home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

3 Nutrisi Tambahan Dalam Makanan yang Mencukupi Kebutuhan Gizi Harian

3 Nutrisi Tambahan Dalam Makanan yang Mencukupi Kebutuhan Gizi Harian

Selama ini mungkin Anda sering melihat berbagai jenis produk makanan yang diklaim sehat. Dengan kemajuan teknologi, manusia menciptakan makanan yang diperkaya dengan nutrisi-nutrisi tertentu sehingga menghasilkan makanan yang lebih sehat. Salah satu jenis makanan yang mungkin sering Anda dengar adalah makanan fungsional. Apa sih itu sebenarnya?

Apa itu makanan fungsional?

Makanan fungsional adalah makanan atau minuman yang diperkaya dengan nutrisi atau zat tertentu (seperti vitamin, mineral, serat, dan probiotik) di luar nutrisi alami yang sudah ada di makanan tersebut. Hal ini ditujukan untuk memberi nilai tambah pada makanan sehingga dapat berpengaruh positif terhadap kesehatan melebihi nilai gizi dasar yang sudah ada.

Apa saja contohnya?

Makanan fungsional mencakup produk makanan yang sangat luas. Mulai dari makanan yang dibuat dari bahan fungsional tertentu (misalnya produk susu yang mengandung probiotik) sampai makanan pokok sehari-hari yang diperkaya dengan nutrisi tertentu (seperti sereal yang diperkaya dengan asam folat, minyak goreng yang diperkaya dengan vitamin A, telur yang diperkaya dengan asam lemak omega-3, dan masih banyak lagi).

Contoh bahan fungsional yang biasa ditambahkan dalam makanan adalah:

  • Probiotik, merupakan bakteri baik yang sama dengan bakteri yang ada di usus Anda. Mengonsumsi makanan yang mengandung probiotik dapat meningkatkan kesehatan usus Anda.
  • Prebiotik, dapat mendorong pertumbuhan bakteri baik di usus dan menghambat pertumbuhan bakteri jahat dalam usus, sehingga juga meningkatkan kesehatan usus.
  • Stanol dan sterol, dapat memberi efek menurunkan kolesterol, sehingga bahan ini sering ditambahkan dalam margarin rendah lemak.

Apakah makanan ini bermanfaat untuk kesehatan?

Seringnya, makanan fungsional dilabeli dengan klaim-klaim kesehatan tertentu yang menyatakan bahwa makanan tersebut dapat bermanfaat bagi kesehatan. Mungkin ini benar. Namun, Anda sebagai konsumen harus pintar-pintar memilih makanan. Tak jarang, klaim tersebut juga menyesatkan, sehingga jangan mudah percaya.

Penting bagi Anda untuk melihat lagi antara makanan dengan nutrisi atau bahan fungsional yang ditambahkan ke dalamnya. Cari tahu apakah zat yang ditambahkan ke dalam makanan dapat diserap oleh makanan. Dan, setelah Anda mengonsumsi makanan fungsional tersebut, apakah Anda merasakan dampaknya pada kesehatan Anda, misalnya pada tekanan darah atau kolesterol darah.

Ingat, makanan fungsional bukan makanan pengganti

Walaupun makanan fungsional mengandung berbagai nutrisi yang dapat meningkatkan kesehatan dan membantu Anda memenuhi nutrisi yang dibutuhkan, namun makanan ini tetap tidak dapat menggantikan nutrisi alami yang ada dalam makanan. Anda tetap harus berusaha memenuhi kebutuhan nutrisi Anda dengan menjalankan diet gizi seimbang (konsumsi makanan sumber karbohidrat, protein nabati, protein hewani, sayuran, dan buah-buahan).

Lagipula, makanan fungsional hanya dapat memberi manfaat bagi kesehatan bukan memberi solusi atas masalah kesehatan Anda. Anda bisa menambahkan makanan fungsional ke dalam menu makan harian Anda sebagai alternatif makanan sehat. Tapi, jangan lupa untuk tetap mengonsumsi makanan segar lainnya yang mengandung nutrisi alami.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Zeratsky, K. (2015). What are functional foods?. [online] Available at: http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/expert-answers/functional-foods/faq-20057816 [Accessed 9 Aug. 2017].

British Nutrition Foundation. Functional foods. [online] Available at: https://www.nutrition.org.uk/nutritionscience/foodfacts/functional-foods.html?limit=1&start=2 [Accessed 9 Aug. 2017].

What is a functional food? – IFT.org. [online] Available at: http://www.ift.org/Knowledge-Center/Learn-About-Food-Science/Food-Facts/What-is-a-functional-food.aspx [Accessed 9 Aug. 2017].


Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Arinda Veratamala
Tanggal diperbarui 23/08/2017
x