Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Cara Mencairkan Daging Beku yang Aman, Bagaimana?

Cara Mencairkan Daging Beku yang Aman, Bagaimana?

Bagi orang-orang yang sibuk, menyimpan daging di kulkas jauh lebih praktis ketimbang harus memasak dari nol setiap waktu makan. Namun, Anda tentu harus memahami dulu bagaimana cara mencairkan daging beku yang tepat agar kualitasnya tetap terjaga.

Jika proses mencairkannya tidak benar, rasa daging bisa saja berubah. Tidak menutup kemungkinan hal ini juga membuat bahan makanan terkontaminasi bakteri sehingga Anda berisiko mengalami gangguan pencernaan.

Jangan biarkan daging beku dalam suhu ruangan

kandungan nutrisi daging domba

Setelah membeli daging beku, Anda harus segera memasukkannya ke dalam kulkas.

Bila tidak memungkinkan, kemas daging beku dalam bungkusan berisi es batu agar tetap dingin. Setelah itu, segera cairkan daging tersebut begitu Anda tiba di rumah.

Suhu ideal untuk perkembangbiakan bakteri berkisar antara 5 – 60° C.

Oleh sebab itu, Anda sebaiknya tidak membiarkan daging beku dalam suhu ruangan (20 – 25°C) selama lebih dari dua jam.

Suhu di bawah 4 derajat celsius cukup aman untuk menyimpan daging beku, tapi akan lebih baik lagi bila Anda menyimpannya dalam freezer.

Suhu freezer dapat menghentikan pertumbuhan bakteri pada makanan hingga waktunya Anda mencairkan daging.

Cara mencairkan daging beku yang benar

mencairkan daging

Perlu Andak ketahui, cara mencairkan daging beku harus dilakukan dengan tepat. Jika tidak, proses ini bisa memicu kontaminasi bakteri pemicu keracunan makanan, yakni Salmonella. Hal ini pun diungkapkan dalam studi terbitan Journal of Food Protection (2015)

Dikutip dari Eat Right Academy of Nutrition and Dietetics, Berikut tiga cara untuk mencairkan daging beku dengan benar dan aman.

1. Membiarkan daging dalam kulkas

Ini merupakan cara paling aman untuk mencairkan daging beku dari freezer. Masukkan daging ke dalam wadah yang bersih, lalu letakkan wadah pada bagian dasar kulkas.

Pastikan Anda menjauhkan daging beku dari makanan lain untuk mencegah bakteri Salmonella.

Proses ini dapat memakan waktu hingga 24 jam untuk setiap 2,5 kilogram daging. Jadi, Anda perlu mempersiapkan daging paling tidak sehari sebelumnya.

Keuntungan menerapkan cara mencairkan daging ini adalah ciri kualitas daging yang Anda gunakan akan terjaga hingga 1 – 2 hari setelahnya.

2. Menggunakan air dingin

Cara mencairkan daging beku dengan cepat dan higienis dengan air dingin memang tidak memakan waktu lebih lama. Akan tetapi, Anda perlu cermat melakukannya.

Pertama-tama, bungkuslah daging dengan kantong plastik. Pastikan kantong plastik makanan yang Anda gunakan tidak bocor untuk mencegah masuknya bakteri.

Selanjutnya, masukkan plastik ke dalam baskom berisi air dingin. Gantilah air setiap 30 menit sekali hingga tekstur daging yang tadinya keras dan beku kembali seperti semula.

Satu kilogram daging beku mungkin membutuhkan waktu 2 jam sebelum dapat Anda olah.

Selain merendam dengan air, Anda juga dapat mencairkan daging beku menggunakan air mengalir.

Siapkan daging yang terbungkus plastik dengan rapat. Kemudian, alirkan air selama beberapa menit hingga daging tidak lagi beku.

3. Menggunakan oven microwave

Cara cepat mencairkan daging beku lainnya bisa dilakukan dengan microwave. Perlu Anda ketahui, Anda membutuhkan wadah yang aman dan tahan panas saat mencairkan daging beku menggunakan microwave.

Jangan menggunakan wadah styrofoam, karton kemasan, atau bungkus plastik yang bersentuhan langsung dengan daging.

Cara defrost daging adalah dengan memasukkan daging beku ke dalam wadah makanan bersih.

Lalu, tutuplah dengan penutup yang tidak bersentuhan langsung dengan daging. Pastikan tidak ada cairan daging yang keluar dari wadah tersebut.

Setelah itu, nyalakan oven microwave dengan mode “defrosting”. Ikuti setiap tata cara penggunaan oven microwave Anda.

Cara mencairkan daging yang satu ini memang mudah dan cepat, tetapi hanya disarankan untuk daging yang akan segera dimasak.

Perhatikan ini saat mencairkan daging beku

Anda harus segera mengolah seluruh daging beku yang telah Anda cairkan.

Jangan memasukkan kembali sisa daging ke dalam kulkas karena dapat menyebabkan kontaminasi dan meningkatkan risiko keracunan makanan.

Dalam menyimpan makanan beku, ingat juga untuk memastikan suhu freezer di titik -18°C atau lebih rendah.

Jangan menyimpan daging beku dalam freezer yang rusak atau lemari es dengan suhu yang tidak stabil.

Terkadang, bagian tengah daging mungkin terasa beku walaupun bagian lainnya telah mencair.

Nah, jangan membiarkan daging pada suhu ruangan hingga bagian tengahnya tidak lagi membeku. Pasalnya, bakteri bisa saja tumbuh pada permukaan daging.

Jika mencairkan daging beku terasa merepotkan, Anda dapat mengolah bahan pangan ini tanpa menghangatkannya terlebih dulu.

Akan tetapi, Anda tentu memerlukan waktu yang lebih lama hingga daging matang seutuhnya.

Menghangatkan maupun tidak, selalu cermati cara yang Anda gunakan dalam menyimpan hingga mencairkan daging beku.

Dengan begitu, Anda bisa tetap menjalani pola makan sehat dan terhindar dari risiko gangguan kesehatan akibat metode yang keliru.

Rangkuman

  • Cara mencairkan daging beku bisa menggunakan lemari es bagian bawah, merendamnya di dalam air, dan memanaskan dengan microwave.
  • Cara yang tepat berguna untuk cegah kontaminasi bakteri Salmonella.
  • Pastikan daging berada di wadah yang tepat agar bakteri tidak menyebar luas.
health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Verifying...

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Thawing. (2020). Retrieved 27 June 2022, from https://www.eatright.org/homefoodsafety/four-steps/refrigerate/thawing

Roccato, A., Uyttendaele, M., Cibin, V., Barrucci, F., Cappa, V., & Zavagnin, P. Et Al. (2015). Effects of Domestic Storage and Thawing Practices on Salmonella in Poultry-Based Meat

Roccato, A., Uyttendaele, M., Cibin, V., Barrucci, F., Cappa, V., & Zavagnin, P. Et Al. (2015). Effects of Domestic Storage and Thawing Practices on Salmonella in Poultry-Based Meat Preparations. Journal of Food Protection, 78(12), 2117-2125. doi: 10.4315/0362-028x.jfp-15-048

Guidelines for the Environmental Health Investigation of food-borne … (n.d.). Retrieved June 27, 2022, from https://ww2.health.wa.gov.au/~/media/Corp/Documents/Health-for/Environmental-health/Food/PDF/guidelines-for-the-environmental-health-investigation-of-a-food-borne-disease-outbreak.pdf

Salmonella: Symptoms, Diagnosis, Treatment & Prevention. (2022). Retrieved 27 June 2022, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15697-salmonella

Food Safety and Inspection Service. The Color of Meat and Poultry | Food Safety and Inspection Service. (n.d.). Retrieved June 27, 2022, from https://www.fsis.usda.gov/food-safety/safe-food-handling-and-preparation/food-safety-basics/color-meat-and-poultry

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 2 days ago
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro