home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Apakah Tanaman Hidroponik Lebih Sehat dari Sayur Biasa?

Apakah Tanaman Hidroponik Lebih Sehat dari Sayur Biasa?

Belakangan ini banyak metode penanaman sayuran bermunculan, salah satunya adalah hidroponik. Beberapa orang mengklaim menanam sayur dengan cara hidroponik dapat meningkatkan nutrisinya, sehingga hasilnya lebih sehat daripada tanaman yang ditanam dengan cara biasa. Namun, apakah benar sayuran hidroponik lebih sehat?

Apa itu sayuran hidroponik?

sayuran hidroponik
Sumber: Vertical Roots

Sayuran hidroponik adalah sayuran yang tumbuh dengan bantuan cairan yang mengandung mineral yang diperlukan oleh sayuran untuk tumbuh.

Berbeda dengan sayur lainnya yang membutuhkan tanah untuk tumbuh, sayur hidroponik hanya membutuhkan air bermineral untuk tumbuh. Air yang digunakan untuk menanam sayuran ini pun bisa didaur ulang.

Selain air dan mineral, tanaman hidroponik juga membutuhkan lampu, sistem filtrasi untuk air dan udara, serta alat kontrol iklim.

Semua hal ini diperlukan untuk menunjang pertumbuhan tanaman hidroponik. Biasanya, sayuran hidroponik ditanam dalam rumah kaca maupun di luar ruangan.

Apa kelebihan dan kekurangan sayuran hidroponik?

Karena tanaman hidroponik sangat dijaga cara dan tempat penanamannya, serta tidak membutuhkan tanah, maka sayuran hidroponik tidak perlu penggunaan pestisida untuk melindunginya dari serangan hama serangga. Jadi, kebanyakan produk tanaman hidroponik juga termasuk organik.

Selain itu, berikut keuntungan yang bisa didapat dari menanam sayuran secara hidroponik.

  • Hanya memerlukan lebih sedikit air dibandingkan cara konvensional
  • Nutrisi, kelembapan (pH), dan lingkungan sebagai tempat tumbuhnya bisa dikendalikan
  • Sayuran tumbuh lebih cepat karena oksigen (dari air) lebih banyak tersedia di daerah akar
  • Hasil panen lebih banyak
  • Bisa ditanam di mana saja, tidak memerlukan lahan yang luas untuk menanamnya
  • Tidak memerlukan budidaya atau penyiangan
  • Tidak perlu rotasi tanaman
  • Beberapa tanaman, seperti selada dan stroberi, dapat dikondisikan dengan baik hingga mencapai ketinggian yang lebih baik untuk penanaman, budidaya, dan panen

Sayangnya, di balik semua kelebihan itu, tentu tanaman hidroponik juga memiliki beberapa kekurangan.

Walaupun tanaman hidroponik memiliki risiko lebih kecil untuk terkena hama, tetapi tidak menutup kemungkinan tanaman hidroponik bisa mengalami sedikit masalah hama.

Beberapa jamur, misalnya Verticillium atau Fusarium yang bisa menyebabkan penyakit seperti konjungtivitis, dapat menyebar dengan cepat melalui penanaman sistem hidroponik.

Anda memerlukan keterampilan dan pengetahuan yang lebih agar bisa menanam tanaman hidroponik dengan baik. Sebab, tanaman hidroponik membutuhkan suhu, kelembapan, dan jumlah cahaya yang harus dikontrol setiap waktu.

Tak hanya itu, Anda juga membutuhkan biaya operasional yang tinggi. Biaya ini akan digunakan untuk membeli cahaya serta peralatan lain yang sekiranya mendukung pertumbuhan tanaman hidroponik.

Apakah sayuran ini lebih sehat?

makan sayuran

Sebenarnya, sayuran hidroponik belum terbukti secara pasti bila memang lebih menyehatkan daripada sayuran yang ditanam dengan metode lain.

Terdapat beberapa penelitian yang memperlihatkan bahwa sayuran jenis ini memiliki nutrisi yang lebih tinggi. Ada juga berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa nutrisi pada tanaman hidroponik dengan tanaman konvensional setara.

Sedangkan, di sisi lain, ada penelitian yang menunjukkan bahwa tanaman hidroponik juga bisa saja memiliki nutrisi yang lebih sedikit.

Salah satunya adalah penelitian yang terbit dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry. Pada penelitian ini, sayuran hidroponik memperlihatkan kadar karotenoid yang lebih rendah.

Perlu diingat bahwa nutrisi dan fitokimia dalam sayuran yang ditanam secara hidroponik memiliki kandungan yang bervariasi tergantung dari berbagai faktor, seperti varietas tanaman, musim, kapan sayuran tersebut dipanen.

Penanganan dan penyimpanan sayuran setelah dipanen turut mempengaruhi nutrisinya. Penyimpanan yang buruk dapat menurunkan nutrisi yang terkandung dalam sayuran.

Terlepas dari cara penanamannya, selama tanaman memiliki nutrisi (khususnya mineral dalam air) yang memadai untuk pertumbuhannya, juga mendapatkan cahaya dan udara yang cukup, maka ia dapat tumbuh dengan kandungan nutrisi yang baik.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Hydroponic Vegetables: Who Needs Soil? (2012). Berkeley Wellness University of California. Retrieved 12 April 2021, from http://www.berkeleywellness.com/healthy-eating/food/article/hydroponic-vegetables-who-needs-soil

Hydroponics. (2017). Oklahoma State University. Retrieved 12 April 2021, from https://extension.okstate.edu/fact-sheets/hydroponics.html

Kimura, M. and Rodriguez-Amaya, D., 2003. Carotenoid Composition of Hydroponic Leafy Vegetables. Journal of Agricultural and Food Chemistry, 51(9), pp.2603-2607. Retrieved 12 April 2021.

Nutritional Benefits of Organic. (2014). The Organic Center. Retrieved 12 April 2021, from https://www.organic-center.org/nutritional-benefits-organic

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Arinda Veratamala
Tanggal diperbarui 06/02/2017
x