backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Kenapa Ada Anggapan Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi?

Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan · General Practitioner · None


Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari · Tanggal diperbarui 22/05/2023

Kenapa Ada Anggapan Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi?

Nasi merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Banyak orang Indonesia jadi merasa “belum makan kalau belum makan nasi”. Makan apa pun tidak dianggap sebagai makan berat bila menunya bukanlah nasi. Lantas, apakah anggapan ini jadi penyebab seseorang jadi belum kenyang kalau belum makan nasi?

Mengapa ada anggapan belum makan kalau belum makan nasi?

Pada dasarnya, anggapan ini muncul sejak adanya aturan pemerintah Indonesia yang menyeragamkan beras sebagai makanan pokok. Sebelumnya, Indonesia mengandalkan makanan pokok dari tanaman lokal.

Penyeragaman makanan pokok ini membuat beras jadi salah satu kebutuhan primer yang ketersediaannya perlu dijamin oleh pemerintah.

Lama-kelamaan, masyarakat Indonesia pun jadi sangat terbiasa makan nasi setiap harinya. Kebiasaan makan nasi setiap hari inilah yang membentuk anggapan belum kenyang kalau belum konsumsi nasi.

Penyebab lainnya bisa berkaitan dengan kebiasaan makan yang mengarah pada ketergantungan terhadap nasi putih.

Konsumsi nasi memang bisa meningkatkan kadar dopamin di otak yang memberikan imbalan sehingga Anda ingin melakukannya lagi.  

Nasi putih memiliki indeks glikemik yang tinggi, artinya karbohidrat dalam nasi cepat diubah menjadi gula darah (glukosa) oleh tubuh.

Studi terbitan Clinical Chemistry (2018) menjelaskan bahwa bertambahnya glukosa dan insulin bisa meningkatkan kadar dopamin. Efeknya, Anda ingin mengulangi makan nasi lagi. 

Jadi, yang membuat Anda merasa belum makan berat kalau belum makan nasi sebenarnya merupakan sensasi ketagihan yang muncul dari reaksi kimia di otak. 

Dampak kebiasaan makan nasi

makan nasi putih

Saat sudah terbiasa makan nasi, ada efek yang akan terjadi pada tubuh. Apa saja?

1. Memberikan energi untuk beraktivitas

Kandungan utama nasi adalah karbohidrat, tepatnya pati. Jenis karbohidrat ini dipecah tubuh menjadi glukosa. 

Lalu, glukosa akan digunakan pertama kali sebagai pemasok energi bagi organ, jaringan, dan sel.

Karbohidrat juga akan disimpan sebagai cadangan energi di dalam liver dan otot. Hal inilah yang membuat Anda bisa beraktivitas meskipun tidak sedang mendapat asupan, seperti saat puasa.

2. Mencegah kehilangan massa otot

Makan nasi membantu mencukupi kebutuhan karbohidrat harian. Bila kekurangan karbohidrat, tubuh akan mengambil protein dari otot sebagai sumber energi. 

Proses pengolahan protein menjadi energi ini ternyata menyebabkan penurunan massa otot. Padahal, massa otot penting untuk menjaga berat badan. 

Massa otot yang besar membuat tubuh perlu membakar kalori lebih banyak.

3. Menambah berat badan

Sensasi belum kenyang kalau belum makan nasi ini berasal dari kalori nasi.

Nasi memang bisa membuat kenyang. Namun, asupan kalori berlebihan bila tidak diimbangi dengan aktivitas fisik justru membuat berat badan berlebih.

Kalori berlebih yang tidak digunakan di dalam tubuh akan diubah menjadi lemak. Bila tidak terkontrol, penumpukan lemak bisa menyebabkan berbagai penyakit kronis.

4. Meningkatkan risiko diabetes tipe 2

Nasi merupakan makanan dengan indeks glikemik tinggi sehingga membuat gula darah naik dengan cepat. 

Tanpa olahraga rutin dan makanan dengan bergizi seimbang, konsumsi nasi berlebih bisa meningkatkan kadar gula darah sehingga Anda lebih rentan memiliki diabetes tipe 2.

Asupan nasi berlebih bisa meningkatkan kadar lemak perut. Lemak berlebih bisa menyebabkan resistensi insulin, yakni kondisi penyebab diabetes tipe 2.

Makanan pokok pengganti nasi

Bukan hal yang mudah untuk menghilangkan anggapan belum makan berat kalau tidak konsumsi nasi.

Namun, tetap perhatikan asupan makanan yang Anda konsumsi sehari-hari demi menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Selain nasi, ada banyak makanan pokok yang mudah dijumpai, mengenyangkan, dan tak kalah sehat. 

Berikut beberapa pilihan pengganti nasi yang bisa Anda coba.

  • Ubi.
  • Oatmeal.
  • Sagu.
  • Bihun jagung.
  • Soun atau mi dari kacang hijau.
  • Misua.
  • Jagung.

Jenis makanan pokok di atas lebih kaya akan serat daripada nasi putih biasa.

Pasalnya, nasi putih mengalami proses pengupasan kulit sehingga kadar mineral dan seratnya berkurang. 

Asupan serat membuat Anda kenyang lebih lama dan menjaga kadar gula darah. Pasalnya, serat tidak dipecah menjadi glukosa sehingga tidak membuat gula darah melonjak.

Selain itu, beberapa jenis makanan pengganti nasi mengandung beta-karoten dan antosianin. Keduanya merupakan antioksidan yang bisa mencegah kerusakan sel tubuh akibat radikal bebas. 

Selain itu, hindari setiap hari hanya makan nasi tanpa kombinasi makanan bergizi lainnya sebab Anda bisa kekurangan atau kelebihan zat gizi tertentu.

Rangkuman

  • Makan nasi terlalu banyak bisa melonjakkan gula darah dan berisiko membuat ketagihan.
  • Pengganti nasi yang dianjurkan sebaiknya tinggi serat agar mengenyangkan.
  • Karbohidrat dari nasi penting untuk memasok energi, tetapi asupan berlebih bisa picu obesitas hingga diabetes tipe 2.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Andreas Wilson Setiawan

General Practitioner · None


Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari · Tanggal diperbarui 22/05/2023

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan