4 Jenis Makanan yang Wajib Dihindari Pasien Kanker

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Ada berbagai pendapat mengenai apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dikonsumsi oleh pasien kanker. Kebanyakan setuju bahwa pasien kanker memiliki beberapa pantangan makanan yang memang harus dihindari. Namun, beberapa tidak setuju dan membolehkan pasien kanker untuk mengonsumsi apapun yang diinginkan agar tidak merasa terbatasi. Apapun alasannya, makanan yang dikonsumsi pasien kanker ternyata memang berpengaruh sangat besar terhadap proses kesembuhan. Berikut beberapa makanan pasien kanker yang harus dihindari.

Apa saja makanan pasien kanker yang wajib dihindari?

1. Alkohol

Jika Anda adalah pasien kanker, mulai saat ini usahakan untuk menghindari alkohol. Beberapa penelitian telah menemukan bahwa alkohol meningkatkan risiko terhadap beberapa penyakit kanker seperti kanker mulut, tenggorokan, laring (kotak suara), esofagus, hati, dan payudara.

Seseorang yang telah didiagnosis kanker harus menghindari minuman beralkohol karena minuman ini meningkatkan risiko terhadap munculnya kanker baru. Alkohol diketahui meningkatkan kadar estrogen dalam darah, ketika alkohol bercampur dengan darah, alkohol diurai menjadi asetaldehid oleh hati yang bersifat karsinogen.

Karsinogen ini jika tidak dihilangkan oleh hati menyebabkan mutasi gen dan perubahan struktur DNA. Kondisi ini menyebabkan produksi sel penyebab kanker yang berkembang tak terkendali dan menyebabkan kanker payudara, kanker hati, kanker paru-paru, dan kanker mulut. Efek alkohol bahkan lebih buruk pada wanita yang kelebihan berat badan atau obesitas.

2. Makanan yang tinggi lemak

Makanan pasien kanker yang harus dihindari berikutnya adalah makanan yang mengandung tinggi lemak. Menurut American Cancer Society, makanan yang tinggi lemak seperti lemak jenuh bisa meningkatkan risiko kanker kambuh kembali atau bertambah parah.

Namun, jangan khawatir. Tidak semua lemak terbukti meningkatkan risiko kanker, yang harus Anda hindari adalah lemak jenuh yang ada pada makanan seperti daging sapi, olahan daging panggang atau daging asap, paha ayam, krim susu, keju, susu, mentega, kentang goreng, ayam goreng, kue, biskuit, makanan cepat saji, jeroan, makanan kemasan, dan kuning telur.

3. Sayuran mentah

Sayuran mentah memang mengandung serat, vitamin, dan mineral, banyak pasien kanker yang berpikir bahwa mengonsumsi sayuran mentah bisa membantu mereka merasa lebih baik. Pada kenyataanya, Anda tetap harus memasak sayuran yang akan Anda makan untuk memastikan keamanannya terutama jika Anda sedang menjalani kemoterapi.

Menurut Dr. Jennifer Sabol dari laman situs Breast Cancer, kemoterapi mengurangi jumlah sel darah putih seseorang dan menurunkan sistem kekebalan tubuh. Sayuran mentah seperti mentimun dan seledri memiliki kemungkinan lebih besar terkontaminasi bakteri dibandingkan sayuran yang telah dimasak.

Hal ini mungkin tidak menjadi masalah untuk seseorang yang tidak memiliki kanker, namun bagi pasien kanker yang memiliki sistem kekebalan tubuh lebih rendah, hal ini justru berbahaya. Sayuran mentah adalah makanan pasien kanker yang harus wajib dihindari. Anda bisa memasaknya dan menghidangkan sayuran-sayuran mentah ini menjadi santapan yang lezat.

Namun, bila Anda mau makan gado-gado, ketoprak, salad, atau urap, pastikan sayurannya sudah dimasak sampai matang, ya. Pastikan Anda juga mencuci bersih sayur lalapan seperti selada, timun, dan daun kemangi sebelum disantap.

4. Makanan yang diawetkan dan yang dibakar

Makanan yang diawetkan mengandung senyawa kimia yang dapat berubah menjadi karsinogenik begitu juga dengan makanan yang dibakar. Makanan yang dibakar terutama di bagian yang gosong atau hangus mengandung zat karsinogen, senyawa yang bisa menyebabkan kanker.

Anda juga tidak disarankan mengonsumsi ikan asin. Ikan asin yang diolah dari bahan tidak segar dan sudah diawetkan cukup lama mengalami penguraian sehingga menjadi bahan alergen yang ‘mengundang’ reaksi imunitas tubuh. Akibatnya, tubuh akan merasakan demam, gatal-gatal, dan bengkak.

Sementara itu, bagi pasien kanker akan timbul reaksi berdenyut-denyut dan timbul rasa nyeri di bagian tubuh yang terkena kanker. Ikan asin juga menyebabkan gangguan permeabilitas (penyerapan air) jaringan tubuh, permukaan luka akan tampak basah, dan kadang-kadang terjadi perdarahan.

Yang lebih memprihatinkan, beberapa produsen pengolah ikan sering menambahkan formalin, bukan pengawet makanan. Formalin ini bersifat hepatotoksik atau racun bagi organ hati, sehingga semakin lama mengganggu sistem kerja sel dan jaringan yang akhirnya memicu kanker.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bisakah Wanita Orgasme Hanya dengan Merangsang Payudara?

Sudah tahu caranya bikin wanita orgasme dengan stimulasi klitoris? Apakah orgasme pada wanita juga bisa dipicu dengan merangsang payudara?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Seksual, Tips Seks 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Daftar Makanan Penambah Darah untuk Orang Anemia (Plus Pantangannya)

Anemia umumnya bisa diatasi dengan mudah. Anda bisa mengonsumsi makanan penambah darah ataupun menjauhi pantangan untuk anemia. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Anemia, Penyakit Kelainan Darah 22 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Usia Berapa Gigi Lansia Akan Mulai Ompong?

Orang tua lebih rentan mengalami gigi ompong. Lantas, pada usia berapa gigi lansia akan mulai ompong dan bagaimana cara mencegah kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Perawatan Oral, Gigi dan Mulut 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

4 Hal yang Perlu Anda Perhatikan Jika Ingin Kembali Bekerja Setelah Stroke

Serangan stroke banyak dialami oleh orang-orang usia produktif. Simak tips berikut jika Anda ingin kembali bekerja setelah stroke.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Stroke, Kesehatan Otak dan Saraf 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit


Direkomendasikan untuk Anda

penyebab mata berair

9 Penyebab Mata Anda Terus Berair dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit
ventilasi

Pentingnya Ventilasi Udara yang Baik di Dalam Rumah untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
manfaat crystal x mengencangkan vagina

Crystal X, Tongkat Ajaib Pengencang Vagina yang Justru Bahayakan Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
ingatan fotografis

Benarkah Ada Orang yang Punya Ingatan Fotografis?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit