4 Manfaat Kesehatan Tersembunyi dari Biji Seledri

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Seledri biasanya hanya digunakan bagian daun dan batangnya untuk dimasak atau dijus. Namun, bijinya pun ternyata bisa dikonsumsi untuk mendapatkan manfaatnya. Berikut sejumlah manfaat biji seledri yang mungkin menguntungkan Anda.

Manfaat biji seledri untuk kesehatan

1. Berpotensi menurunkan tekanan darah tinggi

Penelitian terbitan Journal of Medicinal Food tahun 2013 berhasil menemukan manfaat biji seledri untuk kestabilan tekanan darah.

Biji seledri dilaporkan berpotensi membantu efektivitas pengobatan hipertensi pada tikus yang memiliki tekanan darah tinggi.

Tekanan darah tikus yang diberikan ekstrak biji seledri tampak menurun ke angka yang lebih sehat. Namun, ekstrak biji seledri tidak berdampak apa pun pada tikus yang tekanan darahnya normal.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa biji seledri mungkin memiliki efek serupa pada manusia. Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut yang khusus mengamati manfaat biji seledri pada manusia.

2. Membantu mencegah kanker

Sudah cukup banyak penelitian yang melaporkan ekstrak biji seledri memiliki sifat antikanker karena kandungan antioksidannya.

Penelitian yang diterbitkan pada Cancer Letters tahun 2005 pernah menjelaskan bahwa ekstrak biji seledri membantu menggagalkan perkembangan kanker hati.

Sebuah penelitian lebih baru yang diterbitkan dalam Asian Pacific Journal of Cancer Prevention pada tahun 2011 juga menyatakan hal serupa. Penelitian tersebut menguji sampel sel manusia dan menemukan ekstrak biji seledri dapat membantu melawan kanker lambung. 

Hasilnya menunjukkan bahwa ekstrak biji seledri bekerja menghambat penyebaran sebagian sel kanker lambung dengan merangsang apoptosis (sejenis sel baik yang penting untuk menghentikan menyebarnya sel kanker).

3. Membantu meningkatkan kesehatan tulang

Manfaat lainnya dari biji seledri adalah membantu meningkatkan kesehatan tulang.

Per satu sendok makan biji seledri (setara 6,5 gram) mampu mencukupi 12 persen kebutuhan kalsium harian Anda. Tubuh membutuhkan kalsium untuk memelihara dan menjaga kepadatan tulang. Jika kekurangan kalsium, Anda rentan mengalami masalah tulang seperti rentan patah atau osteoporosis.

Selain kalsium, ada juga manfaat mineral mangan dalam kandungan biji seledri. Dalam satu sendok makan biji seledri mengandung 27 persen mangan yang bisa mencukupi kebutuhan nutrisi Anda.

Mangan diperlukan tubuh untuk mengaktifkan enzim penghasil protein yang membentuk jaringan tulang dan tulang rawan. 

Biji seledri juga mengandung magnesium dan fosfor. Kedua mineral ini membantu mendukung sel pembangun tulang yang disebut osteoblas. Kekurangan salah satu dari nutrisi ini dapat menyebabkan penyakit tulang kronis seperti osteoporosis.

4. Membantu melawan infeksi bakteri

Menurut sebuah penelitian dari Journal of Pharmacy and Pharmacology tahun 2009, ekstrak biji seledri berpotensi dapat melawan infeksi bakteri H. pylori. Bakteri ini umum ditemukan pada orang yang punya masalah pencernaan seperti tukak lambung (maag).

Namun potensi manfaat biji seledri ini masih butuh diteliti lebih lanjut karena belum pernah diuji langsung pada manusia.

Hai-hati sebelum mengonsumsi biji seledri

Meskipun dipercaya berpotensi baik untuk kesehatan, jangan sembarangan mengonsumsi biji seledri sebelum konsultasi ke dokter. Terutama jika dalam bentuk suplemen.

Pasalnya, ada beberapa risiko efek samping yang mungkin muncul dari suplemen ekstrak biji seledri. Bagi orang yang punya penyakit ginjal, suplemen biji seledri mungkin dapat memperburuk kondisinya.

Selain itu, biji seledri dapat berinteraksi dengan sejumlah obat, termasuk obat pengencer darah, diuretik, litium, dan obat tiroid.

Jika saat ini Anda sedang menggunakan salah satu dari obat-obatan tersebut, pastikan untuk konsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen biji seledri.

Ingat, tidak semua obat herbal pasti aman dikonsumsi semua orang. Konsultasi sebelum memakainya adalah langkah antisipasi terbaik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Khasiat Minyak Daun Basil untuk Kesehatan Tubuh

Selain digunakan sebagai bumbu masak rica-rica, daun basil juga bisa diekstrak menjadi minyak yang baik untuk kesehatan tubuh Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Herbal A-Z 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Tips Membedakan Sakit Perut Karena Gas dan Karena Penyakit Lain

Sakit perut merupakan gejala dari masalah pencernaan yang sering muncul. Namun, apa bedanya sakit perut karena gas dan karena penyakit lain?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Monika Nanda
Kesehatan Pencernaan, Radang Usus Buntu 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Begini Cara Memilih Multivitamin yang Aman dan Sesuai untuk Anda

Banyak jenis multivitamin yang ada di pasaran. Tapi yang manakah yang sesuai dengan Anda? Berikut cara memilih multivitamin yang tepat.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Fakta Gizi, Nutrisi 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Sering Tidak Disadari, Bulu Mata Juga Bisa Kutuan! Apa Gejalanya?

Hati-hati, mata yang gatal bisa jadi disebabkan oleh kutu bulu mata. Wah, bagaimana bisa terjadi dan seperti apa cara mengobatinya? Berikut ulasannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Penyakit Mata 1 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tanaman untuk kamar

Selain Mempercantik Kamar, 7 Tanaman Ini Juga Bisa Bantu Tidur Nyenyak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
mulut bayi berjamur

Ciri-ciri Infeksi Jamur (Oral Thrush) di Mulut Anda

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 9 menit
Bekas luka

Cara Menghilangkan Bekas Luka dengan Langkah yang Tepat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
cara menghilangkan nyeri haid

9 Cara Jitu Mengatasi Nyeri Haid Tanpa Obat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit