Perut Anda Sensitif? Mungkin Perlu Coba Diet Bebas Lektin

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Setelah tren diet bebas gluten, muncullah satu gaya diet baru yang disebut diet bebas lektin. Metode diet ini mengharuskan Anda untuk menghindari makan makanan yang mengandung lektin. Namun, apa itu lektin dan mengapa tidak boleh dimakan banyak-banyak? Apa saja manfaat diet lektin dan bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari? Temukan semua jawaban atas pertanyaan Anda di artikel ini.

Apa itu diet bebas lektin?

Lektin adalah jenis protein yang berikatan dengan karbohidrat dan terdapat dalam berbagai makanan. Lektin tidak dapat dicerna oleh tubuh, sehingga bentuk zat ini tidak akan berubah meski telah masuk ke dalam pencernaan.

Jika dikonsumsi dalam jumlah yang sedikit, lektin berperan penting dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Bahkan sejumlah penelitian menyatakan bahwa zat ini dapat membantu membunuh sel-sel kanker.

Namun, sayangnya jika terlalu banyak dikonsumsi, lektin justru dapat menimbulkan dampak yang buruk bagi tubuh. Salah satu efek samping dari kebanyakan konsumsi makanan tinggi lektin adalah diare dan muntah. Para ahli juga mengatakan bahwa lektin dapat menghambat penyerapan beberapa zat gizi lain di dalam tubuh.

Akan tetapi dalam beberapa kasus, ada orang yang baru makan lektin dalam jumlah yang sedikit saja sudah mengalami gangguan pencernaan. Maka dari itu, muncullah diet bebas lektin untuk orang-orang yang memiliki pencernaan yang sensitif.

Bagaimana penerapan diet bebas lektin?

Diet ini mengharuskan Anda untuk menghindari makanan yang mengandung lektin tinggi seperti:

  • Sayuran: tomat, terong, dan cabai
  • Semua jenis kacang-kacangan, dari kacang merah, kacang kedelai, hingga kacang tanah
  • Susu dan produk susu
  • Roti, kue, dan biskuit

Sementara, Anda bisa mengonsumsi makanan lainnya yang mengandung lektin yang rendah, seperti:

  • Sayuran: bawang, brokoli, kembang kol, jamur, wortel
  • Buah-buahan: apel, stroberi, jeruk, lemon

Anda juga dapat mengonsumsi makanan sumber protein hewani, seperti daging sapi, daging ayam, ikan dan telur.

Apa manfaatnya menerapkan diet bebas lektin?

Diet bebas lektin ini khusus diterapkan untuk orang-orang yang memiliki pencernaan sensitif. Dengan menerapkan diet ini, maka manfaat yang bisa didapatkan adalah:

  • Mengurangi gejala perut nyeri dan kembung
  • Mengurangi risiko luka pada organ pencernaan, seperti usus
  • Mengurangi risiko keracunan makanan akibat terlalu banyak lektin

Beberapa orang juga menyatakan bahwa hal ini dapat membantu menurunkan berat badan, tapi masih simpang siur.

Tapi, amankah untuk diterapkan dalam jangka waktu yang lama?

Belum banyak penelitian medis yang dilakukan untuk menguji efektivitas dan keamanan diet lektin pada manusia. Kebanyakan penelitian yang mengulik tentang diet ini dilakukan pada hewan. Jadi, masih diperlukan penelitian lebih lanjut yang diterapkan pada manusia agar diketahui apa saja manfaat dan dampak yang mungkin terjadi jika melakukannya.

Diet ini juga masih dianggap kontroversial karena agak sulit untuk dilakukan. Pasalnya, membatasi sejumlah gizi dari banyak sumber makanan dapat mengganggu keseimbangan kebutuhan zat gizi Anda. Padahal, semakin bervariasi makanan Anda maka semakin baik dan kaya zat gizi yang Anda miliki. Maka dari itu, jika Anda mau menerapkan pola makan seperti ini, sebaiknya konsultasikan dulu pada ahli gizi atau tenaga medis yang terkait.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sehatkah Kalau Makan Makanan yang Sama Terus Setiap Hari?

Adakah dampak kesehatan tertentu jika kita makan makanan yang sama tiap harinya? Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebiasaan tersebut?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Tips Makan Sehat, Nutrisi 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Tiba-Tiba Susah Kentut? Tak Perlu Pusing, Begini Cara Mengatasinya

Pernah merasakan tidak bisa kentut? Tentu rasanya sangat mengganggu dan membuat perut terasa sakit. Tenang, atasi masalah susah kentut dengan cara alami ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

9 Cara Jitu untuk Mengusir Semut Bandel di Rumah

Setiap rumah pasti ada semutnya. Apalagi rumah yang kotor. Jangan panik dulu, air lemon ternyata bisa jadi cara mengusir semut di rumah yang terjamin ampuh.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Saat Anda sakit, makan dan minum apapun jadi tak selera. Hal ini karena mulut dan lidah terasa pahit. Nah, ini dia alasan dan cara ampuh mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gula darah turun

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
ciri dan gejala infeksi parasit

Mengenal Jenis-Jenis Parasit dan Penyakit Infeksi yang Disebabkannya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
badan sakit setelah olahraga

Badan Sakit Setelah Olahraga, Apakah Artinya Olahraga Anda Ampuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
tidak enak badan

6 Cara Mengurangi Rasa Tidak Enak Badan saat Demam

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit