Benarkah Makanan Asam Bisa Picu Kanker?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Suka dengan makanan asam? Tanpa disadari, makanan yang sering kita makan mengandung asam. Makanan asam tidak selalu mempunyai rasa yang asam, tetapi memiliki ph rendah. Contohnya saja, gula, minuman bersoda, daging olahan, ikan, dan masih banyak lagi. Apakah makanan asam ini berbahaya? Telah banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa asam berkaitan dengan kanker. Tapi, apakah makanan asam dapat menyebabkan kanker?

Benarkah makanan asam dapat menyebabkan kanker?

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa kanker dapat berkembang dengan mudah di lingkungan asam dan kurang dapat berkembang di lingkungan yang normal atau basa. Selain itu, bukan hanya lingkungan asam saja yang dapat menyebabkan kanker tapi kanker sendiri menciptakan lingkungan yang asam. Ya, sel kanker dapat membuat ph tubuh Anda menjadi lebih asam. Hal ini disebabkan karena sel kanker memproduksi asam laktat. Jadi, jika Anda mengidap kanker, ph tubuh Anda menjadi rendah dan tubuh menjadi terlalu asam.

Lingkungan tubuh yang asam dapat menjadi tempat yang baik bagi sel kanker untuk berkembang biak. Tapi, apakah makanan asam dapat memengaruhi ph tubuh Anda? Makanan asam yang masuk ke tubuh Anda tidak dapat langsung mengubah ph tubuh menjadi asam. Makanan asam mungkin dapat memengaruhi ph urin Anda, tetapi tidak bisa memengaruhi ph darah Anda.

Sebenarnya, tubuh Anda mempunyai mekanisme tersendiri untuk mengatur keseimbangan asam-basa dalam tubuh. Beberapa mekanisme dalam tubuh yang terlibat dalam fungsi ini adalah ginjal dan saluran pernapasan. Melalui mekanisme ini, maka kelebihan asam atau basa dalam tubuh akan dibuang melalui urin sehingga keseimbangan ph tubuh tetap terjaga. Mengonsumsi makanan, minuman atau suplemen dapat memengaruhi keasaman atau kebasaan urin, tapi hanya cairan urin ini saja yang terpengaruh. Keseimbangan ph tubuh tidak terpengaruh oleh makanan yang Anda makan.

Jadi, beberapa makanan mungkin dapat memengaruhi risiko kanker, tapi keasaman atau kebasaan makanan yang Anda makan mungkin tidak terlalu penting. Yang lebih penting adalah Anda harus memilih makanan yang tepat untuk Anda makan, seperti memakan berbagai jenis sayuran dan buah, biji-bijian, dan kacang-kacangan, serta membatasi konsumsi daging merah, daging olahan, dan alkohol.

Makanan apa saja yang harus dihindari oleh penderita kanker?

Makanan seperti daging merah dan olahannya, serta makanan dengan kalori tinggi harus dihindari oleh penderita kanker. Sementara, daging putih, seperti ayam dan ikan, tidak terkait dengan peningkatan risiko kanker. Hal ini terjadi karena terdapat bahan kimia alami dari daging merah yang diawetkan atau dimasak pada suhu tinggi yang dapat meningkatkan risiko kanker. Daging merah mengandung pigmen merah alami yang disebut hem. Hem ini dapat merusak sel dalam tubuh atau juga bisa menjadi bahan bakar bakteri untuk menghasilkan bahan kimia berbahaya sehingga memperburuk risiko kanker. Daging yang diawetkan dan yang dimasak dengan suhu tinggi juga dapat menghasilkan zat kimia yang meningkatkan risiko kanker.

Selain itu, makanan yang diawetkan dengan garam, seperti acar, ikan asin, dan daging asap juga dapat meningkatkan risiko kanker, terutama kanker lambung. Garam dapat merusak lapisan lambung, sehingga menyebabkan peradangan dan akhirnya meningkatkan risiko kanker lambung. Garam juga dapat membuat lapisan lambung menjadi lebih sensitif terhadap bahan kimia penyebab kanker.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tumor Mediastinum

Tumor mediastinum adalah jaringan abnornal yang terjadi di bagian mediastinum atau rongga dada. Ketahui gejala, penyebab, dan pengobatannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 10 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Glioblastoma

Glioblastoma adalah jenis kanker otak yang paling umum terjadi pada orang dewasa. Intip pengertian, gejala, penyebab, dan pengobatannya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker, Kanker Otak 10 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Adenoma Bronkus

Kalkulator BMI Benarkah berat badan Anda sudah ideal? Ayo Cari Tahu! Your browser does not support iframes. ...

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Pernapasan, Penyakit Pernapasan Lainnya 8 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Kanker Timus

Kanker timus adalah jenis kanker langka yang menyerang timus, yaitu organ kecil yang berada di belakang tulang dada. Ketahui informasi lengkapnya berikut.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 6 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit degeneratif

Mengenali Jenis-jenis Penyakit Degeneratif yang Umum Terjadi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
olahraga untuk mantan penderita sembuh dari pasien kanker survivor

Panduan Olahraga untuk Mantan Penderita Kanker

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Amiloidosis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
rhabdomyosarkoma (rabdomiosarkoma)

Rhabdomyosarkoma (Rabdomiosarkoma)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 11 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit