Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

10 Jenis Bunga yang Bisa Dikonsumsi, Bagaimana Rasanya?

10 Jenis Bunga yang Bisa Dikonsumsi, Bagaimana Rasanya?

Anda mungkin sering melihat bunga digunakan sebagai hiasan untuk mempercantik hidangan. Namun, beberapa koki sengaja menyajikan bunga untuk dikonsumsi karena memperkaya cita rasa makanan. Jenis bunga yang bisa dimakan ini adalah edible flower. Seperti apa rasanya?

Bunga-bunga yang bisa dimakan

Tidak semua bunga aman untuk dimakan, terkecuali untuk edible flower.

Bunga ini bisa disajikan dengan makanan utama, dimasukan dalam saus atau minuman, bahkan diolah menjadi camilan.

Selain tidak menyebabkan masalah pencernaan, edible flower menawarkan rasa dan tampilan yang unik untuk hidangan.

Beberapa jenisnya bisa memberikan manfaat kesehatan karena merupakan makanan bernutrisi.

Apa saja jenis bunga yang aman untuk dikonsumsi?

1. Mawar

manfaat air mawar

Ada lebih dari 150 spesies mawar di dunia. Kabar baiknya adalah semuanya bisa dimakan. Namun, tidak semua jenis mawar memiliki rasa yang sama.

Cara praktis untuk memilih mawar yang bisa dimakan adalah dari aromanya. Jika aromanya sedap, mungkin rasanya juga enak.

Namun, Anda hanya bisa memakan kelopaknya karena daun dan batangnya tidak aman dikonsumsi.

Kelopak bunga mawar memiliki rasa yang sedikit manis dengan aroma bunga yang segar, seperti perpaduan rasa stroberi dan apel hijau.

Kelopak bunga ini dapat dimakan mentah secara langsung, dicampurkan ke dalam jus buah, atau diolah menjadi selai, urap sayur, sup rempah, dan sebagainya.

Anda mungkin bisa memperoleh khasiat dari mengonsumsi bunga mawar.

Penelitian dalam Avicenna journal of phytomedicine (2017) menunjukkan senyawa tertentu dalam minyak mawar bisa mengurangi kecemasan dan meningkatkan relaksasi.

Rangkuman

  • Semua varietas mawar dapat dimakan.
  • Mawar yang memiliki aroma paling manis cenderung memiliki rasa enak.
  • Kelopak mawar dapat digunakan untuk penyedap rasa makanan atau dicampurkan ke dalam minuman.

2. Kembang sepatu

Bunga kembang sepatu bisa ditemui tumbuh di daerah beriklim tropis dan subtropis di seluruh dunia.

Ada ratusan spesies kembang sepatu, tetapi varietas yang paling populer dan dapat dimakan dikenal sebagai rosela atau Hibiscus sabdariffa.

Bunga ini memiliki berbagai warna seperti merah, putih, kuning, dan merah muda.

Anda dapat memakan bunga ini langsung dari tanamannya. Bunga kembang sepatu biasanya digunakan untuk teh, jamu, selai, atau pecel sayur.

Selain itu, teh kembang sepatu diyakini memiliki khasiat obat.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kembang sepatu dapat membantu mengurangi tekanan darah dan kadar kolesterol.

Meskipun begitu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk lebih memahami bagaimana kembang sepatu dapat mendukung kesehatan jantung.

3. Bunga labu

bunga labu bunga yang bisa dimakan

Jika Anda menanam labu kuning sendiri di kebun, Anda mungkin sering menemui bunganya yang berwarna cerah dan berkelopak lembut.

Namun, Anda mungkin tidak tahu bahwa bunga ini bisa dimakan seperti labu itu sendiri.

Bunga labu berwarna kuning cerah dengan bentuk lonceng yang panjang dan bulat. Bunga-bunga ini bisa dimakan mentah atau dicincang.

Nah, Anda bisa mengolahnya sebagai pecel sayur rebus, urap sayur, atau bahkan menggorengnya sampai renyah.

Namun, hanya bunga jantan yang aman untuk dimakan. Seperti apa ciri-ciri bunga labu jantan?

Bunga jantan memiliki batang yang panjang dan tipis dan biasanya tumbuh di sekitar tepi luar tanaman.

4. Lavender

Lavender adalah bunga yang berasal dari bagian utara Afrika dan Mediterania.

Bunga ini berwarna violet, berukuran kecil, dan berjumlah banyak. Lavender dikenal karena aromanya yang khas dan diyakini memiliki efek menenangkan.

Warna dan aromanya menjadikan lavender sebagai tambahan yang pas untuk berbagai makanan.

Bunga ini bisa ditambahan ke dalam minuman manis, teh herbal, bumbu kering, dan rempah.

Nah, edible flower ini cocok juga dipadukan dengan makanan bercita rasa asam dan manis, seperti jeruk, beri, rosemary, sage, dan cokelat.

Saat ingin menambahkan lavender pada masakan, sebaiknya masukan bungan ini sedikit demi sedikit, hingga memberikan rasa atau aroma yang diinginkan.

Jika memasukannya sekaligus dan terlalu banyak, rasa dan aroma yang muncul bisa terlalu kuat.

5. Dandelion

manfaat dandelion

Dandelion dikenal sebagai tanaman gulma kebun yang tumbuh liar.

Namun, mereka juga berfungsi sebagai bunga yang bisa dimakan dengan kandungan zat gizi yang tinggi.

Dandelion memiliki bunga kecil berdiameter sekitar 2 – 4 cm dengan banyak kelopak kecil berwarna kuning cerah.

Setiap bagian tanaman gulma ini dapat dinikmati. Ini termasuk akar, batang, dan daunnya.

Bunganya bisa dimakan mentah, campuran tepung roti, digoreng, atau campuran membuat puding dan selai.

Akarnya sering direndam untuk membuat teh atau kopi. Dandelion juga bisa dimasak sebagai semur, pepes ikan, atau hidangan lain yang membutuhkan aroma tambahan.

Konsumsi bunga ini bisa memberikan manfaat tersendiri karena riset menyebutkan dandelion mengandung berbagai senyawa dengan sifat antioksidan.

6. Chamomile

Chamomile adalah bunga yang kerap digunakan untuk memasak dan pengobatan tradisional selama berabad-abad.

Penelitian dalam jurnal Phytomedicine (2016) menemukan bahwa chamomile berpotensi mengurangi kecemasan dan meningkatkan kualitas tidur.

Bunganya sangat mirip dengan aster, meskipun jauh lebih kecil. Chamomile memberikan rasa yang sedikit manis dan beraroma pada makanan atau minuman.

Untuk masakan, daun dan bunga chamomile biasanya dikeringkan terlebih dahulu, tetapi bisa juga disajikan segar.

Selain sering digunakan untuk teh chamomile, bunganya juga dapat dibuat sirup atau makanan yang dipanggang dan makanan penutup.

7. Kamperfuli

kamperfuli bunga yang bisa dimakan

Ada sekitar 200 spesies honeysuckle atau kamperfuli, tetapi yang paling umum adalah varietas Japonica dan Woodbine.

Bunga dan ekstraknya biasanya dikonsumsi atau dioleskan ke kulit untuk mengobati berbagai kondisi peradangan.

Namun, khasiatnya sebagai obat terapi bagi manusia masih belum terbukti secara ilmiah.

Dalam dunia kuliner, kamperfuli sering digunakan untuk membuat teh atau sirup yang harum.

Bunganya yang harum, biasanya berwarna kuning muda atau putih, mengandung nektar yang bisa dimakan langsung.

Anda dapat menggunakan bunga yang bisa dimakan ini untuk mempermanis es teh, limun, yoghurt, atau sebagai pengganti gula.

Meskipun bunga kamperfuli dan nektarnya aman untuk dimakan, beberapa varietasnya bisa menyebabkan keracunan jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

8. Pansy

Selain sedap dipandang, bunga pansy juga tak kalah enak untuk disantap. Tanaman pansy memiliki bunga kecil, berdiameter sekitar 5 – 8 cm.

Bunganya memiliki banyak warna, tetapi umumnya berwarna ungu, biru dan kuning.

Bunga ini memiliki lima kelopak yang tumpang tindih dengan area gelap di tengahnya yang menyerupai noda tinta.

Bunga pansy memiliki rasa yang ringan, segar, dan manis.

Lantaran memiliki banyak variasi warna, bunga ini sering menjadi aksesori untuk dekorasi kue tar, puding, dan kue kering.

Jenis edible flower ini juga diketahui memiliki sifat antioksidan dan antiradang.

9. Nasturtium

nasturtium bunga yang bisa dimakan

Selain dikenal karena bunganya yang berwarna cerah, nasturtium memiliki rasa yang gurih dan unik.

Baik daun dan bunga nasturtium dapat dapat dinikmati dalam bentuk mentah ataupun matang.

Bunganya berbentuk corong dan berwarna oranye terang, merah, atau kuning. Bunga ini mempunyai rasa sedikit pedas dan bisa digunakan untuk hiasan pada kue.

Selain itu, daunnya yang bulat dan kecil juga cukup empuk untuk dimakan, cocok dihidangkan sebagai pecel sayur atau dicocol dengan saus.

Sama seperti edible flower lainnya, nasturtium mengandung berbagai mineral dan senyawa dengan efek antioksidan dan antiradang.

10. Borage

Borage atau starflower adalah bunga berbentuk bintang dengan kelopak yang halus. Biasanya bunga ini berwarna biru, tetapi bisa juga berwarna putih atau merah muda.

Dalam pengobatan herbal, borage digunakan untuk mengobati penyakit ringan, seperti sakit tenggorokan atau batuk.

Namun, penelitian pada manusia tentang khasiat borage sebagai pengobatan medis masih minim dilakukan.

Anda dapat menggunakan bunga dan daun borage untuk dimakan. Bunganya memiliki rasa sedikit manis dan rasa segar, mirip mentimun dan madu.

Bunga ini bisa dikonsumsi secara langsung dalam kondisi segar atau ditambahkan ke dalam sup, saus, atau isian lumpia sayur.

Ada beberapa jenis bunga yang bisa dimakan. Bunga ini bahkan memiliki kandungan vitamin, mineral, dan antioksidan yang baik untuk kesehatan.

Sebagian edible flower aman dikonsumsi dalam kondisi mentah, tapi ada pula yang perlu dimasak terlebih dahulu sehingga tidak menyebabkan keracunan.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Adib-Hajbaghery, M., & Mousavi, S. N. (2017). The effects of chamomile extract on sleep quality among elderly people: A clinical trial. Complementary therapies in medicine, 35, 109–114. https://doi.org/10.1016/j.ctim.2017.09.010

González-Barrio, R., Periago, M. J., Luna-Recio, C., Garcia-Alonso, F. J., & Navarro-González, I. (2018). Chemical composition of the edible flowers, pansy (Viola wittrockiana) and snapdragon (Antirrhinum majus) as new sources of bioactive compounds. Food chemistry, 252, 373–380. https://doi.org/10.1016/j.foodchem.2018.01.102

Keefe, J. R., Mao, J. J., Soeller, I., Li, Q. S., & Amsterdam, J. D. (2016). Short-term open-label chamomile (Matricaria chamomilla L.) therapy of moderate to severe generalized anxiety disorder. Phytomedicine : international journal of phytotherapy and phytopharmacology, 23(14), 1699–1705. https://doi.org/10.1016/j.phymed.2016.10.013

Koulivand, P. H., Khaleghi Ghadiri, M., & Gorji, A. (2013). Lavender and the nervous system. Evidence-based complementary and alternative medicine : eCAM, 2013, 681304. https://doi.org/10.1155/2013/681304

Liao, J. C., Chang, W. T., Lan, Y. H., Hour, M. J., & Lee, H. Z. (2013). Application of proteomics to identify the target molecules involved in Lonicera japonica-induced photokilling in human lung cancer CH27 cells. BMC complementary and alternative medicine, 13, 244. https://doi.org/10.1186/1472-6882-13-244

Mohebitabar, S., Shirazi, M., Bioos, S., Rahimi, R., Malekshahi, F., & Nejatbakhsh, F. (2017). Therapeutic efficacy of rose oil: A comprehensive review of clinical evidence. Avicenna journal of phytomedicine, 7(3), 206–213.

Morales, F., Padilla, S., & Falconí, F. (2016). MEDICINAL PLANTS USED IN TRADITIONAL HERBAL MEDICINE IN THE PROVINCE OF CHIMBORAZO, ECUADOR. African journal of traditional, complementary, and alternative medicines : AJTCAM, 14(1), 10–15. https://doi.org/10.21010/ajtcam.v14i1.3852

Navarro-González, I., González-Barrio, R., García-Valverde, V., Bautista-Ortín, A. B., & Periago, M. J. (2014). Nutritional composition and antioxidant capacity in edible flowers: characterisation of phenolic compounds by HPLC-DAD-ESI/MSn. International journal of molecular sciences, 16(1), 805–822. https://doi.org/10.3390/ijms16010805

Riaz, G., & Chopra, R. (2018). A review on phytochemistry and therapeutic uses of Hibiscus sabdariffa L. Biomedicine & pharmacotherapy = Biomedecine & pharmacotherapie, 102, 575–586. https://doi.org/10.1016/j.biopha.2018.03.023

Serban, C., Sahebkar, A., Ursoniu, S., Andrica, F., & Banach, M. (2015). Effect of sour tea (Hibiscus sabdariffa L.) on arterial hypertension: a systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. Journal of hypertension, 33(6), 1119–1127. https://doi.org/10.1097/HJH.0000000000000585

Wirngo, F. E., Lambert, M. N., & Jeppesen, P. B. (2016). The Physiological Effects of Dandelion (Taraxacum Officinale) in Type 2 Diabetes. The review of diabetic studies : RDS, 13(2-3), 113–131. https://doi.org/10.1900/RDS.2016.13.113

Lonicera japonica. (n.d.). North Carolina Extension Gardener Plant Toolbox. Retrieved July 19, 2022 from, https://plants.ces.ncsu.edu/plants/lonicera-japonica/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana Diperbarui 6 days ago
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan