home

Artikel Bersponsor

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengenal Lebih Jauh Saripati Ayam dan Kandungan Nutrisinya

Mengenal Lebih Jauh Saripati Ayam dan Kandungan Nutrisinya

Banyak orang melakukan berbagai hal untuk mendukung ketahanan tubuhnya agar lebih produktif dalam menjalani aktivitas harian yang cukup padat, mulai dari berolahraga hingga mengonsumsi makanan bergizi. Selain itu, beberapa orang juga mulai mengonsumsi suplemen nutrisi alami, seperti saripati ayam, karena dikenal memiliki beragam manfaat kesehatan. Benarkah saripati ayam baik untuk tubuh? Mari simak ulasannya di bawah ini.

Mengenal saripati ayam

Saripati ayam merupakan suplemen nutrisi berbentuk cair terbuat dari ayam utuh yang telah dimasak.

Dalam pengobatan tradisional Cina, suplemen nutrisi alami ini sering dikonsumsi karena diyakini dapat meningkatkan kesehatan dan metabolisme tubuh, menghilangkan rasa lelah, serta mempercepat proses penyembuhan.

Sementara dalam dunia medis, saripati ayam kerap digunakan untuk memenuhi nutrisi pasien selama proses perawatan, dan memulihkan energi pasca sakit maupun pasca persalinan.

Bahkan di dunia olahraga, para atlet turut serta mengonsumsinya untuk meningkatkan kualitas fisiknya sebelum bertanding.

Maka dari itu, mengingat aktivitas fisiologisnya yang melimpah dan menguntungkan, manfaatnya pun telah diterima secara luas oleh masyarakat, dan target konsumennya pun semakin berkembang.

Proses pembuatan saripati ayam

Terdapat dua cara dalam membuat saripati ayam, yaitu secara tradisional atau rumahan, dan modern. Keduanya, sama-sama menggunakan bahan baku alami yang sama, yaitu ayam utuh yang dimasak dan diambil sarinya.

Ekstraksi ayam secara tradisional

khasiat saripati ayam

Dilansir dari New Malaysian Kitchen, Anda dapat dengan mudah membuat saripati ayam dari rumah. Cukup dengan menyiapkan satu ekor ayam utuh, dan alat masak seperti panci besar dan mangkuk.

Lalu, potong dan hancurkan ayam hingga ke daging dan tulangnya. Selanjutnya, kukus atau rebus ayam yang telah dihancurkan dalam panci besar selama tiga jam.

Setelah tiga jam, ayam akan mengeluarkan sari yang perlu Anda saring untuk disajikan dan dikonsumsi langsung oleh keluarga di rumah.

Namun, pembuatan saripati ayam secara tradisional memiliki beberapa kekurangan. Mulai dari proses pembuatan yang tidak terjamin kebersihannya, kualitas ekstraksi yang tidak stabil, dan kualitas ayam yang kurang terstandarisasi, serta hasil ekstraksi yang masih mengandung lemak.

Pembuatan saripati ayam secara modern

Ekstraksi ayam secara modern menggunakan bahan baku ayam utuh pilihan, dan teknologi tinggi. Proses pembuatannya pun sangat diperhatikan sehingga lebih steril.

Umumnya, sebelum proses masak, ayam utuh pilihan dicincang dan dimasak hingga 10 jam di bawah suhu yang tinggi (di atas 100 derajat celcius). Ayam yang dimasak dalam waktu lama akan menghasilkan sejenis protein bernama protein bio amino peptida, yaitu protein yang dipecah ke dalam rantai protein terkecil sehingga mudah diserap oleh tubuh.

Selanjutnya, lemak, kolesterol dan air berlebih yang dihasilkan dari proses masak dipisahkan agar hasil ekstraksi benar-benar murni dan bebas lemak jahat. Hal ini yang tidak bisa dilakukan ketika kita memproduksi saripati ayam secara tradisional.

Setelah ekstraksi, dilanjutkan ke proses pengemasan menggunakan botol yang telah disterilkan dan disegel vakum. Proses ini membantu memastikan tidak adanya aktivitas mikrobiologis sebelum didistribusikan ke masyarakat.

Dari sinilah bisa disimpulkan bahwa proses ekstraksi ayam secara modern lebih menyehatkan. Pasalnya, proses pemasakan lebih steril, sehingga kandungan nutrisinya menjadi lebih berkhasiat karena rendah lemak dan kolesterol.

Selain itu, karena pembuatannya diproses dengan teknologi tinggi, konsentrasi protein yang merupakan nutrisi penting bagi tubuh juga menjadi lebih berkualitas.

Nutrisi yang terkandung dalam saripati ayam

Studi berjudul Bioactivities of Chicken Essence menemukan bahwa saripati ayam kaya akan protein sehingga nutrisi dan kandungannya juga berbeda jika dibandingkan dengan kaldu ayam atau Chicken Broth.

Manfaat saripati ayam berasal dari kandungan nutrisi khusus seperti karnosin dan anserin, taurin alami, berbagai jenis vitamin, mineral, dan asam amino.

Kombinasi nutrisi-nutrisi ini bermanfaat untuk tubuh, seperti taurin alami yang memiliki efek antioksidan untuk mencegah kerusakan sel. Selain itu, asam amino berfungsi untuk meningkatkan sistem imun dan mendukung perkembangan otot.

Keuntungan mengonsumsi protein bio amino peptida

Protein bio amino peptida yang terkandung dalam saripati ayam memiliki beragam manfaat kesehatan, di antaranya:

  • Memperkuat imunitas tubuh agar tidak mudah sakit
  • Meningkatkan metabolisme sehingga dapat meningkatkan level energi
  • Menghilangkan rasa lelah usai beraktivitas dengan cepat
  • Meningkatkan fungsi kognitif dan konsentrasi

Sebaliknya, bila Anda tidak mendapatkan asupan protein bio amino peptida dengan cukup, Anda berisiko mengalami kekurangan protein atau defisiensi protein.

Oleh sebab itu, konsumsi hasil ekstraksi ayam dapat dimanfaatkan juga sebagai pelengkap nutrisi harian Anda dan keluarga, terutama di masa pandemi sekarang.

Siapakah yang bisa mengonsumsi saripati ayam?

Semua orang dari berbagai usia dapat mengonsumsi hasil ekstraksi ayam. Mulai dari anak-anak, orang dewasa, hingga lansia dapat mengonsumsi nutrisi ini.

Sebagai contoh, jika Anda memberikan saripati ayam pada anak-anak, nutrisi ini dapat membantu meningkatkan fokus dan konsentrasi belajarnya di sekolah.

Begitu pun untuk para pekerja profesional, nutrisi ini dapat mendukung produktivitas harian mereka. Mulai dari meningkatkan level energi hingga imunitas tubuh. Alhasil, aktivitas harian akan berjalan lancar dan produktivitas menjadi tidak terganggu.

Bahkan, ibu hamil dan ibu menyusui yang perlu memerhatikan asupan makanan juga dinyatakan aman untuk mengonsumsi nutrisi ini. Hal ini dikarenakan protein bio amino peptida dalam saripati ayam dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas kolostrum (Air Susu Ibu/ASI yang keluar pertama kali) secara signifikan. Tentu saja hal ini akan berpengaruh baik untuk perkembangan dan pertumbuhan bayi.

Jeli dalam memilih produk saripati ayam

perbedaan pabrik modern dengan pabrik konvensional

Anda bisa saja membuat saripati ayam sendiri di rumah dengan menyiapkan bahan dan peralatan yang mudah didapatkan. Namun, dengan begitu banyaknya manfaat nutrisi ini untuk kesehatan, tidak heran jika banyak produsen yang sudah memproduksinya.

Untuk itu, Anda perlu jeli dalam memilih saripati ayam yang tepat, dipercaya dari generasi ke generasi, dan sudah diakui kualitasnya oleh dunia internasional.

Selain itu, untuk mendapatkan manfaat yang terbaik dan nutrisi yang lebih sehat, Anda sebaiknya mengonsumsi hasil ekstraksi ayam yang diproduksi dan dikemas secara modern, terbukti khasiatnya secara ilmiah dengan berbagai uji klinis standar internasional, dan tentunya sudah tersertifikasi BPOM.

Segera lengkapi nutrisi harian Anda dan keluarga dengan suplemen nutrisi alami yang terbuat dari saripati ayam sekarang!

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Huang, W., Lin, C., Chiu, C., Lin, Y., Huang, W., Huang, H., & Huang, C. (2014). Chicken Essence Improves Exercise Performance and Ameliorates Physical Fatigue. Nutrients6(7), 2681-2696. https://doi.org/10.3390/nu6072681

Homemade Chicken Essence – New Malaysian Kitchen. New Malaysian Kitchen. (2021). Retrieved 4 June 2021, from https://www.newmalaysiankitchen.com/homemade-chicken-essence/#google_vignette.

Li, Y., He, R., Tsoi, B., & Kurihara, H. (2012). Bioactivities of Chicken Essence. Journal Of Food Science77(4), R105-R110. https://doi.org/10.1111/j.1750-3841.2012.02625.x

Huang, W., Lin, C., Chiu, C., Lin, Y., Huang, W., Huang, H., & Huang, C. (2014). Chicken Essence Improves Exercise Performance and Ameliorates Physical Fatigue. Nutrients6(7), 2681-2696. https://doi.org/10.3390/nu6072681

Battersby, A., Khara, J., Wright, V., Levy, O., & Kampmann, B. (2016). Antimicrobial Proteins and Peptides in Early Life: Ontogeny and Translational Opportunities. Frontiers In Immunology7. https://doi.org/10.3389/fimmu.2016.00309

Benton, D., & Young, H. (2015). The effect of chicken essence on cognition and mood: A randomized controlled trial. Current Topics In Nutraceutical Research. Retrieved 4 June 2021, from https://www.researchgate.net/publication/292375431_The_effect_of_chicken_essence_on_cognition_and_mood_A_randomized_controlled_trial.

Lo, H., Tsi, D., Tan, A., Wang, S., & Hsu, M. (2006). Effects of postexercise supplementation of chicken essence on the elimination of exercise-induced plasma lactate and ammonia. Retrieved 4 June 2021, from https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/16548420/.

KONAGAI, C., WATANABE, H., ABE, K., TSURUOKA, N., & KOGA, Y. (2013). Effects of Essence of Chicken on Cognitive Brain Function: A Near-Infrared Spectroscopy Study. Bioscience, Biotechnology, And Biochemistry77(1), 178-181. https://doi.org/10.1271/bbb.120706

Health complication caused by protein deficiency.. Alliedacademies.org. (2017). Retrieved 4 June 2021, from https://www.alliedacademies.org/articles/health-complication-caused-by-protein-deficiency.pdf.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nadhila Erin Diperbarui 29/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto
x