home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Panduan dan Tahapan Diet OCD agar Aman untuk Tubuh

Panduan dan Tahapan Diet OCD agar Aman untuk Tubuh

Diet OCD dan intermittent fasting masih menjadi primadona diantara orang yang giat melangsingkan badan. Ada berbagai manfaat yang bisa didapat saat melakukan diet ini, antara lain berat badan menurun.

Program diet yang mirip dengan metode puasa ini sebenarnya bisa dilakukan kalau sesuai dengan aturan yang tepat. Kira-kira bagaimana cara melakukan diet OCD yang benar? Adakah tahapan yang harus dilalui seorang pemula? Simak panduan berikut.

Empat tahapan diet OCD

diet ocd

Diet OCD adalah metode diet seperti puasa dengan menggunakan sistem jendela makan. Nah, jendela makan sendiri yakni lamanya waktu ketika Anda diperbolehkan makan.

Waktu makannya berbeda-beda dan bebas sesuai pilihan, ada yang dilakukan dalam kurun waktu 8 jam, 6 jam, hingga 4 jam saja dalam sehari. Di bawah ini tahapan jendela makan dalam diet OCD yang bisa Anda pilih.

1. Jendela makan 16:8

Panduan pertama menjalankan diet OCD ini bisa Anda lakukan pada tahap paling awal untuk pemula. Anda bisa mencoba 8 jam jendela makan dalam sehari (24 jam) dengan puasa selama 16 jam. Pada tahapan ini, Anda boleh mengonsumsi makanan dan minuman apa saja selama 8 jam.

Setelah jendela makan habis, Anda tidak boleh mengonsumsi makanan dan minuman apa pun kecuali air putih. Pengaturan jadwal puasa dan jendela makan ini sebaiknya dilakukan dalam waktu teratur selama kurun waktu 2 minggu.

Misalnya Anda mulai diet OCD pada jam 7 pagi, maka Anda dapat mengonsumsi makanan apa pun dari jam 7 pagi – 3 sore. Setelah jendela makan sudah habis, Anda harus melakukan puasa hanya dengan minum air putih sampai esok hari jam 7 pagi.

2. Jendela makan 18:6

Pada tahap yang kedua ini, ada sedikit perbedaan dan penambahan waktu diet. Tahapan 18:6 ini memperbolehkan Anda mengonsumsi makanan apa saja dalam durasi 6 jam. Setelah itu, Anda diwajibkan berpuasa selama 18 jam.

Contohnya, Anda membuka jendela makan pada jam 10 pagi. 8 jam berikutnya atau pada pukul 4 sore Anda sudah mulai puasa. Anda tidak boleh mengonsumsi apa pun kecuali air putih. Hal ini dilakukan hingga pukul 10 pagi keesokan harinya.

Anda yang ingin melakukan ini disarankan untuk melatih jendela puasa tahap pertama terlebih dahulu yang baiknya dilakukan selama 2 minggu.

3. Jendela Makan 20:4

Tahap selanjutnya boleh Anda lakukan saat tubuh dirasa telah mampu menyesuaikan diri. Tahapan 20:4 bisa dimulai dengan jendela makan yang sangat sedikit, yaitu hanya 4 jam saja dalam satu hari.

Cara yang dilakukan tidak jauh berbeda dengan tahapan pertama dan tahapan kedua. Perbedaannya hanya pada waktu puasa dan jendela makan.

Pada tahap yang cukup berat ini, jika Anda merasa kesulitan atau diet ini justru tidak manjur, Anda boleh bertahan pada tahap kedua saja.

4. Makan satu kali saja dalam sehari

Tiba saatnya pada tahapan terberat dan tersulit. Pada tahapan ini, Anda harus puasa makan selama 24 jam. Namun, bukan berarti Anda tidak boleh makan sama sekali. Anda tetap diperbolehkan makan, tapi hanya sekali dalam satu hari.

Misalnya kita memulai diet OCD tahap ini pada jam 6 sore, maka Anda hanya makan saat jam 6 sore saja. Setelah dan selama puasa, Anda hanya diperbolehkan mengonsumsi air putih sampai waktu jendela makan keesokan harinya.

Disarankan juga untuk mengombinasi diet OCD ini dengan tahapan diet yang sebelumnya. Coba lakukan selama dua minggu saja, agar tubuh tidak mengalami kekurangan nutrisi ataupun malah menimbulkan masalah lain.

Makanan yang harus dimakan selama melakukan diet OCD

diet mediterania penyakit jantung

Setelah memahami tahapannya, kini Anda mungkin tertarik untuk menerapkan metode diet yang satu ini. Akan tetapi, Anda harus memerhatikan asupan zat gizi yang harus dikonsumsi saat berada pada tahapan jendela makan diet OCD.

Umumnya, penting untuk makan makanan dengan kandungan karbohidrat. Selain sebagai sumber energi, karbohidrat dibutuhkan untuk proses metabolisme tubuh, yaitu ketika tubuh menghasilkan energi dari makanan yang Anda santap.

Lalu, sehari-harinya tubuh juga membutuhkan zat gizi protein untuk menjaga massa otot. Anda bisa mendapatkan protein pada bahan makanan seperti telur, daging hewan, tahu, atau tempe.

Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan vitamin harian, pastikan terdapat makanan seperti sayuran hijau atau buah-buahan dalam tahapan jendela makan diet Anda. Anda juga bisa mengonsumsi suplemen vitamin agar tidak kekurangan nutrisi.

Dan yang paling penting yaitu air mineral. Selama jam diet atau puasa, Anda hanya boleh mengonsumsi air mineral yang cukup. Jangan sampai tubuh Anda kurang atau menjadi dehidrasi selama diet. Triknya yaitu minum 1 – 2 gelas air setiap jamnya.

Selain itu, penting untuk selalu melakukan aktivitas fisik ringan selama diet agar tubuh tidak lemas.

Yang harus diketahui sebelum menjalani diet OCD

makanan diabetesi

Efek penurunan berat badan dari diet OCD cukup menggiurkan. Sayangnya, tidak semua orang boleh melakukan diet ini. Dengan mengikuti tahapan jendela makan yang sudah dijabarkan di atas, Anda akan melewatkan jam makan ideal biasanya.

Berpuasa terlalu lama akan mendorong produksi hormon rasa lapar yang meningkatkan keinginan untuk makan. Bila demikian, efeknya membuat Anda melampiaskan lapar tersebut dengan makan berlebihan saat memasuki jendela makan.

Selain itu, ada beberapa orang yang tidak disarankan untuk menjalani diet OCD yaitu:

  • orang-orang yang memiliki diabetes,
  • memiliki penyakit jantung dan tekanan darah,
  • orang-orang yang memiliki riwayat mengalami gangguan makan,
  • orang-orang yang memiliki riwayat amenore,
  • ibu hamil, serta
  • anak-anak di bawah usia 18 tahun.

Bila Anda termasuk dalam kelompok yang disebutkan, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi sebelum mencoba diet ini.

Perlu diketahui juga bahwa tubuh setiap orang bisa merasakan efek diet yang berbeda. Jika Anda mengalami sakit kepala, mual, kecemasan yang tidak biasa, atau gejala lainnya setelah menjalani diet, segera hentikan diet dan periksakan diri ke dokter.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Not so Fasr: Pros and Cons of the Newest Diet Trend. (2017). Harvard Health. Retrieved 16 February 2021, from https://www.health.harvard.edu/heart-health/not-so-fast-pros-and-cons-of-the-newest-diet-trend

Intermitent Fasting: Surprising Update. (2018). Harvard Health. Retrieved 16 February 2021, from https://www.health.harvard.edu/blog/intermittent-fasting-surprising-update-2018062914156

Intermittent Fasting: What is it, and how does it work? (n.d.). Johns Hopkins Medicine. Retrieved 16 February 2021, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/intermittent-fasting-what-is-it-and-how-does-it-work

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 16/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x