home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Perut Anda Sensitif? Mungkin Perlu Coba Diet Bebas Lektin

Perut Anda Sensitif? Mungkin Perlu Coba Diet Bebas Lektin

Setelah tren diet bebas gluten, muncullah satu gaya diet baru yang disebut diet bebas lektin. Metode diet ini mengharuskan Anda untuk menghindari makan makanan yang mengandung lektin. Namun, apa itu lektin dan mengapa tidak boleh dimakan banyak-banyak? Apa saja manfaat diet lektin dan bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari? Temukan semua jawaban atas pertanyaan Anda di artikel ini.

Apa itu diet bebas lektin?

Lektin adalah jenis protein yang berikatan dengan karbohidrat dan terdapat dalam berbagai makanan. Lektin tidak dapat dicerna oleh tubuh, sehingga bentuk zat ini tidak akan berubah meski telah masuk ke dalam pencernaan.

Jika dikonsumsi dalam jumlah yang sedikit, lektin berperan penting dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Bahkan sejumlah penelitian menyatakan bahwa zat ini dapat membantu membunuh sel-sel kanker.

Namun, sayangnya jika terlalu banyak dikonsumsi, lektin justru dapat menimbulkan dampak yang buruk bagi tubuh. Salah satu efek samping dari kebanyakan konsumsi makanan tinggi lektin adalah diare dan muntah. Para ahli juga mengatakan bahwa lektin dapat menghambat penyerapan beberapa zat gizi lain di dalam tubuh.

Akan tetapi dalam beberapa kasus, ada orang yang baru makan lektin dalam jumlah yang sedikit saja sudah mengalami gangguan pencernaan. Maka dari itu, muncullah diet bebas lektin untuk orang-orang yang memiliki pencernaan yang sensitif.

Bagaimana penerapan diet bebas lektin?

Diet ini mengharuskan Anda untuk menghindari makanan yang mengandung lektin tinggi seperti:

  • Sayuran: tomat, terong, dan cabai
  • Semua jenis kacang-kacangan, dari kacang merah, kacang kedelai, hingga kacang tanah
  • Susu dan produk susu
  • Roti, kue, dan biskuit

Sementara, Anda bisa mengonsumsi makanan lainnya yang mengandung lektin yang rendah, seperti:

  • Sayuran: bawang, brokoli, kembang kol, jamur, wortel
  • Buah-buahan: apel, stroberi, jeruk, lemon

Anda juga dapat mengonsumsi makanan sumber protein hewani, seperti daging sapi, daging ayam, ikan dan telur.

Apa manfaatnya menerapkan diet bebas lektin?

Diet bebas lektin ini khusus diterapkan untuk orang-orang yang memiliki pencernaan sensitif. Dengan menerapkan diet ini, maka manfaat yang bisa didapatkan adalah:

  • Mengurangi gejala perut nyeri dan kembung
  • Mengurangi risiko luka pada organ pencernaan, seperti usus
  • Mengurangi risiko keracunan makanan akibat terlalu banyak lektin

Beberapa orang juga menyatakan bahwa hal ini dapat membantu menurunkan berat badan, tapi masih simpang siur.

Tapi, amankah untuk diterapkan dalam jangka waktu yang lama?

Belum banyak penelitian medis yang dilakukan untuk menguji efektivitas dan keamanan diet lektin pada manusia. Kebanyakan penelitian yang mengulik tentang diet ini dilakukan pada hewan. Jadi, masih diperlukan penelitian lebih lanjut yang diterapkan pada manusia agar diketahui apa saja manfaat dan dampak yang mungkin terjadi jika melakukannya.

Diet ini juga masih dianggap kontroversial karena agak sulit untuk dilakukan. Pasalnya, membatasi sejumlah gizi dari banyak sumber makanan dapat mengganggu keseimbangan kebutuhan zat gizi Anda. Padahal, semakin bervariasi makanan Anda maka semakin baik dan kaya zat gizi yang Anda miliki. Maka dari itu, jika Anda mau menerapkan pola makan seperti ini, sebaiknya konsultasikan dulu pada ahli gizi atau tenaga medis yang terkait.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Healthline. (2017). What Is a Lectin-Free Diet?. [online] Available at: https://www.healthline.com/health/lectin-free-diet  [Accessed 16 Nov. 2017].

Natalie Olsen, A. (2017). Lectin-free diet: Is it good or bad?. [online] Medical News Today. Available at: https://www.medicalnewstoday.com/articles/319593.php  [Accessed 16 Nov. 2017].

Healthline.com. (2017). 6 Foods That Are High in Lectins. [online] Available at: https://www.healthline.com/nutrition/foods-high-in-lectins  [Accessed 16 Nov. 2017].

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M
Tanggal diperbarui 21/11/2017
x