Makan Buah Sebaiknya Sebelum Atau Setelah Makan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tak dapat dipungkiri, buah-buahan menawarkan segudang manfaat kesehatan bagi tubuh. Rutin makan buah setiap hari bisa membuat Anda jauh dari berbagai penyakit dan gangguan kesehatan, badan lebih bugar, hingga membantu Anda mengendalikan berat badan. Anda tentu tak mau kan melewatkan berbagai khasiat dari alam tersebut? Untuk mendapatkan khasiat yang maksimal dari buah-buahan, kapan sebaiknya kita makan buah? Banyak orang menggunakan buah sebagai pencuci mulut sehingga seringnya konsumsi buah setelah makan. Namun, ada juga yang percaya bahwa buah harusnya dimakan dalam kondisi perut kosong. Apakah aturan tersebut benar-benar penting? Untuk mencari tahu jawabannya, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Mitos seputar larangan makan buah setelah makan

Banyak yang percaya bahwa makan buah setelah makan membuat gizi yang masuk ke dalam tubuh jadi mubazir. Selain itu, makan buah sesudah makan bisa menimbulkan masalah pencernaan. Maka, waktu terbaik untuk makan buah diyakini paling tepat saat perut dalam keadaan kosong, atau sebelum Anda makan besar seperti makan siang dan makan malam. Akan tetapi, Anda tak perlu khawatir karena ini hanya sekadar mitos.

BACA JUGA: Benarkah Tomat Bisa Jadi Penyebab Asam Urat?

Teori yang beredar untuk mendukung mitos ini adalah buah akan lebih cepat diserap dengan bantuan enzim khusus jika dimakan saat perut kosong. Namun, kalau perut Anda sudah terisi dengan makanan, sistem pencernan Anda pun akan jadi sibuk menyerap nutrisi dan zat-zat dari makanan, bukan buah-buahan. Akibatnya, buah-buahan yang Anda konsumsi setelah makan pun jadi tertimbun begitu saja dalam lambung, belum dicerna dan diserap nutrisinya dengan baik. Hal ini berisiko menyebabkan fermentasi buah-buahan di dalam lambung. Akibatnya bisa bermacam-macam, mulai dari perut kembung, bersendawa, sampai sakit perut.

Bolehkah mengonsumsi buah setelah makan?

Buah bisa dimakan kapan saja, baik sebelum maupun setelah makan. Tidak ada aturan tertentu yang sudah terbukti secara ilmiah kapan waktu terbaik menikmati buah-buahan segar. Jika Anda makan buah setelah makan, buah tidak akan tertimbun dan menyebabkan masalah pencernaan. Nutrisi yang didapat dari buah pun tetap akan dicerna oleh tubuh dengan baik.

Dihimpun dari Huffington Post, seorang ahli gizi dan diabetes asal Amerika Serikat Jill Weisenberger mengungkapkan bahwa proses fermentasi buah-buahan tersebut tidak akan terjadi dalam lambung. Pasalnya, fermentasi membutuhkan banyak koloni bakteri. Sementara itu, lambung Anda dipenuhi oleh asam klorida yang akan membunuh berbagai bakteri, bahkan sebelum bakteri tersebut membangun koloni dan menyebabkan fermentasi.

Lagipula, Jill menambahkan bahwa sistem pencernaan manusia sudah dirancang sedemikian rupa agar mampu memproses berbagai jenis makanan sekaligus. Misalnya ketika Anda makan nasi bersama dengan sayur dan lauk-pauk. Kandungan dan sifat setiap makanan tersebut memang berbeda-beda, tapi sistem pencernaan Anda tetap bisa bekerja dengan baik.

BACA JUGA: 3 Penyebab Tubuh Tak Bisa Menyerap Gizi

Pro dan kontra makan buah sebagai pencuci mulut

Yang seharusnya Anda khawatirkan bukanlah kapan waktu terbaik untuk makan buah, tetapi seberapa banyak kombinasi makanan yang harus dicerna tubuh. Meskipun buah adalah salah satu pilihan pencuci mulut yang sehat dan segar, Anda tetap perlu memerhatikan porsinya. Buah-buahan apa pun tetap mengandung kalori dan gula. Maka, sebaiknya Anda mendengarkan baik-baik jika perut Anda sudah merasa kenyang. Itu berarti Anda sudah mendapatkan cukup nutrisi.

Jika memang ingin makan buah, beri jeda terlebih dahulu kira-kira satu sampai dua jam. Ini supaya kadar kalori dan gula yang dikonsumsi tidak melebihi yang dibakar oleh sistem metabolisme menjadi sumber energi. Kelebihan kadar kalori dan gula bisa memicu berbagai gangguan kesehatan seperti diabetes, obesitas, penyakit hati, dan kadar kolesterol naik.

BACA JUGA: Waktu Terbaik dan Terburuk Untuk Makan Buah dan Sayur

Namun, bukan berarti Anda tidak boleh makan buah setelah makan. Makan buah sesudah makan bisa menghindarkan Anda dari pilihan pencuci mulut seperti es krim atau kue. Pencuci mulut selain buah biasanya mengandung lemak jenuh, gula tambahan, dan kalori yang lebih tinggi. Lama-lama Anda juga akan terbiasa untuk rutin makan buah setiap hari. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan manfaat yang maksimal dari berbagai nutrisi dalam buah-buahan.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Saraf Kejepit, Apa Penyebab dan Bagaimana Gejalanya?

Jika dibiarkan terjadi dalam waktu lama, kondisi ini bisa membuat saraf Anda rusak permanen. Apa saja yang menyebabkan saraf kejepit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

Zat aditif ada dalam setiap makanan kemasan. Biasanya sengaja ditambahkan untuk tujuan tertentu. Namun, apakah berbahaya bila dikonsumsi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Fakta Gizi, Nutrisi 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tapi Anda tak perlu panik. Berikut adalah berbagai obat mimisan alami yang ampuh hentikan perdarahan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara merangsang istri

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
telat datang bulan

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mengatasi kesepian

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit