home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Cara Menyimpan Bumbu Dapur Agar Tidak Cepat Busuk dan Tengik

Cara Menyimpan Bumbu Dapur Agar Tidak Cepat Busuk dan Tengik

Kelezatan makanan ternyata tidak hanya dinilai dari kemampuan memasak. Kesegaran makanan dan bumbu dapur yang Anda gunakan juga menentukannya. Salah satu cara menjaga kualitas bumbu dapur yakni dengan menyimpan bahan ini dengan cara yang tepat.

Apakah Anda sudah menyimpan bumbu dapur dengan benar? Temukan jawabannya dalam ulasan berikut ini.

Cara menyimpan bumbu dapur agar tetap berkualitas

Menjaga kualitas bumbu dapur berarti menjaga nilai gizi yang ada di dalamnya. Supaya Anda tetap mendapatkan manfaat dari lada, cabai, adas, dan bumbu lainnya secara maksimal, Anda juga harus menyimpan dan menggunakannya dengan benar.

Beberapa tips berikut dapat membantu Anda.

1. Simpan bumbu dapur dalam keadaan utuh

Bumbu dapur utuh seperti kayu manis, kemiri, dan adas manis dapat bertahan lebih lama daripada bumbu berbentuk bubuk. Ini karena proses penghalusan bumbu bisa merusak kandungan minyak atsiri yang memberikan rasa khas pada bumbu-bumbu ini.

Bila memungkinkan, belilah bumbu dapur yang masih utuh. Simpanlah dengan baik dan baru haluskan ketika Anda akan memasak. Meskipun kurang praktis, cara ini dapat menambah cita rasa bumbu yang Anda gunakan.

2. Jangan biarkan bumbu dapur berantakan

Setiap kali selesai memasak, Anda mungkin meletakkan wadah penyimpanan makanan dengan asal dan lupa untuk merapikannya kembali. Menyimpan wadah bumbu dapur dengan cara asal justru akan mempersulit Anda nantinya.

Wadah bumbu dapur dapat terjatuh karena tersenggol dan mengotori lemari. Anda juga akan kesulitan saat mencari bumbu dapur yang sering Anda gunakan karena letaknya yang semrawut. Jadi, jangan lupa menata wadah penyimpanan bumbu-bumbu Anda.

3. Beli bumbu sesuai kebutuhan

cara menyimpan daun salam

Pertimbangkan untuk membeli persediaan bumbu dapur sesuai kebutuhan. Ada jenis bumbu dapur yang dapat Anda beli dalam jumlah banyak karena sering digunakan, misalnya bawang putih, jahe, lada, dan sebagainya.

Begitu juga sebaliknya, jangan terlalu banyak membeli bumbu yang jarang digunakan. Bumbu dapur segar hanya bertahan selama beberapa hari atau minggu. Lebih dari itu, ketajaman rasa dan aromanya akan berkurang atau bahkan menjadi tengik.

4. Simpan dalam wadah yang tepat

Dibandingkan sayur dan buah, bumbu dapur memang tahan lama dan tidak mudah membusuk. Akan tetapi, kualitas bumbu dapur lama-kelamaan juga akan menurun bila Anda tidak menyimpan bahan ini dengan cara dan wadah yang benar.

Bumbu segar seperti jahe, lengkuas, dan cabai dapat disimpan dalam wadah terbuka. Sementara itu, bumbu dapur berbentuk bubuk dan bumbu yang sudah dikupas atau dipotong sebagian sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup.

5. Simpan bumbu dalam tempat khusus

Cahaya, udara, panas, dan kelembapan adalah musuh bagi bumbu dapur. Itu sebabnya Anda butuh tempat yang kering dan gelap seperti lemari. Jika tidak memungkinkan, Anda bisa menggunakan rak terbuka yang menempel pada dinding.

Usahakan agar rak yang Anda gunakan tidak terkena sinar matahari secara langsung. Anda bisa lebih memastikan keamanan bumbu dapur dengan menyimpan bahan ini di dalam wadah plastik atau kaleng yang warnanya buram dan tertutup rapat.

6. Memberikan label pada wadah bumbu dapur

Meskipun daya simpannya cukup lama, jangan lupa untuk memeriksa semua jenis bumbu dapur secara berkala. Ini akan membantu Anda untuk mengecek persediaan sekaligus membuang bumbu dapur yang sudah tidak layak konsumsi.

Untuk mempermudah, berikan label keterangan pada wadah penyimpanan yang Anda gunakan. Cantumkan nama bumbu dan tanggal pembelian pada wadah tersebut agar Anda tidak bingung ketika ingin menggunakannya.

7. Gunakan bumbu sebelum rasa dan aromanya hilang

Jangan biarkan persediaan bumbu dapur Anda tergeletak begitu saja di dalam lemari penyimpanan. Aroma dan ketajaman rasa bumbu dapur akan menurun seiring waktu. Jadi, sebisa mungkin gunakanlah bumbu tersebut sebagai penyedap rasa saat memasak.

Anda juga perlu mengenali ciri-ciri bumbu dapur yang sudah tidak layak konsumsi. Bumbu yang masih bagus memiliki aroma dan rasa yang khas. Jika aromanya tidak lagi tercium, berarti Anda sudah harus membuang dan menggantinya dengan yang baru.

Cara menyimpan bumbu dapur sangat menentukan kualitas rasa dan aromanya. Oleh sebab itu, pastikan Anda memilih tempat penyimpanan dan wadah yang tepat. Dengan menjaga kualitas bumbu dapur, cita rasa masakan pun akan jauh lebih nikmat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

How To Keep From Wasting Your Spices. (2018). Retrieved 26 March 2021, from https://foodprint.org/blog/how-to-keep-from-wasting-your-spices/

How to store herbs and spices. (n.d.). Retrieved 26 March 2021, from https://www.bhf.org.uk/informationsupport/heart-matters-magazine/nutrition/herbs-and-spices/storing-your-herbs-and-spices

Buying and Storing Herbs, Spices, and Oils. (n.d.). Retrieved 26 March 2021, from https://oldwayspt.org/system/files/atoms/files/TradDiet_HerbsSpices.pdf

Spices & Herbs. (n.d.). Retrieved 26 March 2021, from https://ucanr.edu/sites/neta_SB3/files/72977.pdf

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal diperbarui 21/02/2019
x