8 Manfaat Tanaman Porang, Umbi Pengganti Nasi Kaya Serat
Selain nasi, ada berbagai pilihan makanan pokok lokal yang bisa dipilih, seperti singkong, sagu, dan jagung. Belakangan ini, tanaman porang marak dibudidayakan sebagai pengganti nasi. Lantas, apa saja manfaat tanaman porang?

Apa itu tanaman porang?
Porang atau iles-iles (Amorphophallus muelleri) adalah sejenis umbi-umbian yang hanya bisa ditemukan di Indonesia. Porang dijumpai di Pulau Jawa, tetapi tersebar tidak merata.
Alih-alih buah, bagian tanaman porang yang dimanfaatkan sebagai makanan pokok adalah umbinya. Umbi porang biasa dibuat menjadi tepung, mi atau bulir-bulir berbentuk beras.
Selain menjadi pengganti nasi, kegunaan porang dimanfaatkan untuk pembuatan kosmetik, lem, serta bahan baku laboratorium kimia dan obat-obatan.
Tanaman ini memang harus diolah menjadi tepung karena umbi mentahnya mengandung kalsium oksalat yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
Biasanya, Anda bisa menemukan iles-iles di semak belukar atau rumpun bambu. Namun, sekarang sudah banyak orang yang membudidayakannya.
Kandungan gizi tanaman porang
Sebelum Anda mengetahui manfaatnya, Anda perlu tahu kandungan tanaman porang.
Berikut berbagai zat gizi yang bisa didapatkan dari porang yang sudah diolah menjadi tepung.
- Kalsium.
- Zat besi.
- Kalium.
- Serat.
- Beta-karoten.
Iles-iles memiliki serat khas bernama glukomanan. Sebagian besar manfaat porang berasal dari zat gizi ini, jumlah glukomanan yaitu sebanyak 20 – 65% dari komposisi zat gizi porang.
Manfaat tanaman porang
Berikut khasiat tanaman porang untuk kesehatan yang bisa Anda peroleh.
1. Mengurangi risiko diabetes

Diabetes terjadi akibat kadar gula darah yang terlalu tinggi. Nah, manfaat tanaman porang berpotensi mengendalikan kadar gula darah.
Kandungan glukomanan pada tepung dari porang akan dicerna dan membentuk tekstur mirip jel.
Nah, jel ini ternyata berfungsi sebagai lapisan pembatas pada usus sehingga penyerapan gula di usus terhambat. Berkat efek dari glukomanan ini, kadar gula darah pun terjaga.
2. Menjaga kesehatan pencernaan
Porang memiliki kadar serat glukomanan, yaitu jenis serat larut air yang baik untuk kesehatan pencernaan.
Jenis serat ini akan menyerap air dan membentuk jel, lalu meningkatkan ukuran dan melunakkan feses. Hal ini membuat feses mudah terdorong dan keluar dan mengatasi sembelit.
Tak hanya itu, glukomanan juga merupakan prebiotik yang memberikan asupan bakteri baik di dalam saluran pencernaan, seperti seperti Bifidobacteria dan Lactobacillus.
Mikrobiota usus pun seimbang sehingga pencernaan secara keseluruhan pun ikut terjaga.
3. Menjaga kekebalan tubuh
Sebagai sumber serat larut air, iles-iles membantu mengganti sel-sel imun yang rentan memicu peradangan menjadi sel-sel yang melawan peradangan.
Serat larut ini juga membantu tubuh untuk memproduksi protein pada tubuh bernama interleukin-4.
Protein ini berguna untuk membantu tubuh melawan infeksi. Efeknya, tubuh pun tidak rentan sakit.
Namun, perlu diketahui bila khasiat porang yang satu ini sebagian besar masih diteliti pada tikus.
Perlu riset lebih lanjut untuk memahami manfaat tanaman porang untuk sistem kekebalan manusia secara langsung.
4. Bantu turunkan berat badan
Tahukah Anda? Dalam 100 gram, kalori porang adalah sebesar 10 kkal. Kalori ini bukan pada umbi mentah, tetapi setelah diolah menjadi mi atau bulir menyerupai beras.
Tentu, ini menunjukkan bahwa iles-iles yang siap olah pun rendah kalori dan membantu menjaga berat badan Anda.
Glukomanan merupakan serat yang membentuk jel sehingga membuat perut penuh lebih lama sehingga Anda tidak mudah lapar.
Kandungan ini membantu tubuh merangsang hormon rasa kenyang sehingga asupan makanan dapat terkendali.
5. Mengurangi risiko penyakit jantung

Manfaat tanaman porang baik untuk menjaga kesehatan jantung.
Menguti tinjauan terbitan International Journal of Biological Macromolecules (2019), kandungan glukomanan akan memberikan lapisan jel di perut sehingga mengurangi penyerapan kolesterol.
Nantinya, kolesterol akan dibuang melalui feses. Tak heran bila khasiat porang membantu menurunkan kadar kolesterol.
Selain itu, glukomanan memperlambat penyerapan lemak di dalam usus halus sehingga bisa menurunkan kadar trigliserida atau lemak darah.
6. Menurunkan tekanan darah
Salah satu penelitian dalam jurnal The American Journal of Clinical Nutrition mengatakan bahwa asupan setidaknya 3 gram glukomanan setiap hari dapat membantu menurunkan tekanan darah.
Glukomanan dalam tanaman porang diketahui dapat meningkatkan fleksibilitas pembuluh darah yang memungkinkan aliran darah menjadi lebih lancar.
Pembuluh darah yang lebih lentur mampu menyesuaikan tekanan dengan lebih baik sehingga mencegah terjadinya tekanan darah tinggi yang berbahaya.
7. Baik untuk kesehatan kulit
Tanaman porang juga bermanfaat untuk kesehatan kulit berkat kandungan glukomanan dan antioksidannya.
Glukomanan membantu menjaga kelembapan kulit, membuatnya lebih lembut dan kenyal.
Selain itu, sifat antibakteri dan anti-inflamasi pada porang dapat mengurangi jerawat, kemerahan, dan iritasi.
Antioksidan dalam porang juga melindungi kulit dari radikal bebas, mencegah penuaan kulit, serta mendukung regenerasi sel kulit untuk memperbaiki tekstur dan mencerahkan kulit.
8. Menurunkan kolesterol
Beras porang juga baik untuk menurunkan kolesterol, lagi-lagi berkat kandungan glukomanan di dalamnya.
Glukomanan bekerja dengan mengikat asam empedu di saluran pencernaan sehingga mencegah penyerapan kembali kolesterol ke pembuluh darah.
Proses ini membantu menurunkan kadar LDL sekaligus meningkatkan kolesterol baik (HDL).
Selain itu, serat dalam porang mendukung kesehatan pencernaan yang secara tidak langsung berkontribusi pada pengendalian kadar kolesterol.
Porang adalah tanaman endemik Indonesia yang kaya akan serat bernama glukomanan.
Manfaat tanaman porang yang didapat dari glukomanan baik untk menurunkan risiko penyakit, seperti diabetes dan penyakit jantung.
Sebaiknya, pilihlah porang yang sudah diolah menjadi bahan makanan siap masak, bukan umbi utuh.
Ringkasan
- Mengurangi risiko diabetes.
- Menjaga kesehatan pencernaan.
- Menjaga kekebalan tubuh.
- Bantu turunkan berat badan.
- Mengurangi risiko penyakit jantung.
- Menurunkan tekanan darah.
- Baik untuk kesehatan kulit.
- Menurunkan kolesterol.