Apa Saja Risiko Kesehatan yang Dihadapi Seorang Psikolog?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Setiap pekerjaan memiliki risiko tersendiri, begitu pun tenaga kesehatan mental profesional seperti psikolog. Pasalnya, Anda berhadapan dengan pengalaman traumatis, keluhan pasien, hingga kasus gangguan kejiwaan berat yang mungkin jarang ditemukan. Lantas, apa saja risiko kesehatan yang perlu diantisipasi oleh seseorang saat menjadi psikolog?

Tantangan kesehatan saat menjadi psikolog

Psikolog tidak hanya harus fokus terhadap masalah yang dialami pasiennya. Mereka perlu memenuhi tuntutan kerja, membantu pasien menemukan solusi masalahnya, dan pada saat yang sama berupaya menjaga kesejahteraan mental diri sendiri.

Ini sebabnya seorang psikolog perlu mengantisipasi risiko kesehatan sebagai berikut:

1. Stres berkepanjangan

menghilangkan stres dan sakit kepala

Risiko kesehatan berupa stres sangat tinggi bagi orang yang menjadi psikolog. Hal ini disebabkan karena Anda menghadapi pasien yang mengalami tekanan dan stres berat. Situasi ini pun bisa bertambah sulit bila pasien sulit bersikap terbuka kepada Anda.

Pada saat yang sama, Anda harus tetap bersikap profesional dalam menjalankan pekerjaan. Anda harus memenuhi tuntutan kerja, menyelesaikan berbagai tugas, serta berusaha membangun hubungan dan kepercayaan dengan pasien.

2. Secondary traumatic stress

Dilansir dari The National Child Traumatic Stress Network, secondary traumatic stress adalah stres yang muncul setelah seseorang mendengar pengalaman traumatis orang lain. Kondisi ini dapat memengaruhi fisik maupun psikis orang yang mengalaminya.

Saat Anda menjadi psikolog, empati terhadap pasien bisa menimbulkan risiko tersendiri terhadap kesehatan Anda. Hal ini terjadi karena pengalaman traumatis pasien lambat laun membuat Anda ikut merasakan amarah, rasa bersalah, dan emosi negatif lainnya.

3. Munculnya emosi negatif saat menghadapi kasus pasien

pengaruh stres

Saat pasien berinteraksi dengan psikolog, ada potensi terjadinya countertransference. Ini adalah kondisi ketika psikolog merasakan emosi negatif atau masalah pribadinya bercampur aduk dengan kasus pasien.

Contohnya, Anda mungkin memiliki pengalaman buruk semasa kecil. Kemudian, Anda bertemu klien bertemperamen buruk yang mengingatkan Anda pada pengalaman tersebut. Hal ini dapat memicu emosi negatif yang akhirnya memengaruhi kinerja Anda.

4. Burnout

Risiko kesehatan lain bagi orang-orang yang menjadi psikolog adalah burnout. Burnout merupakan kondisi kelelahan fisik, mental, dan emosional akibat stres berkepanjangan. Kondisi ini bisa menguras energi serta menurunkan motivasi Anda dalam bekerja.

Lambat laun, produktivitas kerja dapat menurun dan Anda mungkin merasa tidak mampu menghasilkan apa pun. Jika Anda merasakan emosi negatif setiap menghadapi pasien, coba beristirahat sejenak hingga Anda merasa mampu bekerja kembali.

Cara mengantisipasi risiko kesehatan sebagai psikolog

Psikolog tidak berbeda dengan pasiennya yang berisiko mengalami masalah psikologis. Anda pun membutuhkan strategi untuk menjaga kesehatan mental diri sendiri selama berhadapan dengan pasien dan beragam masalah yang mereka alami.

Bagi Anda yang menjadi psikolog, berikut adalah beberapa langkah mengantisipasi risiko kesehatan yang Anda hadapi:

  • Meminta saran dari rekan sesama psikolog.
  • Menyempatkan waktu bersama keluarga.
  • Pergi berlibur sendiri atau bersama orang-orang tersayang.
  • Ikut serta dalam komunitas yang Anda sukai.
  • Berbagi cerita dengan teman-teman.

Tanggung jawab menjadi seorang psikolog tidaklah mudah, dan Anda harus berhadapan dengan sejumlah risiko kesehatan. Tidak perlu khawatir, sebab ini adalah hal yang normal. Bagaimanapun, Anda adalah manusia yang memiliki batasan.

Ketika keadaan sedang berat-beratnya, berikan diri Anda kesempatan untuk beristirahat sejenak. Manfaatkan momen ini untuk mengingat kembali beragam hal yang membuat Anda merasa bahagia dan berharga.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Cara Mengendalikan Ego yang Tinggi?

Ego adalah bagian dari kepribadian manusia yang seringkali dicap negatif. Memang, apa itu ego, dan bagaimana mengendalikan ego yang tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Mental Illness (Gangguan Mental)

Mental illness adalah gangguan mental yang memengaruhi pemikiran, perasaan, perilaku,suasana hati, atau kombinasi diantaranya. Berikut informasi lengkapnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Mental 17 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Jangan membiarkan kesepian terlalu lama menggerogoti Anda. Cari tahu cara mengatasi kesepian agar hidup Anda jauh lebih bahagia.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Mengenal Perbedaan Panic Attack dan Anxiety Attack

Jika Anda sering panik mendadak tanpa sebab, mungkin Anda mengalami panic attack. Apa itu panic attack dan apa bedanya dengan anxiety?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Mental, Gangguan Kecemasan 15 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

putus kenapa cinta memudar

4 Alasan Psikologis Cinta Bisa Memudar

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
cara menghilangkan rasa cemas

8 Cara Jitu untuk Menghilangkan Rasa Cemas Berlebihan

Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
sedih

11 Cara Jitu Mengusir Rasa Sedih dan Galau Dalam Hati

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit
pacar posesif

Anda Sering Disebut Pacar Posesif? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit