Kifosis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 November 2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Definisi kifosis

Apa itu penyakit kifosis?

Kifosis adalah penyakit kelainan tulang belakang yang menyebabkan punggung bagian atas melengkung berlebihan (membentuk bulatan), sehingga membuat seseorang tampak bungkuk.

Pada kondisi normal, tulang belakang bisa memiliki kelengkungan alami antara 20-45 derajat. Akan tetapi, pada penderita kifosis, derajat kelengkungan tulang belakangnya berada di luar kisaran normal.

Pada sebagian besar kasus, kelainan tulang belakang ini hanya menyebabkan sedikit masalah. Namun, bisa juga bertambah parah sehingga menimbulkan berbagai komplikasi.

Seberapa umumkah penyakit ini?

Penyakit kifosis adalah kelainan tulang belakang yang umum terjadi. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, tapi paling sering menyerang remaja yang sedang mengalami masa pertumbuhan dan wanita lansia.

Jenis-jenis kifosis

Penyakit kelainan tulang belakang ini terbagi menjadi beberapa jenis karena efek yang ditimbulkannya masing berbeda-beda.

Jenis-jenis kifosis tersebut adalah:

Kifosis postural

Jenis kelainan tulang belakang ini umumnya menyerang remaja. Biasanya terjadi pada orang yang memiliki postur atau sikap tubuh yang buruk secara terus-menerus sehingga membuat tulang melengkung berlebihan. Sementara pada orangtua, biasanya penyakit terjadi akibat pengeroposan tulang (osteoporosis).

Kifosis kongenital

Jenis kelainan tulang belakang ini merupakan bawaan lahir. Bayi yang lahir dengan kondisi ini kemungkinan besar mengalami perkembangan tulang belakang yang tidak sempurna selama di dalam kandungan.

Kifosis metabolik

Jenis kelainan tulang belakang ini terjadi akibat tubuh tidak bisa memproses kalsium, magnesium, fosfor, dan mineral penting untuk menjaga tulang tetap kokoh. Akibatnya, tulang jadi lemah, rapuh, dan mudah melengkung secara berlebihan.

Kifosis pascatrauma

Tipe kelainan tulang ini terjadi ketika tulang belakang terluka dan patah. Ini bisa saja terjadi karena terjatuh, kecelakaan kendaraan, atau tertimpa sesuatu yang berat di punggung. Saat tulang retak, tulang bisa runtuh dan menimbulkan kelengkungan yang berlebihan.

Kifosis Scheuermann

Jenis kelainan tulang ini menyebabkan ruas tulang belakang menciptakan bentuk segitiga sehingga membuat tulang belakang melengkung ke depan secara berlebihan.

Tanda-tanda & gejala kifosis

Kifosis adalah kondisi ringan yang sering kali tidak menimbulkan tanda atau gejala. Akan tetapi, beberapa orang mungkin lebih sensitif sehingga merasakan beberapa ciri-ciri kifosis, seperti:

  • Tubuh menjadi bungkuk.
  • Ada punuk di bagian punggung atas.
  • Sakit punggung ringan dan mudah lelah.
  • Kadang tulang punggung terasa kaku dan otot di bagian belakang paha menjadi kencang.

Kapan harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami nyeri punggung diikuti dengan perubahan pada tulang belakang, segera periksa ke dokter. Semakin cepat ditangani, prosedur pengobatan yang dijalani juga lebih sederhana.

Penyebab dan faktor risiko kifosis

Penyebab kelainan tulang kifosis ini sangat beragam, baik itu karena aktivitas, cedera, atau masalah kesehatan tertentu. Beberapa penyebab kifosis adalah:

  • Osteoporosis

Osteoporosis menyebabkan pengeroposan tulang sehingga membuat tulang jadi melemah dan mudah patah. Selain itu, osteoporosis juga membuat tulang mengalami kelengkungan yang tidak normal.

  • Cacat bawaan lahir

Bila dalam kandungan perkembangan tulang belakang tidak mencapai sempurna, anak bisa lahir dengan kelengkungan tulang belakang yang tidak normal.

  • Memiliki sindrom tertentu

Sindrom seperti Ehlers-Danlos dan sindrom Marfan dapat menyebabkan anak memiliki punggung atas yang melengkung tidak normal.

  • Penyakit Scheuermann

Penyakit ini menyebabkan kifosis Scheuermann, yang rata-rata menyebabkan kelengkungan tulang belakang tidak normal di usia remaja.

  • Patah tulang

Patah tulang atau fraktur, terutama pada tulang belakang, bisa menyebabkan kelengkungan pada tulang tersebut jadi abnormal.

  • Penyakit kanker dan pengobatannya

Kanker tulang, terutama yang timbul di tulang belakang, dapat melemahkan tulang. Hal ini dapat membuat tulang jadi mudah patah. Risikonya juga bertambah besar akibat perawatan kemoterapi dan radioterapi.

Faktor risiko kifosis

Menurut Johns Hopkins Medicine, ada dua faktor utama yang dapat meningkatkan risiko penyakit kifosis, yaitu:

  • Memiliki anggota keluarga dengan kondisi tersebut.
  • Mengalami osteoporosis atau pengeroposan tulang.

Diagnosis kifosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Kelainan tulang belakang ada banyak jenisnya. Oleh karena itu, dalam mendiagnosis penyakit kifosis, dokter akan meminta Anda melakukan serangkaian tes kesehatan, seperti:

Tes fisik

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Anda mungkin akan diminta untuk membungkuk ke depan, sementara dokter akan melihatnya dari posisi samping.

Tes pencitraan

Tes berupa CT scan, rontgen, dan MRI dapat membantu dokter mengukur kelengkungan derajat tulang belakang dan mendeteksi adanya cedera yang mungkin terjadi.

Tes kepadatan tulang

Tes kesehatan ini dapat memperlihatkan seberapa padat tulang Anda, sekaligus mendeteksi terjadinya osteoporosis.

Tes neurologis

Jika Anda mengalami gejala mati rasa atau kelemahan pada otot, Anda perlu menjalani tes kesehatan ini. Tujuannya, untuk menentukan seberapa baik impuls saraf pada tulang belakang Anda.

Cara mengobati kifosis

Cara mengatasi kifosis yang umumnya direkomendasikan dokter adalah:

Minum obat pereda nyeri dan obat lainnya

Gejala nyeri punggung bisa diredakan dengan minum obat antinyeri, seperti acetaminophen (Tylenol, others), ibuprofen (Advil, Motrin IB, others) atau naproxen sodium (Aleve). Selain itu, dokter mungkin juga meresepkan obat lain yang jadi penyebab kifosis, seperti obat-obatan untuk osteoporosis.

Terapi kifosis

Selain minum obat, pengobatan kifosis juga bisa berbentuk terapi, yakni:

  • Terapi fisik: Kifosis ringan bisa diatasi dengan terapi fisik. Pada terapi ini Anda akan menjalani program senam harian di rumah yang berfokus untuk menguatkan tulang punggung serta peregangan sederhana.
  • Terapi bracing: Bracing adalah alat penyangga khusus yang dipasangkan pada tulang belakang. Biasanya, ahli ortopedi akan memberikan terapi penggunaan bracing pada anak-anak dengan kelengkungan tulang belakang lebih dari 65 derajat. Alat ini harus dipakai selama 23 jam sehari sampai tulang belakang membaik.

Operasi

Penderita kelainan tulang belakang yang melengkung lebih dari 75 derajat atau tidak kunjung membaik dengan terapi, akan direkomendasikan untuk menjalani operasi. Operasi yang dilakukan untuk mengatasi kifosis ini disebut dengan fusi tulang belakang.

Prosedur operasi memakan waktu 4 hingga 5 jam. Anda akan diopname selama 3 hingga 4 hari. Proses pemulihan setelah operasi biasanya memakan waktu selama 4 hingga 6 minggu di rumah

Prosedur operasi yang dilakukan

Operasi dilakukan dengan membuat sayatan tepat di tengah punggung untuk mengekspos tulang dan otot-otot di sekitarnya. Kemudian, sekrup seukuran 2,5 cm yang terbuat dari titanium ditempatkan di pedikel. Pedikel sendiri adalah penyangga tulang belakang.

Selama pemasangan, ahli bedah juga harus mengawasi aktivitas pada sumsum tulang belakang dengan sinar-X real-time (fluoroskopi). Ini dilakukan dengan menempatkan elektroda pada pasien dari kepala hingga jari kaki.

Setelah semua sekrup pedikel berada pada posisinya, tulang belakang yang melengkung berlebihan ini diperbaiki. Batang yang terbuat dari krom kobalt, kemudian dimasukkan melalui sekrup dan sekrup dikunci.

Kemudian, cangkok tulang diambil dari tulang rusuk pasien sendiri. Tulang dipotong seukuran korek api dan dipasang di sepanjang bagian belakang tulang belakang. Terakhir, lapisan otot dan lapisan kulit terluar ditutup dengan jahitan berperekat. Jahitan ini akan lepas dengan sendirinya, ketika kulit menyatu kembali.

Komplikasi dari kifosis

Komplikasi kifosis yang mungkin terjadi karena kondisinya semakin memburuk adalah:

  • Penampilan memburuk

Kelengkungan punggung atas yang berlebihan bisa membuat tubuh membungkuk. Kadang juga terlihat ada punuk (tonjolan di punggung atas dekat leher).

  • Fungsi fisik terbatas

Gejala yang ditimbulkan akibat kelainan tulang belakang ini juga membuat otot punggung melemah. Akibatnya, Anda akan sulit untuk berjalan, duduk, mengemudi, atau melihat ke atas.

  • Masalah pernapasan

Kelengkungan berlebihan yang membuat tubuh membungkuk, akhirnya memberi tekanan pada paru-paru sehingga membuat Anda jadi sesak napas.

  • Masalah pencernaan

Postur tubuh yang bungkuk juga menekan saluran pencernaan, sehingga membuat Anda rentan mengalami refluks asam lambung atau kesulitan menelan.

Perawatan di rumah untuk kifosis

Perawatan rumahan yang bisa membantu Anda mengatasi kifosis adalah menerapkan gaya hidup yang sesuai. Contohnya, Anda harus menjaga postur tubuh tetap tegak dan tidak membungkuk, terutama saat duduk.

Menurut studi tahun 2002 pada American Journal of Public Health, yoga menjadi salah satu pilihan olahraga yang aman untuk penderita kifosis. Olahraga ini dapat menguatkan serta menjaga kelenturan tulang belakang.

Lakukan konsultasi lebih lanjut pada dokter maupun terapis Anda jika ingin mencoba yoga maupun jenis olahraga lain. Dengan begitu, aktivitas fisik yang Anda lakukan ini bisa memberikan manfaat.

Selama masa pengobatan, pasien juga dilarang untuk merokok dan menghindari minum minuman beralkohol sementara dan minuman bersoda.

Sebaliknya, Anda dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang menyehatkan tulang, seperti kacang-kacangan, daging tanpa lemak, bayam, dan gandum. Deretan makanan ini kaya kaslium, magnesium, serat, dan protein yang dibutuhkan tulang agar tetap sehat. Selain itu, batasi  penggunaan garam pada makanan.

Pencegahan kifosis

Jenis kifosis tertentu ternyata bisa dicegah. Cara mencegah penyakit kifosis tersebut adalah:

  • Rutin olahraga

Lakukan olahraga karena ini dapat menjaga tulang belakang tetap kuat dan fleksibel. Contoh olahraga yang bisa Anda pilih adalah lari, berenang, dan yoga.

  • Hindari membawa barang berat di punggung

Memindahkan barang dengan punggung atau membawa tas berat bisa melemahkan tulang belakang. Oleh karena itu, kurangi barang bawaan dalam tas punggung Anda dan gunakan troli untuk memindahkan barang sehingga Anda tidak perlu mengangkatnya.

  • Terapkan postur tubuh yang baik

Saat Anda duduk dan berjalan, pastikan posisi tubuh selalu tegak. kebiasaan ini dapat menghindari kelengkungan tulang belakang yang berlebihan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Spondylolisthesis (Spondilolistesis)

Spondylolisthesis (spondilolistesis) merupakan salah satu jenis kelainan tulang belakang. Yuk, pelajari lebih dalam penyakit ini pada ulasan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Muskuloskeletal, Kelainan Tulang Belakang 3 November 2020 . Waktu baca 10 menit

Kenali Gejala Skoliosis pada Anak dan Orang Dewasa

Skoliosis adalah kelainan tulang belakang yang bisa menyerang anak dan orang dewasa. Lantas, bagaimana ciri-ciri atau gejala skoliosis?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Muskuloskeletal, Kelainan Tulang Belakang 3 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Kelainan Tulang Belakang (Spinal Disorder)

Kelainan tulang belakang bisa terjadi pada anak-anak dan orang dewasa. Kenali gejala, penyebab, dan cara mengatasinya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Muskuloskeletal, Kelainan Tulang Belakang 3 November 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

lumbar cervical spinal stenosis adalah

Spinal Stenosis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit
skoliosis adalah

Skoliosis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 4 November 2020 . Waktu baca 12 menit
lordosis adalah

Lordosis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 4 November 2020 . Waktu baca 9 menit
spondylosis adalah

Spondylosis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 3 November 2020 . Waktu baca 10 menit