home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Pengangkatan Pen

Definisi|Pencegahan & peringatan|Proses|Komplikasi

Definisi

Apa itu pen?

Pen merupakan alat pendukung seperti pelat, sekrup, batang, dan kabel. Alat ini terbuat dari stainless steel atau titanium dan digunakan pada operasi tulang seperti:

● membantu tulang yang patah berada pada posisinya pada masa pemulihan

● menyatukan tulang secara permanen (arthrodesis)

● mengubah bentuk tulang (osteotomy)

Setelah tulang sembuh total, dokter akan merekomendasikan operasi pengangkatan pen. Namun, keputusan tetap berada di tangan pasien.

Apa manfaat operasi ini?

Manfaat operasi ini adalah:

● mengurangi rasa sakit atau rasa tidak nyaman yang akibat pemasangan pen

● mengobati infeksi sekitar pen

● mencegah pen menyatu dengan tulang, khususnya bagi pasien yang masih dalam masa pertumbuhan

Apakah ada alternatif selain operasi?

Rasa nyeri dan tidak nyaman dari pen dapat diredakan dengan mengonsumsi obat penghilang rasa sakit, menghindari tekanan di atas pen, dan menjaga daerah tersebut supaya tetap hangat ketika cuaca dingin. Infeksi di sekitar pen dapat ditangani sementara dengan mengonsumsi antibiotik. Namun pada beberapa kasus, infeksi tidak dapat disembuhkan tanpa operasi pengangkatan pen.

Pencegahan & peringatan

Apa konsekuensinya jika tidak menjalani operasi ini?

Infeksi di sekitar pen dapat merusak tulang dan jaringan lunak. Pada beberapa kasus, infeksi dapat membuat pasien menjadi sakit. Diskusikan dengan dokter apabila Anda memutuskan untuk tidak menjalani prosedur pemeriksaan ini.

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum menjalani pengangkatan pen?

Pastikan Anda memberitahu dokter mengenai obat‐obatan yang sedang dikonsumsi dan ikuti arahan dokter. Sebelum prosedur ini dimulai, hindari konsumsi warfarin atau clopidogrel.Bagi penderita diabetes, kadar gula harus dikendalikan menjelang prosedur. Dokter akan memberikan instruksi kapan Anda dapat mengonsumsi obat.Bagi pasien yang sedang menjalani perawatan tekanan darah menggunakan beta‐blocker, diperbolehkan untuk tetap mengonsumsi obat seperti biasa. Bagi perokok, hindari kegiatan merokok beberapa minggu atau lebih sebelum prosedur dilakukan.

Bagaimana proses pengangkatan pen?

Tim medis akan memberikan formulir yang harus diisi pasien terlebih dahulu. Formulir iniberisi nama pasien dan prosedur yang akan dijalani.Berbagai teknik anestesi mungkin digunakan dalam prosedur ini. Dokter bedah akan mengangkat pen melalui sayatan yang sama ketika pen pertama kali dimasukkan. Pen jenis sekrup kecil atau kawat terkadang lebih sulit ditemukan. Karenanya, dokter akan membuat sayatan lebih besar dan menggunakan bantuan kamera x‐ray. Pen dengan ukuran yang lebih besar juga akan sulit ditemukan jika alat tersebut tertutup jaringan parut atau tulang.

Apa yang harus saya lakukan setelah menjalani pengangkatan pen?

Setelah menjalani operasi, Anda diperbolehkan pulang ke rumah pada hari yang sama atau keesokan harinya. Penderita biasanya membutuhkan waktu selama 6 bulan atau lebih untuk pulih total. Terkadang, operasi ini tidak menyingkirkan semua gejala yang Anda rasakan. Tidak menutup kemungkinan Anda harus menjalani perawatan lebih lanjut. Hal ini dilakukan apabila nyeri yang dirasakan sebelum operasi tetap muncul.

 

Komplikasi

Komplikasi apa yang bisa terjadi?

Setiap prosedur operasi pasti memiliki risiko tersendiri. Dokter bedah akan menjelaskan segala macam risiko yang mungkin terjadi pasca operasi. Komplikasi umum yang dapat terjadi usai operasi adalah efek pasca pemberian anestesi, perdarahan yang berlebihan, maupun penggumpalan darah di dalam pembuluh darah vena dalam (deep vein thrombosis atau DVT).Komplikasi khusus yang mungkin dapat terjadi pasca operasi ini adalah:

● masih ada pen yang tersisa

● kerusakan saraf

● tulang menjadi lemah

● timbul rasa nyeri yang hebat, kekakuan dan kehilangan kemampuan gerak lengan dan tangan (complex regional pain syndrome)

 

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi
Tanggal diperbarui 01/01/1970
x