Ketahui Jawaban 8 Pertanyaan Umum tentang Vegetarian

    Ketahui Jawaban 8 Pertanyaan Umum tentang Vegetarian

    Anda mungkin mengenal istilah vegan dan vegetarian untuk orang-orang yang tidak mengonsumsi produk hewani. Anda mungkin mengira bahwa vegan merupakan singkatan dari vegetarian. Sekarang waktunya menjawab pertanyaan tentang vegetarian dan vegan.

    Berbagai pertanyaan dan jawaban tentang vegetarian

    Ada berbagai pertanyaan dasar yang punya jawaban penting sehingga Anda dapat memahami diet vegan dan vegetarian.

    1. Apa perbedaan vegetarian dan vegan?

    Vegetarian adalah pola makan yang tidak mengonsumsi daging, singkatnya seperti itu.

    Ada tiga jenis vegetarian yang umum dijumpai. Berikut jenisnya.

    • Lacto-ovo-vegetarian: tetap mengonsumsi telur dan produk olahan susu.
    • Ovo-vegetarian: masih memakan telur, tetapi tidak memakan produk olahan susu.
    • Lacto-vegetarian: mengonsumsi produk olahan susu, tetapi tidak memakan telur.
    • Vegan: pola makan yang tidak mengonsumsi daging merah, unggas, ikan atau boga bahari, telur, madu, susu dan olahannya, serta gelatin.

    Berdasarkan penjelasan di atas, vegan bukanlah singkatan dari vegetarian. Perbedaan vegan dan vegetarian merupakan pola makan vegetarian yang tidak memakai dan mengonsumsi sumber hewani.

    Ringkasan

    Vegan merupakan pola makan bebas sumber hewani yang paling ketat. Selain tidak makan daging, diet vegan tidak memperbolehkan konsumsi susu, madu, dan telur.

    2. Apa manfaat pola makan vegetarian untuk kesehatan?

    pertanyaan tentang vegetarian akan kesehatan

    Memangkas asupan hewani mungkin membuat Anda melontarkan pertanyaan tentang vegetarian berikut.

    Tentu saja ada berbagai manfaat vegan atau pun vegetarian.

    Berbagai studi menemukan pola makan vegan membantu menurunkan berat badan berlebih. Pasalnya, cara diet sehat ini meningkatkan asupan serat.

    Jadi, Anda kenyang lebih lama dan mengurangi nafsu makan berlebih. Selain itu, asupan serat biasanya relatif rendah kalori.

    Selain itu, pola makan vegan kaya akan serat yang bisa membuang kolesterol melalui feses. Beberapa daging mengandung asam lemak jenuh yang tinggi.

    Kolesterol dan lemak jenuh diketahui bisa menumpuk dan menyumbat di pembuluh darah sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung.

    3. Apa tujuan menjalani vegetarian?

    Jawaban atas pertanyaan tentang vegetarian ini menggambarkan motivasi utama yang perlu dimulai.

    Beberapa orang beralih ke pola makan vegetarian untuk menurunkan berat badan dan menjaga kesehatan tubuh.

    Ada pula yang mengkhawatirkan keamanan daging karena adanya bakteri Salmonella dan E. Coli. Ada pula orang yang menjadi vegetarian karena tidak mampu membeli daging dan produk hewani lainnya.

    Sementara itu, beberapa orang memilih menjadi vegan karena masalah kesehatan, tetapi banyak dari mereka memilih jalan ini karena alasan moral.

    Para vegan merasa bahwa hewan hidup di dunia ini bukan untuk dimanfaatkan oleh manusia, apalagi diperjualbelikan.

    Selain tidak memakan asupan sumber hewani, vegan juga tidak menggunakan barang-barang dari olahan kulit, bulu, dan cangkang hewan.

    4. Benarkah para vegetarian dan vegan akan kekurangan protein?

    Asupan protein banyak ditemukan pada daging. Lantas, apa jawaban dari pertanyaan tentang vegetarian ini?

    Banyak makanan pengganti daging yang kaya juga dengan protein, seperti:

    • kacang-kacangan,
    • biji-bijian,
    • tahu dan tempe,
    • oatmeal, dan
    • beras merah.

    Bagi orang yang menjalani diet lacto-ovo-vegetarian, hal ini tidak menjadi masalah karena produk olahan susu dan telur cukup untuk mengisi kebutuhan protein harian.

    Untuk para vegan, sebaiknya mengonsumsi 0,45 gram protein nabati per setiap kilogram berat badan.

    Jumlah ini lebih banyak daripada asupan protein hewani. Pasalnya, protein nabati lebih sulit diserap dan mengandung asam amino yang lebih sedikit. Asam amino diperlukan untuk menyusun protein di dalam tubuh.

    5. Bagaimana kebutuhan kalsium vegetarian?

    pertanyaan tentang vegetarian terkait asupan kalsium

    Pertanyaan tentang vegetarian ini perlu diketahui agar mencegah kekurangan gizi yang bisa membahayakan tulang.

    Orang yang menjalani diet lacto-vegetarian atau lacto-ovo-vegetarian bisa mendapatkan asupan kalsium dari susu.

    Bila Anda memilih vegan, Anda bisa mengonsumsi sumber kalsium nabati dari:

    • kedelai,
    • kacang merah,
    • jeruk,
    • pakcoy,
    • brokoli,
    • kubis, dan
    • bayam.

    Memang, studi terbitan Nutrients (2021) menyatakan bahwa para vegan cenderung mengalami patah tulang dan kurang mengonsumsi kalsium perharinya.

    Namun, mengonsumsi 525 mg kalsium per hari bisa menurunkan risiko cedera tulang.

    6. Apakah menjalani diet vegetarian harus menjalani gaya hidup tertentu?

    Untuk menjawab pertanyaan tentang vegetarian ini, Anda perlu mengingat motivasi awal Anda.

    Jika karena percaya bahwa hewan merupakan makhluk yang bebas, Anda sebaiknya juga melakukan hal berikut.

    • Menghindari produk yang dicoba pada hewan.
    • Tidak memakai pakaian berbahan wol dan kulit.
    • Tidak mengunjungi tempat hiburan yang mempertunjukkan atraksi hewan.

    Bila memilih menjadi vegetarian karena melihat pola makan vegetarian menyehatkan, Anda boleh saja hanya mengikuti aturan pola makannya.

    Dua alasan ini tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk, tergantung dengan prinsip Anda.

    7. Apa alasan lain menjadi vegetarian selain kesehatan dan hak hewan?

    Orang yang memilih menjadi vegetarian belajar dan berupaya peduli terhadap lingkungan.

    Berhenti makan daging hewan adalah upaya untuk menghindari eksploitasi hewan sekaligus mengurangi produksi daging dari peternakan.

    Peternakan diketahui bisa menghasilkan gas metana dan karbon dioksida dalam jumlah besar. Kedua jenis gas ini membuat bumi menjadi lebih panas sehingga memicu perubahan iklim.

    Terlebih, ada beberapa negara membabat habis hutan untuk menanam padang rumput sebagai pakan sapi. Padahal, hutan berperan penting terhadap penyerapan karbon dioksida di udara.

    Beberapa ternak dalam skala besar tidak memperhatikan penyaringan feses hewan. Hal ini juga bisa mencemari sungai.

    8. Apakah diet vegetarian selalu sehat?

    Faktanya, diet vegetarian atau vegan tidak selalu sehat. Tidak mengonsumsi produk hewani tidak serta-merta membuat pola makan menjadi sehat.

    Perlu diketahui, ada beberapa asupan gizi yang mungkin tidak didapat bila menjalani diet ini, seperti vitamin B12, vitamin D, salah satu jenis zat besi, dan asam lemak omega-3 DHA.

    Ada berbagai pertanyaan tentang vegetarian yang perlu Anda ketahui sebelum memulainya.

    Konsultasikan kepada dokter atau ahli gizi untuk mengetahui apakah diet vegetarian cocok untuk kondisi kesehatan dan gaya hidup Anda.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Becoming a vegetarian – Harvard Health. (2010). Retrieved 28 November 2022, from https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/becoming-a-vegetarian

    What is a Vegetarian | The Vegetarian Society. (2022). Retrieved 28 November 2022, from https://vegsoc.org/info-hub/definition/

    Definition of veganism. (2022). Retrieved 28 November 2022, from https://www.vegansociety.com/go-vegan/definition-veganism

    Lim, M. T., Pan, B. J., Kiat Toh, D. W., Sutanto, C. N., & Kim, J. E. (2021). Animal Protein versus Plant Protein in Supporting Lean Mass and Muscle Strength: A Systematic Review and Meta-Analysis of Randomized Controlled Trials. Nutrients, 13(2). https://doi.org/10.3390/nu13020661

    Menzel, J., Abraham, K., Stangl, G. I., Ueland, P. M., Obeid, R., Schulze, M. B., Herter-Aeberli, I., Schwerdtle, T., & Weikert, C. (2021). Vegan Diet and Bone Health—Results from the Cross-Sectional RBVD Study. Nutrients, 13(2). https://doi.org/10.3390/nu13020685

    Chuang, L., Lin, H., & Wang, F. (2021). Effects of vegetarian diet on bone mineral density. Tzu-Chi Medical Journal, 33(2), 128-134. https://doi.org/10.4103/tcmj.tcmj_84_20

    Vegan diet can benefit both health and the environment. (2019). Retrieved 28 November 2022, from https://www.hsph.harvard.edu/news/hsph-in-the-news/vegan-diet-health-environment/

    With a little planning, vegan diets can be a healthful choice – Harvard Health. (2020). Retrieved 28 November 2022, from https://www.health.harvard.edu/blog/with-a-little-planning-vegan-diets-can-be-a-healthful-choice-2020020618766

    Turner‐McGrievy, G. M., Barnard, N. D., & Scialli, A. R. (2007). A two‐year randomized weight loss trial comparing a vegan diet to a more moderate low‐fat diet. Obesity, 15(9), 2276-2281. https://doi.org/10.1038/oby.2007.270

    Should I be eating more fiber? – Harvard Health. (2019). Retrieved 28 November 2022, from https://www.health.harvard.edu/blog/should-i-be-eating-more-fiber-2019022115927

    How to add more fiber to your diet. (2022). Retrieved 28 November 2022, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/fiber/art-20043983

    20 questions about vegetarianism – lake stevens school district. (n.d.). Retrieved November 28, 2022, from https://www.lkstevens.wednet.edu/cms/lib/WA01001468/Centricity/Domain/824/20_Questions_About_Vegetarianism.doc

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari Diperbarui 7 days ago
    Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan