5 Manfaat Kacang Kapri yang Sayang Jika Anda Lewatkan

    5 Manfaat Kacang Kapri yang Sayang Jika Anda Lewatkan

    Kacang kapri menjadi salah satu jenis kacang yang banyak diolah sebagai masakan. Selain lezat, kacang ini ternyata menyehatkan karena kaya akan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Lantas, apa saja kandungan nutrisi dan manfaat yang ditawarkan kacang kapri?

    Kandungan kacang kapri

    Kacang kapri (Pisum sativum L.) adalah jenis kacang polong yang bisa dimanfaatkan bersama polongnya, yaitu bagian pembungkus buang kacang.

    Tak beda jauh dengan kacang polong lainnya, kacang kapri memiliki segudang manfaat yang baik bagi tubuh berkat kandungan nutrisi di dalamnya.

    Berikut kandungan gizi yang ada pada 100 gram kacang kapir, dilansir dari Data Komposisi Pangan Indonesia.

    • Energi: 98 kal
    • Protein: 6,7 g
    • Lemak: 0,4 g
    • Karbohidrat: 17,7 g
    • Serat: 6,2 g
    • Kalsium: 22 mg
    • Fosfor: 122 mg
    • Besi: 1,9 mg
    • Natrium: 6 mg
    • Kalium: 296,6 mg
    • Seng: 1,5 mg
    • Tiamin (Vit. B1): 0,34 mg
    • Riboflavin (Vit. B2): 0,16 mg
    • Niasin: 2,5 mg
    • Vitamin C: 26 mg

    Manfaat kacang kapri

    Berkat kandungan nutrisi di dalamnya, kacang kapri dipercaya bermanfaat bagi sel, jaringan, dan organ di dalam tubuh menjalankan fungsinya dengan baik.

    Untuk lebih jelasnya, simak sejumlah manfaat kacang kapri yang tentu sayang Anda lewatkan.

    1. Menangkal radikal bebas

    tubuh sehat

    Salah satu manfaat kacang kapri bagi kesehatan tubuh yakni membantu menangkal radikal bebas.

    Hal ini dikarenakan kacang berwarna hijau ini mengandung antioksidan, yaitu fenol dan polifenol yang terdapat pada biji kacang dan polongnya.

    Sementara itu, antioksidan pada kacang kapri membantu tubuh melawan radikal bebas. Radikal bebas merupakan molekul yang dapat merusak sel, DNA, dan protein dalam tubuh.

    Tak heran bila konsumsi kacang kapri pada jumlah sewajarnya dianggap dapat membantu menangkal radikal bebas yang bisa memicu penyakit.

    2. Menjaga kesehatan jantung

    Selain menangkal radikal bebas, manfaat kacang kapri lainnya yaitu menjaga kesehatan jantung.

    Bagaimana tidak, jenis kacang polong ini kaya akan mineral yang menyehatkan jantung. Hal ini ternyata membantu mencegah tekanan darah tinggi yang menjadi faktor risiko utama penyakit jantung.

    Tak hanya itu, kandungan serat yang tinggi pada kacang kapri telah terbukti dapat menurunkan kolesterol total dan kolesterol jahat (LDL).

    Maka dari itu, Anda mungkin bisa menambahkan kacang kapri dalam menu makanan guna memelihara kesehatan jantung.

    Makanan Sehat untuk Pasien Penyakit Jantung, Plus Cara Mengolahnya

    3. Mengontrol kadar gula darah

    Berkat kandungan karbohidrat kompleks di dalamnya, kacang kapri dipercaya dapat mengontrol kadar gula darah, terutama pada penyandang diabetes.

    Begini, polong-polongan merupakan salah satu jenis makanan dengan indeks glikemik yang rendah karena kaya akan pati dan serat.

    Di lain sisi, makanan dengan indeks glikemik yang rendah membantu melepaskan gule ke dalam darah secara perlahan. Hal ini yang membantu tubuh mengatur kadar gula darah.

    Meski begitu, para ahli masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk melihat apakah efek kacang kapri berkhasiat dalam mengontrol gula darah.

    4. Memelihara berat badan ideal

    yoga menurunkan berat badan

    Dikenal sebagai sumber serat, kacang kapri ternyata bisa membantu Anda mengontrol berat badan.

    Serat dan protein dari kacang kapri ternyata membantu memberikan efek kenyang lebih lama. Dengan begitu, rasa kenyang dapat menekan keinginan Anda untuk ngemil dan makan lebih banyak.

    Itu sebabnya, banyak penggemar diet yang mungkin memasukkan kacang kapri ke dalam menu diet agar bisa menurunkan berat badan mereka.

    5. Melancarkan sistem pencernaan

    Beberapa orang mungkin menganggap bahwa tepung dari kacang polong bisa memicu perut kembung, padahal tidak demikian.

    Kandungan serat pada kacang kapri ternyata memberikan manfaat baik bagi sistem pencernaan dengan membantu melancarkan buang air besar (BAB).

    Jadi, Anda mungkin bisa terhindar dari masalah susah buang air besar dan mungkin bisa menjadi obat alami untuk mengatasi sembelit ringan.

    Bahkan, kandungan protein dari kacang kapri mampu menjaga kadar bakteri baik pada usus agar tetap seimbang dalam mencerna makanan.

    Efek samping konsumsi kacang kapri

    Meski terbilang aman, konsumsi kacang kapri ternyata bisa memicu sejumlah efek samping pada beberapa orang.

    Hal ini dikarenakan kacang kapri mengandung anti-nutrisi, seperti asam fitat dan lektin yang dapat memicu berbagai masalah, meliputi:

    • mengganggu penyerapan nutrisi,
    • memicu masalah pencernaan,
    • menghambat penyerapan mineral, seperti besi dan seng,
    • meningkatkan risiko kekurangan nutrisi, dan
    • mengganggu keseimbangan sistem kekebalan dan bakteri di usus.

    Untungnya, Anda bisa mengurangi anti-nutrisi ini dengan merendam atau memasak kacang kapri guna mendapatkan manfaat di dalamnya.

    Bila memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan diskusikan dengan dokter atau ahli gizi guna memahami solusi yang tepat sesuai kondisi Anda.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Kacang kapri, segar (Pea). (n.d). Data Komposisi Pangan Indonesia. Retrieved 18 June 2021, from https://www.panganku.org/id-ID/view

    Trinidad, T. P., Mallillin, A. C., Loyola, A. S., Sagum, R. S., & Encabo, R. R. (2010). The potential health benefits of legumes as a good source of dietary fibre. The British journal of nutrition, 103(4), 569–574. https://doi.org/10.1017/S0007114509992157. Retrieved 18 June 2021. 

    Dahl, W., Foster, L., & Tyler, R. (2012). Review of the health benefits of peas (Pisum sativum L.). British Journal of Nutrition, 108(S1), S3-S10. doi:10.1017/S0007114512000852. Retrieved 18 June 2021. 

    Elliot, B. (2017). Why Green Peas are Healthy and Nutritious. Healthline. Retrieved 18 June 2021, from https://www.healthline.com/nutrition/green-peas-are-healthy 

    Gupta, R. K., Gangoliya, S. S., & Singh, N. K. (2015). Reduction of phytic acid and enhancement of bioavailable micronutrients in food grains. Journal of food science and technology, 52(2), 676–684. https://doi.org/10.1007/s13197-013-0978-y. Retrieved 18 June 2021.

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui Jun 18, 2021
    Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro