangi detak jantung, tekanan darah, dan tekanan pada jantung.

Atenolol mungkin juga berguna untuk mengobati detak jantung tidak teratur (aritmia), gagal jantung, gejala mabuk karena alkohol dan mencegah sakit kepala migrain.

Obat ini adalah salah satu jenis obat resep, sehingga Anda hanya bisa mendapatkannya jika membeli atenolol di apotek dengan resep dokter. Jangan sembarangan membeli obat resep tanpa sepengetahuan dokter karena Anda belum tentu memahami dengan baik dosis yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Bagaimana cara penggunaan atenolol?

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan saat menggunakan obat ini, di antaranya:

Hindari minum jus apel dan jus jeruk

Jus apel dan jus jeruk dapat menghambat penyerapan obat ini. Cara terbaik untuk mendapatkan manfaat terbaik dari penggunaan obat ini adalah menghindari minum jus apel atau jeruk selama empat jam setelah minum atenolol.

Minum obat sesuai aturan pakai

Anda bisa minum atenolol dengan atau tanpa makanan sesuai dengan arahan dokter, biasanya 1-2 kali sehari. Untuk dosis, dokter akan menyesuaikan jumlahnya sesuai dengan kondisi kesehatan Anda. 

Supaya bisa bekerja dengan efektif, obat ini harus diminum teratur. Untuk membantu Anda mengingat, minumlah dalam waktu yang sama setiap hari.

Jangan menghentikan dosis

Meski sudah merasa sehat dan lebih baik, jangan menghentikan minum obat ini tanpa izin dokter. Ini karena sebagian besar penderita tekanan darah tinggi tidak merasakan rasa sakit dan membiarkan penyakit begitu saja. Obat tidak boleh digunakan untuk mengobati nyeri dada saat terjadi.

Gunakan obat-obatan lain (seperti nitroglycerin yang ditempatkan di bawah lidah) untuk meredakan nyeri dada sesuai dengan petunjuk dokter.

Anda mungkin membutuhkan 1-2 minggu sebelum Anda benar-benar mendapatkan manfaat utuh dari penggunaan atenolol. Beri tahu dokter apabila kondisi tidak kunjung membaik atau semakin memburuk (contohnya, bila tekanan darah tetap tinggi atau meningkat, bila nyeri dada muncul lebih sering lagi).

Bagaimana cara menyimpan atenolol?

Simpan obat pada suhu ruangan, jauh dari cahaya dan kelembaban. Jangan simpan di dalam kamar mandi dan membekukan obat. Obat dengan merek yang berbeda-beda mungkin mempunyai cara menyimpan yang berbeda.

Periksa kotak produk untuk mencari tahu instruksi bagaimana cara menyimpannya, atau tanyakan kepada apoteker. Jangan membuka botol atenolol jika tidak sedang digunakan. Tutup rapat kembali kemasan botol atenolol setelah digunakan. Jauhi obat dari anak-anak dan binatang peliharaan.

Dilarang mengguyur obat di dalam toilet atau membuangnya ke dalam saluran pembuangan jika tidak diinstruksikan. Buang produk ini dengan benar jika sudah melewati batas waktu atau tidak dibutuhkan lagi. Konsultasi dengan apoteker untuk detil lebih mendalam tentang bagaimana membuang produk dengan aman.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis atenolol untuk orang dewasa?

Dosis orang dewasa untuk hipertensi

  • Dosis awal atenolol: 50 miligram (mg) oral sekali sehari.
  • Jika respon optimal tidak tercapai dalam seminggu, dosis harus ditambah sampai 100 mg oral sekali sehari. Dosis melebihi 100 mg tidak akan memberikan efek signifikan dalam proses penyembuhan.

Sementara, dosis untuk lansia adalah 25 mg sebagai dosis awal, namun bisa ditingkatkan dosisnya hingga 100 mg setiap harinya.

Dosis orang dewasa untuk angina pectoris

  • Dosis awal atenolol untuk orang dewasa: obat minum sebesar 50 mg/hari. Setelah satu minggu, dosis boleh ditingkatkan hingga 100 mg/hari. Beberapa pasien mungkin membutuhkan dosis hingga 200 mg/hari.
  • Dosis awal untuk lansia: obat minum 25 mg/hari. Setelah penggunaannya selama satu minggu, dosis boleh ditingkatkan hingga 100 mg/hari. Beberapa pasein mungkin membutuhkan dosis hingga 200 mg/hari.

Dosis orang dewasa untuk serangan jantung (myocardial infarction)

  • Dosis awal atenolol untuk orang dewasa: obat minum 100 mg setiap hari dalam dosis terpisah setiap 12 jam sekali, dilakukan selama enam hingga sembilan hari setelah serangan jantung terjadi.
  • Dosis awal atenolol untuk lansia: obat minum sebanyak 100 mg/hari atau dalam dosis terpisah setiap 12 jam sekali, dilakukan selama enam hingga sembilan hari setelah serangan jantung.

Dosis orang dewasa untuk kecemasan

Dosis awal: pada sebagian besar kasus, dosis dapat ditingkatkan untuk menangani masalah kecemasan hingga 100 mg setiap harinya. 

Dosis orang dewasa untuk pengobatan esophageal variceal hemorrhage

  • Dosis awal atenolol: 50 mg oral sekali sehari.
  • Dosis aturan: Dalam kebanyakan kasus, data telah menunjukkan tidak ada manfaat dan risiko kelelahan meningkat dengan dosis harian yang lebih dari 100 mg.

Dosis orang dewasa untuk pengobatan migrain

  • Dosis awal atenolol: 50 mg oral sekali sehari.
  • Dosis aturan: Dalam kebanyakan kasus, data telah menunjukkan tidak ada manfaat dan risiko kelelahan meningkat dengan dosis harian yang lebih dari 100 mg.

Dosis orang dewasa untuk kecanduan alkohol

  • Dosis awal atenolol: 50 mg oral sekali sehari.
  • Dosis aturan: Dosis oral awal mungkin dititrasi naik sampai seperlunya dan ditoleransi  kurang lebih setiap 7 hari. Dosis harian maksimal yang disarankan adalah 200 mg.

Dosis orang dewasa untuk supraventricular tachycardia

  • Dosis awal atenolol: 50 mg oral sekali sehari.
  • Dosis aturan: Dosis oral awal mungkin dititrasi naik sampai seperlunya dan ditoleransi  kurang lebih setiap 7 hari. Dosis harian maksimal yang disarankan adalah 200 mg.

Dosis orang dewasa untuk ventricular tachycardia

  • Dosis awal atenolol: 50 mg oral sekali sehari.
  • Dosis oral awal mungkin dititrasi naik sampai seperlunya dan ditoleransi  kurang lebih setiap 7 hari. Dosis harian maksimal yang disarankan adalah 200 mg.

Bagaimana dosis atenolol untuk anak-anak?

Keamanan dan efektivitas dari penggunaan atenolol belum dapat dipastikan pada pasien anak-anak (kurang dari 18 tahun).

Dalam dosis apakah atenolol tersedia?

Tablet 25 mg, 50 mg, dan 100 mg.

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena atenolol?

Segera hubungi pertolongan medis apabila Anda mengalami tanda-tanda reaksi alergi setelah mengonsumsi atenolol seperti: gatal-gatal sulit bernapas bengkak pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Hubungi dokter segera jika Anda mengalami efek samping serius setelah mengonsumsi atenolol, seperti:

  • detak jantung lambat atau tidak teratur
  • merasa pusing, hendak pingsan
  • napas terengah-engah atau pendek, bahkan saat hanya sedikit mengeluarkan tenaga
  • bengkak pada pergelangan kaki atau kaki
  • mual, sakit perut, demam ringan, kehilangan nafsu makan, urin berwarna gelap, kotoran berwarna seperti tanah liat, sakit kuning
  • depresi
  • tangan dan kaki terasa dingin

Efek samping yang lebih ringan mungkin termasuk:

  • nafsu seks berkurang, impotensi, atau sulit orgasme
  • gangguan tidur (insomnia)
  • merasa lelah atau
  • cemas, gugup.

Tidak semua orang mengalami efek samping yang telah disebutkan di atas. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda mengalami kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan atenolol?

Dalam keputusan menggunakan obat ini, risiko penggunaan obat harus selalu dipertimbangkan. Ada beberapa hal yang harus Anda ketahui dan lakukan sebelum menggunakan obat ini, di antaranya adalah: 

  • Beri tahu dokter apabila Anda pernah mengalami reaksi tidak wajar atau alergi terhadap atenolol atau obat-obatan lainnya, serta beri tahu penyedia layanan kesehatan profesional jika Anda memiliki jenis alergi lainnya, misalnya terhadap makanan, pewarna, pengawet, atau hewan. Untuk produk tanpa resep, bacalah label atau bahan kemasan dengan teliti.
  • Beri tahu dokter Anda apabila Anda memiliki beberapa masalah kesehatan seperti gagal jantung, kelainan arteri koroner, asma, bronkitis, emfisema, diabetes, gangguan tiroid, penyakit liver atau ginjal, tumor pada kelenjar adrenal, Raynaud’s syndrome, dan alergi
  • Jangan menggunakan obat ini jika Anda berusia di bawah 18 tahun, karena obat ini tidak diperuntukkan untuk anak-anak dan remaja di bawah usia tersebut.

Apakah atenolol aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Menggunakan atenolol saat Anda sedang hamil dapat membahayakan diri Anda serta bayi di dalam kandungan. Selalu konsultasikan penggunaan obat-obatan dan vitamin kepada dokter Anda.

Tidak ada penelitian memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan pada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan atenolol.

Atenolol termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori D menurut US Food and Drugs Administration (FDA). Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  • A= Tidak berisiko
  • B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C=Mungkin berisiko
  • D=Ada bukti positif dari risiko
  • X=Kontraindikasi
  • N=Tidak diketahui

Interaksi

Obat lain apa yang mungkin berinteraksi dengan atenolol?

Walaupun obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan secara bersamaan, dalam kasus lain dua obat yang berbeda boleh digunakan bersama sekalipun interaksi mungkin terjadi.

Dalam kasus ini, dokter mungkin ingin mengubah dosis, atau tindakan pencegahan lain mungkin penting untuk dilakukan. Beritahu penyedia layanan kesehatan profesional jika Anda sedang menggunakan obat resep atau tanpa resep saat hendak menggunakan atenolol. 

Penggunaan atenolol dengan obat-obatan di bawah ini biasanya tidak disarankan, tapi mungkin dibutuhkan dalam beberapa kasus. Bila kedua obat diresepkan bersama, dokter mungkin mengubah dosis atau lama Anda menggunakan salah satu atau kedua obat.

  • Albuterol
  • Amiodarone
  • Arformoterol
  • Bambuterol
  • Clenbuterol
  • Clonidine
  • Colterol
  • Crizotinib
  • Diltiazem
  • Dronedarone
  • Fenoldopam
  • Fenoterol
  • Fingolimod
  • Formoterol
  • Hexoprenaline
  • Indacaterol
  • Isoetharine
  • Lacosamide
  • Levalbuterol
  • Metaproterenol
  • Olodaterol
  • Pirbuterol
  • Procaterol
  • Reproterol
  • Ritodrine
  • Salmeterol
  • Terbutaline
  • Tretoquinol
  • Tulobuterol
  • Verapamil
  • Vilanterol

Menggunakan atenolol dengan obat-obatan di bawah ini mungkin meningkatkan risiko efek samping tertentu, tapi penggunaan kedua obat mungkin merupakan pengobatan tertentu bagi Anda. Bila kedua obat diresepkan bersama, dokter mungkin mengubah dosis atau lama Anda menggunakan salah satu atau kedua obat.

  • Acarbose
  • Aceclofenac
  • Acemetacin
  • Acetohexamide
  • Acetyldigoxin
  • Alfuzosin
  • Amlodipine
  • Amtolmetin Guacil
  • Arbutamine
  • atenolol
  • Benfluorex
  • Bromfenac
  • Bufexamac
  • Bunazosin
  • Celecoxib
  • Chlorpropamide
  • Choline Salicylate
  • Clonixin
  • Deslanoside
  • Dexibuprofen
  • Dexketoprofen
  • Diclofenac
  • Diflunisal
  • Digitoxin
  • Digoxin
  • Dipyrone
  • Disopyramide
  • Doxazosin
  • Etodolac
  • Etofenamate
  • Etoricoxib
  • Felbinac
  • Felodipine
  • Fenoprofen
  • Fepradinol
  • Feprazone
  • Floctafenine
  • Flufenamic Acid
  • Flurbiprofen
  • Gliclazide
  • Glimepiride
  • Glipizide
  • Gliquidone
  • Glyburide
  • Guar Gum
  • Ibuprofen
  • Ibuprofen Lysine
  • Indomethacin
  • Insulin
  • Insulin Aspart, Recombinant
  • Insulin Degludec
  • Insulin Glulisine
  • Insulin Lispro, Recombinant
  • Ketoprofen
  • Ketorolac
  • Lacidipine
  • Lercanidipine
  • Lornoxicam
  • Loxoprofen
  • Lumiracoxib
  • Manidipine
  • Meclofenamate
  • Mefenamic Acid
  • Meloxicam
  • Metformin
  • Metildigoxin
  • Mibefradil
  • Miglitol
  • Morniflumate
  • Moxisylyte
  • Piketoprofen
  • Piroxicam
  • Pranidipine
  • Pranoprofen
  • Prazosin
  • Proglumetacin
  • Propyphenazone
  • Proquazone
  • Quinidine
  • Repaglinide
  • Rofecoxib
  • Salicylic Acid
  • Salsalate
  • Sodium Salicylate
  • St John’s Wort
  • Sulindac
  • Tamsulosin
  • Tenoxicam
  • Terazosin
  • Tiaprofenic Acid
  • Tolazamide
  • Tolbutamide
  • Tolfenamic Acid
  • Tolmetin
  • Trimazosin
  • Troglitazone
  • Urapidil
  • Valdecoxib

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan atenolol?

Obat-obatan tertentu tidak bisa digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan dengan penyedia layanan kesehatan profesional mengenai penggunaan obat dengan makanan, alkohol, atau tembakau.

Saat mengonsumsi atenolol, usahakan untuk tidak mengonsumsinya bersamaan dengan jus jeruk karena interaksi yang terjadi dapat mengakibatkan efektivitasan dari obat menurun. Sementara itu, interaksi yang terjadi antara atenolol dengan multivitamin yang mengandung mineral dapat mengurangi efek dari atenolol terhadap tubuh.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan atenolol?

Adanya gangguan medis lain mungkin mempengaruhi penggunaan atenolol. Pastikan Anda memberitahu dokter jika Anda mengalami gangguan medis lain, terlebih:

  • Bradycardia (detak jantung lambat)
  • Jantung tersumbat
  • Gagal jantung
  • Pheochromocytoma (tumor kelenjar adrenal), tidak terobati. Tidak boleh digunakan pada pasien dengan kondisi ini.
  • Diabetes
  • Hyperthyroidism (tiroid terlalu aktif)
  • Hypoglycemia (gula darah rendah). Mungkin menutupi sejumlah tanda dan gejala penyakit ini, misalnya detak jantung cepat.
  • Penyakit ginjal. Gunakan dengan hati-hati. Efek mungkin meningkat karena pembuangan obat yang lebih lambat dari dalam tubuh.
  • Penyakit paru-paru (misalnya asma, bronkitits, emphysema). Mungkin menyebabkan kesulitan bernapas pada pasien dengan kondisi ini.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis akibat terlalu banyak mengonsumsi atenolol, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat. Gejala overdosis mungkin termasuk:

  • Kekurangan energi
  • Sulit bernapas
  • Detak jantung lambat
  • Pingsan
  • Pembengkakan tangan, kaki, pergelangan kaki, atau kaki bawah
  • Berat badan bertambah secara tidak biasa
  • Gemetaran
  • Pusing
  • Detak jantung sangat cepat
  • Berkeringat atau kebingungan
  • Penglihatan buram
  • Sakit kepala
  • Mati rasa atau perasaan geli pada mulut
  • Lemas
  • Lelah berlebihan
  • Kulit pucat
  • Mendadak merasa lapar

Tidak semua orang yang menggunakan atenolol dapat mengalami overdosis, namun Anda tetap harus selalu berhati-hati dengan dosis yang Anda gunakan jika hendak menggunakan atenolol untuk jangka panjang.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis atenolol, minum sesegera mungkin. Namun, bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: Juli 2, 2019

Yang juga perlu Anda baca