home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Plastik Wrap untuk Diet, Benarkah Bisa Mengecilkan Perut Buncit?

Plastik Wrap untuk Diet, Benarkah Bisa Mengecilkan Perut Buncit?

Untuk orang yang sedang berusaha keras menurunkan berat badan, mungkin cara apa pun rela ditempuh. Salah satu tren diet yang banyak dicoba, khususnya oleh kaum Hawa, adalah membungkus perut dengan plastik wrap. Banyak yang bilang Anda bisa membakar lemak lebih cepat dengan metode ini.

Namun, apa benar bungkus perut dengan plastik bisa bikin kurus? Lebih jauh lagi, apakah ada bahaya dan risikonya bagi kesehatan? Yuk, simak informasi seputar plastic wrap untuk diet berikut ini.

Apa itu plastik wrap untuk diet?

Membungkus perut pakai plastik dipercaya sebagai cara melakukan detoksifikasi (pembuangan racun-racun dalam tubuh) dan membakar lemak khususnya di area perut dan pinggang. Pasalnya, saat perut dibungkus plastik, Anda akan berkeringat lebih banyak karena suhu tubuh Anda naik menjadi sangat panas.

Pada kenyataannya, tidak ada penelitian yang berhasil membuktikan bahwa metode membungkus diri dengan plastik bisa memicu pembakaran lemak atau proses detoksifikasi. Metode ini justru sangat berisiko bagi kesehatan. Oleh karenanya, para ahli tidak menganjurkan cara diet ini untuk menurunkan berat badan.

Ingat, tidak ada cara yang cepat dan instan untuk mencapai berat badan ideal. Satu-satunya kunci adalah menjaga pola hidup sehat, misalnya dengan memerhatikan asupan gizi, berolahraga, dan istirahat yang cukup.

Apakah bungkus perut dengan plastik efektif turunkan berat badan?

Tidak, cara diet ini tidak bisa membantu Anda menurunkan berat badan. Anda mungkin akan sedikit kehilangan berat badan setelah membungkus perut dengan plastik. Akan tetapi, berat badan Anda akan langsung naik lagi setelah Anda minum air.

Berat badan sempat berkurang hanya karena tubuh Anda kehilangan banyak cairan lewat keringat. Bukan karena lemak Anda sudah banyak terbakar. Lemak dalam tubuh tidak akan terbakar dan cepat hilang kalau Anda tidak mengubahnya jadi energi. Satu-satunya cara efektif untuk mengubah cadangan lemak jadi energi adalah dengan aktif bergerak, misalnya saat Anda berolahraga.

Bagaimana dengan proses detoksifikasi pakai plastik wrap?

Membungkus perut dengan plastik juga tidak akan mempercepat proses detoksifikasi. Tubuh manusia sudah punya sistem khusus untuk membuang berbagai jenis zat beracun, yaitu melalui organ ginjal dan hati.

Nah, keringat yang diproduksi selama Anda membungkus perut sebenarnya ditujukan untuk mengendalikan suhu badan Anda supaya tidak terlalu panas, bukan untuk membuang racun.

Kelenjar keringat akan mengirim keringat ke permukaan kulit. Kemudian keringat di permukaan kulit akan menguap ke udara. Proses penguapan (evaporasi) ini akan membuat badan jadi terasa lebih dingin.

Jadi, kelenjar keringat Anda tidak bertugas untuk membuang racun. Organ ginjal dan hatilah yang bertanggung jawab untuk mengeluarkan racun dalam tubuh, misalnya lewat urine dan feses. Karena itu, keliru kalau Anda mengira bahwa banyak berkeringat berarti Anda sedang “membersihkan” tubuh dari berbagai zat berbahaya.

Bahaya turunkan berat badan dengan plastik wrap, bisa mengakibatkan kematian

Selain tidak ampuh, menurunkan berat badan dengan plastik juga berbahaya bagi tubuh. Bahkan dalam sebuah kasus di tahun 1997, tiga orang pegulat profesional meninggal karena berusaha menurunkan berat badan dengan cara diet plastic wrap. Mereka mengenakan pakaian khusus yang membuat tubuh banyak berkeringat.

Dengan bungkus plastik, suhu tubuh akan meningkat tinggi. Kelenjar keringat pun memproduksi keringat, tetapi keringat yang dihasilkan tidak bisa menguap karena terjebak plastik. Akibatnya, suhu tubuh tidak akan jadi lebih dingin. Badan pun malah akan tambah berkeringat untuk mendinginkan diri.

Berkeringat terlalu banyak akan mengganggu keseimbangan cairan dalam tubuh. Akibatnya, volume darah bisa berkurang sehingga tubuh tidak mendapatkan asupan oksigen yang cukup. Kehilangan terlalu banyak cairan bisa mengakibatkan dehidrasi.

Kalau sudah dehidrasi, tubuh bisa lemas, kepala pusing, linglung, serta jantung berdegup kencang. Bila tidak segera ditangani, seseorang yang dehidrasi bisa saja kehilangan kesadaran (pingsan) bahkan meninggal dunia. Karena itu, jangan mencoba metode diet berbahaya ini untuk menurunkan berat badan.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

The Dangers of Wrapping Your Stomach With Plastic Wrap. http://www.livestrong.com/article/135850-the-dangers-wrapping-your-stomach-with-plastic-wrap/ Diakses 27 Juli 2017.

Working Out While Wrapped in Plastic — Good for Weight Loss? http://www.goaskalice.columbia.edu/answered-questions/working-out-while-wrapped-plastic-%E2%80%94-good-weight-loss. Diakses 27 Juli 2017.

Does Wrapping Your Stomach Help You Lose Weight? http://www.livestrong.com/article/387425-does-wrapping-your-stomach-help-you-lose-weight/. Diakses 27 Juli 2017.

Does Sweating Release Toxins? http://goaskalice.columbia.edu/answered-questions/does-sweating-release-toxins. Diakses 27 Juli 2017.

Foto Penulis
Ditulis oleh Irene Anindyaputri pada 04/02/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x