Tips Aman Makan Buah dan Sayuran Segar Bagi Penderita Kanker

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Buah dan sayuran segar mengandung berbagai nutrisi yang baik untuk tubuh. Sayangnya, kebanyakan buah dan sayuran yang Anda beli di pasaran mengandung pestisida. Pestisida adalah zat kimia yang digunakan untuk membunuh hama tanaman. Meski berfungsi dalam mempertahankan tumbuhan dari serangan hama, tapi residu pestisida dalam sayuran dan buah-buahan akan menimbulkan risiko bagi kesehatan.

Apakah pestisida dapat memicu kambuhnya kanker?

buah dan sayuran

Kebanyakan buah-buahan dan sayuran segar yang Anda beli di pasar atau tukang sayur memang mengandung pestisida. Akan tetapi, pestisida ini tidak menimbulkan kambuhnya risiko kanker. Mengonsumsi makanan yang seimbang dan kaya akan sayuran serta buah-buahan sangat baik untuk kesehatan dan dapat menghindari kanker. Manfaat ini jauh lebih besar daripada risiko yang mungkin ditimbulkan oleh pestisida.

Jika khawatir pada risiko pestisida, konsumsi makanan organik akan menghindari kita dari efek buruk zat ini. Makanan organik adalah makanan yang berasal dari tumbuhan atau hewan di mana petani merawatnya dengan mengutamakan sistem ramah lingkungan.

Petani yang menghasilkan produk organik tidak menggunakan metode konvensional dalam merawat tanamannya. Misalnya, petani organik menggunakan pupuk natural untuk tanah dan tumbuhan dan menggunakan sistem pergiliran tanaman (metode yang digunakan untuk merotasi tanaman supaya tanah tidak kehilangan unsur hara akibat terus diisap oleh tanaman).

Makanan berlabel organik dianggap sebagai sumber bahan makanan yang lebih baik untuk dikonsumsi, karena diklaim sebagai bahan makanan yang bebas pestisida, bersih, dan ramah lingkungan karena tidak menggunakan obat atau zat kimiawi sama sekali untuk membantu pertumbuhannya.

Tips membersihkan buah dan sayuran segar agar bebas dari pestisida

cara mencuci buah

Kekhawatiran banyak orang mengenai wabah E. coli dan salmonella di produk makanan segar menyebabkan pasien yang sedang menjalani pengobatan kanker diminta untuk memperhatikan penyajian buah dan sayuran sebelum dikonsumsi. Pasalnya, orang yang sedang menjalani pengobatan kanker kemungkinan memiliki risiko tinggi terkena infeksi virus atau bakteri dari makanan.

Dokter mungkin menyarankan penggunaan sabun cuci piring untuk mencuci makanan dan membilasnya dengan bersih, terutama pada makanan yang bisa dimakan mentah. Mencuci makanan berfungsi sebagai penghilang pestisida.

Secara umum, berikut langkah-langkah menghilangkan pestisida dari buah dan sayuran:

  • Cuci sayuran dan buah-buahan dengan air yang mengalir dari keran. Jangan lupa, bersihkan juga bagian luar makanan jika bagian luar makanan akan dimakan seperti apel, mentimun, atau kentang. Jika tak ada sabun pencuci sayur dan buah, Anda juga bisa menggunakan sabun cuci piring (satu tetes untuk setiap dua galon air). Jika ukuran sabun pencuci piring digunakan dalam jumlah yang sedikit, sabun akan mampu menghilangkan kotoran, pestisida, dan serangga yang ada pada buah dan sayuran. Jangan lupa bilas dengan baik dan buang bagian daun yang paling luar, seperti pada selada dan kubis.
  • Jika produk makanan diberi label “belum dicuci”, cuci terlebih dahulu sebelum disajikan untuk mengurangi risiko penyakit.
  • Letakkan tempat pencuci buah dan sayuran dalam wadah atau kantong yang dialasi tisu. Cara seperti ini dapat memastikan keringnya makanan yang sudah dicuci.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Penyebab Berat Badan Anda Naik Setelah Diet

Jangan keburu girang setelah berat badan kembali ideal. Masih ada kemungkinan berat Anda mendadak naik lagi karena tiga penyebab berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 25 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Mie Instan atau Nasi Putih, Mana yang Lebih Sehat untuk Dikonsumsi?

Keduanya sama-sama karbohidrat, tapi apakah benar nasi lebih baik dari mie? Cari tahu lebih lanjut sebelum menentukan pilihan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Fakta Gizi, Nutrisi 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

BAB Sering Berdarah? Hati-hati, Bisa Jadi Tanda Kanker pada Saluran Cerna

Penyebab BAB berdarah bukan cuma ambeien alias wasir saja. Darah pada feses bisa jadi pertanda adanya kanker pada salah satu organ saluran cerna Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Kanker, Kanker Lambung 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Ragam Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Walaupun digoreng, Anda bisa membuat bakwan yang enak, gurih, dan lebih sehat. Simak beragam resep membuat bakwan yang mudah berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Resep Sehat, Nutrisi 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit


Direkomendasikan untuk Anda

mengenal berbagai jenis beras

Mengenal Jenis Beras, Mana yang Paling Sehat?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
bakteri asam laktat

5 Makanan dan Minuman Sehat yang Mengandung Bakteri Asam Laktat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
manfaat belimbing

9 Manfaat Kesehatan dari Makan Buah Belimbing

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
daging angsa

Belum Banyak Diketahui, Inilah Manfaat Daging Angsa dan Kandungan Gizinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit