Sama-sama Manis, Ini Bedanya Kandungan Air Tebu dengan Air Gula

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Selain menjadi bahan baku gula pasir, tanaman tebu juga kerap diolah menjadi air tebu yang terkenal dengan rasa manisnya. Namun, tahukah Anda? Meski berasal dari bahan yang sama, kandungan nutrisi air tebu dan air gula biasa ternyata berbeda.

Beda kandungan nutrisi air tebu dan air gula

Air tebu merupakan olahan alami yang masih mengandung nutrisi asli dari tanaman tebu. Itu sebabnya, nutrisi air tebu menjadi lebih bervariasi dibandingkan air gula biasa.

Air tebu memiliki rasa manis khas yang menyegarkan. Meski demikian, nutrisi yang terdapat pada air tebu tidak hanya terdiri atas gula dan karbohidrat. Terdapat kandungan gizi lain yang ada dalam air tebu, yaitu:

1. Kandungan karbohidrat dan indeks glikemik

Gula pasir dan air tebu memiliki kandungan karbohidrat yang berbeda. Gula pasir terdiri atas sukrosa, sementara air tebu terdiri atas glukosa dan fruktosa. Perbedaan ini juga berpengaruh terhadap indeks glikemik keduanya.

Indeks glikemik adalah ukuran untuk menunjukkan seberapa cepat karbohidrat dalam makanan diubah menjadi gula darah. Semakin tinggi nilai glikemik suatu makanan, semakin besar pengaruhnya terhadap kadar insulin dan gula darah. 

Skala indeks glikemik berkisar antara 0-100. Gula pasir memiliki indeks glikemik sebesar 68, sedangkan air tebu memiliki indeks glikemik sebesar 43. Nilai ini tergolong rendah sehingga relatif lebih menyehatkan.

2. Gula dan kalori

Segelas air tebu sebanyak 240 mL mengandung 180 kalori dan 30 gram gula. Sementara itu, satu sendok gula pasir terdiri atas 50 kalori dan 13 gram gula. Air tebu memang lebih alami, tapi Anda tetap perlu memerhatikan jumlah yang dikonsumsi.

Departemen Kesehatan RI memberikan rekomendasi batas aman konsumsi gula harian sebesar 50 gram atau setara dengan 4 sendok makan. Lebih dari itu, Anda berisiko mengalami obesitas, masalah gula darah, hingga penyakit jantung.

gula darah meningkat

3. Antioksidan

Air tebu memiliki kandungan antioksidan yang disebut polifenol. Senyawa ini bermanfaat untuk melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas maupun racun yang berasal dari lingkungan.

Meski terbuat dari tebu, nyatanya gula tidak memiliki kandungan antioksidan. Gula hanya mengandung glukosa.

Polifenol memiliki fungsi sebagai antiviral, antialergi, dan antiperadangan. Untuk memperoleh manfaatnya, pilihlah air tebu alami yang dibuat langsung dari batang tebu.

Sebaiknya, Anda menghindari air tebu yang telah dikemas karena proses pengolahan dapat merusak polifenol.

4. Vitamin dan mineral

Air tebu sebenarnya tidak termasuk dalam deretan makanan kaya vitamin dan mineral. Namun, minuman ini memiliki beberapa unsur mineral walaupun hanya dalam jumlah kecil.

Sebelum diolah, batang tebu mengandung 187 miligram kalsium, 56 miligram fosfor, 4,8 miligram zat besi, 757 miligram kalium, dan 97 miligram natrium.

Jumlahnya memang sedikit, tapi lebih baik dibandingkan air gula yang tidak mengandung mineral apa pun.

Air tebu ternyata bukan sekadar air gula, melainkan minuman kaya kandungan nutrisi. Minuman ini juga memiliki indeks glikemik yang rendah dan mengandung sedikit kalori sehingga aman dikonsumsi oleh penderita diabetes.

Jadi, tidak ada salahnya menyertakan air tebu sebagai variasi minuman. Pilihlah batang tebu berkualitas baik serta memiliki permukaan mulus tanpa kotoran.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Manfaat Xylitol, Si Pemanis Alami yang Baik Bagi Kesehatan

Selain sebagai pengganti gula, ternyata pemanis yang sering dijumpai di permen karet ini punya segudang efek positif, apa saja ya manfaat dari xylitol ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Fakta Gizi, Nutrisi 27 Mei 2019 . Waktu baca 5 menit

Sama-Sama Gula, Tapi Apa Bedanya Sukrosa, Glukosa, Fruktosa?

Ada banyak jenis gula yang Anda temukan. Mulai dari glukosa, fruktosa dan juga sukrosa. Tapi tahukah Anda apa perbedaan ketiganya? Simak di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Fakta Gizi, Nutrisi 14 Agustus 2018 . Waktu baca 4 menit

Apa Itu Pati Resisten, dan Apa Pengaruhnya Bagi Tubuh?

Pati resisten semakin populer dijadikan sumber makanan sehat. Memang, apa itu pati resisten, dan apa manfaatnya? Dari mana kita bisa mendapatkannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 12 Juli 2018 . Waktu baca 4 menit

Tak Cuma Jadi Sumber Energi, Ini 6 Kebaikan Karbohidrat Bagi Tubuh Anda

Mungkin Anda berpikir karbohidrat adalah zat gizi ini dapat membuat badan Anda gemuk. Tapi benarkah? Baca manfaat karbohidrat di sini, untuk mengetahuinya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Fakta Gizi, Nutrisi 30 Mei 2018 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Indeks glikemik makanan

Pentingnya Mengetahui Indeks Glikemik untuk Mengedalikan Gula Darah

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 8 September 2020 . Waktu baca 6 menit
kebutuhan karbohidrat balita

Seberapa Penting Kebutuhan Karbohidrat untuk Balita Usia 2-5 Tahun?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 12 April 2020 . Waktu baca 7 menit
makanan indeks glikemik tinggi insomnia

Makanan dengan Kadar Indeks Glikemik Tinggi Bisa Picu Insomnia

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 23 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit
manfaat ngemil kedelai sebelum olahraga

5 Manfaat Ngemil Kedelai Sebelum Olahraga yang Sayang Dilewatkan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 29 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit