Obesitas visceral terjadi ketika lemak menumpuk di sekitar organ dalam perut. Kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, penyakit hati berlemak, dan gangguan metabolisme. Lemak visceral dapat dikurangi dengan pola makan sehat, olahraga rutin, tidur cukup, dan pengelolaan stres.
Apa itu obesitas visceral?
Obesitas visceral adalah kondisi ketika tubuh menyimpan lemak berlebih di rongga perut yang mengelilingi organ vital. Lemak ini sering disebut juga sebagai lemak perut atau visceral fat.
Lemak visceral berbeda dengan lemak subkutan, yaitu lemak yang berada tepat di bawah kulit dan bisa terasa saat dicubit. Lemak visceral tidak selalu terlihat jelas dari luar, tetapi memiliki dampak kesehatan yang lebih serius.
Penumpukan lemak visceral dapat memicu peradangan kronis dan gangguan metabolisme. Inilah yang membuat kondisi ini sering dikaitkan dengan berbagai penyakit metabolik.
Obesitas visceral tidak selalu mudah dikenali. Namun, jika seseorang mengalami jenis obesitas ini, berikut beberapa tanda yang dapat menjadi indikator.
- Lingkar pinggang meningkat (lebih dari 90 cm pada pria dan 80 cm pada wanita).
- Perut terlihat menonjol atau buncit.
- Berat badan meningkat terutama di area perut.
- Mudah lelah dan memiliki metabolisme yang tidak optimal.
Penyebab obesitas visceral
Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko obesitas visceral, di antaranya sebagai berikut.
1. Pola makan tinggi kalori
Konsumsi makanan cepat saji, minuman manis, makanan olahan, dan camilan tinggi gula dapat menyebabkan kelebihan kalori yang kemudian disimpan sebagai lemak.
2. Kurang aktivitas fisik
Saat tubuh jarang bergerak, kalori yang masuk tidak terbakar secara optimal. Akibatnya, kelebihan energi dapat disimpan sebagai lemak, termasuk di area perut.
3. Stres kronis
Stres berkepanjangan dapat memengaruhi hormon yang berperan dalam penyimpanan lemak, terutama di area perut.
4. Kurang tidur
Tidur yang tidak cukup dapat mengganggu keseimbangan hormon lapar dan metabolisme tubuh.
5. Faktor genetik
Sebagian orang dapat memiliki kecenderungan menumpuk lemak di area perut karena faktor keturunan.

Obesitas visceral berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan serius, di antaranya sebagai berikut.
Lemak perut berbahaya karena dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan tekanan darah. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Selain itu, lemak visceral juga dapat memicu peradangan dalam tubuh yang berperan dalam terbentuknya plak pada pembuluh darah (aterosklerosis).
Penumpukan plak ini dapat menyempitkan pembuluh darah dan mengganggu aliran darah ke jantung maupun otak.
Penumpukan lemak visceral dapat menyebabkan resistensi insulin. Akibatnya, kadar gula darah menjadi sulit dikendalikan dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2.
Kondisi ini terjadi karena lemak visceral dapat mengganggu cara kerja hormon insulin dalam membantu sel tubuh menyerap glukosa dari darah.
Jika berlangsung dalam jangka panjang, kadar gula darah yang terus tinggi dapat merusak pembuluh darah dan organ tubuh lainnya.
3. Penyakit hati berlemak
Lemak visceral juga dapat menumpuk di hati dan menyebabkan penyakit hati berlemak non-alkohol (Non Alcoholic Fatty Liver Disease / NAFLD).
Kondisi ini terjadi ketika terlalu banyak lemak tersimpan di sel-sel hati meskipun seseorang tidak mengonsumsi alkohol secara berlebihan.
Jika tidak ditangani, NAFLD dapat menyebabkan peradangan pada hati dan berkembang menjadi kerusakan hati yang lebih serius, seperti fibrosis atau sirosis.
Obesitas visceral sering dikaitkan dengan sindrom metabolik, yaitu kumpulan kondisi seperti tekanan darah tinggi, kadar gula darah tinggi, dan kadar kolesterol yang tidak normal.
Kombinasi kondisi ini dapat mengganggu fungsi metabolisme tubuh dan meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis, seperti penyakit jantung dan diabetes tipe 2.
Oleh karena itu, keberadaan lemak visceral dalam jumlah berlebih sering dianggap sebagai salah satu indikator penting dari sindrom metabolik.
Cara mengatasi obesitas visceral
Meskipun berbahaya, lemak visceral sebenarnya dapat dikurangi dengan perubahan gaya hidup yang tepat.
Dikutip dari Cleveland Clinic, berikut beberapa cara mengatasi obesitas visceral yang bisa dilakukan.
- Mengatur pola makan. Konsumsi makanan sehat seperti sayur buah, protein tanpa lemak, biji-bijian utuh, lemak sehat dari kacang-kacangan dan ikan. Batasi juga makanan olahan, gula tambahan, dan minuman manis.
- Rutin berolahraga. Olahraga aerobik seperti berjalan cepat, bersepeda, atau berenang terbukti efektif membantu mengurangi lemak visceral. Idealnya, lakukan aktivitas fisik minimal 150 menit per minggu.
- Tidur cukup. Usahakan tidur selama 7 – 9 jam setiap malam untuk menjaga keseimbangan hormon dan metabolisme tubuh.
- Mengelola stres. Teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau latihan pernapasan dapat membantu menurunkan kadar hormon stres yang memicu penumpukan lemak.
- Menjaga berat badan ideal. Mempertahankan berat badan yang sehat dapat membantu mencegah penumpukan lemak visceral.
Obesitas visceral sering kali tidak disadari karena tidak selalu terlihat dari luar. Bahayanya dari jenis obesitas ini bisa terlihat ketika sudah muncul gejala dari bahayanya.
Oleh karena itu, penting untuk terus menerapkan gaya hidup sehat sejak dini, seperti menjaga pola makan seimbang, rutin berolahraga, tidur cukup, serta mengelola stres dengan baik.
Dengan begitu risiko penumpukan lemak visceral dapat dikurangi sehingga kesehatan tubuh secara keseluruhan tetap terjaga.