7 Makanan yang Wajib Dihindari Pasien Kanker

    7 Makanan yang Wajib Dihindari Pasien Kanker

    Bagi pengidap kanker, Anda mungkin memiliki pantangan makanan yang harus dihindari untuk mencegah kondisi kesehatan makin memburuk.

    Apa pun alasannya, makanan yang dikonsumsi pasien kanker ternyata memang berpengaruh terhadap proses kesembuhan. Simak informasi berikut untuk mengetahui jenis makanan yang harus dihindari penderita kanker.

    Apa saja pantangan makanan penderita kanker?

    Pantangan makanan bagi setiap penderita kanker mungkin berbeda. Ini akan disesuaikan dengan status dan kebutuhan gizi pasien kanker serta kondisi kesehatannya secara keseluruhan.

    Namun, secara umum berikut berbagai pantangan yang perlu Anda hindari.

    1. Alkohol

    penyebab bau mulut orang minum alkohol

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa alkohol meningkatkan risiko terhadap beberapa jenis kanker, seperti kanker mulut, tenggorokan, laring (kotak suara), esofagus, hati, dan payudara.

    Seseorang dengan kanker harus menghindari minuman beralkohol karena minuman ini meningkatkan risiko terhadap munculnya kanker baru.

    Ketika bercampur dengan darah, alkohol akan diuraikan menjadi asetaldehid yang bersifat karsinogen (meningkatkan risiko pembentukan kanker).

    Karsinogen yang tidak bisa diproses oleh hati akan menyebabkan mutasi gen dan perubahan struktur DNA.

    Akibatnya, sel-sel pun tumbuh secara tidak terkendali hingga membentuk kanker pada payudara, hati, paru-paru, mulut, maupun bagian tubuh lainnya.

    2. Makanan tinggi lemak jenuh

    Makanan berikutnya yang harus dihindari pasien kanker adalah makanan tinggi lemak jenuh.

    Menurut American Cancer Society, makanan tinggi lemak jenuh bisa meningkatkan risiko kanker kambuh kembali atau bertambah parah.

    Makanan seperti olahan daging panggang atau asap, olahan susu, kue, makanan cepat saji, jeroan, makanan kemasan, dan kuning telur merupakan contoh sumber lemak yang harus dihindari.

    3. Sayuran mentah

    Sayuran mentah memang mengandung serat, vitamin, dan mineral sehingga banyak pasien kanker berpikir mengonsumsinya akan meningkatkan kesehatan.

    Faktanya, Anda tetap harus mengolah sayuran untuk memastikan keamanannya, terutama jika sedang menjalani kemoterapi.

    Kemoterapi dapat mengurangi jumlah sel darah putih seseorang dan menurunkan sistem kekebalan tubuh.

    Sementara itu, sayuran mentah seperti mentimun dan seledri kemungkinan terkontaminasi bakteri lebih banyak dibandingkan sayuran yang telah dimasak.

    Ini mungkin bukan masalah bagi seseorang yang tidak mengidap kanker. Namun, bagi pasien kanker dengan sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah, hal ini justru berbahaya.

    Begitu pun jika Anda ingin makan gado-gado, salad, dan makanan serupa, pastikan sayurannya sudah dimasak sampai matang.

    Pastikan Anda juga mencuci bersih sayur lalapan seperti selada, timun, dan daun kemangi sebelum disantap.

    4. Makanan yang diawetkan dan diasinkan

    Pantangan makanan lainnya bagi pasien kanker adalah ikan asin, apalagi yang diolah dari bahan tidak segar dan diawetkan cukup lama.

    Ikan asin mengandung sejumlah bahan alergen yang dapat mengundang reaksi kekebalan tubuh. Kondisi ini bisa mengakibatkan demam, gatal-gatal, dan pembengkakan.

    Bagi pasien kanker, makanan asin hasil pengawetan juga bisa mengakibatkan rasa berdenyut dan nyeri pada bagian tubuh yang terkena kanker.

    Ikan asin juga menyebabkan gangguan permeabilitas (penyerapan air) pada jaringan tubuh sehingga permukaan luka akan tampak basah atau berdarah.

    Kondisi ini bisa bertambah parah jika proses pengawetan ikan menggunakan formalin, bukan pengawet makanan.

    Formalin bersifat hepatotoksik atau racun bagi hati. Zat ini dapat mengganggu sistem kerja sel dan jaringan yang akhirnya menyebabkan kanker.

    5. Daging merah dan olahan

    daging bakar

    Daging merah yang dimaksud di sini adalah daging mentah dari mamalia seperti sapi, babi, kambing, domba, atau kuda.

    Sementara itu, daging olahan merupakan jenis daging yang sudah melalui pengawetan, pengasinan, fermentasi, atau proses lain untuk meningkatkan rasa. Contoh daging olahan yaitu nugget, sosis, ham.

    Pada 2015, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengkategorikan daging olahan ke dalam Group 1, yakni kelompok makanan yang telah terbukti bersifat karsinogenik pada manusia.

    Sementara itu, daging merah termasuk ke dalam Group 2A, yakni kelompok yang dapat meningkatkan risiko pembentukan kanker kolorektal. Namun, hal ini masih perlu pembuktian lebih kuat.

    Daging merah memang menyumbangkan protein yang besar bagi tubuh. Sebagai pengganti protein hewani, Anda dapat mengonsumsi daging ikan atau unggas.

    6. Minuman manis

    Konsumsi minuman tinggi gula seperti soda atau jus buah olahan juga menjadi pantangan bagi pengidap kanker.

    Meski tidak memberi efek secara langsung, jenis minuman ini bisa meningkatkan risiko obesitas sebagai salah satu faktor risiko kanker.

    Bahkan, minuman manis terbukti meningkatkan risiko seseorang terkena kanker payudara dan prostat.

    Bukan hanya minuman dengan pemanis buatan, minuman dengan gula pun perlu dibatasi. Sebagai gantinya, minumlah lebih banyak air putih.

    Jika ingin minum teh atau kopi, hindari penambahan gula yang berlebihan. Pada akhirnya, teh atau kopi tanpa gula lebih baik bagi kesehatan.

    7. Karbohidrat olahan

    Makanan yang telah melewati rangkaian proses pengolahan sehingga kehilangan kandungan serat, vitamin, dan mineralnya disebut karbohidrat olahan.

    Karbohidrat olahan seperti roti, kue kering, dan pasta akan dicerna lebih cepat oleh tubuh sehingga membuat Anda cepat lapar. Hal ini juga akan menyebabkan lonjakan gula darah usai makan.

    Jika dibiarkan terus-menerus, konsumsi karbohidrat olahan dapat menyebabkan obesitas hingga diabetes tipe 2. Pada pengidap kanker, kedua gangguan kesehatan tersebut tentu dapat memperburuk kesehatan.

    Pantangan makanan bagi penderita kanker

    • Alkohol
    • Makanan tinggi lemak
    • Sayuran mentah
    • Makanan yang diawetkan
    • Daging merah atau olahan
    • Minuman manis
    • Karbohidrat olahan

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Nutrition and physical activity during and after cancer treatment: Answers to common questions. (2022). American Cancer Society | Information and Resources about for Cancer: Breast, Colon, Lung, Prostate, Skin. Retrieved 17 October 2022 from https://www.cancer.org/treatment/survivorship-during-and-after-treatment/staying-active/nutrition/nutrition-and-physical-activity-during-and-after-cancer-treatment.html

    Chinese-style salted fish – Personal habits and indoor combustions – NCBI bookshelf. (2012). National Center for Biotechnology Information. Retrieved 17 October 2022 from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK304384/

    American Cancer Society guideline for diet and physical activity. (2020). American Cancer Society | Information and Resources about for Cancer: Breast, Colon, Lung, Prostate, Skin. Retrieved 17 October 2022 from https://www.cancer.org/healthy/eat-healthy-get-active/acs-guidelines-nutrition-physical-activity-cancer-prevention/guidelines.html

    Melinda. (2018). Cancer prevention diet. HelpGuide.org. Retrieved 17 October 2022 from https://www.helpguide.org/articles/diets/cancer-prevention-diet.htm

    Cancer: Carcinogenicity of the consumption of red meat and processed meat. (2015). WHO | World Health Organization. Retrieved 17 October 2022 from https://www.who.int/news-room/questions-and-answers/item/cancer-carcinogenicity-of-the-consumption-of-red-meat-and-processed-meat

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri Diperbarui Oct 30
    Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa