Makanan & Minuman yang Harus Dibatasi untuk Kesehatan Tulang

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Selama ini kita mengetahui bahwa makanan yang mengandung kalsium dan vitamin D baik untuk pertumbuhan tulang. Susu, sayuran berdaun hijau, dan ikan adalah beberapa contoh makanan yang baik untuk tulang.

Namun di samping itu, terdapat juga makanan yang tidak baik dikonsumsi secara berlebihan karena dapat mengganggu kesehatan tulang. Makanan ini jika terlalu banyak dalam tubuh dapat mengganggu penyerapan mineral-mineral yang dibutuhkan tulang untuk pertumbuhannya. Nah, makanan apa saja yang masuk kelompok ini?

Makanan yang sebaiknya dibatasi untuk kesehatan tulang

Makan makanan yang mengandung mineral yang dibutuhkan tulang bermanfaat untuk mendapatkan tulang yang lebih sehat agar Anda terhindar dari osteoporosis pada hari tua. Namun, satu hal yang kadang terlupakan adalah Anda juga memakan makanan yang dapat mengganggu penyerapan mineral tulang, sehingga makan makanan yang tinggi kalsium dan vitamin D tidak dapat diserap maksimal oleh tulang.

Makanan di bawah ini sebaiknya dibatasi untuk memaksimalkan penyerapan mineral yang dibutuhkan tulang, atau sebaiknya hindari mengonsumsi makanan di bawah ini bersamaan dengan sumber makanan kaya kalsium agar penyerapan kalsium yang dibutuhkan tulang dapat berjalan maksimal. Makanan tersebut adalah:

1. Kacang merah

Kacang merah merupakan salah satu sumber kalsium, dan juga mengandung magnesium dan serat, tetapi kacang merah juga mengandung fitat yang tinggi. Fitat dapat mengganggu kemampuan tubuh dalam menyerap kalsium yang juga terkandung dalam kacang merah. Sebaiknya Anda rendam kacang merah terlebih dahulu selama beberapa jam sebelum memasaknya untuk mengurangi kadar fitat yang dikandungnya.

2. Bayam

Bayam mengandung asam oksalat yang dapat mengganggu penyerapan kalsium oleh tubuh. Selain bayam, makanan yang mengandung asam oksalat lainnya adalah bit hijau dan beberapa kacang-kacangan.

3. Kacang kedelai

Kacang kedelai dan produknya, seperti edamame, tahu, tempe, dan susu kedelai mengandung protein yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang, tetapi mereka juga mengandung oksalat yang dapat membahayakan kesehatan tulang. Oksalat dapat menghambat penyerapan kalsium oleh tubuh. Oksalat dapat mengikat kalsium sehingga kalsium tidak dapat diserap oleh tubuh. Masalah ini menjadi buruk jika Anda juga tidak mengonsumsi kalsium dalam jumlah banyak.

4. Makanan yang mengandung garam

Makanan asin yang mengandung banyak garam atau natrium dapat menyebabkan tubuh kehilangan kalsium dan dapat berakibat pada tulang keropos. Garam dapat menyebabkan kalsium hilang melalui ginjal secara berlebihan. Penelitian menunjukkan bahwa wanita setelah menopause yang mengonsumsi tinggi garam lebih banyak kehilangan mineral daripada wanita lainnya pada umur yang sama.

Sebaiknya batasi makanan yang mengandung garam atau natrium, seperti makanan olahan, makanan kaleng, fast food, atau makanan yang terlalu asin. Untuk mengecek berapa kandungan garam yang terdapat pada makanan kemasan atau makanan kaleng, Anda dapat melihatnya di informasi nilai gizi yang ada pada kemasan makanan. Sebaiknya batasi konsumsi natrium Anda tidak lebih dari 2300 mg per hari.

Jika Anda tidak bisa mengurangi asupan garam Anda, sebaiknya makan makanan yang mengandung kalium tinggi, seperti pisang, tomat, dan jeruk, karena kalium dapat menurunkan jumlah kalsium yang hilang dari tubuh.

5. Minuman yang mengandung alkohol

Minuman yang mengandung alkohol dapat berakibat pada tulang keropos. Konsumsi terlalu banyak alkohol dapat menurunkan massa tulang, mengganggu pembentukan tulang, dan meningkatkan risiko patah tulang. Untuk mencegah osteoporosis, Dietary Guidelines for Americans merekomendasikan konsumsi minuman beralkohol tidak lebih dari satu kali per hari untuk wanita dan tidak lebih dari dua kali per hari untuk pria.

6. Minuman yang mengandung kafein

Minuman yang mengandung kafein seperti kopi, teh, dan minuman bersoda dapat menurunkan penyerapan kalsium. Lama-kelamaan hal ini juga berakibat pada tulang keropos. Sebaiknya batasi konsumsi kopi dan teh tidak lebih dari 3 gelas per hari. Selain minuman, sebaiknya juga batasi makanan yang mengandung kafein, seperti cokelat.

7. Soft drink

Soft drink atau minuman bersoda mengandung fosfor yang dapat meningkatkan pengeluaran kalsium melalui urin. Biasanya kandungan fosfor berbentuk fosfat atau asam fosfat dalam minuman bersoda. Fosfor ini dapat meningkatkan pengeluaran kalsium melalui urin. Kelebihan fosfor juga dapat memicu kehilangan kalsium dalam tubuh saat asupan kalsium rendah. Minuman soda dapat membahayakan kesehatan tulang jika diminum terlalu sering dan ditambah dengan kurangnya asupan kalsium. Hal ini dapat menurunkan kepadatan tulang sehingga lebih rentan terjadi tulang keropos dan risiko patah tulang.

Bukan berarti tidak sehat

Anda mungkin menyadari bahwa beberapa makanan di atas adalah golongan makanan sehat yang juga dibutuhkan oleh tubuh. Patut diingat bahwa meski makanan tersebut berpotensi mengganggu penyerapan mineral tulang, beberapa di antaranya memiliki manfaat kesehatan yang jauh lebih besar.

Jadi bagaimana cara menyiasatinya? Selain konsumsi dengan porsi yang cukup dan tidak berlebihan (atau untuk minuman bersoda dan alkohol, hindari saja sepenuhnya), Anda juga bisa memastikan makanan-makanan tersebut tidak dikonsumsi bersamaan dengan asupan kalsium Anda. Perbanyak pula asupan kalsium sehingga Anda tak perlu khawatir terhadap konsumsi bayam dan kedelai favorit Anda.

BACA JUGA:

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    6 Dampak Buruk Akibat Makan Tidak Teratur

    Memang benar makan tidak teratur bisa bikin Anda cepat gemuk. Tapi dari sisi kesehatan, ada banyak efek samping buruk lainnya. Apa saja?

    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Nutrisi, Hidup Sehat 03/08/2020 . Waktu baca 4 menit

    Lemak Paha Anda Sulit Dihilangkan? Ini Penyebabnya

    Tahukah Anda bahwa lemak paha adalah lemak yang sulit dihilangkan dibandingkan dengan lemak yang ada di bagian tubuh lain? Lalu apa penyebabnya?

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Nutrisi, Hidup Sehat 30/07/2020 . Waktu baca 4 menit

    13 Tips Makan Sehat untuk Orang yang Super Sibuk

    Banyak yang mengira makan makanan sehat itu susah dan perlu banyak usaha, jadi orang yang sibuk tidak akan bisa. Padahal, kenyataannya tidak begitu.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Nutrisi, Hidup Sehat 22/07/2020 . Waktu baca 12 menit

    Mengenal Diet Eliminasi (Elimination Diet) untuk Tahu Intoleransi Makanan

    Diet eliminasi akan membantu Anda untuk menemukan beberapa jenis makanan yang memperburuk kondisi tubuh Anda. Seperti apa dietnya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Alergi, Health Centers 05/07/2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    porsi makan ideal

    Cara Menghitung Porsi Makan Ideal untuk Anda

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 20/08/2020 . Waktu baca 4 menit
    diet saat hamil

    Bolehkah Ibu Menjalani Diet Saat Hamil?

    Ditulis oleh: Theresia Evelyn
    Dipublikasikan tanggal: 19/08/2020 . Waktu baca 5 menit
    oatmeal bikin gemuk

    4 Kesalahan Makan Oatmeal yang Bikin Berat Badan Malah Naik

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 18/08/2020 . Waktu baca 4 menit
    berat badan turun bukan berarti lemak berkurang

    Berat Badan Turun, Bukan Berarti Lemak Tubuh Berkurang

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
    Dipublikasikan tanggal: 03/08/2020 . Waktu baca 5 menit