home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Zat Aditif BHA dan BHT Dalam Makanan Kemasan, Apa Bahayanya Bagi Kesehatan?

Zat Aditif BHA dan BHT Dalam Makanan Kemasan, Apa Bahayanya Bagi Kesehatan?

Tidak sedikit makanan kemasan di pasaran yang diolah dengan beragam zat aditif (tambahan) guna mengawetkan serta mempercantik tampilan makanan. Dari banyak jenis zat aditif pada makanan, BHA dan BHT adalah dua di antaranya. Adakah risiko bahaya yang mungkin timbul dari konsumsi ini?

Sebelum melangkah lebih jauh, pastikan Anda sudah memahami betul apa yang dimaksud dengan BHA dan BHT.

Apa itu BHA dan BHT?

BHA (butylated hydroxyanisole) dan BHT (butylated hydroxytoluene) merupakan antioksidan menyerupai vitamin E yang banyak digunakan oleh industri makanan sebagai pengawet. Fungsinya terutama untuk mencegah minyak dan lemak dalam makanan teroksidasi dan menjadi tengik. Oksidasi yang terjadi ketika kemasan dibuka dalam waktu lama dapat mengubah rasa, warna, dan bau makanan dan mengurangi beberapa nutrisinya.

Sereal, kentang olahan, permen karet, makanan cepat saji, dan mentega, termasuk beberapa produk makanan yang biasanya diolah dengan BHA dan BHT. Mudahnya, Anda bisa mengetahui adanya kandungan BHA dan BHT dengan cara membaca label makanan.

makanan ringan

Apakah kedua zat aditif pada makanan ini aman bila dikonsumsi?

Setelah Anda mengerti tentang kedua jenis zat aditif ini, mungkin Anda akan mulai bertanya mengenai keamanan BHA dan BHT dalam produk makanan. Seperti dilansir dari laman Very Well Fit, FDA, sebagai badan pengawas obat dan makanan di Amerika Serikat yang setara BPOM, menuturkan bahwa BHA dan BHT aman untuk digunakan dalam produk makanan olahan.

Para peneliti memperkirakan bahwa rata-rata jumlah BHA yang ada di dalam makanan harian masih dapat ditolerir oleh tubuh karena “dosis”nya sangat sedikit. Menurut para periset, BHA baru akan menimbulkan reaksi negatif bila dikonsumsi setidaknya hingga 125 kali dalam sehari.

Begitu juga dengan BHT yang dianggap aman. Namun, sebuah penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi BHT dalam jumlah yang sangat besar memicu timbulnya berbagai interaksi dengan hormon kontrasepsi serta hormon steroid.

natrium dalam makanan kemasan

Sebenarnya, zat aditif pada makanan boleh dikonsumsi asal sesuai batas

Intinya, FDA sebenarnya menyetujui penggunaan BHA dan BHT dalam produk makanan. Hanya saja, batas yang dianjurkan hingga 0,002 persen dari keseluruhan kadar lemak yang ada dalam makanan tersebut. Sedangkan untuk makanan kering lainnya, FDA telah menetapkan batasan aman untuk setiap jenis makanan yang berbeda.

Berdasarkan beberapa penelitian yang dilakukan oleh National Toxicology Program, BHA bisa bersifat karsinogenik (pemicu kanker) pada tikus. Meski begitu, sejauh ini belum ada bukti kuat yang menyatakan kalau zat aditif dapat memicu kanker pada manusia.

Jadi, BHA dan BHT yang ada dalam produk makanan pada dasarnya aman bila dikonsumsi. Namun, penting untuk tetap memperhitungkan seberapa banyak makanan kemasan dan makanan cepat saji yang Anda makan setiap harinya. Akan lebih baik lagi, bila Anda menyelingi konsumsi makanan yang mengandung zat aditif dengan rutin makan makanan segar atau setidaknya yang bebas pengawet.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

BHA and BHT Keep Foods Fresh, but Are They Safe? https://www.verywellfit.com/bha-and-bht-keep-foods-fresh-but-are-they-safe-2506579 Accessed 6/7/2018.

BHA and BHT: A Case for Fresh? https://www.scientificamerican.com/article/bha-and-bht-a-case-for-fresh/ Accessed 6/7/2018.

BHA and BHT: A Case for Fresh? https://www.huffingtonpost.com/bill-chameides/bha-and-bht-a-case-for-fr_b_4475967.html Accessed 6/7/2018.

Foto Penulis
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri Diperbarui 18/12/2020
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x