home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Sebelum Olahraga Pagi, Baiknya Sarapan Dulu atau Tidak?

Sebelum Olahraga Pagi, Baiknya Sarapan Dulu atau Tidak?

Sarapan dan olahraga pagi merupakan kegiatan yang baik dalam menjaga kesehatan. Namun, kegiatan ini juga dapat menjadi dilema bagi orang-orang yang memiliki jadwal olahraga pada pagi hari. Lantas, manakah yang lebih baik: sarapan sebelum olahraga atau setelahnya?

Keunggulan olahraga sebelum sarapan

olahraga vitalitas pria

Beberapa studi menunjukkan bahwa olahraga sebelum sarapan aman untuk dilakukan. Salah satunya yakni penelitian oleh Gonzalez pada tahun 2013 lalu yang menunjukkan bahwa berolahraga sebelum sarapan dapat membakar 20% lemak tubuh lebih banyak.

Jika Anda ingin membakar lemak, tubuh harus memakai cadangan makanan berupa lemak, bukan dari makanan yang Anda konsumsi. Ini karena pada dasarnya, tubuh menyimpan cadangan energi dalam bentuk lemak, bahkan saat Anda belum makan.

Ketika Anda berolahraga sebelum sarapan, tubuh belum memiliki energi dari makanan. Semua energi yang Anda gunakan untuk berolahraga berasal dari lemak. Ini sebabnya olahraga sebelum sarapan bisa membuat Anda membakar lebih banyak lemak.

Selain itu, peneliti juga menjelaskan bahwa olahraga pagi sebelum sarapan tidak akan membuat Anda ingin makan makan lebih banyak atau kelaparan sepanjang hari. Justru hal ini akan membuat sesi olahraga pagi lebih optimal.

Saat Anda berolahraga sebelum makan, terjadi perubahan kinerja hormon insulin dan hormon pertumbuhan. Dengan cara inilah Anda membantu tubuh untuk menyesuaikan produksi hormon insulin.

Begitu Anda selesai berolahraga dan makan, hormon insulin akan bekerja dengan lebih sensitif. Hormon ini juga membantu penyerapan zat gizi dari makanan dengan lebih baik serta menyalurkannya ke otot dan hati.

Kinerja hormon pertumbuhan juga menjadi lebih baik saat Anda berolahraga sebelum sarapan. Hormon ini membantu pembentukan jaringan otot, membakar lemak, serta meningkatkan kesehatan tulang serta ketahanan fisik.

Tidak semua orang boleh olahraga sebelum sarapan

olahraga tabata

Semakin sedikit kalori dalam sistem pencernaan, semakin banyak lemak yang dibakar saat berolahraga karena tubuh mengambil cadangan makanan dari lemak. Ini sebabnya olahraga sebelum makan cocok untuk orang yang ingin membakar lebih banyak lemak.

Namun, apabila Anda berolahraga untuk meningkatkan kebugaran fisik, kekuatan, dan kecepatan, berolahraga tanpa asupan makanan malah akan membuatnya jadi tidak efektif. Ini karena tubuh tetap membutuhkan kalori dalam proses metabolisme.

Olahraga sebelum makan juga tidak dianjurkan bagi penderita diabetes karena mereka sering mengalami kekurangan kadar gula darah (hipoglikemia). Jika Anda menderita diabetes, Anda sebaiknya sarapan atau makan sedikit camilan sebelum olahraga.

Tips aman berolahraga pagi sebelum sarapan

Baik olahraga dan sarapan merupakan kegiatan yang dipengaruhi oleh kebiasaan, jadi metode ini juga belum tentu sesuai dengan semua orang. Akan tetapi, jika Anda ingin mencoba olahraga dengan perut kosong, berikut ini beberapa tips yang bisa diikuti.

1. Persiapkan diri sejak malam sebelumnya

Bangun pagi dipengaruhi oleh jam biologis dan waktu tidur. Oleh sebab itu, jika Anda ingin berolahraga pagi, cukupilah kebutuhan waktu tidur malam sehingga tubuh siap untuk beraktivitas fisik saat pagi hari.

2. Lakukan olahraga yang sesuai

Lakukan olahraga yang sesuai dengan keinginan atau kebiasaan Anda terlebih dulu. Jika Anda baru memulai rutinitas olahraga, cobalah olahraga intensitas ringan seperti jalan pagi atau jogging.

3. Cukupi kebutuhan air

Minumlah sekitar setengah hingga satu liter air mineral atau minuman olahraga lainnya sebelum dan sesudah berolahraga. Anda dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan cairan ini pada dua atau tiga jam sebelum olahraga.

4. Beristirahat jika lelah dan makanlah ketika Anda butuh

Tidak semua orang mampu olahraga sebelum sarapan. Apabila Anda kelelahan atau mulai merasa lapar, berhentilah berolahraga untuk mencegah penurunan massa otot. Makanlah camilan sehat untuk memberikan tubuh Anda energi.

5. Cukupi kebutuhan gizi setelah berolahraga

Baik sudah sarapan maupun belum, Anda disarankan untuk kembali makan dalam 45 menit setelah berolahraga. Namun, jangan hanya mengonsumsi karbohidrat. Pilihlah makanan tinggi protein untuk mengembalikan energi yang hilang.

Sarapan dan olahraga sama-sama memiliki peran penting bagi kesehatan. Banyak ahli sebenarnya menyarankan untuk olahraga sebelum sarapan. Meski demikian, hal ini tetap perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan setiap orang.

Olahraga dengan perut kosong mungkin efektif untuk orang yang ingin membakar lebih banyak lemak. Namun, bagi orang yang ingin membentuk otot atau penderita penyakit tertentu, sarapan sebelum berolahraga merupakan pilihan yang lebih baik.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Maximize your workout by knowing what — and when — to eat – Mayo Clinic. (2021). Retrieved 3 June 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/fitness/in-depth/exercise/art-20045506

Timing Your Pre- and Post-Workout Nutrition – Academy of Nutrition and Dietetics. (2019). Retrieved 3 June 2021, from https://www.eatright.org/fitness/exercise/exercise-nutrition/timing-your-pre-and-post-workout-nutrition

Eating for Strength and Recovery after Sports Injury – Academy of Nutrition and Dietetics. (2018). Retrieved 3 June 2021, from https://www.eatright.org/fitness/training-and-recovery/endurance-and-cardio/eating-for-strength-and-recovery-after-sports-injury?rdType=url_edit

Bachman, J., Deitrick, R., & Hillman, A. (2016). Exercising in the Fasted State Reduced 24-Hour Energy Intake in Active Male Adults. Journal Of Nutrition And Metabolism, 2016, 1-7. doi: 10.1155/2016/1984198

Gonzalez, J., Veasey, R., Rumbold, P., & Stevenson, E. (2013). Breakfast and exercise contingently affect postprandial metabolism and energy balance in physically active males. British Journal Of Nutrition, 110(4), 721-732. doi: 10.1017/s0007114512005582

Foto Penulis
Ditulis oleh Kemal Al Fajar pada 08/12/2020
x