home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

4 Tahapan Diet Dukan, Kenali Juga Manfaat dan Risikonya

4 Tahapan Diet Dukan, Kenali Juga Manfaat dan Risikonya

Banyak orang yang ingin menurunkan berat badan dengan cepat. Hal ini ternyata bisa dicapai dengan menjalani program diet tertentu dan salah satunya yaitu dikenal dengan diet dukan. Simak mengenai program penurunan berat badan ini di sini.

Apa itu diet dukan?

Diet dukan adalah jenis diet rendah karbohidrat dengan protein tinggi yang diciptakan oleh mantan dr. Pierre Dukan pada 1970-an.

Diet ini bertujuan membantu pasien obesitas untuk menurunkan berat badan.

Pada tahun tersebut, diet utama pasien obesitas berfokus pada menurunkan berat badan dengan menu makanan rendah kalori dan porsi kecil. Hal ini ternyata sulit diikuti oleh pasien dr. Pierre Dukan.

Alhasil, dokter asal Perancis ini mencoba mengubah fokus utama diet pada protein tanpa lemak.

Perubahan tersebut ternyata diklaim membantu mengurangi rasa lapar dan memudahkan pasien menjalani program dietnya.

Program diet dukan terdiri dari 4 tahapan atau fase berbeda. Setiap fasenya memiliki aturan makan yang berbeda sehingga peserta diet bisa lebih mudah beradaptasi.

Fase diet dukan

menu diet rendah karbohidrat

Umumnya, diet dukan tidak mengharuskan Anda untuk berpuasa atau menjalani waktu makan yang rumit.

Namun, Anda perlu membatasi makanan yang berbeda pada fase-fase tertentu. Berikut adalah tahapan program diet dukan.

1. Fase attack

Fase attack merupakan fase pertama diet dukan yang berlangsung selama dua hinga tujuh hari. Hal ini bergantung pada jumlah berat badan yang ingin diturunkan.

Selama fase ini, Anda bisa mengonsumsi protein tanpa lemak tanpa batas, seperti:

  • daging sapi tanpa lemak,
  • ayam tanpa kulit,
  • makanan laut,
  • telur, dan
  • produk susu rendah lemak yang terbatas.

Anda juga dianjurkan untuk minum 6 hingga 8 gelas air, serta makan 1,5 sendok makan (sdm) dedak gandum per hari.

2. Fase cruise

Setelah fase attack, Anda akan masuk ke fase cruise yang dimulai paling lambat hari ke delapan.

Jika perlu menurunkan lebih dari 18 kilogram (kg), Anda membutuhkan pengawasan dari dokter dan biasanya berlangsung selama satu tahun.

Pada fase ini, daftar makanan dari fase sebelumnya akan tetap dikonsumsi, tetapi dengan tambahan sayuran tertentu, seperti:

  • sayuran hijau,
  • brokoli,
  • kembang kol,
  • paprika,
  • mentimun, dan
  • jamur.

Beberapa hari dalam fase cruise merupakan menu makanan protein murni dan hari-hari berikutnya dilanjutkan dengan protein atau sayuran.

3. Fase konsolidasi (consolidation)

Bila Anda sudah mencapai target berat badan yang diinginkan, fase konsolidasi akan dimulai.

Durasi fase ini biasanya tergantung jumlah berat badan yang diturunkan, tetapi biasanya berlangsung selama lima hari untuk setiap berat yang turun.

Fase konsolidasi tetap melibatkan makanan dari dua fase pertama dan menambahkan porsi kecil makanan lainnya, antara lain:

  • buah,
  • roti,
  • pati,
  • keju, dan
  • anggur.

Selain makanan tersebut, Anda dianjurkan mengkhususkan satu hari setiap minggu untuk hari makan protein.

Pada hari tersebut, Anda akan mengonsumsi menu makanan pada fase attack.

4. Fase stabilization

Fase stabilization merupakan tahap terakhir dari diet dukan dan tidak memiliki batas waktu yang ditentukan.

Pasalnya, fase ini mirip dengan konsolidasi, tetapi dengan aturan yang lebih longgar terhadap pilihan karbohidrat dan lemak.

Sebagai contoh, Anda direkomendasikan makan protein tanpa lemak satu hari dalam seminggu dengan 3 sdm dedak gandum setiap harinya.

Tidak hanya pilihan makanan, program diet ini mengharuskan Anda untuk tetap berolahraga setidaknya berjalan cepat. Hal ini bertujuan menjaga penurunan berat badan dan tetap sehat.

Manfaat dan risiko diet dukan

Diet dukan merupakan salah satu jenis diet rendah karbohidrat yang dibarengi dengan asupan protein rendah lemak yang tinggi.

Program diet dukan bertujuan untuk menurunkan berat badan dengan cepat. Meski begitu, ada beberapa risiko yang perlu Anda ketahui sebelum menjalani diet ini.

Manfaat diet dukan

Program diet tinggi protein memang bisa membantu menurunkan berat badan. Hal ini terbukti melalui penelitian yang dimuat dalam jurnal Nutrition & Metabolism.

Studi tersebut menunjukkan bahwa diet tinggi protein bisa mempercepat penurunan berat badan karena beberapa hal, meliputi:

  • membantu tubuh merasa lebih kenyang,
  • mengurangi hormon kelaparan (ghrelin),
  • meningkatkan keseimbangan glukosa tubuh, dan
  • memicu proses diuresis (kehilangan cairan tubuh).

Diet dukan juga memiliki fase konsolidasi yang panjang. Artinya, tubuh akan merasa lebih terbantu ketika melewati transisi dari penurunan berat badan ke pemeliharaan berat badan jangka panjang yang sehat.

Saat berat badan menurun, tubuh cenderung “menolak” kehilangan banyak lemak sehingga berusaha untuk mengembalikan lemak yang hilang.

Namun, empat tahapan diet ini memungkinkan tubuh untuk menyesuaikan diri dengan penurunan berat badan. Dengan begitu, tubuh bisa mempertahankan berat badan yang berhasil turun.

Maka dari itu, beberapa orang menganggap diet ini cukup efektif dalam menurunkan berat badan.

Risiko diet dukan

mitos osteoporosis

Meski menawarkan manfaat berupa penurunan berat badan yang cepat, diet dukan tidak lepas dari risiko yang berdampak pada kesehatan.

Begini, konsumsi banyak protein yang dikombinasikan dengan Western diet dilaporkan dapat meningkatkan risiko penyakit metabolik.

Selain itu, diet tinggi protein menambah beban kerja ginjal untuk membuang limbah yang dihasilkan protein.

Terlebih lagi, studi dari Polandia mengungkapkan adanya risiko jangka panjang dari diet dukan, yaitu:

  • gangguan fungsi ginjal,
  • penyakit liver,
  • osteoporosis, dan
  • masalah jantung.

Diet dukan mungkin bisa menjadi cara efektif untuk menurunkan berat badan pada beberapa orang.

Namun, diet ketat biasanya tidak menjadi rekomendasi untuk mempertahankan berat badan jangka panjang.

Selain itu, dr. Dukan tidak lagi diakui sebagai praktisi kesehatan dan banyak klaim penurunan berat badannya tidak didukung oleh penelitian.

Maka itu, konsultasikan dengan dokter atau ahli diet guna mengetahui diet yang tepat untuk Anda.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Wyka, J., Malczyk, E., Misiarz, M., Zołoteńka-Synowiec, M., Całyniuk, B., & Baczyńska, S. (2015). Assessment of food intakes for women adopting the high protein Dukan diet. Roczniki Panstwowego Zakladu Higieny, 66(2), 137–142. Retrieved 6 September 2021. 

Pesta, D. H., & Samuel, V. T. (2014). A high-protein diet for reducing body fat: mechanisms and possible caveats. Nutrition & metabolism, 11(1), 53. https://doi.org/10.1186/1743-7075-11-53. Retrieved 6 September 2021. 

Anton, S. D., Hida, A., Heekin, K., Sowalsky, K., Karabetian, C., Mutchie, H., Leeuwenburgh, C., Manini, T. M., & Barnett, T. E. (2017). Effects of Popular Diets without Specific Calorie Targets on Weight Loss Outcomes: Systematic Review of Findings from Clinical Trials. Nutrients, 9(8), 822. https://doi.org/10.3390/nu9080822. Retrieved 6 September 2021. 

How to Diet. (2021). NHS UK. Retrieved 6 September 2021, from https://www.nhs.uk/live-well/healthy-weight/how-to-diet/ 

Nouvenne, A., Ticinesi, A., Morelli, I., Guida, L., Borghi, L., & Meschi, T. (2014). Fad diets and their effect on urinary stone formation. Translational andrology and urology, 3(3), 303–312. https://doi.org/10.3978/j.issn.2223-4683.2014.06.01. Retrieved 6 September 2021.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui seminggu yang lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x