home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Yoyo Effect: Penyebab Berat Badan Naik Turun Drastis Saat Diet

Yoyo Effect: Penyebab Berat Badan Naik Turun Drastis Saat Diet

Seperti namanya “yoyo”, yang dimainkan dengan cara dinaik-turunkan, seperti itulah kurang lebih gambaran yoyo effect pada diet. Mungkin Anda sering mengalami kondisi berat badan yang naik-turun saat menjalani diet, sehingga Anda berkesimpulan bahwa diet Anda tidak berhasil.

Sebenarnya, apa itu yoyo effect?

Yoyo effect atau yoyo diet atau biasa dikenal juga dengan weight cycling adalah kehilangan berat badan dan mendapatkan berat badan kembali secara berulang saat diet. Yoyo effect bisa terjadi dalam jumlah yang besar, sekitar 23 kg atau lebih, atau juga dalam jumlah kecil 2-5 kg.

Bagi Anda yang suka menjalani diet atau yang sering mengganti jenis diet, mungkin Anda sering mengalami hal ini. Bahkan kenaikan berat Anda setelah menjalani diet dapat lebih besar daripada berat badan Anda yang hilang selama menjalankan diet. Pasti ini sangat menyebalkan!

Penelitian di Finlandia menunjukkan bahwa sekitar 7% laki-laki dan 10% perempuan mengalami weight cycling berat, sedangkan 11% laki-laki dan 19% perempuan mengalami weight cycling ringan. Dalam penelitian ini, yang dikatakan weight cycling berat adalah yang mengalami penurunan berat badan lebih dari atau sama dengan 5 kg dengan frekuensi setidaknya 3 kali ia mendapatkan berat badannya kembali. Sedangkan yang dikatakan sebagai weight cycling ringan adalah ia yang mengalami penurunan berat badan lebih dari atau sama dengan 5 kg dengan frekuensi 1-2 kali kenaikan berat badannya kembali.

Apakah yoyo effect membahayakan kesehatan?

Beberapa penelitian menghubungkan yoyo effect dengan risiko kesehatan. Hal ini mungkin terjadi karena berat badan yang Anda dapatkan kembali bisa membuat diri Anda mengalami kelebihan berat badan yang lebih buruk dari sebelumnya.

Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Journal of the American Dietetic Association tahun 2010 menunjukkan bahwa yoyo effect berhubungan dengan peningkatan kadar lemak tubuh. Ketika Anda mengalami penurunan berat badan, artinya Anda kehilangan lemak dan otot, dan ketika berat badan Anda naik, sebenarnya yang bertambah adalah lemak tubuh.

Namun, tidak semua peneliti setuju akan hal ini. Penelitian lain tidak dapat membuktikan bahwa yoyo effect dapat meningkatkan jumlah jaringan lemak dalam tubuh. Penelitian menemukan bahwa mereka yang kembali ke berat badannya semula setelah yoyo effect memiliki jumlah lemak dan otot yang sama seperti jumlah yang mereka punya sebelum menjalankan diet. Individu yang melakukan olahraga selama diet bahkan mungkin dapat meningkatkan otot yang ia punya.

Penelitian tentang risiko kesehatan yoyo effect juga dilakukan di Indonesia oleh Dr. dr. Samuel Oetoro, M.S., Sp.GK., pada kelompok obesitas yang mengalami yoyo effect/weight cycling dan pada kelompok obesitas yang tidak pernah menjalankan diet. Kedua kelompok menjalankan program penurunan berat badan dan hasilnya adalah tidak ada perbedaan perubahan berat badan pada kelompok obesitas dengan weight cycling maupun kelompok obesitas yang tidak pernah menjalankan program diet. Namun, pada kelompok obesitas yang tidak pernah menjalankan diet ditemukan petanda stress oksidatif lebih baik dibandingkan dengan kelompok obesitas yang mengalami weight cycling.

Penelitian lain yang diterbitkan oleh Clinical Nutrition tahun 2011 menunjukkan bahwa yoyo effect berhubungan dengan peningkatan lemak tubuh dan lemak perut. Kelebihan lemak perut ini dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit jantung, kanker, diabetes, dan bahkan kematian.

Selain dampak terhadap kesehatan, yoyo effect juga berdampak pada psikologis Anda. Kehilangan berat badan dan kemudian mendapatkannya kembali secara berulang-ulang dapat membuat Anda putus asa dan depresi. Untuk menurunkan berat badan memang bukan hal yang mudah dan menerima kenyataan bahwa berat badan Anda naik kembali tentu membuatnya makin sulit.

Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Ethnicity & Disease tahun 2011 menunjukkan bahwa orang yang mengalami yoyo effect mempunyai rasa kepercayaan diri yang lebih rendah dan kurang puas terhadap tubuh yang mereka punya dibandingkan dengan individu yang tidak mengalami yoyo effect. Mereka juga dapat menjadi depresi atau merasa gagal karena ketidakmampuan mereka untuk menurunkan berat badan dan mempertahankannya.

Yoyo effect seharusnya bukan menjadi alasan Anda untuk merasa gagal. Tetapi sebaliknya, ini dapat menjadi alasan Anda untuk tetap fokus dalam membuat perubahan jangka panjang pada diet dan aktivitas fisik Anda guna membantu Anda mempertahankan berat badan.

Apa sebaiknya saya tidak menjalani diet?

Itu tidak dapat dikatakan benar juga, karena tetap memiliki berat badan gemuk/kelebihan berat badan juga tidak baik untuk kesehatan Anda. Obesitas dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit, seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, kanker, artritis, dan penyakit kandung empedu.

Namun, tidak semua orang yang mengalami kelebihan berat badan memiliki risiko yang sama untuk menderita penyakit tersebut. Banyak faktor lain juga yang dapat mempengaruhi penyakit tersebut, seperti riwayat keluarga, jumlah dan lokasi lemak dalam tubuh, jenis kelamin, dan sebagainya.

Untuk menurunkan berat badan, sebaiknya dilakukan dengan diet yang mudah dilakukan dan menjalankannya secara konsisten. Menjalani diet sederhana untuk menurunkan 10% berat badan selama 6 bulan atau lebih dapat meningkatkan kesehatan seseorang yang mengalami kelebihan berat badan.

Untuk orang yang tidak obesitas atau mempunyai masalah kesehatan terkait berat badan, sebaiknya Anda menjaga kestabilan berat badan Anda guna menghindari risiko kesehatan yang dapat ditimbulkan oleh yoyo effect.

BACA JUGA

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

UI Update. 2014. Penelitian Doktor FKUI: Berat Badan Tak Stabil Bahayakan Kesehatan. Retrieved from http://uiupdate.ui.ac.id/article/penelitian-doktor-fkui-berat-badan-tak-stabil-bahayakan-kesehatan. Accessed September 2, 2016.

Lahti-Koski, M., et al. 2005. Prevalence of Weight Cycling and Its Relation to Health Indicators in Finland. Obes Res 13(2): 333-41. Retrieved from http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15800292. Accessed September 2, 2016.

Robinson, Jennifer. 2016. What Are Weight Cycling and Yo-Yo Dieting? Retrieved from http://www.webmd.com/diet/obesity/weight-cycling. Accessed September 2, 2016.

Medicine Net. 2003. Weight Cycling…Facts about “Yo-Yo” Dieting. Retrieved from http://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=21745. Accessed September 2, 2016.

Bruso, Jessica. The Yo-Yo Effect. Retrieved from http://healthyeating.sfgate.com/yoyo-effect-3119.html. Accessed September 2, 2016.

Foto Penulis
Ditulis oleh Arinda Veratamala pada 09/09/2016
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x