Awas, Gula Cair Lebih Berbahaya dari Gula Pasir

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Baik dalam bentuk cair atau padat, gula pada umumnya memiliki jumlah kalori yang sama yaitu 4 kalori/gram. Namun terdapat pendapat yang menyatakan gula cair lebih tidak sehat dibandingkan gula padat. Benarkah itu?

Pada dasarnya, konsumsi gula berlebih tidak baik bagi kesehatan  karena dapat memicu penimbunan lemak tubuh lebih banyak, dan mengganggu keseimbangan glukosa darah. Baik dalam bentuk cair ataupun padat, gula tetap dapat menyebabkan kecanduan sehingga kita lebih ingin memakan atau meminum minuman manis.

BACA JUGA: 10 Hal Tak Terduga yang Menyebabkan Gula Darah Naik

Mengapa gula cair lebih berbahaya?

Meskipun yang lebih utama adalah berapa banyak gula yang Anda konsumsi, terdapat beberapa alasan yang menyebabkan gula cair lebih berisiko menyebabkan masalah kesehatan dibandingkan gula padat, diantaranya:

Gula cair sering tersembunyi

Pada kenyataannya hampir setiap minuman kemasan dan sajian di tempat makan memiliki kandungan gula yang cukup tinggi, atau sedikitnya 100 kalori atau sekitar 20-30 gram gula per 350 ml. Gula cair pada minuman biasanya merupakan gula tambahan, namun memiliki kadar yang lebih tinggi dari minuman dengan bahan dasar susu atau buah yang juga sudah memiliki jenis gula laktosa dan fruktosa.

BACA JUGA: Makanan dan Minuman dengan Gula Tinggi

Lebih mungkin menyebabkan kecanduan manis

Meskipun memiliki kadar kalori yang cukup tinggi, gula pada minuman tidak menyebabkan rasa kenyang namun justru dapat meningkatkan keinginan makan lebih banyak. Selain itu, tubuh dan otak juga tidak merespon minuman manis sama dengan merespon makanan manis. Akibatnya, kita akan tetap merasa lapar meskipun batasan kalori harian sudah terpenuhi.

Salah satu penelitian telah membuktikan kedua hal tersebut dengan percobaan konsumsi 450 kalori dari jelly bean dan minuman bersoda. Individu yang mengonsumsi makanan manis dalam bentuk jelly bean cenderung merasa lebih kenyang dan memakan makanan lebih sedikit, sedangkan individu yang meminum soda tidak merasa kenyang dan lebih banyak dan pada akhirnya lebih banyak mengonsumsi kalori.

Risiko kesehatan akibat konsumsi gula cair

Konsumsi gula cair berlebih akan meningkatkan asupan kalori yang signifikan dan meningkatkan risiko beberapa masalah kesehatan, di antaranya:

1. Kegemukan

Konsumsi minuman manis akan membuat Anda lebih berisiko dengan konsumsi kalori berlebih. Salah satu penelitian pada tahun 2015 menunjukan bahwa indidvidu yang mengalami obesitas lebih banyak ditemukan pada yang mengonsumsi gula cair lebih banyak. Kelebihan konsumsi gula cair sebanyak 10 gram atau sekitar 40 kalori dari kebutuhan kalori per hari, akan meningkatkan berat badan sekitar 0,4 kg gram dan peningkatan lingkar pinggang sekitar 0,9cm.

2. Peningkatan kadar glukosa darah

Ini merupakan faktor penting dalam perkembangan penyakit diabetes mellitus dan hal ini dapat terjadi mulai dari masa anak-anak jika mereka mengonsumsi makanan atau minuman manis. Salah satu penelitian pada anak umur 10-12 tahun di Kanada menemukan setelah dua tahun pengamatan, anak-anak yang banyak mengonsumsi minuman manis memiliki kadar gula darah dan kadar insulin yang lebih tinggi dibandingkan anak yang mengonsumsi minuman manis lebih sedikit. Hal ini adalah pertanda bahwa tubuh tidak merespon konsumsi glukosa dengan tepat dan dapat menyebabkan kondisi pradiabetes hingga diabetes pada usia yang lebih dini.

BACA JUGA: 4 Hal yang Harus Dilakukan Jika Anda Memiliki Keturunan Diabetes

3. Risiko penyakit jantung

Konsumsi gula berlebih terutama dari gula cair dapat memicu sekresi komponen lemak seperti trigliserida lebih banyak ke dalam aliran darah. Akibatnya, hal ini akan meningkatkan perkembangan plak pada pembuluh darah dan menyebabkan kerusakan pada jantung. Hal serupa akan lebih mungkin dialami oleh indivdu dengan obesitas dan gejala diabetes dengan pola konsumsi tinggi gula, di mana terjadi peningkatan kadar gula darah dan lemak yang dapat mempercepat arteri koroner jantung.

Jadi, apakah gula cair benar-benar berbahaya?

Gula cair pada minuman manis akan berbahaya jika kita tidak mengendalikan pola konsumsi tinggi gula secara keseluruhan. Hal ini dikarenakan obesitas dan peningkatan kadar gula darah akan lebih mungkin terjadi jika kita mengonsumsi karbohidrat sederhana seperti glukosa berlebih.

Sebaliknya, gula cair tidak akan berbahaya jika kita mengimbanginya dengan mengurangi kalori dari makanan sumber karbohidrat seperti nasi dan roti, dan tetap memakan buah dan sayuran. Meskipun tidak memberikan rasa kenyang, Anda sebaiknya mempertimbangkan juga untuk menghindari minuman manis atau mengurangi asupan kalori jika dalam satu hari mengonsumsi minuman manis sekitar 600-700 ml, karena sudah memenuhi sedikitnya ±200 kalori dari kebutuhan harian.

BACA JUGA: Tanaman Stevia Sebagai Pengganti Gula, Lebih Sehat?

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sehatkah Kalau Makan Makanan yang Sama Terus Setiap Hari?

Adakah dampak kesehatan tertentu jika kita makan makanan yang sama tiap harinya? Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebiasaan tersebut?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Tips Makan Sehat, Nutrisi 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

9 Cara Jitu untuk Mengusir Semut Bandel di Rumah

Setiap rumah pasti ada semutnya. Apalagi rumah yang kotor. Jangan panik dulu, air lemon ternyata bisa jadi cara mengusir semut di rumah yang terjamin ampuh.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Saat Anda sakit, makan dan minum apapun jadi tak selera. Hal ini karena mulut dan lidah terasa pahit. Nah, ini dia alasan dan cara ampuh mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Berhubungan Seks Sehari Setelah Haid, Apakah Bisa Hamil?

Banyak orang mengira sebelum dan setelah haid bukan menjadi masa subur wanita. Tapi apakah berhubungan seks setelah haid bisa menyebabkan kehamilan?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Wanita, Menstruasi 25 Januari 2021 . Waktu baca 2 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gula darah turun

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
ciri dan gejala infeksi parasit

Mengenal Jenis-Jenis Parasit dan Penyakit Infeksi yang Disebabkannya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
badan sakit setelah olahraga

Badan Sakit Setelah Olahraga, Apakah Artinya Olahraga Anda Ampuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
tidak enak badan

6 Cara Mengurangi Rasa Tidak Enak Badan saat Demam

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit