Yoyo Effect: Penyebab Berat Badan Naik Turun Drastis Saat Diet

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Seperti namanya “yoyo”, yang dimainkan dengan cara dinaik-turunkan, seperti itulah kurang lebih gambaran yoyo effect pada diet. Mungkin Anda sering mengalami kondisi berat badan yang naik-turun saat menjalani diet, sehingga Anda berkesimpulan bahwa diet Anda tidak berhasil.

Sebenarnya, apa itu yoyo effect?

Yoyo effect atau yoyo diet atau biasa dikenal juga dengan weight cycling adalah kehilangan berat badan dan mendapatkan berat badan kembali secara berulang saat diet. Yoyo effect bisa terjadi dalam jumlah yang besar, sekitar 23 kg atau lebih, atau juga dalam jumlah kecil 2-5 kg.

Bagi Anda yang suka menjalani diet atau yang sering mengganti jenis diet, mungkin Anda sering mengalami hal ini. Bahkan kenaikan berat Anda setelah menjalani diet dapat lebih besar daripada berat badan Anda yang hilang selama menjalankan diet. Pasti ini sangat menyebalkan!

Penelitian di Finlandia menunjukkan bahwa sekitar 7% laki-laki dan 10% perempuan mengalami weight cycling berat, sedangkan 11% laki-laki dan 19% perempuan mengalami weight cycling ringan. Dalam penelitian ini, yang dikatakan weight cycling berat adalah yang mengalami penurunan berat badan lebih dari atau sama dengan 5 kg dengan frekuensi setidaknya 3 kali ia mendapatkan berat badannya kembali. Sedangkan yang dikatakan sebagai weight cycling ringan adalah ia yang mengalami penurunan berat badan lebih dari atau sama dengan 5 kg dengan frekuensi 1-2 kali kenaikan berat badannya kembali.

Apakah yoyo effect membahayakan kesehatan?

Beberapa penelitian menghubungkan yoyo effect dengan risiko kesehatan. Hal ini mungkin terjadi karena berat badan yang Anda dapatkan kembali bisa membuat diri Anda mengalami kelebihan berat badan yang lebih buruk dari sebelumnya.

Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Journal of the American Dietetic Association tahun 2010 menunjukkan bahwa yoyo effect berhubungan dengan peningkatan kadar lemak tubuh. Ketika Anda mengalami penurunan berat badan, artinya Anda kehilangan lemak dan otot, dan ketika berat badan Anda naik, sebenarnya yang bertambah adalah lemak tubuh.

Namun, tidak semua peneliti setuju akan hal ini. Penelitian lain tidak dapat membuktikan bahwa yoyo effect dapat meningkatkan jumlah jaringan lemak dalam tubuh. Penelitian menemukan bahwa mereka yang kembali ke berat badannya semula setelah yoyo effect memiliki jumlah lemak dan otot yang sama seperti jumlah yang mereka punya sebelum menjalankan diet. Individu yang melakukan olahraga selama diet bahkan mungkin dapat meningkatkan otot yang ia punya.

Penelitian tentang risiko kesehatan yoyo effect juga dilakukan di Indonesia oleh Dr. dr. Samuel Oetoro, M.S., Sp.GK., pada kelompok obesitas yang mengalami yoyo effect/weight cycling dan pada kelompok obesitas yang tidak pernah menjalankan diet.  Kedua kelompok menjalankan program penurunan berat badan dan hasilnya adalah tidak ada perbedaan perubahan berat badan pada kelompok obesitas dengan weight cycling maupun kelompok obesitas yang tidak pernah menjalankan program diet. Namun, pada kelompok obesitas yang tidak pernah menjalankan diet ditemukan petanda stress oksidatif lebih baik dibandingkan dengan kelompok obesitas yang mengalami weight cycling.

Penelitian lain yang diterbitkan oleh Clinical Nutrition tahun 2011 menunjukkan bahwa yoyo effect berhubungan dengan peningkatan lemak tubuh dan lemak perut. Kelebihan lemak perut ini dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit jantung, kanker, diabetes, dan bahkan kematian.

Selain dampak terhadap kesehatan, yoyo effect juga berdampak pada psikologis Anda. Kehilangan berat badan dan kemudian mendapatkannya kembali secara berulang-ulang dapat membuat Anda putus asa dan depresi. Untuk menurunkan berat badan memang bukan hal yang mudah dan menerima kenyataan bahwa berat badan Anda naik kembali tentu membuatnya makin sulit.

Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Ethnicity & Disease tahun 2011 menunjukkan bahwa orang yang mengalami yoyo effect mempunyai rasa kepercayaan diri yang lebih rendah dan kurang puas terhadap tubuh yang mereka punya dibandingkan dengan individu yang tidak mengalami yoyo effect.  Mereka juga dapat menjadi depresi atau merasa gagal karena ketidakmampuan mereka untuk menurunkan berat badan dan mempertahankannya.

Yoyo effect seharusnya bukan menjadi alasan Anda untuk merasa gagal. Tetapi sebaliknya, ini dapat menjadi alasan Anda untuk tetap fokus dalam membuat perubahan jangka panjang pada diet dan aktivitas fisik Anda guna membantu Anda mempertahankan berat badan.

Apa sebaiknya saya tidak menjalani diet?

Itu tidak dapat dikatakan benar juga, karena tetap memiliki berat badan gemuk/kelebihan berat badan juga tidak baik untuk kesehatan Anda. Obesitas dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit, seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, kanker, artritis, dan penyakit kandung empedu.

Namun, tidak semua orang yang mengalami kelebihan berat badan memiliki risiko yang sama untuk menderita penyakit tersebut. Banyak faktor lain juga yang dapat mempengaruhi penyakit tersebut, seperti riwayat keluarga, jumlah dan lokasi lemak dalam tubuh, jenis kelamin, dan sebagainya.

Untuk menurunkan berat badan, sebaiknya dilakukan dengan diet yang mudah dilakukan dan menjalankannya secara konsisten. Menjalani diet sederhana untuk menurunkan 10% berat badan selama 6 bulan atau lebih dapat meningkatkan kesehatan seseorang yang mengalami kelebihan berat badan.

Untuk orang yang tidak obesitas atau mempunyai masalah kesehatan terkait berat badan, sebaiknya Anda menjaga kestabilan berat badan Anda guna menghindari risiko kesehatan yang dapat ditimbulkan oleh yoyo effect.

BACA JUGA

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Mie Instan atau Nasi Putih, Mana yang Lebih Sehat untuk Dikonsumsi?

    Keduanya sama-sama karbohidrat, tapi apakah benar nasi lebih baik dari mie? Cari tahu lebih lanjut sebelum menentukan pilihan.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Monika Nanda
    Fakta Gizi, Nutrisi 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

    Berapa Kalori yang Diperlukan Jika Ingin Menambah Berat Badan?

    Menambah berat badan ternyata tidak mudah. Salah satu syarat agar berat badan naik adalah menambahkan kalori. Lalu berapa banyak kalori yang diperlukan?

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Tips Berat Badan Turun 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

    3 Jenis Nutrisi untuk Menambah Berat Badan Dengan Cepat

    Menambah berat badan tak hanya asal makan yang banyak, tapi perhatikan juga nutrisi dari makanan yang Anda makan. Lalu apa saja nutrisi yang diperlukan?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Andisa Shabrina
    Tips Berat Badan Turun 20 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

    Panduan Menjalankan Diet Kelapa untuk Menurunkan Berat Badan

    Sedang berusaha menurunkan berat badan dan menjalani pola hidup sehat? Anda bisa merasakan manfaat kelapa untuk diet, yang bisa Anda ikuti di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Diet, Nutrisi 19 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    manfaat goji berry

    5 Manfaat Goji Berry untuk Kesehatan, Termasuk untuk Diet

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
    Olahraga di tempat tidur

    8 Olahraga yang Bisa Dilakukan di Tempat Tidur

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Adinda Rudystina
    Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
    mengenal berbagai jenis beras

    Mengenal Jenis Beras, Mana yang Paling Sehat?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
    berat badan naik setelah diet

    3 Penyebab Berat Badan Anda Naik Setelah Diet

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
    Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit