home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kopi Decaf, Alternatif Kopi Sedikit Kafein yang Katanya Lebih Sehat

Kopi Decaf, Alternatif Kopi Sedikit Kafein yang Katanya Lebih Sehat

Kopi termasuk minuman favorit untuk memulai hari agar lebih berenergi. Namun, kandungan kafein pada kopi membuat Anda harus membatasi konsumsinya. Kopi decaf (kopi tanpa kafein) disebut-sebut bisa menjadi alternatif yang lebih sehat.

Apa itu kopi decaf?

Kopi decaf adalah sebutan lain untuk kopi tanpa kafein. Sebenarnya, kopi decaf tidak bebas kafein sama sekali alias tetap memilikinya tapi tidak sebanyak pada kopi pada umumnya. Sekitar 97% kandungan kafein pada kopi jenis ini hilang.

Ada banyak cara untuk menghilangkan kafein dari biji kopi seperti menggunakan air dan pelarut organik atau karbon dioksida. Dibandingkan dengan kopi biasa, kopi ini memiliki rasa yang lebih ringan dan warna serta aroma yang tidak terlalu pekat.

Mengutip Healthline, penelitian menemukan bahwa 1 cangkir kopi decaf (180 ml/mililiter) mengandung 0 – 7 miligram (mg) kafein. Sementara dalam kopi biasa, kandungan kafeinnya mencapai 70 – 140 mg per takaran saji.

Benarkah bisa jadi alternatif untuk mengurangi kafein?

efek kopi pada gigi

Jika Anda sensitif terhadap kafein atau ingin menguranginya dengan alasan kesehatan tertentu maka kopi decaf bisa dijadikan pilihan. Hal ini karena kandungan kafein di dalamnya yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan kopi biasa.

Kafein memang memiliki berbagai manfaat seperti memperbaiki suasana hati, meningkatkan metabolisme, dan membuat Anda lebih berenergi.

Meski demikian, konsumsi kafein yang terlalu banyak dapat menimbulkan berbagai kondisi kesehatan seperti menimbulkan kecemasan, insomnia, masalah pencernaan, meningkatkan detak jantung, hingga memberikan efek buruk pada kesuburan.

Oleh sebab itu, Anda bisa menjadikan kopi decaf sebagai alternatif untuk mengurangi asupan kafein bagi yang tetap ingin minum kopi.

Yang perlu Anda ketahui bahwa kopi biasa dan kopi decaf sama-sama mengandung manfaat yang hampir setara. Pasalnya, baik kopi tanpa kafein maupun kopi biasa mengandung antioksidan yang berguna untuk menangkal radikal bebas.

Asam hidrokinamik dan polifenol merupakan jenis senyawa antioksidan utama pada kopi jenis ini yang mampu mengurangi kerusakan oksidatif serta membantu mencegah berbagai penyakit seperti jantung, kanker, dan diabetes tipe 2.

Namun, beberapa penelitian menyebutkan kopi decaf justru mengandung antioksidan 15% lebih rendah akibat proses penghilangan kafein. Sementara kandungan zat gizi pada kopi ini beragam, termasuk 2,4% magnesium, 4,8% kalium, dan 2,5% vitamin B3.

Cara membuat kopi decaf sendiri di rumah

Meski kopi ini sudah banyak di jual di pasaran, Anda bisa membuatnya sendiri di rumah. Namun, sebenarnya pembuatan kopi tanpa kafein ini tidak sesederhana kelihatannya. SImak cara sederhana membuat kopi decaf sendiri di bawah ini.

Merendam biji kopi

Hal pertama yang perlu dilakukan yaitu merendam biji kopi. Anda bisa merendamnya di dalam air atau dengan menggunakan larutan etil asetat atau metilen klorida. Yang direndam yakni biji kop yang masih hijau dan segar, bukan biji yang telah dipanggang.

Isi mangkuk berisi biji kopi dengan air panas atau pelarut kemudian biarkan meresap selama beberapa menit. Kemudian, saring dan ulangi kembali. Proses penyaringan berulang ini menentukan seberapa banyak kafein yang dihilangkan.

Panggang biji kopi

Proses selanjutnya yang bisa dilakukan ialah memanggang biji kopi. Anda bisa memanggangnya di dalam oven dengan memasukkan biji kopi hasil rendaman ke dalam loyang logam. Sebar biji kopi dan pastikan tidak ada biji yang menumpuk.

Panggang biji kopi selama sekitar 10 hingga 15 menit dengan suhu sekitar 230° Celsius. Setelah itu, angkat dan dinginkan.

Giling biji kopi dan seduh

Siapkan alat penggiling kopi dan mulailah untuk menggiling biji kopi yang telah dipanggang. Setelah semuanya tergiling dengan sempurna, kemudian seduh kopi dengan air panas.

Usahakan untuk menuangkan air mendidih dengan suhu sekitar 90 – 90,6° Celsius. Agar kopi terasa lebih nikmat, campurkan 10 gram kopi ke dalam 180 ml air ke dalam cangkir favorit Anda.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Decaf Coffee: Good or Bad?

https://www.healthline.com/nutrition/decaf-coffee-good-or-bad#section6 accessed on November 13th 2018

Why Decaf Coffee is Just as Healthy

https://www.psychologytoday.com/us/blog/your-brain-food/201105/why-decaf-coffee-is-just-healthy accessed on November 13th 2018

9 Side Effects of Too Much Caffeine

https://www.healthline.com/nutrition/caffeine-side-effects#section6 accessed on November 13th 2018

Is Decaf Coffee Good or Bad for Your Health

https://draxe.com/decaf-coffee/ accessed on November 13th 2018

How to Brew Decaf Coffee at Home https://www.mrcoffee.com/blog/archive/2015/september/how-to-brew-a-cup-of-decaf-coffee-at-home.html accessed on November 13th 2018

How do You Decaffeinate Coffee?

http://www.bbc.com/future/story/20180917-how-do-you-decaffeinate-coffee accessed on November 13th 2018

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Widya Citra Andini Diperbarui 11/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x