Bisa Terjadi Pada Siapa Pun, Kenali Tanda Khas Penyakit Beri-beri

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Saat belajar di sekolah, Anda mungkin sering mendengar bahwa kita harus mendapatkan cukup asupan vitamin B supaya terhindar dari penyakit beri-beri. Saking umumnya di masyarakat, penyakit ini bahkan dicap sebagai penyakit ‘rakyat’ karena bisa terjadi pada siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Lantas, seperti apa, sih, penyakit beri-beri itu? Apa saja tanda dan gejalanya yang perlu diwaspadai?

Apa itu penyakit beri-beri?

Beri-beri adalah penyakit yang umumnya disebabkan oleh kekurangan vitamin B1 atau tiamin. Vitamin B1 ini berfungsi sebagai koenzim pembentukan glukosa untuk menghasilkan energi dan menjaga fungsi tubuh. Sederhananya, vitamin ini berperan penting dalam proses produksi energi. Jika asupan vitamin B1 dalam tubuh tidak memadai, maka tubuh akan mudah lelah dan berisiko mengembangkan beri-beri.

Penyakit ini terdiri dari dua jenis, yaitu beri-beri basah dan beri-beri kering. Beri-beri basah memengaruhi jantung dan sistem sirkulasi tubuh, sedangkan beri-beri kering yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan kerusakan saraf dan kelumpuhan otot.

Tanda dan gejala penyakit beri-beri

mengatasi kaki bengkak

Setiap jenis penyakit beri-beri punya tanda dan gejala khasnya masing-masing. Jika dilihat satu persatu, gejala beri-beri basah meliputi:

  • Napas pendek saat beraktivitas
  • Terbangun di tengah malam dengan napas ngos-ngosan
  • Denyut jantung meningkat
  • Kaki bengkak

Sedangkan berbagai gejala beri-beri kering yaitu:

  • Penurunan fungsi otot, terutama di kaki bagian bawah
  • Kaki dan tangan kesemutan, sehingga sulit berjalan
  • Nyeri di sekujur tubuh
  • Muntah
  • Sulit berbicara
  • Linglung
  • Gerakan mata cepat dan tidak normal (nistagmus)
  • Kelumpuhan pada kaki

Selain karena kurangnya asupan makanan sumber vitamin B1, gejala penyakit beri-beri kering maupun basah sering ditemukan pada orang yang kecanduan alkohol. Pasalnya, minum alkohol terlalu banyak dapat membuat tubuh lebih sulit menyerap dan menyimpan vitamin B1.

Perlu dicatat bahwa penyakit beri-beri bisa berakibat fatal jika tidak cepat-cepat ditangani. Ini karena gejala beri-beri berkembang cepat dan lama-lama bisa menyebabkan gagal jantung, psikosis, koma, hingga kematian.

Kapan harus ke dokter?

imunisasi MR

Jika Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala penyakit beri-beri di atas, sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter terdekat. Terlebih jika Anda mengalami:

Maka Anda berisiko tinggi mengalami defisiensi vitamin B1. Ya, Anda mungkin saja terkena penyakit beri-beri jika tidak cepat-cepat menangani gejalanya.

Tujuan utama perawatan beri-beri adalah untuk memenuhi kebutuhan vitamin B1 yang kurang dalam tubuh. Oleh karena itu, dokter akan meresepkan suplemen tiamin, baik dalam bentuk pil atau suntikan, untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin B1 harian Anda.

Selain itu, Anda sebetulnya juga dapat memenuhi asupan vitamin B1 harian lewat makanan yang sehat dan bergizi, seperti:

  • Kacang polong
  • Sayur bayam
  • Biji-bijian
  • Daging dan ikan
  • Gandum utuh
  • Produk susu
  • Sereal sarapan yang diperkaya dengan tiamin

Semakin cepat gejala penyakit beri-beri dideteksi dan ditangani, maka semakin besar peluang kesembuhannya. Ya, ini termasuk juga kerusakan saraf dan jantung akibat beri-beri sangat bisa dipulihkan jika dideteksi lebih awal.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Bahaya Merokok Terhadap Daya Tahan Tubuh Manusia

Kenapa perokok lebih gampang sakit? Merokok ternyata memiliki dampak berbahaya terhadap daya tahan tubuh. Lalu apa yang bisa dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Berhenti Merokok, Hidup Sehat 20 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Urat menonjol pada permukaan kulit memang kerap ditemui pada orang berusia lanjut. Lalu apa artinya kalau masih muda sudah mengalami kondisi ini?

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Informasi Kesehatan 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Segudang Manfaat Daun Sirih Hijau dan Merah yang Sayang Dilewatkan

Anda pasti sudah akrab dengan manfaat daun sirih untuk hentikan mimisan. Meski begitu, masih ada banyak lagi khasiat daun sirih untuk kesehatan. Penasaran?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

lidah terasa pahit saat sakit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
penyakit kuku dan masalah pada kuku

Penyakit pada Kuku yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Tiara Putri
Dipublikasikan tanggal: 23 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
mencium bau

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit