home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Penyebab Double Chin (Dagu Berlipat) yang Mengganggu Penampilan

Penyebab Double Chin (Dagu Berlipat) yang Mengganggu Penampilan

Salah satu hal yang kerap kali membuat seseorang tidak percaya diri adalah double chin atau dagu berlipat. Banyak orang yang mencari cara agar lipatan dagu tidak terlihat. Sebenarnya, apa itu double chin dan apa saja penyebabnya?

Penyebab double chin

penyebab dan bahaya lemak dagu
the result of poor lifestyle and diet

Double chin adalah kondisi dagu berlipat yang menunjukkan adanya tumpukan lemak berlebihan pada area tersebut. Area yang disebut lapisan lemak subkutan ini terletak pada leher yang ditutupi oleh kulit yang bisa mengendur dan meregang.

Kemampuan elastisitas dari kulit di bawah dagu ini terkadang membuat pemiliknya seolah-olah memiliki dagu kedua atau ketiga. Anda mungkin sering menjumpai kondisi ini pada pasien obesitas atau mereka yang mengalami kelebihan berat badan.

Selain berat badan, ada berbagai penyebab double chin lainnya yang perlu Anda ketahui. Berikut ini beberapa kondisi yang bisa membuat dagu Anda terlipat dan tampak gemuk.

1. Usia

Tidak hanya berat badan, usia ternyata bisa menjadi penyebab double chin. Pasalnya, usia dapat memengaruhi setiap sudut dan celah tubuh.

Begini, ketika Anda masih muda, lemak pada wajah mungkin tersebar merata. Seiring dengan bertambahnya usia, lemak tersebut akan kehilangan volume, menggumpal, dan bergeser ke bawah.

Alhasil, kulit yang tadinya tampak mengencang perlahan mulai mengendur ke bawah dan hal ini tentu berlaku pada kulit di dagu. Selain itu, sebagian besar bagian bawah menjadi gemuk, sehingga kulit menjadi longgar di sekitar dagu dan leher.

Tingkat elastisitas yang kurang ini menjadi penyebab mengapa para lansia memiliki dagu berlipat atau double chin.

2. Makan makanan asin

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, penyebab double chin yang paling umum adalah kenaikan berat badan. Kenaikan berat badan ini dapat dipengaruhi oleh pola makan yang mungkin membuat wajah terlihat lebih besar dan dagu berlipat.

Salah satu jenis makanan yang bisa menyebabkan kondisi ini adalah makanan yang mengandung banyak sodium atau garam, seperti junk food.

Konsumsi makanan asin terlalu banyak berpotensi membuat tubuh menahan air lebih lama untuk mengencerkannya. Akibatnya, wajah terlihat bengkak dan dagu Anda mungkin tampak berlipat.

3. Konsumsi gula berlebihan

Selain makanan asin, Anda juga perlu mengurangi makanan atau minuman manis karena bisa membuat dagu berlipat. Konsumsi gula yang berlebihan dapat memengaruhi kepadatan energi makanan secara keseluruhan.

Sementara itu, kandungan kalori dalam minuman manis juga memiliki nilai gizi yang sedikit. Bahkan, jenis makanan manis ini juga tidak memberikan perasaan kenyang yang diberikan oleh makanan padat.

Akibatnya, asupan kalori harian Anda akan meningkat dan bisa berujung pada kenaikan berat badan. Bila dibiarkan, Anda mungkin berisiko mengalami obesitas yang bisa ditandai dengan dagu berlipat.

4. Kecanduan makan

mengatasi kecanduan makanan

Rasa ingin makan terus menerus adalah kondisi yang berpotensi berkembang menjadi kecanduan makanan. Orang yang sudah terlanjur ketagihan dengan makanan, seperti gula dan junk food, akan semakin susah mengendalikan diri dari perasaan tersebut.

Penelitian yang dimuat dalam Neuroscience and biobehavioral reviews menunjukkan bagaimana gula dapat meningkatkan hormon dopamin pada otak. Hormon ini mirip dengan hormon yang dilepaskan ketika seseorang ketagihan alkohol atau narkoba.

Itu sebabnya, konsumsi makanan manis yang berlebihan dapat memberikan efek kecanduan. Hal ini membuat penderitanya pun sulit melepas kebiasaan tersebut.

Bila tubuh terus menerima makanan pemicu obesitas, kecanduan makanan bisa berujung pada dagu berlipat.

5. Penggunaan obat antidepresan

Ada sejumlah jenis penyakit dan pengobatannya yang ternyata memiliki kaitan dengan gejala obesitas berupa double chin. Salah satu faktor risiko obesitas ini adalah obat antidepresan yang biasanya diresepkan dokter oleh orang yang mengalami depresi.

Faktanya, hampir semua obat antidepresan memiliki efek samping berupa kenaikan berat badan. Meski begitu, efek samping ini tidak dialami oleh semua penggunanya dan terjadi secara tidak langsung.

Banyak faktor yang dapat memicu kenaikan berat badan selama terapi antidepresan, meliputi:

  • makan berlebihan atau jarang berolahraga akibat depresi,
  • peningkatan nafsu makan yang berhubungan dengan suasana hati, dan
  • kenaikan berat badan akibat faktor usia.

Ketiga faktor tersebut berpotensi menyebabkan penumpukan lemak di beberapa bagian tubuh, termasuk dagu.

6. Hormon leptin tidak bekerja

Umumnya, hormon pada penyandang obesitas sering kali memengaruhi kesehatan mereka secara keseluruhan. Pasalnya, lemak tubuh yang berlebihan dapat menyebabkan masalah hormonal dan salah satunya adalah hormon leptin.

Leptin adalah hormon yang dilepaskan dari sel lemak yang terletak di jaringan adiposa yang mengirimkan sinyal ke hipotalamus pada otak. Hormon ini bertugas mengatur dan mengubah asupan makanan, serta pengeluaran energi.

Pada saat tubuh bekerja dengan baik, sel lemak berlebih akan memproduksi leptin, sehingga hipotalamus dapat menurunkan nafsu makan. Sayangnya, hal ini tidak berlaku pada penyandang obesitas karena memiliki terlalu banyak leptin dalam darah.

Akibatnya, tingkat kepekaan terhadap hormon pun berkurang (resistensi leptin) dan membuat orang tersebut terus makan. Hal ini yang sering dialami oleh penyandang obesitas sehingga bisa menjadi penyebab double chin.

7. Faktor genetik

penyebab mati muda

Hubungan antara faktor genetik dan double chin sebenarnya tidak jauh dari penyebab obesitas. Jadi, anak dengan orangtua yang mengalami kegemukan lebih mungkin menderita obesitas dan memiliki dagu berlipat.

Selain itu, genetik juga memengaruhi elastisitas kulit. Artinya, bentuk dagu yang dimiliki oleh orangtua sangat mungkin diturunkan ke Anda, sehingga double chin pun bisa terbentuk dari faktor keturunan ini.

Bagaimana cara mengatasi dagu berlipat?

Double chin atau dagu berlipat terkadang menurunkan kepercayaan diri pada sebagian orang. Oleh sebab itu, banyak dari mereka yang berusaha mencari cara untuk mengatasi double chin ini, mulai dari berolahraga hingga pola makan yang lebih sehat.

Berolahraga

mengatasi sakit leher

Salah satu cara yang paling jitu menghilangkan lemak pada dagu yang berlipat adalah berolahraga. Penelitian tentang jenis olahraga ini masih terbilang sedikit, tetapi setidaknya dapat membantu membakar lemak di area tersebut.

Dengan begitu, lipatan lemak pada dagu mungkin bisa hilang. Berikut ini sederet latihan yang bisa Anda manfaatkan untuk mengatasi dagu berlipat.

Pemanasan leher

Sama seperti olahraga lainnya, Anda harus melakukan pemanasan terlebih dahulu untuk menghindari cedera. Usahakan untuk mengawali latihan ini dengan gerakan-gerakan tertentu, yaitu:

  • putar kepala perlahan ke depan dan ke bawah
  • lakukan gerakan memutar searah jarum jam
  • balikkan arah gerakan
  • rentangkan rahang ke kiri lalu ke depan,
  • kemudian rentangkan ke kanan dan ke belakang
  • tahan setiap posisi selama satu atau dua detik

Bersiul

Bersiul, terutama menghadap ke langit-langit, ternyata baik untuk memperkuat otot. Bahkan, gerakan ini juga memberikan waktu istirahat untuk leher, terutama ketika seharian bekerja.

Ada pun sejumlah gerakan yang bisa diikuti saat bersiul menghadap langit-langit, yakni:

  • duduk dengan punggung tegak dan bahu rileks,
  • miringkan kepala ke belakang sampai menatap langit-langit,
  • tutup bibir hingga menyerupai kerucut atau biasa digunakan saat bersiul,
  • buat bibir tetap rileks untuk merasakan kontraksi pada kedua sisi leher,
  • tahan posisi selama 10-20 detik, dan
  • ulang sebanyak 10 sekali.

Pola makan sehat

Bila penyebab double chin yang dialami adalah kegemukan, Anda bisa memulai merencanakan pola makan sehat. Pola makan sehat ini bertujuan menurunkan berat badan agar lemak dagu berkurang.

Sejumlah tips memulai kebiasaan makan yang sehat yang diiringi dengan rutin olahraga meliputi:

  • lebih banyak makan sayur dan buah,
  • ganti biji-bijian olahan dengan biji-bijian utuh,
  • hindari makanan olahan,
  • konsumsi protein tanpa lemak, seperti ikan,
  • makan lemak sehat, seperti minyak zaitun dan kacang-kacangan,
  • hindari gorengan,
  • gunakan produk susu rendah lemak,
  • batasi asupan gula, dan
  • kontrol porsi makan.

Pada dasarnya ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi double chin. Namun, Anda perlu mengenali dahulu apa penyebabnya agar bisa mengetahui cara yang tepat guna mengurangi lemak pada dagu ini.

Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan jawaban yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Hall-Flavin, D.K. (2018). Antidepressants and weight gain: What causes it?. Mayo Clinic. Retrieved 23 February 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/depression/expert-answers/antidepressants-and-weight-gain/faq-20058127 

Reducing consumption of sugar-sweetened beverages to reduce the risk of childhood overweight and obesity. (2019). World Health Organization. Retrieved 23 February 2021, from https://www.who.int/elena/titles/ssbs_childhood_obesity/en/ 

Makrantonaki, E., Bekou, V., & Zouboulis, C. C. (2012). Genetics and skin aging. Dermato-endocrinology, 4(3), 280–284. https://doi.org/10.4161/derm.22372. Retrieved 23 February 2021. 

Why your face ages and what you can do. (2021). Harvard Health. Retrieved 23 February 2021, from https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/why-your-face-ages-and-what-you-can-do 

Johns Hopkins: Higher Salt Intake Can Cause Gastrointestinal Bloating. (2019). Association of Schools and Programs of Public Health. Retrieved 23 February 2021, from https://www.aspph.org/johns-hopkins-higher-salt-intake-can-cause-gastrointestinal-bloating/ 

What is Leptin?. (n.d). Endocrine Society. Retrieved 23 February 2021, from https://www.hormone.org/your-health-and-hormones/glands-and-hormones-a-to-z/hormones/leptin 

Johnson, J. (2020). How to get rid of a double chin?. Retrieved 23 February 2021, from https://www.medicalnewstoday.com/articles/318131

Avena, N. M., Rada, P., & Hoebel, B. G. (2008). Evidence for sugar addiction: behavioral and neurochemical effects of intermittent, excessive sugar intake. Neuroscience and biobehavioral reviews, 32(1), 20–39. https://doi.org/10.1016/j.neubiorev.2007.04.019. Retrieved 23 February 2021.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Shylma Na'imah
Tanggal diperbarui 15/01/2021
x