home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Supaya Cepat Pulih, Apa yang Harus Dikonsumsi Setelah Keracunan Makanan?

Supaya Cepat Pulih, Apa yang Harus Dikonsumsi Setelah Keracunan Makanan?

Makan sembarangan bisa menimbulkan keracunan, apalagi jika makanan tersebut tidak bersih dan terkontaminasi dengan kuman penyakit. Biasanya, jika Anda mengalami keracunan makanan, gejala yang akan timbul seperti muntah, diare, hingga sakit perut. Gejala keracunan makanan umumnya akan bertahan sekitar 48 jam dan setelahnya menghilang. Meski begitu untuk mengatasi keracunan makanan supaya tubuh benar-benar pulih, Anda tidak bisa sembarangan makan lagi. Ada beberapa hal yang wajib Anda konsumsi setelah keracunan makanan, apa saja?

Setelah keracunan makanan, ini yang harus Anda konsumsi

1. Minum air untuk jaga hidrasi tubuh

jenis air minum, air putih, air suling, purified water, distilled water

Minum air putih bisa jadi salah satu cara mengatasi keracunan makanan hingga tuntas. Gejala yang paling umum dari keracunan makanan adalah diare dan muntah-muntah. Hal ini akan membuat jumlah cairan tubuh berkurang. Maka itu, untuk mencegah tubuh mengalami dehidrasi dan semakin parah akibat efek samping keracunan makanan, Anda harus banyak minum air.

Ketika muntah berhenti, minum satu sampai dua gelas air setiap 10 menit. Namun jika itu membuat Anda muntah lagi, berhenti sementara minum cairan dan satu jam ke depan coba lagi untuk minum.

Jika sudah semakin stabil Anda juga bisa minum dengan cairan elektrolit untuk cegah dehidrasi. Cairan lainnya juga bisa dijadikan pembuka seperti teh tanpa kafein, kaldu ayam atau kaldu sayuran. Jangan minum soda, susu, atau teh yang berkafein karena bisa memperburuk gejala.

2. Makan makanan yang mudah dicerna

alergi pisang

Cara untuk mengatasi keracunan makanan selanjutnya adalah dengan memberikan makanan ke perut secara bertahap. Pilih makanan yang lembut di perut membantu membantu kerja sistem pencernaan.

Dilansir dalam laman Healthline, pilih makanan rendah lemak dan rendah serat setelah mengalami keracunan makanan. Lemak lebih sulit dicerna oleh perut, terutama ketika perut sedang sakit. Makanan yang dianjurkan adalah:

  • Pisang
  • Sereal
  • Putih telur
  • Madu
  • Selai kacang
  • Kentang
  • Roti
  • Diet BRAT, diet yang terdiri dari pisang (Banana), nasi (Rice), saus apel (Apple sauce), dan roti panggang

Makanan-makanan tersebut yang sebaiknya Anda makan setelah sakit perut.

3. Pilih bahan yang alami

manfaat jahe

Saat keracunan terjadi, tubuh secara alamiah akan berusaha untuk membersihkan zat yang dianggap racun dari tubuh. Tubuh akan berusaha membersihkan saluran pencernaan dari kuman penyakit yang membahayakan.

Nah, Anda bisa membantu perut membersihkan semua bakteri lebih cepat dengan mengonsumsi ramuan dari bahan alami, seperti teh jahe murni yang berkhasiat meredakan sakit perut. Teh jahe bisa Anda konsumsi saat gejala muncul, supaya perut Anda terasa lebih nyaman.

Sementara, jika gejala sudah reda Anda bisa minum yogurt yang mengandung probiotik selama setidaknya dua minggu ke depan. Probiotik yang terkandung di dalam yogurt membantu perut membersihkan bakteri-bakteri jahat penyebab keracunan makanan.

4. Hindari makanan dan minuman yang sulit dicerna

makanan gorengan penyebab sakit kepala

Jika Anda mengalami keracunan makanan, jangan langsung berikan perut Anda makanan yang sulit dicerna. Hal ini hanya memperparah gejala yang timbul. Makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari adalah:

  • Alkohol
  • Kafein (contohnya ada dalam minuman energi, kopi, soda)
  • Makanan pedas
  • Makanan tinggi serat
  • Makanan berlemak
  • Gorengan
  • Makanan berbumbu tajam
  • Jus buah

5. Makan makanan yang sudah pasti bersih

mencuci sayuran selada

Tentu saja Anda tidak ingin mengalami keracunan makanan lagi, kan? Jika begitu, Anda harus memastikan bahwa semua makanan dan minuman yang dikonsumsi bersih dan bebas dari kuman penyakit.

Perhatikan cara menyimpan, mencuci, serta mengolah bahan makanan hingga menjadi sebuah menu yang siap dimakan. Dengan begitu, Anda akan terhindar dari gejala keracunan yang berulang.

Dilansir dalam laman Department of Health Western Australia, cara mengolah yang higienis adalah dengan:

  • Selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir saat akan mengolah makanan. Apalagi ketika dari toilet, ketika akan menyentuh makanan matang dari makanan mentah dan sebaliknya.
  • Selalu cuci buah dan sayur sebelum dimakan, terutama ketika Anda akan makan buah atau sayur yang mentah. Jika dicuci dengan air mentah, pastikan air sudah tiris sebelum dimakan. Atau keringkan dengan tisu dapur.
  • Gunakan telenan dan pisau yang terpisah untuk tiap jenis makanan. Telenan dan pisau untuk makanan yang sudah matang, untuk daging dan ikan mentah, untuk sayuran.
  • Selalu bersihkan peralatan masak dan alat makan dengan sabun hingga menyeluruh.
  • Simpan bahan makanan dengan baik, contohnya pisahkan penyimpanan daging mentah dengan makanan yang sudah matang. Jaga bahan makanan dan makanan yang sudah jadi dilindungi tertutup. Perhatikan juga suhunya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Murrell Daniel. 2017. What to Eat After Food Poisoning. [Online] Tersedia pada: https://www.healthline.com/health/food-nutrition/what-to-eat-after-food-poisoning#what-to-do-after (Diakses 4 Juni 2018)

Casselbury Kelsey. 2017. What Can I Eat After Having Food Poisoning?. [Online] Tersedia pada: https://www.livestrong.com/article/257470-what-can-i-eat-after-having-food-poisoning/ (Diakses 4 Juni 2018)

Department of Health Western Australia. Tanpa tahun. Food Safety Tips. [Online] Tersedia pada: http://healthywa.wa.gov.au/Articles/F_I/Food-safety-tips (Diakses 4 Juni 2018)

Department of Health Western Australia. Tanpa tahun. Food Poisoning. [Online] Tersedia pada: http://healthywa.wa.gov.au/Articles/F_I/Food-poisoning (Diakses 4 Juni 2018)

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Tanggal diperbarui 29/06/2018
x