Ayam goreng disukai banyak kalangan karena rasanya nikmat, teksturnya renyah, serta praktis untuk dikonsumsi. Namun, di balik kelezatannya ini, proses penggorengan dapat membuat jumlah kalori ayam melonjak drastis. Berikut informasi lebih lengkapnya.
Kalori ayam goreng berdasarkan bagian yang dimakan
Rata-rata ayam goreng ukuran 100 gram memiliki kalori sebanyak 216–318 kkal, tergantung bagian yang dimakan.
Berikut ini berbagai ukuran kalori ayam goreng ukuran 100 gram sesuai bagiannya.
- Ayam goreng dada (dengan kulit): 216 kkal.
- Paha ayam goreng (dengan kulit): 243 kkal.
- Sayap ayam goreng (dengan kulit): 318 kkal.
- Dada ayam goreng (tanpa kulit): 184 kkal.
- Paha ayam goreng (tanpa kulit): 207 kkal.
- Ayam goreng tepung: 297 kkal.
- Kaki ayam: 250 kkal.
- Kulit ayam goreng: 364 kkal.
- Usus ayam goreng: 345 kkal.
Jumlah kalori di atas mungkin bisa bertambah jika Anda mengonsumsi ayam yang dilapisi tepung.
Pasalnya, kalori ayam goreng umumnya lebih tinggi karena lapisan tepung dapat menyerap lebih banyak minyak saat proses penggorengan.
Kenapa kalori ayam goreng bisa berbeda-beda?
Meski sama-sama disebut ayam goreng atau fried chicken, jumlah kalorinya ternyata bisa sangat berbeda.
Ada ayam goreng yang kalorinya relatif rendah, tetapi ada juga yang jauh lebih tinggi, terutama jika ayam dibaluri adonan tepung yang tebal dan digoreng dengan banyak minyak.
Perbedaan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari bagian ayam yang digunakan hingga cara memasaknya. Berikut penjelasan lengkapnya.
Setiap bagian ayam memiliki kandungan lemak yang berbeda. Dikutip dari laman Hartfor Health Care, paha dan sayap umumnya mengandung lebih banyak lemak dibanding dada ayam sehingga kalorinya lebih tinggi.
Selain itu, kulit ayam juga menambah jumlah kalori karena mengandung lemak yang cukup tinggi. Itulah sebabnya ayam goreng dengan kulit biasanya memiliki kalori lebih besar dibanding tanpa kulit.
Penggunaan tepung dan baluran juga membuat kalorinya meningkat karena tepung dapat menyerap minyak saat proses penggorengan.
Semakin tebal lapisan tepung yang digunakan, biasanya semakin tinggi pula kandungan kalori dan lemak pada ayam goreng tersebut.
Cara mengolah ayam juga sangat memengaruhi jumlah kalorinya. Ayam yang digoreng dengan banyak minyak melalui metode deep fry umumnya memiliki kalori lebih tinggi karena menyerap lebih banyak minyak saat dimasak.
Selain itu, penggunaan mentega, margarin, atau saus tambahan juga dapat meningkatkan kandungan kalori.
Sebaliknya, memasak ayam dengan cara dipanggang atau menggunakan air fryer cenderung menghasilkan kalori yang lebih rendah dibanding fried chicken tepung ala restoran cepat saji.
Cara sehat konsumsi ayam goreng

Meski kalori ayam goreng cenderung lebih tinggi dibanding ayam yang dipanggang atau direbus, bukan berarti makanan ini harus dihindari sepenuhnya.
Anda tetap bisa menikmati ayam goreng sebagai bagian dari pola makan seimbang asalkan memperhatikan cara konsumsi dan porsinya.
Berikut beberapa cara yang lebih sehat untuk mengonsumsi ayam goreng.
1. Pisahkan bagian kulitnya
Kulit ayam goreng memang bagian yang paling renyah dan lezat. Namun, kulit ayam goreng menyumbang banyak kalori serta tinggi lemak trans.
Coba bandingkan saja, kalori ayam goreng dengan kulit memiliki 206 kkal, sedangkan ayam goreng tanpa kulit hanya mengandung 176 kkal.
Makan kulit ayam terlalu banyak bisa meningkatkan kolesterol. Jadi, saat makan fried chicken, pisahkanlah bagian kulitnya dan konsumsi bagian dagingnya saja.
2. Hindari metode deep fry
Agar lebih sehat, Anda bisa bisa memilih ayam bakar atau ayam panggang dibandingkan dengan menggunakan metode deep fry.
Memanggang tidak meningkatkan kandungan lemak ayam seperti halnya menggoreng sehingga kalorinya tidak terlalu besar.
Selain itu, Anda bisa mengukus atau membuat pepes ayam. Kedua metode ini tidak menggunakan minyak tetapi masih lezat karena ayam dicampur berbagai jenis rempah yang menambah rasa.
Banyak orang kurang menyukai dada ayam karena teksturnya yang cenderung berserat dan terasa “seret” saat ditelan.
Namun, dibandingkan dengan bagian ayam lainnya, dada ayam cenderung memiliki jumlah lemak yang lebih sedikit.
Oleh karena itu, saat memesan ayam goreng, sebaiknya pilih bagian dada. Dengan begitu, Anda dapat menikmati ayam goreng dengan cara yang sehat.
4. Perhatikan porsi makan
Mengontrol porsi makan juga penting untuk menjaga asupan kalori tetap seimbang. Konsumsi ayam goreng dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan asupan lemak dan kalori harian.
Agar lebih seimbang, batasi konsumsi ayam goreng sesuai kebutuhan dan hindari mengonsumsinya terlalu sering.
5. Imbangi dengan asupan sayur
Agar lebih sehat, konsumsi ayam goreng sebaiknya disertai sayuran. Sayur mengandung serat, vitamin, dan mineral yang baik untuk tubuh serta membantu memberikan rasa kenyang lebih lama.
Selain itu, asupan serat dari sayuran juga dapat membantu menyeimbangkan pola makan, terutama saat mengonsumsi makanan tinggi lemak dan kalori seperti ayam goreng.
Pilih sayuran segar atau olahan rendah minyak, seperti lalapan, tumisan, atau salad agar asupan gizi tetap lebih seimbang.
Apakah bisa dikonsumsi saat diet?

Ayam goreng sebenarnya tetap bisa dikonsumsi saat diet asalkan jumlah dan cara mengolahnya diperhatikan.
Dibanding paha atau sayap, dada ayam tanpa kulit umumnya menjadi pilihan yang lebih rendah lemak dan kalori sehingga lebih cocok untuk program diet.
Selain itu, sebaiknya pilih ayam goreng tanpa tepung atau yang dimasak dengan sedikit minyak agar asupan kalori tidak berlebihan.
Perhatikan juga porsinya dan imbangi dengan makanan bergizi lain, seperti sayur serta sumber karbohidrat yang lebih sehat.
Meski boleh dikonsumsi sesekali, ayam goreng sebaiknya tidak dijadikan menu utama setiap hari, terutama fried chicken cepat saji yang umumnya tinggi kalori, lemak jenuh, dan sodium.
Nah, itu tadi kalori ayam goreng berdasarkan potongan dan cara mengolahnya. Mengingat kalorinya yang cukup tinggi, sebaiknya ayam goreng dikonsumsi dengan porsi kecil dan tidak terlalu sering.