Ada berbagai jenis kista yang bisa tumbuh di dalam tubuh. Kista baker merupakan jenis kista yang timbul di lutut. Meski umumnya bukan kondisi yang berbahaya, terkadang kondisi ini juga bisa menimbulkan gejala yang mengganggu dan membutuhkan pengobatan.
Apa itu kista Baker?
Kista Baker atau Baker cyst adalah kista berisi cairan yang berkembang di lutut, menyebabkan benjolan yang terasa nyeri. Rasa nyerinya dapat memburuk ketika lutut dipakai bergerak.
Kista Baker juga disebut kista popliteal, biasanya merupakan jenis kista akibat dari masalah pada sendi lutut, seperti arthritis atau robeknya tulang rawan.
Kedua kondisi ini dapat menyebabkan lutut menghasilkan terlalu banyak cairan, sehingga muncul kista baker.
Menangani akar penyebabnya biasanya bisa membantu meredakan rasa sakit.
Perlu Anda ketahui, Baker cyst sangat umum terjadi pada usia berapa pun, baik orang dewasa maupun anak-anak.
Namun, risiko kondisi ini akan semakin bertambah seiring dengan pertambahan usia. Kondisi ini juga umumnya lebih sering menyerang wanita dibandingkan dengan pria.
Apa tanda dan gejala kista Baker?
Pada beberapa kasus, kista Baker tidak menyebabkan rasa sakit, sehingga mungkin Anda tidak menyadarinya.
Namun, dilansir dari Mayo Clinic, terkadang kista juga bisa menimbulkan tanda dan gejala yang meliputi berikut ini.
- Pembengkakan di belakang lutut dan terkadang pada kaki.
- Nyeri lutut.
- Kaku dan tidak mampu melenturkan lutut secara sempurna.
Gejala dapat memburuk ketika Anda bergerak aktif atau berdiri dalam waktu lama.
Kapan harus ke dokter?
- Nyeri dan pembengkakan di belakang lutut.
- Benjolan di balik lutut, yang dapat menjadi tanda dari kondisi yang lebih serius.
Apa penyebab kista Baker?
Perlu diketahui dulu sebelumnya, bahwa ada cairan pelumas yang disebut cairan sinovial.
Fungsinya untuk membantu kaki mengayun dengan mulus dan mengurangi gesekan di antara bagian kaki yang bergerak.
Namun, terkadang lutut bisa menghasilkan terlalu banyak cairan sinovial. Ini menyebabkan penumpukan pada area di belakang lutut (popliteal bursa) yang bisa memicu terbentuknya kista Baker.
Hal tersebut dapat terjadi karena kondisi berikut ini.
- Peradangan sendi lutut, seperti yang terjadi pada berbagai jenis arthritis.
- Cedera lutut, seperti robeknya tulang rawan.
Adapun Anda lebih berisiko terkena Baker cyst apabila mengalami kondisi berikut ini.
- Arthritis pada sendi lutut.
- Cedera robekan Meniskus.
- Cedera pada sendi lutut.
Bagaimana dokter mendiagnosis kista Baker?
Untuk mendeteksi kista Baker, dokter akan melakukan tanya jawab terkait riwayat kesehatan dan juga gejala yang dialami.
Pemeriksaan kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik. Ini biasanya meliputi pemeriksaan terhadap kondisi lutut secara langsung.
Baker cyst sering kali dapat didiagnosis dengan pemeriksaan fisik.
Namun, karena beberapa gejala kista Baker menyerupai kondisi yang lebih serius, seperti pembekuan darah, aneurisme, atau tumor, dokter dapat melakukan tes lanjutan untuk memastikan kondisi.
Berikut beberapa tes lanjutan yang mungkin dilakukan untuk mendiagnosis gangguan muskuloskeletal ini.
- USG, untuk melihat kondisi kista dengan lebih detail.
- X-ray, untuk melihat kondisi tulang pada sendi lutut.
- MRI, jika hasil pemeriksaan dengan USG masih belum jelas atau dokter mempertimbangkan untuk melakukan operasi.
Apa pengobatan untuk kista Baker?
Terkadang Baker cyst atau kista popliteal akan menghilang dengan sendirinya, sehingga pengobatan mungkin tidak perlu dilakukan, terlebih jika Anda tidak mengalami gejala apa pun.
Namun, apabila kista berukuran besar dan menyebabkan rasa sakit, dokter dapat merekomendasikan perawatan berikut.
1. Obat-obatan
Dokter dapat menyuntikkan obat kortikosteroid, seperti kortison, pada lutut untuk mengurangi inflamasi atau peradangan akibat kista Baker.
Hal ini dapat meredakan rasa sakit, tetapi tidak selalu mencegah kembalinya kista.
2. Drainase cairan
Dokter dapat mengeluarkan cairan dari sendi lutut dengan menggunakan jarum.
Pengobatan ini disebut aspirasi jarum dan seringkali dilakukan dengan panduan ultrasonik.
3. Terapi fisik
Kompres dingin dan kruk diketahui dapat membantu mengurangi sakit pada lutut dan pembengkakan yang terjadi.
Pergerakan yang perlahan dan latihan penguatan otot di sekitar lutut juga dapat membantu mengurangi gejala dan menjaga fungsi lutut.
Sementara itu, kista yang terkait dengan osteoarthritis biasanya akan membaik dengan perawatan arthritis, sehingga operasi jarang diperlukan.
4. Operasi
Sebagian besar kasus Baker cyst bisa sembuh tanpa operasi, sehingga prosedur ini jarang dilakukan.
Operasi hanya diperlukan jika kista menyebabkan gejala yang parah dan tidak ada pengobatan lain yang berhasil meredakannya.
Operasi dilakukan untuk mengangkat seluruh kista yang timbul. Meski demikian, terkadang kekambuhan setelah operasi juga bisa terjadi, terutama jika penyebab kista tidak bisa disembuhkan seluruhnya.