5 Manfaat Tanaman Porang, Umbi Pengganti Nasi Kaya Serat

    5 Manfaat Tanaman Porang, Umbi Pengganti Nasi Kaya Serat

    Selain nasi, ada berbagai pilihan makanan pokok lokal yang bisa dipilih, seperti singkong, sagu, dan jagung. Belakangan ini, tanaman porang marak dibudidayakan sebagai pengganti nasi. Lantas, apa saja manfaat tanaman porang?

    Apa itu tanaman porang?

    Porang atau iles-iles (Amorphophallus muelleri) adalah tanaman endemik atau khas yang hanya bisa ditemukan di Indonesia. Porang dijumpai pada Pulau Jawa, tetapi tersebar tidak merata.

    Alih-alih buah, bagian tanaman porang yang dimanfaatkan sebagai makanan pokok adalah umbinya. Umbi porang biasa dibuat menjadi tepung, mi atau bulir-bulir berbentuk beras.

    Selain menjadi pengganti nasi, kegunaan porang dimanfaatkan untuk pembuatan kosmetik, lem, serta bahan baku laboratorium kimia dan obat-obatan.

    Tanaman ini memang harus diolah menjadi tepung karena umbi mentahnya mengandung kalsium oksalat yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

    Biasanya, Anda bisa menemukannya di semak belukar atau rumpun bambu. Namun, sekarang sudah banyak orang yang membudidayakannya.

    Kandungan tanaman porang

    Sebelum Anda mengetahui manfaatnya, Anda perlu tahu kandungan tanaman porang.

    Berikut berbagai zat gizi yang bisa didapatkan dari porang yang sudah diolah menjadi tepung.

    • Kalsium.
    • Zat besi.
    • Kalium.
    • Serat.
    • Beta-karoten.

    Iles-iles memiliki serat khas bernama glukomanan. Sebagian besar manfaat porang berasal dari zat gizi ini, yakni sebanyak 20 – 65% dari zat gizi porang.

    Manfaat tanaman porang

    Berikut khasiat tanaman porang untuk kesehatan.

    1. Mengurangi risiko diabetes

    Diabetes terjadi akibat kadar gula darah yang terlalu tinggi. Nah, manfaat tanaman porang berpotensi mengendalikan kadar gula darah.

    Kandungan glukomanan pada tepung dari porang akan dicerna dan membentuk tekstur mirip jel.

    Nah, jel ini ternyata berfungsi sebagai lapisan pembatas pada usus sehingga penyerapan gula di usus terhambat. Efeknya, kadar gula darah pun terjaga.

    2. Menjaga kesehatan pencernaan

    manfaat tanaman porang untuk kesehatan pencernaan

    Porang memiliki kadar serat glukomanan yang tinggi. Glukomanan tergolong pada jenis serat larut air.

    Jenis serat ini akan menyerap air dan membentuk jel, lalu meningkatkan ukuran dan melunakkan feses. Hal ini membuat feses mudah terdorong dan keluar dan mengatasi sembelit.

    Tak hanya itu, glukomanan juga merupakan prebiotik yang memberikan asupan bakteri baik di dalam saluran pencernaan, seperti seperti Bifidobacteria dan Lactobacillus.

    Mikrobiota usus pun seimbang sehingga pencernaan secara keseluruhan pun ikut terjaga.

    3. Menjaga kekebalan tubuh

    Siapa sangka bahwa kegunaan tanaman porang bisa meningkatkan imun Anda?

    Sebagai sumber serat larut air, iles-iles membantu mengganti sel-sel imun yang rentan memicu peradangan menjadi sel-sel yang melawan peradangan.

    Serat larut ini juga membantu tubuh untuk memproduksi protein pada tubuh bernama interleukin-4.

    Protein ini berguna untuk membantu tubuh melawan infeksi. Efeknya, tubuh pun tidak rentan sakit.

    Namun, perlu diketahui bila khasiat porang yang satu ini sebagian besar masih diteliti pada tikus.

    Perlu riset lebih lanjut untuk memahami manfaat tanaman porang untuk kekebalan manusia secara langsung.

    4. Bantu turunkan berat badan

    manfaat tanaman porang untuk turunkan berat badan

    Tahukah Anda? Dalam 100 gram, kalori porang adalah sebesar 10 kkal. Kalori ini bukan pada umbi mentah, tetapi setelah diolah menjadi mi atau bulir menyerupai beras.

    Tentu, ini menunjukkan bahwa iles-iles yang siap olah pun rendah kalori dan membantu menjaga berat badan Anda.

    Glukomanan merupakan serat yang membentuk jel sehingga membuat perut penuh lebih lama sehingga Anda tidak mudah lapar.

    Selain itu, studi terbitan Diabetes Research and Clinical Practice (2009) menemukan bahwa glukomanan mampu mengurangi hormon pemicu lapar, yakni ghrelin.

    Kandungan ini pun membantu tubuh merespons hormon rasa kenyang.

    Hal ini membantu Anda untuk mengendalikan asupan secukupnya sehingga Anda terhindar dari makan berlebih. Jadi, berat badan bisa terkendali.

    5. Mengurangi risiko penyakit jantung

    Manfaat tanaman porang baik untuk menjaga kesehatan jantung.

    Menguti tinjauan terbitan International Journal of Biological Macromolecules (2019), kandungan glukomanan akan memberikan lapisan jel di perut sehingga mengurangi penyerapan kolesterol.

    Nantinya, kolesterol akan dibuang melalui feses. Tak heran bila khasiat porang membantu menurunkan kadar kolesterol.

    Selain itu, glukomanan memperlambat penyerapan lemak di dalam usus halus, sehingga bisa menurunkan kadar trigliserida atau lemak darah.

    Kolesterol dan trigliserida diketahui merupakan lemak yang bisa menyumbat pembuluh darah dan memicu berbagai jenis penyakit jantung, seperti:

    • penyakit jantung koroner,
    • serangan jantung, dan
    • gagal jantung.

    Ringkasan

    Glukomanan pada porang menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida yang bisa menyumbat pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

    Porang adalah tanaman endemik Indonesia yang kaya akan serat bernama glukomanan.

    Manfaat tanaman porang yang didapat dari glukomanan baik untk menurunkan risiko penyakit, seperti diabetes dan penyakit jantung.

    Sebaiknya, pilihlah porang yang sudah diolah menjadi bahan makanan siap masak, bukan umbi utuh.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Alifianto, F., Azrianingsih, R., & Rahardi, B. (2013). Peta Persebaran Porang (Amorphophallus muelleri Blume) Berdasarkan Topografi Wilayah di Malang Raya. Biotropika: Journal of Tropical Biology, 1(2), 75-79. Retrieved from https://biotropika.ub.ac.id/index.php/biotropika/article/view/136/118

    Nagasawa, T., Kimura, T., Yoshida, A., Tsunekawa, K., Araki, O., Ushiki, K., Ishigaki, H., Shoho, Y., Suda, I., Hiramoto, S., & Murakami, M. (2021). Konjac Glucomannan Attenuated Triglyceride Metabolism during Rice Gruel Tolerance Test. Nutrients, 13(7). https://doi.org/10.3390/nu13072191

    Chearskul, S., Kriengsinyos, W., Kooptiwut, S., Sangurai, S., Onreabroi, S., & Churintaraphan, M. et al. (2009). Immediate and long-term effects of glucomannan on total ghrelin and leptin in type 2 diabetes mellitus. Diabetes Research and Clinical Practice, 83(2), e40-e42. https://doi.org/10.1016/j.diabres.2008.11.014

    P amorphophallus konjac (Araceae) pdf. Dr. Duke’s Phytochemical and Ethnobotanical Databases at NAL. (n.d.). Retrieved September 19, 2022, from https://phytochem.nal.usda.gov/phytochem/plants/show/120?et=#act-3224-close

    Fooddata Central Search Results. FoodData Central. (n.d.). Retrieved September 19, 2022, from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/1953320/nutrients

    Fooddata Central Search Results. FoodData Central. (n.d.). Retrieved September 19, 2022, from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/1953322/nutrients

    Capuano, E. (2017). The behavior of dietary fiber in the gastrointestinal tract determines its physiological effect. Critical Reviews in Food Science and Nutrition, 57(16), 3543-3564. https://doi.org/10.1080/10408398.2016.1180501

    Devaraj, R., Reddy, C., & Xu, B. (2019). Health-promoting effects of konjac glucomannan and its practical applications: A critical review. International Journal of Biological Macromolecules, 126, 273-281. https://doi.org/10.1016/j.ijbiomac.2018.12.203

    Arteriosclerosis / atherosclerosis – Symptoms and causes. (2022). Retrieved 19 September 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/arteriosclerosis-atherosclerosis/symptoms-causes/syc-20350569

    Keithley, J. K., Swanson, B., Mikolaitis, S. L., DeMeo, M., Zeller, J. M., Fogg, L., & Adamji, J. (2013). Safety and Efficacy of Glucomannan for Weight Loss in Overweight and Moderately Obese Adults. Journal of Obesity, 2013. https://doi.org/10.1155/2013/610908

    Boost Your Immune System with Soluble Fiber – AARP The Magazine. Retrieved 19 September 2022, from https://www.aarp.org/food/diet-nutrition/info-08-2010/feel-better-fast.html

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari Diperbarui Sep 26
    Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan