Saat membeli susu, sebagian orang biasanya langsung memilih berdasarkan komposisi, seperti klaim “100% susu segar” tanpa melihat kandungan gizinya. Ada juga yang memilih karena tertarik dengan rasa, merek, atau hal-hal lain di bagian depan kemasan.
Namun, kalau susu diminum secara rutin, ada satu hal yang sebaiknya tidak dilewatkan, yaitu membaca label nutrisi.
Label nutrisi atau Informasi Nilai Gizi membantu Anda mengetahui kandungan zat gizi dalam susu, mulai dari protein, kalsium, vitamin D, vitamin B kompleks, hingga kandungan gula. Dengan membaca label, Anda bisa memilih susu yang lebih sesuai dengan kebutuhan tubuh, bukan hanya berdasarkan rasa atau klaim di kemasan.
Sebelum membeli susu, baca label nutrisi untuk mengetahui kandungan penting di dalamnya.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu kandungan protein, kalsium, vitamin D, vitamin B kompleks, dan sukrosa atau gula tambahan.
Untuk pilihan susu harian, pilih susu yang kandungan nutrisinya jelas, sudah diproses dengan aman, dan sesuai dengan kebutuhan tubuh. Jika memilih fresh milk, pastikan susu sudah dipasteurisasi dan disimpan sesuai petunjuk pada kemasan.
Kenapa perlu membaca label nutrisi susu?
Label nutrisi berisi informasi tentang kandungan zat gizi dalam produk pangan olahan. Di Indonesia, pencantuman Informasi Nilai Gizi pada label pangan olahan diatur oleh BPOM untuk membantu konsumen mendapatkan informasi yang jelas mengenai kandungan gizi produk.
Bagi konsumen, label nutrisi bisa membantu menjawab pertanyaan sederhana seperti:
- Apakah ada tambahan sukrosa?
- Berapa kandungan protein dalam susu ini?
- Apakah susu ini mengandung kalsium?
- Apakah ada vitamin D?
- Apakah susunya mengandung vitamin B kompleks?
Informasi ini penting karena produk susu yang terlihat mirip belum tentu memiliki kandungan nutrisi yang sama. Dua produk sama-sama bisa disebut susu, tetapi kadar protein, kalsium, vitamin D, dan kandungan gulanya bisa berbeda.
Cara membaca label nutrisi susu
Agar lebih mudah, Anda bisa membaca label nutrisi susu dengan urutan berikut.
1. Lihat takaran saji terlebih dahulu
Sebelum melihat angka protein, kalsium, atau vitamin, cek dulu takaran saji. Informasi nilai gizi biasanya dihitung berdasarkan satu takaran saji tertentu.
Ini penting karena kandungan nutrisi yang tercantum di label tidak selalu menunjukkan kandungan dalam satu botol atau satu kemasan penuh. Jika Anda minum lebih dari satu takaran saji, jumlah nutrisi dan energi yang masuk ke tubuh juga akan berbeda.
Sebagai contoh, jika pada sebuah produk tertulis informasi gizi untuk takaran saji 200 ml, mengandung 3 gram protein. Artinya, jika kita meminum satu gelas (200 ml) susu, protein yang dikonsumsi mencapai 3 gram.
Tetapi pada produk yang lain, dengan takaran saji 500 ml, kandungan proteinnya juga 3 gram. Ketika kita meminum satu gelas (200 ml), maka protein yang dikonsumsi hanya 1.2 gram.
Artinya, produk yang pertama mengandung protein lebih banyak daripada produk kedua.
Protein adalah salah satu nutrisi utama yang penting dalam susu. Tubuh membutuhkan protein untuk membangun dan memperbaiki jaringan, termasuk otot.
Bagi orang dewasa aktif, susu dengan kandungan protein yang baik dapat membantu melengkapi kebutuhan protein harian. Ini bisa berguna bila susu diminum saat sarapan, setelah beraktivitas, atau sebagai pelengkap pola makan bergizi.
Namun, susu tetap sebaiknya dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang. Sumber protein lain seperti telur, ikan, ayam, tempe, tahu, dan kacang-kacangan juga tetap penting untuk memenuhi kebutuhan harian.
Kalsium adalah mineral penting yang berperan dalam menjaga kesehatan tulang dan gigi. Kalsium juga dibutuhkan untuk fungsi otot, saraf, pembuluh darah, serta berbagai proses tubuh lainnya.
Karena itu, kandungan kalsium pada susu sebaiknya menjadi salah satu hal yang Anda cek. Susu dengan kandungan kalsium yang jelas dapat membantu melengkapi asupan kalsium harian, terutama bila dikonsumsi secara rutin.
4. Cek apakah ada vitamin D
Vitamin D berperan membantu penyerapan kalsium di dalam tubuh. Tanpa vitamin D yang cukup, tubuh tidak dapat menyerap kalsium secara optimal.
Inilah alasan mengapa kalsium dan vitamin D sering dibahas bersama. Keduanya saling mendukung, terutama untuk menjaga kesehatan tulang.
Jika Anda ingin memilih susu untuk konsumsi harian, susu yang mengandung vitamin D bisa menjadi pilihan yang lebih relevan, terutama untuk orang dewasa yang jarang terpapar sinar matahari cukup atau memiliki aktivitas harian yang padat.
5. Lihat kandungan vitamin B kompleks
Vitamin B kompleks terdiri dari beberapa jenis vitamin B yang membantu tubuh menjalankan berbagai fungsi. Secara umum, vitamin B berperan dalam metabolisme energi, yaitu proses tubuh mengubah makanan menjadi energi.
Beberapa vitamin B juga mendukung fungsi saraf dan pembentukan sel darah merah. Karena itu, susu yang mengandung vitamin B kompleks dapat menjadi nilai tambah untuk mendukung rutinitas harian.
Saat membaca label susu, cek apakah produk mencantumkan kandungan vitamin B, seperti vitamin B1, B2, B3, B5, B6, B7, B9, atau B12.
6. Periksa kandungan sukrosa atau gula tambahan
Bagi Anda yang lebih sadar terhadap asupan gula, bagian ini penting untuk dicek.
Sukrosa adalah salah satu jenis gula yang dapat ditambahkan ke makanan atau minuman. Jika ingin mengurangi asupan gula tambahan, Anda bisa memilih susu dengan 0 sukrosa.
Namun, perlu dipahami bahwa 0 sukrosa tidak berarti susu benar-benar bebas gula. Susu secara alami mengandung laktosa, yaitu gula alami yang terdapat dalam susu.
Jadi, saat melihat klaim 0 sukrosa, artinya produk tidak menggunakan tambahan sukrosa, bukan berarti bebas dari semua jenis gula.

Jangan hanya lihat komposisi, pastikan nutrisinya
Bagian depan kemasan biasanya dibuat lebih singkat dan menarik. Di sana, Anda mungkin menemukan klaim komposisi seperti “100% susu segar” atau lainnya.
Mengetahui komposisi memang bisa membantu, tetapi sebaiknya tetap dikonfirmasi dengan membaca Informasi Nilai Gizi di bagian belakang atau samping kemasan.
Dengan begitu, Anda bisa melihat angka dan kandungan nutrisinya secara lebih jelas.
Fresh milk juga perlu dicek label nutrisinya
Fresh milk sering dianggap sebagai pilihan susu yang lebih segar. Namun, bukan berarti semua fresh milk memiliki kandungan nutrisi yang sama.
Setiap produk fresh milk bisa berbeda dari sisi kandungan protein, kalsium, vitamin D, vitamin B kompleks, dan sukrosa. Karena itu, membaca label nutrisi tetap penting meskipun produk tersebut sama-sama disebut fresh milk atau susu segar.
Selain kandungan gizi, pastikan juga fresh milk yang Anda pilih sudah melalui proses pasteurisasi. Pasteurisasi membantu membunuh mikroorganisme berbahaya dalam susu, sehingga susu lebih aman dikonsumsi dibandingkan susu mentah yang belum dipasteurisasi.
Checklist sebelum membeli susu
Agar lebih praktis, gunakan checklist berikut saat memilih susu.
| Hal yang Dicek | Kenapa Penting? |
| Takaran saji | Agar tahu kandungan nutrisi dihitung berdasarkan porsi berapa |
| Protein | Membantu melengkapi kebutuhan zat gizi harian |
| Kalsium | Mendukung kesehatan tulang dan gigi |
| Vitamin D | Membantu penyerapan kalsium |
| Vitamin B kompleks | Mendukung metabolisme energi |
| Sukrosa | Membantu memilih susu yang lebih sesuai bila ingin mengurangi gula tambahan |
| Proses pasteurisasi | Membantu memastikan susu lebih aman dikonsumsi |
Contoh susu dengan label nutrisi yang bisa dicek
Jika Anda mencari susu fresh milk untuk konsumsi harian, pilih produk yang tidak hanya terasa segar, tetapi juga memiliki proses pengolahan dan kandungan nutrisi yang jelas.
Fresh milk yang baik sebaiknya diproses melalui pasteurisasi dengan pengontrolan suhu yang tepat. Proses ini membantu membuat susu aman dikonsumsi sekaligus menjaga kualitas nutrisinya.
Dari sisi kandungan, Anda bisa mempertimbangkan fresh milk yang tinggi protein, mengandung vitamin D, kalsium, vitamin B kompleks, serta 0 sukrosa. Kandungan ini relevan untuk membantu melengkapi kebutuhan nutrisi harian, terutama bila susu dikonsumsi secara rutin sebagai bagian dari pola makan sehat.
Keunggulan tersebut bisa dilihat langsung melalui label nutrisi pada kemasan. Dengan begitu, Anda tidak hanya memilih susu berdasarkan rasa atau klaim di bagian depan kemasan, tetapi juga berdasarkan kandungan yang benar-benar tercantum.
Sebagai panduan, pilih fresh milk dengan kandungan vitamin D yang tinggi, kalsium yang lebih unggul dibandingkan beberapa produk fresh milk lain, vitamin B kompleks yang lengkap, 0 sukrosa, serta tinggi protein..

Jadi, susu seperti apa yang sebaiknya dipilih?
Susu yang baik untuk konsumsi harian sebaiknya memiliki kandungan nutrisi yang jelas dan sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Jika ingin memilih susu secara lebih cermat, perhatikan beberapa hal berikut.
- Pilih susu dengan kandungan protein yang jelas.
- Perhatikan kalsium dan vitamin D.
- Cek apakah susu mengandung vitamin B kompleks.
- Perhatikan kandungan sukrosa atau gula tambahan.
- Untuk fresh milk, pastikan susu sudah dipasteurisasi.
- Ikuti petunjuk penyimpanan pada kemasan.
Dengan membaca label nutrisi, Anda bisa memilih susu dengan lebih percaya diri. Bukan hanya karena mereknya familiar, tetapi karena Anda tahu kandungan apa yang masuk ke tubuh.
Sebelum membeli susu, jangan hanya melihat rasa, merek, atau klaim di bagian depan kemasan. Luangkan waktu untuk membaca label nutrisinya.
Label nutrisi membantu Anda mengetahui kandungan penting dalam susu, seperti protein, kalsium, vitamin D, vitamin B kompleks, dan sukrosa.
Untuk konsumsi harian, pilih susu yang kandungan gizinya jelas, sudah diproses dengan aman, dan sesuai dengan kebutuhan tubuh. Jika memilih fresh milk, pastikan susu sudah dipasteurisasi dan disimpan sesuai petunjuk pada kemasan.